PETUALANGAN DEWA BENCANA

PETUALANGAN DEWA BENCANA
Menuju alam suci


__ADS_3

Kemudian Mei yin dan Long yu si menghampiri Ao ling serta Liu fei.


"Fei'er kesini adik kecil ku." ucap Mei yin bahagia karena adik nya telah memiliki wujud manusia.


"Kakak." ucap Liu fei sambil berlari dan memeluk Mei yin.


Mei yin membalas pelukan Liu fei, dan kemudian mereka melepaskan pelukan mereka.


"Mama." kali ini Liu fei segera memeluk Long yu si dibelakang Mei yin.


Long yu si mengelus kepala Liu fei, dan menggendongnya ke atas.


Tentu saja kerutan mulai muncul di kepala Ao ling saat melihat kejadian tersebut.


"Papa, apakah papa tidak menyukai mama?" ucap Mei yin dengan wajah sedih, ketika melihat Ao ling kesal saat Long yu si berpelukan dengan Liu fei.


Ao ling yang melihat wajah Mei yin, menjadi tenang yang kemudian karena tidak tega membuat Mei yin lebih sedih lagi.


Ao ling mengatakan sesuatu yang membuat Mei yin mengerti kenapa Ao ling kesal.


"Tidak Yin'er papa hanya kesal karena kamu hanya memeluk mama, dan papa tidak kamu peluk." ucap Ao ling dengan senyum kepada Mei yin.


Mei yin segera memeluk Ao ling dan meminta maaf karena melupakan Ao ling.


"Maafkan Yin'er papa." ucap Mei yin sedih sambil memeluk Ao ling.


"Tidak papa Yin'er, Yin'er main air saja bersama adikmu dan anak anak yang lain." jawab Ao ling.


"Baik papa." suasana Mei yin kembali ceria, yang kemudian menghampiri Liu fei dan mengajaknya untuk bermain air.


Setelah Mei yin dan Liu fei pergi, wajah Ao ling yang penuh senyum berubah menjadi dingin.


Kemudian menatap ke arah Long yu si, Long yu si yang ditatap Ao ling menelan ludahnya karena tatapan Ao ling yang mengerikan.


Tetapi Ao ling hanya menghela nafas karena mengingat perkataan Mei yin, kemudian segera duduk di atas pasir.


Long yu si bingung mengapa Ao ling hanya duduk di tempat itu, kemudian Long yu si juga duduk di samping Ao Ling.


Karena situasi yang canggung, Long yu si ingin berbicara sesuatu agar suasana lebih santai, tetapi dia terlalu malu untuk berbicara dengan Ao ling.

__ADS_1


Kemudian melihat Ao ling, yang sedang menatap ke arah sesuatu yang adalah tempat Mei yin dan Liu fei bermain bersama anak anak yang lain.


Selain itu juga ada beberapa penghuni yang main air, ada juga yang hanya duduk seperti Ao ling, dan ada juga yang berlatih untuk menjadi kuat di bagian yang agak jauh dari lainnya.


Kembali kepada Long yu si yang masih malu untuk memulai pembicaraan nya hingga akhirnya, Long yu memberanikan diri untuk membuka pembicaraan.


"Emm, Tuan. apakah Tuan kesal denganku?" dengan gugup Long yu si berbicara dengan Ao ling.


"Meskipun aku kesal, tapi kau adalah pilihan anakku, jadi mulai sekarang panggil saja aku Ao ling ataupun yang lain." ucap Ao ling sambil menatap Long yu si.


Long yu si segera menutup wajah yang memerah, kemudian membalikkan badannya karena malu mendengar serta melihat wajah Ao ling.


"Baik, ling gege." dengan wajah yang sangat merah, tetapi Ao ling tidak melihat wajah Long yu si, karena Long yu si menutup wajah serta membalikkan badannya.


"Jangan panggil aku Ling gege, panggil saja aku Ao gege." ucap Ao ling karena tidak nyaman dengan panggilan Ling gege.


