
Tini merasa sedih saat Candra mendorongnya hingga ia keluar dari tubuh Sarita.
Melihat Sarita yang pingsan, Candra segera menggendong gadis itu. Ia membaringkannya di sofa ruangannya. Ia sedikit gugup saat menghadapi seorang wanita yang pingsan. Namun karena masih pagi dan belum ada karyawan lain yang datang terpaksa ia harus menolong Sari sendirian.
Dengan kemampuan supranatural yang ia miliki, Candra tahu jika Sari kerasukan makhluk gaib.
Ia kemudian mengambil segelas air putih dan mengusapnya di wajah Sarita. Tidak lama gadis itu terbangun.
"Kenapa aku ada di sini, apa yang terjadi denganku?" ucap Sarita tampak kebingungan
Candra segera memberikan segelas air putih kepadanya, dan Sari segera menghabiskannya.
"Apa kau tidak ingat sesuatu?" tanya Candra mencoba membantu Sari mengingat apa yang terjadi dengannya.
Sari berusaha mengingat kejadian sebelum pingsan, namun saat ia hendak mengatakan sesuatu, tiba-tiba Tini muncul dan melarangnya untuk memberitahukan dirinya.
Sari menggelengkan kepalanya.
"Sepertinya kamu kerasukan makhluk gaib, sebaiknya kau istirahat saja di rumah," pungkas Candra
Namun Sari menolak, ia memilih untuk tetap bekerja karena banyak pekerjaannya yang menumpuk.
Candra tak bisa melarang saat Sari memilih kembali ke pantry untuk melanjutkan pekerjaannya.
Saat Sari bangun ia merasakan tubuhnya terasa remuk redam, hingga ia hampir jatuh saat bangun dari duduknya. Beruntung Candra segera menangkap tubuh gadis itu.
"Terimakasih Pak," jawab Sari berpamitan kepada Candra
Ia segera menuju ke pantry untuk melanjutkan pekerjaannya.
Tini tampak terus mengikuti kemanapun Sari pergi. Meskipun gadis itu sudah berusaha mengusirnya namun ia tak menyerah dan terus berusaha mendekatinya.
Beberapa kali Tini berusaha merasuki tubuh Sari saat gadis itu sedang khusuk bekerja. Namun kali ini Tini tidak bisa merasuki tubuh gadis itu setelah Candra memberinya minuman dengan mantera pengusir makhluk gaib.
Meskipun kesal karena tidak bisa merasuki Sari ia terus mengikutinya dan mencari celah agar bisa merasuki gadis itu.
"Aku tidak boleh menyerah, aku harus bisa meminjam tubuhnya untuk menyelesaikan urusanku," ucap Tini
__ADS_1
Saat jam kerja selesai Sari berkemas untuk pulang. Tini mengikuti gadis itu dengan wajah ceria. Kali ini ia berencana akan merasukinya saat gadis itu tidur.
Melihat Candra keluar dari ruangannya Tini meminta Sari untuk menyapa pria itu mewakili dirinya.
Akan tetapi Sari menolak, gadis itu sudah terlalu malu dengan Candra karena peristiwa tadi pagi.
Tini memasang wajah memelas demi memaksa Sari.
"Memangnya kenapa kau ingin menyapanya, bukankah kalian sudah beda alam jadi percuma saja kau menyapanya karena ia tak akan pernah tahu. Pak Candra pasti tahunya aku yang kecentilan dan berusaha mendekatinya," tutur Sari
"Tentu saja tidak, Candra bukan orang seperti itu. Dia adalah pria berkharisma yang selalu menghormati wanita. Jika ia melihat mu yang pendiam tiba-tiba berubah menjadi wanita yang kecentilan sudah pasti ia tahu itu bukan dirimu. Dan saat ia menyadari kehadiran ku, dia akan tahu Kenapa aku mencarinya?" jawab Tini
"Memangnya kenapa kau mencarinya, bukankah kau bisa memberitahu diriku. Aku janji akan memberitahu Pak Candra, jadi kay tidak perlu repot-repot merasuki tubuhku. Ah... rasanya tubuhku seperti di habis dipukuli oleh puluhan orang saat kau merasuki tubuhku. Itulah kenapa aku menolak kau merasuki ku lagi!" jawab Sari
"Aku tahu kok, aku minta maaf karena sudah membuatmu kesakitan. Tapi hanya itu satu-satunya cara ku untuk bisa menyelamatkan diriku," jawab Tini
"Apa kau sedang kesusahan , apa kau lari dari neraka?" tanya Sari membuat Tini seketika tertawa
"Anggap saja begitu, jadi kalau kau tak mau. melihat ku di bakar di neraka maka kau harus meminjamkan tubuhmu agar aku bisa mencari bantuan," bisik Tini
"Tapi... kata orang kalau kita sering kerasukan makhluk gaib maka aku akan rentan di rasuki makhluk gaib lain dan itu membuat tubuhku ringkih dan sakit-sakitan. Aku masih muda dan memiliki impian yang tergantung di langit. Jadi aku tidak mau mengorbankan hidup ku hanya demi menyelamatkan orang yang sudah mati." jawab Sari
Saat melihat mobil Candra melintas di depan Sari, Tini sengaja menghentikannya dengan mendorong Tini hingga nyaris tertabrak jika saja Candra tak mengerem mendadak mobilnya.
