PETUALANGAN DEWA BENCANA

PETUALANGAN DEWA BENCANA
Waktunya pembalasan! (di perbaiki 6/21)


__ADS_3

Ketika patriak klan Ao beserta para tetua nya keluar dari aula klan Ao, dan melesat menuju gerbang klan Ao mereka.


Mereka melihat Ao ling yang tengah melayang di dalam array penghalang, yang menghalangi wilayah klan Ao mereka.


"Siapa kau? apakah kau yang membuat array ini?" ucap patriak klan Ao, yang waspada karena tidak dapat melihat ranah Ao ling.


Sementara itu para tetua klan Ao tidak seperti patriak mereka, para tetua itu merasa bahwa Ao ling hanyalah orang lemah yang berani mengganggu klan mereka.


"Jika memang aku yang membuat array ini, apa yang akan kau lakukan?" tanya Ao ling.


"Aku akan membiarkan mu tetap hidup jika menghilangkan array ini!" jawab patriak klan Ao.


"Kita tangkap saja patriak, kita akan menanyakan rekan nya yang membunuh Ao kai. kemudian kita akan membalaskan dendam kematian Ao kai." ucap salah satu tetua di samping patriak klan Ao.


"Lebih baik kita tangkap sekarang patriak!"


"Kalau begitu tangkap dia!" perintah patriak klan Ao, yang kemudian semua tetua itu melesat ke arah Ao ling dengan cepat.


Tapi bagi Ao ling, Ao ling masih dapat melihat mereka dengan jelas menuju ke arahnya dan tidak terlalu cepat.


Ao ling memusatkan Qi miliknya ke kedua tangannya, yang kemudian saat sebagian dari semua tetua itu berada di depannya. Ao ling langsung meninju kepala mereka hingga mengeluarkan suara hancurnya tulang.


Tubuh sebagian tetua yang di tinju Ao ling melesat menabrak bangunan klan Ao di bawahnya, yang kemudian para tetua itu mati.


[Ding~ berhasil membunuh 3 kultivator ranah raja 2, mendapatkan 178.000 PS.]


Tetua yang masih hidup dan melihat hal itu segera berhenti, tepat di hadapan Ao ling serta melangkah mundur ke belakang.


Setelah mereka melangkah mundur ke belakang, terdapat salah satu tetua yang menghampiri mayat tetua yang telah mati terkena tinju dari Ao ling.


Ketika tetua itu mengecek nadinya, tetua itu terkejut karena tidak ada suara nadi, dan kulitnya dingin yang artinya telah mati.

__ADS_1


"Tetua Ji telah mati!" teriak tetua itu ketakutan, karena dirinya melihat tetua Ji mati dalam sekali serang.


Teriakan itu juga membuat patriak klan Ao serta tetua yang masih hidup terkejut, kemudian menghampiri 2 tetua lainnya yang sudah mati.


Ketika mengecek nadi mereka, para tetua itu terkejut karena mereka berdua juga telah mati. kemudian memberi tahukan hal itu kepada patriak mereka.


Patriak klan Ao langsung menatap ke arah Ao ling dengan tajam dan teliti, untuk melihat ranah sebenarnya Ao ling. serta untuk mencari tahu hal lainnya.


Tapi patriak klan Ao itu menyerah, karena tidak dapat menemukan apapun dari Ao ling.


Saat patriak klan Ao beserta para tetua sedang memikirkan cara mengatasi Ao ling, sambil terus mengawasi Ao ling agar Ao ling tidak membuat suatu gerakan yang akan menyerang mereka tiba tiba.


Datanglah ribuan anggota klan mereka yang mengarah ke pintu gerbang klan mereka, ketika melihat array yang menutupi wilayah klan mereka.


Karena mereka mengirah klan mereka di serang, dan ketika mereka bingung kenapa patriak tidak memanggi mereka.


