PETUALANGAN DEWA BENCANA

PETUALANGAN DEWA BENCANA
Permainan ketiga satu vs satu melawan Qi Tu


__ADS_3

Sekarang Ao ling melanjutkan langkah nya menaiki tangga takdir, tiba tiba saja Ao ling mengingat tentang misi membunuh semua orang di medan perang.


"Sistem bagaimana dengan misi ku dan apakah Yan ding dapat mendengar kita?" tanya Ao ling dipikiran nya.


[Ding~ tenang saja Tuan, Yan ding tidak dapat mendengar perkataan Tuan kepada sistem, dan untuk misi Tuan masih belum selesai karena terdapat satu prajurit benua Ceng yang tidak ikut perang, dan kembali ke rumah nya, maka waktu untuk menyelesaikan misi dirubah menjadi tidak terbatas, Tuan dapat meminta lokasi prajurit tersebut]


Ao ling yang khawatir akhirnya kembali lega, dan melanjutkan langkah nya ke atas.


Satu jam kemudian, Ao ling yang menginjak kan kakinya ke tangga berikutnya, tiba tiba saja tidak bisa bergerak.


Ao ling mencoba dengan seluruh kekuatan nya hingga akhirnya Ao ling berhasil melangkah ke tangga berikut nya.


Dan tangga berikut nya, Ao ling melangkah dengan lancar hingga Dua jam kemudian, Ao ling menemukan sebuah pintu.


Tanpa berpikir panjang, Ao ling membuka pintu tersebut dan memasuki nya.


Setelah keluar, Ao ling melihat bahwa dirinya telah berada di dalam sebuah arena yang dikelilingi dinding, ditengah arena terdapat seseorang pria berbadan besar dan kekar


Dan pintu dibelakang Ao ling menghilang.


"Namaku Qi tu, selamat datang di permainan ketiga, kau harus mengalahkan ku dan, setelah mengalahkan ku maka pintu menuju ruangan hadiah dan keluar akan terbuka, tidak usah berlama lama mari kita mulai." setelah selesai mengucapkan hal tersebut, Qi tu melesat dan mengeluarkan sebuah kapal besar yang menebas ke arah Ao ling.


Melihat itu Ao ling segera menghindar, tetapi karena terlalu cepat pipi kiri Ao ling tergores.


"Masih bisa menghindar?" ucap Qi tu kemudian melesat, tetapi kecepatan nya bertambah dua kali lipat.


Ao ling segera menggunakan, kekuatan bloodline, tubuh khusus, dan title nya, kekuatan Ao ling segera melonjak naik.


"Mata celestial."


"Armor Dewa Ashura."


Ao ling juga mengaktifkan teknik pendukungnya.


Meski begitu Ao ling tetap saja kesulitan melihat gerakan Qi tu, dan juga bingung karena tidak bisa melihat tingkat ranah Qi tu serta lawan yang dia hadapi di dunia ini.


Ao ling segera membuat sebuah pedang dari sisa jenis Qi, dan kekuatan aura Ashura nya serta kekuatan Qi bencana.


Dari sini Ao ling mengerti bahwa aura Ashura dapat dijadikan sebagai kekuatan yang dapat menyerang, bukan untuk mengintimidasi lawan ataupun mengguncang jiwa nya.


"Pedang Ashura gerakan pertama : bayangan tebasan Ashura!"


Qi tu tetap diam ditempat melihat Ao ling mengeluarkan teknik nya, dan kemudian mengangkat kapak nya ke atas.


"Tiing!!"


Suara benturan senjata terdengar, Qi tu juga mengarahkan senjata nya ke samping, depan, dan berbagai arah, setelah suara benturan terdengar lagi.


Yah, Qi tu menghalau seluruh serangan Ao ling, padahal Ao ling sudah menggunakan Qi bencana serta, aura Ashura yang meningkatkan kekuatan teknik Ashura.

__ADS_1


Kemudian Ao ling segera menggunakan teknik selanjutnya.


"Tangan Dewa Ashura gerakan pertama : dominasi Ashura!"


Tetapi setelah mengeluarkan teknik nya, Ao ling tiba tiba terpental dan memuntahkan seteguk darah.


"Ugh, apa yang terjadi?" ucap Ao ling sambil memegang dadanya, bukan luka di dada tetapi jiwa Ao ling yang terkena serangan nya.


"Aku lupa menyampaikan bahwa jika gerakan pertama tangan Dewa Ashura di halau musuh mu, maka kau akan terkena serangan gelombang jiwa" ucap Yan ding yang tiba tiba bersuara di pikiran Ao ling.


"Sialan, kau pak tua kau bilang pada waktu yang tidak tepat." ucap Ao ling dipikiran nya.


Tetapi tidak ada balasan dari Yan ding yang membuat Ao ling tambah kesal, sementara itu sebuah tinju melesat mengenai dada Ao ling yang sedang kesal karena Yan ding.


Bom!


