
Entah berapa lama Ao ling pingsan, akhirnya Ao ling membuka matanya terbangun dari pingsan.
Ao ling kemudian menyembuhkan dirinya, hingga beberapa jam kemudian akhirnya Ao ling telah sembuh sepenuhnya.
Setelah itu Ao ling segera berdiri dan berjalan lalu masuk ke dalam lubang menuju lantai 7.
Ao ling yang telah masuk ke lubang jalan lantai 7, keluar melalui lubang pohon, dan melihat bahwa dia berada di dalam sebuah hutan dengan pohon yang sangat besar.
Batang pohon tersebut berwarna hijau gelap dengan daun ungu gelap, dan langit, awan, serta matahari seperti lantai sebelum nya.
Dan Ao ling juga merasakan bahwa disekitar nya, terdapat element kegelapan yang lebih pekat dari sebelumnya.
Tiba tiba saja sebuah tinju muncul dan melesat di depannya, Ao ling terkejut, dengan cepat Ao ling menghindari tinju tersebut.
Terlihat bahwa yang menyerang nya adalah seekor kera raksasa dengan ekor berapi, dan bulu berwarna jingga.
Tinju kera tersebut merobohkan pohon tempat Ao ling masuk ke lantai 7 dengan sekali pukul.
Kemudian kera tersebut menoleh ke arah Ao ling dan mengarahkan tinjunya ke Ao ling.
Melihat tinju tersebut Ao ling mengumpulkan semua kekuatannya di tinjunya, yang kemudian Ao ling membalas serangan kera tersebut.
Kedua tinju bertemu yang menyebabkan ledakan angin disekitarnya, tetapi kemudian terdapat suara patah tulang.
Suara itu berasal dari tangan Ao ling yang kini sudah remuk, dan setelah itu Ao ling terpental jauh melewati semua pohon raksasa.
Hingga akhirnya Ao ling mendarat di tanah dengan kasar, kera tersebut juga mengejar Ao ling, tetapi saat di depan Ao ling kera tersebut tidak menyerang Ao ling dan langsung pergi begitu saja.
Tentu saja Ao ling bingung dengan keadaan tersebut, kemudian segera bersilah untuk menyembuhkan tangan nya yang remuk tidak berbentuk.
Beberapa saat kemudian Ao ling selesai menyembuhkan tangan nya, Ao ling berdiri segera ingin melanjutkan jalan nya.
Tetapi sebuah ekor melesat mengenai pinggang Ao ling hingga terpental sekali lagi, Ao ling terpental cukup jauh melewati hutan hutan disekitarnya.
Yang menyerang Ao ling adalah seekor ular raksasa, tetapi ular tersebut tidak menyerang Ao ling setelah Ao ling mendarat.
Sambil memegang pinggang yang sakit terkena serangan, Ao ling berpikir mengapa ular tersebut tidak menyerang nya seperti kera sebelum nya.
Kemudian pemberitahuan muncul didepan Ao ling.
[Ding~ lubang kekaisaran kelam lantai 7 hukum rimba, telah dimulai]
__ADS_1
Setelah pemberitahuan tersebut, Ao ling segera mengaktifkan armor Dewa Ashura nya.
Tetapi Ao ling mengaktifkan teknik itu bukan karena muncul nya pemberitahuan, tetapi karena Ao ling merasakan bahaya di belakangan nya.
Kali ini sebuah cakar mengarah ke arah Ao ling, Ao ling yang telah merasakan bahaya yang mengancam nyawanya kemudian bergerak kesamping menghindari cakar tersebut.
Cakar tersebut hanya mengenai angin, sementara itu Ao ling telah menghindar.
Yang menyerang Ao ling menggunakan cakar adalah seekor singa, dengan tiga ekor dan surai singa tersebut adalah petir yang menari menari.
Ao ling menggunakan seluruh kekuatan nya, dan menciptakan pedang Qi yang kemudian Ao ling menebaskan pedang nya ke arah singa tersebut.
Singa itu juga membalas serangan Ao ling dengan cakarnya yang diselimuti oleh petir.
Kedua serangan itu bertemu dan singa tersebut tidak bergeser dari tempatnya, sementara itu Ao ling kesulitan menahan serangan singa tersebut hingga akhirnya terpental.
Ao ling terpental sekali lagi hingga akhirnya berhenti terpental, sementara itu singa itu tidak menyerang Ao ling dan kembali ke dalam saat singa tersebut di depan Ao ling yang tersungkur.
