
Berjalan jalan di istana nya, Ao ling melihat Mei yin yang tertidur di kursi gazebo taman.
Ao ling mengambil Mei yin lalu membawanya ke kamarnya, di dalam kamar Ao ling melihat Liu fei masih tertidur.
Menaruh Mei yin di samping Liu fei Ao ling juga berbaring di samping satunya Liu fei kemudian tidur.
Hingga pagi tiba, Ao ling terbangun karena suara ledakan, bahkan Liu fei dan Mei yin disamping nya juga terbangun.
"Suara apa itu? mengganggu saja." batin Ao ling.
Kemudian Ao ling segera keluar untuk melihat siapa, yang membuat suara keributan yang mengganggu tidur nya.
Akhirnya sampai di halaman belakang yang luas, terlihat Kasim cun yang bertarung dengan Ji zu dan Ji ze.
Sementara itu Ao ling juga melihat Yong gu, Ji lei menonton pertarungan Kasim cun dan Ji zu serta Ji ze.
"Apa yang mereka lakukan?" ucap Ao ling pada Yong gu dan Ji lei, sambil menghampiri mereka berdua.
"Oh, Tuan Ji zu dan Ji ze melatih Kasim cun untuk mengendalikan energi merah tersebut." ucap Yong gu.
"Yah itu benar Tuan." lanjut Ji lei.
Ao ling hanya mengangguk kemudian melihat pertarungan Kasim cun dengan Ji zu dan Ji ze.
"Paman cun apa kau masih kesulitan menggunakan energi tersebut?" ucap Ji zu.
"Tentu saja aku kesulitan Ji zu, energi ini sangat aneh serta kuat dan berbeda dengan Qi." balas Kasim cun.
"Hahaha mungkin butuh waktu cukup lama agar paman cun dapat mengendalikan energi ini." ucap Ji ze yang berbicara kali ini.
"Yah mungkin kau benar Ji ze."
Pertarungan Kasim cun berlalu hingga siang hari, akhirnya mereka berhenti untuk istirahat.
Ji zu dan Ji ze saat menoleh ke arah Yong gu, Ji lei serta Ap ling, sedikit terkejut melihat Ao ling.
"Tuan." ucap Ji zu dan Ji ze bersamaan sambil menundukkan kepala mereka.
"Kalian tidak usah hormat sampai begitu." ucap Ao ling.
"Apa kau yang mengajarkan ini Ji lei?" lanjut Ao ling menoleh ke arah Ji lei.
"B..Bukan saya Tuan." balas Ji lei menggelengkan kepalanya.
"Jadi Ji zu dan Ji ze apa yang kalian ketahui tentang energi aneh tersebut?" ucap Ao ling.
Mendengar itu Ji zu dan Ji ze kemudian menceritakan tentang energi merah tersebut.
__ADS_1
Energi merah tersebut hampir sama seperti Qi namun juga sangat berbeda, energi ini tersimpan di dantian dan disalurkan lewat meredian.
Dan energi merah ini dapat menyerap segala energi serta sumber daya yang tidak bisa diserap, dapat mengendalikan Qi disekitar serta mengacaukan dan menghancurkannya.
Selain itu pemilik energi ini tidak dapat mendapatkan pemahaman Dao, ataupun menyerap nya tetapi harus mengambil pemahaman tersebut dari orang lain ataupun hukum itu sendiri.
Pemilik energi merah ini yang sedang naik tingkat tidak akan mendapatkan kesengsaraan surgawi, tetapi harus menghancurkan belenggu yang menahan kenaikan ranahnya.
Ao ling mendengar cerita tersebut berpikir apakah dia bisa menyerap energi tersebut, tetapi Ao ling akan memikirkan nya nanti.
Kemudian Ao ling bertanya darimana Ji zu dan Ji ze mendapatkan pengetahuan ini.
Ji zu dan Ji ze pun menjawab bahwa ini ingatan dari akar merah yang ingin mendapatkan tubuh mereka.
Setelah mendengar semua nya Ao ling segera pergi karena sudah tidak ada urusan lagi, kemudian Ao ling pergi ke gazebo.