Ao ling terpental kebelakang dan menabrak dinding arena hingga berlubang, Ao ling bangkit sambil memegangi dadanya.


Dan melihat Qi tu sedang melesat ke arah nya.


"Pedang bencana gerakan keempat : langit dan bumi runtuh!"


Ao ling menebas secara horizontal ke arah Qi tu, tanah, dan langit retak serta hancur memperlihatkan suasan gelap.


Tetapi kemudian kegelapan tersebut retak dan hancur, memperlihat suasan arena dan Qi tu yang memegang kapak seperti telah menebas sesuatu.


Sementara Qi tu tetap mengejarnya dan kecepatan Qi tu juga meningkat, Ao ling juga menggunakan kekuatan waktu untuk memperlambat Qi tu serta mempercepat gerakan nya.


Krak!! Krak!! Pyar!!


Suara kaca pecah terdengar, itu karena Qi tu berhasil melepaskan diri dari kekuatan waktu Ao ling.


Ao ling juga menggunakan kekuatan Dao dimensi nya untuk menciptakan dinding dimensi, tetapi itu percuma.


Dinding yang dibuat Ao ling, pecah hanya dengan satu pukulan dari kapak nya.


"Pedang Ashura gerakan ketiga : tebasan pembantaian Ashura!"


Muncul siluet Dewa Ashura dengan membawa pedang besar, yang terdapat aliran Qi primordial dan bencana.


Kemudian siluet tersebut menebaskan pedang nya ke arah Qi tu, Qi tu yang melihat itu mengambil sikap kuda kuda.


"Kapak titah raja gerakan ketiga : ketegasan sang raja!"


Kapak Qi tu bersinar emas, kemudian membesar dan berbentur dengan pedang siluet Ashura.


Bom!!


Ledakan dari benturan yang keras membuat dinding arena hancur dan Ao ling terpental, sementara Qi tu hanya bergeser tidak terlalu jauh dari tempatnya.

__ADS_1


Tapi, dibalik dinding arena yang hancur masih terdapat dinding lainnya lagi.


Setelah itu tampak Ao ling keluar dari puing puing dinding arena yang runtuh, dan melihat Qi tu melesat ke arah nya.


"Oh iya kenapa tidak memakai langkah cahaya." batin Ao ling.


"Langkah cahaya!"


Dengan teknik itu pergerakan Ao ling lebih cepat dan juga melesat ke arah Qi tu, pertarungan kembali dimulai serta hanya bisa melihat gelombang angin hasil dari benturan Ao ling dan Qi tu.


Tetapi kecepatan Qi tu kembali meningkat tepat di saat saat pertarungan.


"Kapak titah raja gerakan ketujuh : hukuman pertama raja!"


Kapak Qi tu bercaha emas, dan setelah itu Qi tu menebaskan nya ke angin bukan kepada Ao ling.


Tetapi kemudian tangan kiri Ao ling terpotong, mengeluarkan darah.


"Ugh." suara Ao ling yang menahan rasa sakit nya.


Qi tu tidak berhenti sampai disitu, Qi tu mengeluarkan teknik selanjutnya.


"Kapak titah raja gerakan kedelapan : hukuman kedua raja!"


Kemudian muncul sepuluh bola yang kemudian menyerang Ao ling, dan menembus bagian vital.


Tubuh Ao ling yang berada di langit kemudian terjatuh, tetapi Ao ling bangkit.


Dengan tangan kiri terpotong serta tiga lubang di tubuh, lubang di bagian ginjal, paru paru kanan serta bagian jantung.


Dengan kondisi seperti itu Ao ling masih bisa berdiri dan mengucapkan sesuatu. "Kau kalah Qi tu."


Tentu saja Qi tu bingung dengan ucapan Ao ling, karena dengan kondisi Ao ling yang sekarang sangat tidak mungkin untuk menang.


Tetapi kemudian, hanya dengan satu tangan Ao ling membentuk sebuah segel, dan mengatakan sesuatu dengan suara yang sudah lemah.


"Darah dibalas darah, jiwa dibalas jiwa, tali takdir ku kendalikan dengan ini takdir mu berada di genggaman ku."


"Amarah Dewa Ashura gerakan keduan : tali penukar takdir."


Tepat saat perkataan dan segel Ao ling selesai, sebuah tali keluar dari tubuh Ao ling dan tali tersebut memanjang hingga memasuki tubuh Qi tu.


Setelah itu tali tersebut menghilang, dan kondisi Ao ling yang tangan kiri hilang serta tiga lubang yang sangat fatal telah hilang, dan tidak bekas luka apapun kecuali baju Ao ling yang telah rusak.


Sementara itu Qi tu yang sekarang kondisi nya persis seperti Ao ling, setelah itu Qi tu terjatuh dan mati.


Dan kemudian sebuah pintu muncul didepan Ao ling, segera Ao ling memasuki pintu tersebut.


***Bersambung***

__ADS_1


__ADS_2