
Di dalam Domain milik Bu wen.
Terlihat bahwa Qe tian sangat santai dan menghindari semua serangan yang dilancarkan Bu wen, bahkan pada saat Bu wen menciptakan tanyain untuk mengikat Qe tian.
Qe tian dengan mudah menghindar, dan mencoba menyerang Bu wen tapi karena di dalam domain, Bu wen sama sekali tidak bisa diserang.
'Ini akan lebih mudah karena kau belum sepenuhnya menguasai domain mu." ucap Qe tian tersenyum kecil.
"Kita lihat saja!" balas Bu wen kemudian memasang sebuah kuda kuda.
"Pedang ilusi bulan gerakan keempat : enam sisi bulan!"
Dari tubuh Bu wen keluar enam bayangan, yang kemudian membentuk sebuah persegi enam.
Setelah itu secara bersamaan dengan gerakan Bu wen yang menebas, kelima bayangan tersebut juga menebas ke arah Qe tian.
Qe tian masih saja tenang menghadapi teknik Bu wen, kemudian menciptakan sebuah perisai yang setelah itu keenam tebasan itu tertahan oleh perisai Qe tian.
Bu wen terkejut karena serangannya dapat di tahan oleh perisai Qe tian.
"Aku sudah pernah melawan pengguna ilusi berkali kali, jadi ilusi mu tidak akan berguna di hadapan ku." ucap Qe tian.
Bu wen tidak menanggapi Qe tian dan kemudian menghilang, yang setelah itu muncul di belakang Qe tian dan menebaskan pedangnya.
Dengan cepat Qe tian berbalik dan mengayunkan tangannya yang terkepal ke arah dada Bu wen, Bu wen tidak menghentikan serangan dan tetap mengayunkan pedangnya.
Karena mengetahui tinju Bu wen akan menembus tubuh ilusinya, tetapi Bu wen salah karena tinju Qe tian mengenai dada Bu wen dan tidak menembus.
Bu wen terpental sambil mengeluarkan seteguk darah, Bu wen tidak percaya bahwa Qe tian dapat meninju serta melukainya.
"Sudah ku katakan bahwa teknik ilusi mu tidak berguna, bahkan aku mengetahui saat pertama kali masuk, bahwa kelemahan domain ilusi mu adalah bulan yang ada di atas." ucap Qe tian sambil menunjuk ke arah atas.
"Tetapi aku akan bermain di domain ilusi mu sebentar saja." lanjut Qe tian kemudian melesat.
Kali ini Bu wen tidak ingin berhadapan langsung dengan Qe tian, tetapi Bu wen segera melangkah mundur untuk menjauh dari Qe tian.
Tetapi Qe tian lebih cepat hingga sampai di depan Bu wen, kemudian dengan cepat meninju kepala Bu wen hingga menghantam tanah.
Bu wen segera berdiri sambil mengayunkan pedangnya ke atas untuk menyerang Qe tian, lagi lagi Qe tian tetapi tenang dan setelah itu dengan jari tangannya menangkap pedang Bu wen.
__ADS_1
Lalu tangan Qe tian yang lain segera mengepal, kemudian meninju wajah Bu wen hingga menghantam tanah sekali lagi.
"Pedang ilusi bulan gerakan ketiga : seratus tebasan ilusi bulan!"
Bu wen yang terbaring segera menghilang tanpa bisa di lihat oleh Qe tian, kemudian Bu wen muncul di atas Qe tian tetapi dalam posisi berbaring.
Setelah itu tubuh Qe tian tertebas oleh sesuatu secara terus menerus, hingga beberapa saat kemudian sudah tidak ada lagi tebasan yang menyerang Qe tian.
"Hahaha lumayan! bahkan aku tidak menyangka kau akan melakukan itu, sayang sekali jiwaku sangatlah kuat." tawa Qe tian.
Di langit Bu wen segera mengubah posisi tubuhnya yang berbaring menjadi berdiri, setelah itu melesat dengan pedangnya untuk menyerang Qe tian.
Sekali lagi dan dengan cepat Qe tian menghadap ke belakang, yang kemudian sebuah tinju mengenai perut Bu wen serta membuatnya terpental.
