
Beberapa hari kemudian, akhirnya pasukan kubu manusia dan Ao ling telah sampai di markas mereka.
Sambil menunggu selesainya peningkatan sistem, Ao ling mengikuti pemimpin perang kubu manusia yang memperkenalkan dirinya kepada Ao ling saat perjalanan.
Namanya adalah Sa lui, seorang komandan pasukan yang memimpin pasukan nomor 3.
Kemudian Sa lui mengajak Ao ling menuju pertemuan di kemah yang besar dari benteng manusia timur.
Sa lui bersama Ao ling memasuki ruang pertemuan di tenda utama.
"Oh Sa lui akhirnya kau datang." ucap seseorang di ruang pertemuan.
"Apakah aku terlambat Fu ro?" ucap Sa lui, yang ternyata nama orang itu adalah Fu ro.
"Kau tidak terlambat, dan siapa itu di sampingmu?" tanya Fu ro.
Setelah itu Sa lui memperkenalkan Ao ling kepada semua orang yang ada di pertemuan tersebut, Sa lui mengatakan bahwa Ao ling menyelamatkan mereka dari kubu makluk itu dan, dengan sekali serang Ao ling memusnahkan mereka semua.
Mendengar perkataan Sa lui tentang Ao ling, semua yang ada di dalam ruangan tersebut tidak percaya dengan kekuatan Ao ling karena merasa di lebih lebih kan.
"Aku mengatakan yang sejujurnya pada kalian." ucap Sa lui melihat bahwa mereka tidak percaya.
Kemudian terjadilah keributan kecil di antara mereka, tetapi seseorang menghentikan mereka.
"Diam! bagaimana jika aku yang menguji nya." ucap seseorang yang seperti pemimpin mereka semua.
"Baik jika jendral ingin mengujinya." ucap Sa lui, dan ternyata orang itu adalah pemimpin benteng manusia timur.
Segera mereka yang berada di dalam ruangan itu keluar karena ingin melihat pertarungan jendral mereka dengan Ao ling, yang dikatakan oleh Sa lui dapat membunuh satu pasukan besar dengan sekali serang.
Ao ling serta jendral yang bernama Gu nai telah berada di posisi masing masing dan sudah berada di dalam lapangan untuk bertarung.
Sa lui pun menghitung mundur waktu dari 1 sampai 3, dan pada saat bertandingan dimulai, Ao ling menghilang saat Gu nai berkedip.
Kemudian sebuah tinju muncul di depan wajah Gu nai dan memghantam wajah Gu nai, yang membuat Gu nai terpental sangat jauh
__ADS_1
Sementara itu yang lain tidak percaya bahwa jendral mereka dapat terpental sangat jauh dengan sekali pukulan.
Mereka segera melesat menghampiri jendral mereka hingga di sebuah tenda yang hancur, jendral mereka terkapar tidak berdaya dan setelah di cek mereka menghela napas lega karena jendral mereka hanya pingsan.
Kemudian mereka mengingat perkataan Sa lui dan bergidik ngeri jika apa yang dikatakan Sa lui memang benar, di dalam pikiran mereka masing masing mereka akan memperlakukan Ao ling dengan hormat.
Segera setelah itu mereka membawa jendral mereka untuk diobati, karena besok jendral mereka harus datang ke markas utama kubu manusia.
Dan mereka mengantar Ao ling menuju salah satu tenda besar yang baru saja dibikin, mereka berkata bahwa Ao ling dapat istirahat di tenda ini hingga besok.
Sa lui juga mengatakan bahwa besok dia akan mengajak Ao ling ke pertemuan di markas utama kubu manusia, yang berada di tengah benua ini.
Segera mereka semua pergi meninggalkan Ao ling sendiri di tenda tersebut, Ao ling yang berada sendirian di tenda segera tidur di tenda tersebut.
Hingga besok saat matahari sudah terbit, sang jendral datang ke tenda Ao ling dan membangunkan Ao ling.
"Oi bangun apa kau tidak mau ikut dengan ku?" ucap Gu nai dengan sedikit teriak.
Ao ling yang sedang enak enak tidur, langsung terbangun karena suara Gu nai.
"Ao ling." balas Ao ling yang masih mengumpulkannya nyawanya.