Salah satu anggota mengatakan bahwa mereka harus ke gerbang untuk menyerang orang yang menyerang klan mereka, anggota itu juga mengatakan bahwa ini ujian dari patriak bahwa mereka harus tiba di sana tanpa perintah darinya. karena patriak ingin menguji apakah kita mampu melaksanakan sesuatu yang benar sesuai keadaan tanpa perintahnya.


Ketika patriak klan Ao serta para tetua melihat anggota klan mereka datang ke tempat ini, mereka mempunyai ide untuk membiarkan anggota mereka bertarung dengan Ao ling.


Agar mereka bisa mengetahui kemampuan Ao ling, dan juga untuk menghabiskan Qi serta tenaga Ao ling.


"Kalian semua cepat serang dia!" perintah patriak klan Ao sambil menunjuk Ao ling yang sedang melayang.


Para anggota yang sudah dapat terbang di langit, segera terbang melesat menuju Ao ling. sementara yang tidak bisa terbang hanya bisa melihat atau menunggu Ao ling turun ke daratan.


Ao ling tidak bergeming sedikitpun ketika melihat ratusan anggota klan Ao terbang serta mengepung ke arah dirinya, Ao ling memusatkan Qi nya ke kedua tangan serta kedua kakinya.


Dengan lincah dan sangat cepat hingga tidak terlihat oleh mata mereka semua, Ao ling meninju dan menendang anggota klan Ao, hingga mereka terpental sampai menghantam tanah dan langsung mati.


Ao ling yang sedang bertarung dengan anggota itu menghiraukan notifikasi sistem di pikirannya, dan terus memukuki serta menendang anggota klan Ao yang menyerangnya.

__ADS_1


Hingga semua anggota klan Ao yang dapat terbang telah terbunuh semuanya oleh Ao ling, membuat para anggota klan Ao yang lain di bawah ketakutan.


Sementara patriak klan Ao serta para tetua lainnya masih tidak dapat mengetahui kekuatan asli Ao ling, dan tidak berhasil menguras tenaga Ao ling yang dapat di lihat dari wajah Ao ling, yang tidak kelelahan sedikitpun.


Ao ling segera melesat ke arah anggota klan Ao di darat dengan sangat cepat, membuat mereka hanya melihat Ao ling telah menghilang dari tempatnya.


Mereka baru sadar bahwa Ao ling telah ada di belakang mereka, ketika salah satu mereka mulai terbunuh. karena serangan Ao ling yang membuat mereka terpental dan langsung mati.


Beberapa saat kemudian Ao ling telah menghabisi semua anggota klan Ao tersebut, dan datang lagi anggota klan Ao yang berjumlah 21.000.


Tanpa berlama lama, Ao ling melesat ke arah mereka dan membantai mereka semua. Ao ling juga tidak memperdulikan patriak klan Ao beserta tetua mereka yang terus menyelidili dirinya.


5 Menit berlalu, patriak klan Ao serta para tetua mulai sadar dan panik. karena dari 21.000 anggota klan Ao, kini menjadi kurang dari 10.000.


Dan semua anggota klan Ao yang tersisa itu mati semua, maka hanya akan tersisa mereka di klan ini.


Para tetua juga merasa marah serta sedih dan menyesal, karena melihat anak atau cucu mereka juga mati karena Ao ling.


Patriak dan tetua itu segera melesat ke arah Ao ling, untuk menghentikan Ao ling membunuh lebih banyak anggota klan mereka.


Mereka mengeluarkan pedang mereka dari dalam cincin penyimpanan, kemudian sebelum mereka menyerang Ao ling.


Ao ling melepaskan topeng penyamaran miliknya, dan membuat semua yang melihat itu terkejut karena yang mereka lawan adalah orang yang telah mati.


"Bagaimana mungkin!" batin patriak klan Ao, serta para tetua.


Sementara para anggota klan mempunyai pikiran lain. "Bagaimana bisa penipu ini hidup kembali dan menjadi kuat, dia pasti menipu kita lagi!"


"Serang di teman teman, dia pasti menipu kita lagi dengan kekuatan palsu nya!" ucap salah satu anggota klan Ao.


***Bersambung***

__ADS_1


__ADS_2