Bu wen menyeimbangkan dirinya kemudian menatap ke arah Qe tian.
"Bagaimana caraku mengalahkannya?" pikir Bu wen.
"Ruang merah gerakan pertama : cahaya bintang!"
Celah ruang bermunculan di sekitar, dan mengeluarkan sebuah sinar merah yang mengenai Bu wen.
Sementara itu sinar lainnya hanya menggores kulit tangan serta kaki Bu wen, dan sinar itu kembali masuk kedalam celah ruang di sisi berlawanan.
"Hoek!"
Setelah itu Bu wen langsung berlutuh dan memuntahkan sesuap darah dari mulutnya, kemudian mencoba untuk menghentikan pendarahan di perutnya.
"Kurasa saatnya diriku mengakhiri pertarungan ini." ucap Qe tian serius.
Kemudian dengan perlahan Qe tian berjalan menuju ke arah Bu wen, sementara itu Bu wen melihat bahwa Qe tian perlahan berjalan menuju dirinya.
Dengan sekuat tenaga Bu wen berdiri dan setelah berdiri hanya menatap ke arah Qe tian.
Beberapa saat kemudian saat jarak Qe tian dengan Bu wen hanya kurang dari 1 M, Bu wen menjatuhkan pedangnya ke tanah dari tangannya.
Qe tian melihat bahwa Bu wen sudah pasrah karena menjatuhkan pedangnya ke tanah.
"Pedang ilusi gerakan keenam : kekuasaan ilusi bulan abadi!"
__ADS_1
Setelah Bu wen berkata dan dapat didengar oleh Qe tian, tiba tiba saja Qe tian melihat bahwa dirinya berada di sebuah ruangan yang gelap.
Kemudian berganti menjadi ruangan putih, tetapi selain itu Qe tian juga melihat bahwa seluruh anggota tubuh serta kepalanya terpotong.
Dan Qe tian mulai merasakan rasa sakit yang luar biasa.
"Arrghhh!"
Setelah beberapa saat tubuh Qe tian kembali seperti semula, tapi sebuah suara muncul di ruangan tersebut.
"Kuharap kau dapat bertahan Qe tian." suara itu adalah Bu wen.
Dan kemudian Qe tian terbelah serta menyatu kembali, kejadian tersebut dilakukan berulang.
Bukan hanya itu saja, ada juga seperti Qe tian yang dipukuli berkali kali oleh bayangan Bu wen, serangan yang diluncurkan Bu wen serta hal lain lagi seperti memasukan Qe tian kedalam magma panas.
Hingga tidak terasa Qe tian telah berada di dalam dunia itu selama setahun, tetapi di dunia luar tempat Ao ling menunggu Bu wen, hanya dua jam sejak Bu wen masuk kedalam domain bersama Qe tian.
Dunia ilusi tersebut berganti lagi menjadi sebuah ladang rumput dengan bulan yang bersinar indah di atas Qe tian.
Qe tian yang melihat itu sambil berdiri kemudian menutup matanya dan terjatuh.
Segera Qe tian kembali ke dalam domain ilusi, dan terdapat Bu wen yang sedang menghentikan pendarahan di perutnya.
Bagi Qe tian meskipun berada di sana hanya satu tahun, tetapi rasanya seperti ratusan tahun, dan Bu wen hanya menunggu di domainnya selama lima menit.
"Terima kasih karena telah membuatku tercerahkan, dan berhasil menggunakan gerakan terakhir dari teknik ku." ucap Bu wen kepada Qe tian yang tidak sadarkan diri
Setelah itu dengan membawa tubuh Qe tian, Bu wen keluar dari domain dan menuju ke arah Ao ling.
Ao ling sedikit terkejut melihat sebuah lubang di perut Bu wen, setelah Bu wen keluar dan menghampirinya.
"Letakkan saja dia disini, dan kau segera menemui tabib di dalam dunia jiwa." perintah Ao ling kepada Bu wen.
Bu wen segera menaruh Qe tian, yang kemudian menghilang karena Ao ling memasukkan Bu wen menuju dunia jiwa.
Setelah itu Ao ling menatap ke arah Qe tian, dan mengaktifkan kembali mata celestialnya.
***Bersambung***
__ADS_1