Candra segera turun dan berlari menghampiri Tini.
"Oh, nyaris saja!" seru Sari
"Apa kau terluka?" tanya Candra menghampirinya
Sari menggelengkan kepalanya, namun melihat warna celana Sari berubah Candra tahu jika gadis itu tidak baik-baik saja.
Ia kemudian menyuruh Sari untuk masuk ke mobilnya.
Sari berusaha menolaknya, karena ia tahu jika itu adalah trik Tini.
Namun saat ia hendak pergi, Candra justru menarik lengannya dan memaksanya duduk di depan bersamanya.
__ADS_1
Candra melajukan mobilnya menuju ke sebuah klinik. Ia membawa Sari ke ruang UGD.
Melihat luka di kaki Sari yang lumayan parah Candra kemudian mengantar gadis itu pulang ke rumahnya selesai berobat.
Saat memasuki kosan Sari, Candra merasakan ada sesuatu yang ganjil di rumah itu.
Ia bisa merasakan kehadiran makhluk gaib di rumah itu, dan meminta Sari untuk pindah dari kosan tersebut.
"Tapi tidak ada kosan lain yang lebih murah dari kosan ini, lagipula di sini ibu kosnya enak. Meskipun aku sering telat bayar tapi masih tetap diijinkan tinggal di sini. Lagipula harga kos diluar terlalu mahal dan aku tidak sanggup membayarnya," jawab Sari
"Kalau begitu tinggal lah rumahku," ucap Tini membuat Sari membelakakan matanya
"Tinggal di rumah mu??" tanya Sari tak percaya
"Bukan itu maksudku," ucap Candra saat mengira Sari meminta tinggal di rumahnya.
Sari menjelaskan jika dia tidak meminta tinggal di rumahnya. Ia mengatakan jika dirinya menjawab pertanyaan seorang makhluk astral yang ada diantara mereka.
Seketika Candra menoleh ke kanan tepat Tini berdiri.
Tini begitu bahagia untuk pertama kalinya Candra menatapnya meskipun ia tahu dia tidak akan bisa melihatnya.
Seketika Kristal bening jatuh membasahi pipinya.
"Daripada kau tinggal di rumah hantu lebih baik kau tinggal di rumah almarhum sahabat ku. Kebetulan rumah itu tak di huni sampai sekarang, jika kau tidak keberatan aku bisa mengantar mu kesana," tutur Candra
"Apa rumah itu berhantu??" tanya Sari
"Setahuku tidak, tapi terserah kamu saja, kalau kamu tidak mau ya sudah tidak usah," jawab Candra
Tanpa pikir panjang Sari langsung menganggukkan kepalanya
"Kalau gitu aku mau," jawab Sari
"Kalau begitu, besok aku antar kau kesana," ucap Candra
"Kenapa nunggu besok, kenapa tidak malam ini saja. Kebetulan besok adalah tanggal jatuh tempo bayar kosan, jadi kalau hari ini aku pindah maka aku terbebas dari kewajiban bayar kos," jawab Tini
__ADS_1
Ia bahkan segera mengemasi pakaiannya yang tidak terlalu banyak dan segera menuju ke mobil Candra.
"Let's go!" seru Sari dengan wajah berseri-seri