Di gazebo Ao ling tiba memikirkan sesuatu dan terus berpikir hingga 1 batang dupa habis, datang lah Yong gu.
Yong gu melihat Tuan nya serang berpikir sesuatu dan terlihat kesulitan, langsung menghampirinya.
"Ada apa Tuan?" tanya Yong gu.
Ao ling seketika terkejut kemudian kembali tenang.
"Pas sekali Yong gu, apakah kau tahu bagaimana untuk menuju alam menengah?" ucap Ao ling.
"Maaf Tuan aku juga tidak tahu karena di zaman ku dulu tidak ada namanya alam rendah, menengah ataupun tinggi." balas Yong gu.
Mendengar itu Ao ling hanya menghela nafas, kemudian Liu fei datang.
"Oh ada apa Liu fei?" ucap Ao ling.
"Auw!" "Auw!" "Auww!"
"Oh, Terima kasih Liu fei." sambil mengelus kepala Liu fei.
"Tunggu, Tuan mengerti apa yang Liu fei bicarakan?" ucap Yong gu.
"Yah, aku mengerti Liu fei berkata bahwa ada gerbang ruang yang menuju alam menengah." balas Ao ling.
Kemudian Ao ling tiba tiba saja menghilang, meninggalkan Yong gu yang terkejut.
"Aku juga ingin mengerti bahasa hewan." batin Yong gu.
Kemudian Yong gu berjalan kembali ke dalam istana dengan lemah.
***
__ADS_1
Di tengah lautan yang luas dan tidak ada sama sekali daratan, Ao ling muncul kemudian bergerak ke arah selatan.
Hanya kurang dari 5 menit Ao ling telah sampai di atas tempat yang dulunya adalah benua Qilin.
"Kalau tidak salah seharusnya di bawah sini." batin Ao ling.
Kemudian Ao ling segera menyelam, Ao ling terusan menyelam hingga 2 jam berlalu, Ao ling melihat sebuah altar dan ditengah altar terdapat sebuah gerbang.
Altar tersebut juga dilindungi oleh sebuah array agar air tidak masuk.
Ao ling segera menembus array tersebut dan mendarat di altar tersebut.
"Apakah akan ada suatu penjaga?" batin Ao ling.
Ao ling segera berjalan mendekati gerbang tersebut hingga tepat didepan gerbang.
"Kalau tidak salah mengaktifkan gerbang ini butuh batu roh." pikir Ao ling.
mengeluarkan batu roh rendah nya dan memasukan batu roh, di sebuah lubang bagian samping kiri gerbang.
Saat memasukan batu roh tersebut, tidak terjadi apapun yang membuat Ao ling bingung.
Lalu Ao ling melihat tiang di utara altar, selatan, timur dan barat.
Ao ling melihat di atas pilar tersebut terdapat batu yang aneh, Ao ling segera naik dan mencoba menyalurkan Qi nya.
Dan ternyata batu tersebut bercahaya beserta pilar tersebut, terlihat juga gerbang tersebut mulai menyalah.
Melihat itu Ao ling kemudian menyalakan semua batu, dan kemudian gerbang tersebut berhasil diaktifkan.
Ao ling segera melesat masuk kedalam.
Di dalam lorong ruang Ao ling melihat retakan retakan ruang, tetapi itu tidak menganggu Ao ling.
Hingga Ao ling didalam lorong tersebut selama 2 hari, dan kemudian akhirnya Ao ling keluar dan mendarat sebuah padang rumput.
"Hmm, jadi ini alam menengah, ketebalan Qi nya cukup berbeda jauh dari alam rendah." batin Ao ling.
"Semoga ada yang menarik di alam menengah ini." lanjut nya.
Ao tidak menjelajahi alam menengah terlebih dahulu. Ao ling ingin menunggu sistem nya selesai ditingkatkan dan mendapatkan informasi alam menengah.
Sambil menunggu Ao ling akan tinggal di dunia jiwa nya, karena waktu dunia jiwa sama dengan waktu dunia luar.
Kecuali Ao ling menambahkan Dao waktu di dunia jiwanya.
***Bersambung***
__ADS_1