Hingga beberapa saat akhirnya Ao ling keluar dengan Gu nai, dan kemudian bertemu dengan Sa lui, Gu nai mengatakan yang berangkat ke markas utama hanya mereka bertiga sementara yang lain, menjaga benteng ini dan wilayah perbatasan benua timur.
Perlu dua minggu hingga akhirnya sampai disebuah kota yang besar karena Ao ling harus mengikuti kecepatan Sa lui dan Gu nai, kata Gu nai itu adalah ibukota sekaligus markas aliansi kubu manusia.
Mereka bertiga segera terbang hingga sampai di depan markas aliansi kubu manusia yaitu sebuah istana kekaisaran yang besar.
Harusnya ada larangan terbang di atas ibukota, tetapi para prajurit melihat bahwa yang terbang adalah jendral Gu nai, jadi mereka membiarkan nya serta Ao ling dan Sa lui yang menurut mereka adalah tamu Gu nai.
Memang ada larangan terbang, tetapi itu pengecualian untuk para jendral ke atas.
Mereka bertiga segera memasuki istana kekaisaran itu, kemudian berjalan menuju suatu ruangan.
Sampai di depan sebuah pintu, Gu nai langsung membuka pintu tersebut dan didalam ruangan tersebut terdapat 200 kursi.
__ADS_1
Orang yang berada di dalam ruangan itu segera menoleh, dan melihat Gu nai, Sa lui serta satu orang asing yaitu Ao ling.
"Siapa dia Gu nai?" ucap salah satu orang yang adalah petinggi kubu manusia.
Kemudian Gu nai menjelaskan bahwa Ao ling adalah orang yang membuat mereka menang, dalam perang dengan makluk tersebut.
Gu nai juga menjelaskan bahwa Ao ling menghancurkan pasukan makluk tersebut dengan sekali serang menurut Sa lui.
Mendengar itu banyak orang yang berada di dalam ruangan tersebut tidak percaya dengan perkataan Gu nai, karena bahkan mereka tidak dapat melakukan hal tersebut.
Makluk itu sulit dibunuh karena dapat beregenerasi, bahkan mereka harus membunuh makluk tersebut beberapa kali.
"Memang benar bahwa informasi ini sulit dipercaya, tapi kita selalu kalah dan hanya bisa bertahan, hingga waktu inilah kita memenangkan perang pertama karena orang ini." ucap Gu nai.
Mereka akhirnya hanya bisa percaya meskipu sulit bagi mereka, kemudian salah satu petinggi menyuruh seorang prajurit untuk membawa satu kursi untuk Ao ling.
Beberapa waktu Ao ling menunggu di ruangan tersebut, hingga akhirnya seluruh kursi di ruangan itu telah terisi.
"Baiklah karena semua orang sudah lengkap, mari kita mulai pertemuan kali ini." ucap seseorang yang adalah manta salah satu penguasa benua.
Di alam tinggi terdapat empat benua, tetapi tiga benua telah dikuasai oleh akar merah, dan kini tersisa benua surgawi yang di jadikan sebagai markas aliansi kubu manusia.
Tiga Benua yang telah dikuasai oleh akar merah adalah Benua teratai putih, Benua langit, Benua emas.
***
Di dalam pertemuan, Ao ling hanya duduk tanpa mendengarkan sepatah kata pun hingga saat mantan kaisar benua emas mengatakan, sesuatu yang membuat Ao ling sedikit terkejut.
"Bagaimana jika orang yang dibawah oleh Gu nai menjadi pemimpin pasukan yang akan menyerang benua langit, kita akan menang karena orang itu dapat mengalahkan mereka dengan satu kali serang." jelas mantan kaisar Benua emas.
Yang lain juga setuju karena mendengar kekuatan Ao ling, meskipun tidak yakin tapi mereka juga harus mengambil sebuah resiko.
Akhirnya pertemuan di akhiri dengan pasukan penyerang yang akan menyerang Benua langit, dan Ao ling sebagai pemimpin pasukan tersebut.
Ao ling dan pasukannya akan berangkat besok siang, setelah itu mereka semua pergi meninggalkan Ao ling yang masih duduk di dalam ruang itu dengan Gu nai dan Sa lui.
__ADS_1
***Bersambung***