Sekali lagi Ao ling bingung dengan apa yang terjadi, kemudian Ao ling secara tidak sengaja melihat sebuah garis merah saat sedang bangkit berdiri.
Ao ling segera berdiri dan menghampiri garis tersebut, saat melihat garis tersebut, Ao ling melihat bahwa garis ini seperti sebuah formasi
Ao ling kemudian mengikuti garis tersebut, hingga beberapa saat kemudian Ao ling akhirnya sampai di sebuah susunan formasi yang lumayan besar.
"Tapak naga petir."
Seekor naga petir yang tiba tiba muncul dari langit itu kemudian segera menghantam susunan tersebut.
Susunan tersebut perlahan lahan hancur beserta garis garis tersebut.
Ao ling menduga bahwa garis tersebut seperti daerah kekuasaan, Ao ling juga berencana untuk membiarkan mereka bertarung saat garis tersebut menghilang.
Dan di saat saat terakhir Ao ling akan muncul untuk menghabisi mereka agar jalan ke lantai 8 terbuka.
Benar saja seekor kera, ular dan singa muncul di tempat formasi tersebut, tetapi untung saja Ao ling segera pergi sebelum mereka datang.
Sementara itu terlihat Ao ling sedang duduk di atas pohon raksasa untuk melihat pertarungan ketiga binatang tersebut.
Ketiga binatang tersebut segera bertarung saling membunuh, agar dapat menjadi penguasa hutan ini.
Kera dengan tinjunya, meninju singa dan ular tersebut, ular dan singa juga tidak tinggal diam.
__ADS_1
Ular mengeluarkan racun nya dan kekuatan ekornya untuk menyerang kera dan singa, sementara singa dengan cakar dan giginya menyerang ular dan kera.
Pertarungan antara ketiga hewan tersebut terus berlanjut, sementara itu Ao ling menonton mereka sambil memakan sebuah makanan yang dia beli dari sistem.
Ao ling baru saja tahu bahwa sistem menjual makanan, bahkan makanan dari bumi.
Hingga beberapa saat kemudian setelah guncangan serta ledakan dari pertarungan ketiga hewan tersebut.
Sang ular telah mati terkena tinju kera dan cakar singa, sekarang mereka bertanding satu lawan satu, antara kera dan singa.
Singa tersebut memulai serangan cakar petir nya dahulu, kera yang melihat itu kemudian menghindari serangan tersebut dengan meloncat.
Serangan cakar tersebut mengenai angin, dan singa tersebut terkena tinju kera dari udara singa tersebut terhempas mundur beberapa langkah.
Tetapi kemudian singa itu melesat kembali dengan kilatan petir, hingga singa tersebut muncul di belakang kera dan mencakar punggung kera tersebut.
"Groaahhh!!"
Auman kesakitan kera tersebut terdengar sangat kera, kemudian kera tersebut menoleh kebelakang dan memegang ekor singa itu.
Kera itu kemudian mengangkat singa tersebut dan membanting nya secara terus menerus, setelah beberapa kera itu melepaskan ekor sang singa.
Setelah bangkit berdiri singa itu langsung melesat dan menggigit leher kera tersebut.
Kera tersebut berteriak kesakitan dan juga menggigit leher singa itu.
Singa dan kera tersebut memperkuat gigitannya hingga beberapa Ao ling muncul di atas mereka.
"Selamat tinggal hewan bodoh." ucap Ao ling.
"Pedang Ashura gerakan ketiga : pedang pembantaian Ashura!"
Kera dan singa tersebut tidak bisa bergerak menghindar dan, akhirnya terkena serangan Ao ling yang membuat mereka mati seketika.
Setelah itu semuanya kembali seperti sebuah dunia yang normal, dan daun daun yang berguguran di tanah membentuk pusaran.
[Ding~ lubang kekaisaran kelam lantai 7 hukum rimba, berhasil diselesaikan.]
Ao ling segera berjalan untuk masuk ke dalam pusaran tersebut yang menuju lantai 8.
"Sistem kenapa tidak mendapatkan PS setelah membunuh." tanya Ao ling.
__ADS_1
[Ding~ karena pada tantangan sistem, jika Tuan membunuh makluk hidup maka Tuan tidak mendapat PS]
Ao ling akhirnya mengerti dan sedikit kesal karena tidak mendapatkan PS, kemudian Ao ling segera memasuki lubang tersebut.