"Baik Ao gege." jawab Long yu si yang masih menutupi wajahnya di balik badannya.


"Baiklah waktunya mereka kembali." batin Ao ling.


Yang setelah itu memanggil seluruh penghuni dunia jiwa, beserta kedua anaknya.


Long yu si segera berdiri, dan mendekati Ao ling beserta penghuni dunia jiwa yang lain.


Dalam waktu singkat, semua penghuni dunia jiwa telah menghilang, karena Ao ling memasukkan mereka kembali ke dunia jiwa.


Di tempat tersebut hanya tersisa dirinya serta Shen wu, yang kemudian Ao ling segera memasukkan profound ark kedalam inventory sistem miliknya.


Kemudian menghampiri Shen wu, dan memberikan sebuah botol yang berisi jutaan pil yang dia bikin saat di penginapan dalam satu malam.


"Bagikan kepada para semua pasukan yang kalian latih." ucap Ao ling kepada Shen wu.


"Baik Tuan!" Shen wu segera menghilang dari hadapan Ao ling.


Dan setelah itu Ao ling ingin mengambil sesuatu yang dia lupakan, sebelum berangkat menuju alam berikutnya.


Ao ling segera membuka celah ruang, dan muncul di atas lautan merah yang adalah bekas pembantaian yang dilakukan olehnya pada saat bertanding.


Kemudian Ao ling menggerakkan jarinya, yang kemudian puluhan ribu bola muncul.

__ADS_1


Yang adalah inti dari hewan laut atau beast lautan, dan memasukkan nya kedalam cincin penyimpanan yang dia ambil dari musuhnya.


Ao ling memasukkan nya kedalam cincin penyimpanan karena, inventory sistem akan dia gunakan untuk barang barang yang penting, langka, dan misterius.


Kemudian membuka celah ruang lagi dan memasukinya, yang setelah itu muncul di ibukota kekaisaran benua teratai putih yang sedang dibangun.


Ao ling segera mengunjungi kaisar teratai putih di tempat pembangunan istana kekaisaran.


****


"Jadi ada apa Tuan Ao ling memcariku?" tanya sang kaisar.


"Apa kau menemukan sebuah pecahan di tubuh makluk yang kulawan?" ucap Ao ling memberitahu tujuan nya.


"Oh, kami menemukan dua pecahan di potong tubuh makluk tersebut, saya akan suruh pelayan membawakannya." kaisar teratai putih segera menyuruh salah satu pelayan, untuk mengambil dua pecahan tersebut.


Beberapa saat Ao ling menunggu, hingga akhirnya pelayan yang di suruh oleh kaisar datang dengan dua pecahan berwarna biru, dan hitam.


Ao ling segera mengambil kedua pecahan tersebut dan memasukkan nya kedalam inventory sistem.


"Baiklah aku akan pergi dari alam ini sekarang." Ao ling segera melesat keluar dari istana dan terbang menjauh.


Kaisar teratai putih ingin menghentikan Ao ling serta membuat Ao ling tinggal lebih lama lagi, tetapi kaisar teratai putih menghentikan langkahnya dan membiarkan Ao ling pergi.


****


Saat di sedang terbang di langit, Ao ling segera membeli sebuah barang untuk menuju alam suci.


"Sistem beli satu jimat untuk menuju alam suci!" ucap Ao ling.


[Ding~ membeli jimat penembus alam, mengurangi 100 JT PS]


Ao ling segera berhenti dan mengeluarkan jimat tersebut yang kemudian menyalurkan Qi kedalam jimat itu.


Setelah itu jimat itu melayang, dan membuka sebuah celah ruang.


Tanpa berlama lama Ao ling langsung memasuki celah ruang tersebut.


Ao ling menunggu selama satu bulan hingga akhirnya melihat sebuah cahaya, dan keluar dari lorong ruang tersebut.

__ADS_1


***Bersambung***


__ADS_2