
Ao ling sekarang berada di sebuah padang rumput, padang rumput yang berwarna gelap disertai langit merah dan bulan yang berwarna ungu beserta element kegelapan disekitar.
Sejauh yang dilihat Ao ling tidak terdapat apapun kecuali hamparan rumput yang luas.
[Ding~ lubang Kekaisaran kelam lantai 9 padang rembulan, telah dimulai]
Tetapi setelah beberapa saat hanya ada hembusan angin yang menerpa wajah Ao ling.
Kemudian Ao ling merasakan di belakang nya terdapat seseorang, dan Ao ling menoleh kebelakang tetapi Ao ling merasakan kepala nya tidak bisa di gerakan.
Dan Ao ling tidak dapat menggerakan tubuhnya, hingga saat itulah Ao ling menyadari bahwa seluruh tubuhnya telah terpotong.
"Apakah aku akan mati." batin Ao ling tidak percaya akan apa yang di lihatnya.
Setelah beberapa detik Ao ling tiba tiba membuka matanya kemudian meraba seluruh tubuhnya, Ao ling menghela napas lega karena dirinya belum mati.
Saat Ao ling mengangkat kepalanya ke atas, Ao ling melihat seorang pria dengan sebuah pedang di tangan, pria tersebut sedang terbaring di hamparan rumput.
Tentu saja Ao ling curiga dengan pria tersebut, tanpa basa basi Ao ling menebas pria tersebut.
Pedang Qi muncul di tangan Ao ling dan langsung menebas pria tersebut, tetapi tebasan Ao ling menembus tubuh pria tersebut.
Pria tersebut segera berdiri, dan kemudian pedang pria tersebut dengan cepat memenggal kepala Ao ling.
Tentu saja Ao ling terkejut, hingga beberapa saat kemudian, kepala Ao ling yang terpenggal oleh pria tersebut masih berada di kepalanya.
"Ini pasti ilusi." pikir Ao ling.
Ao ling terkena ilusi beberapa kali, tetapi karena jiwa Ao ling cukup kuat maka Ao ling harus cepat menemukan titik kelemahan ilusi sebelum dia menjadi gila.
Tetapi beberapa saat setelah itu Ao ling masih belum menemukan titik lemah ilusi.
"Jiwa mu lumayan kuat." ucap pria tersebut.
"Perkenalkan namaku Bu wen." lanjut Bu wen.
"Ao ling." ucap Ao ling memperkenalkan namanya meskipun tidak yakin orang di depannya adalah asli ataupun ilusi.
Kemudian pria yang bernama Bu wen tersebut menghilang, dan muncul di belakang Ao ling dengan menusukan pedangnya ke arah jantung Ao ling.
Crashh!!
Pedang Bu wen tersebut menembus jantung Ao ling, tetapi detik berikut nya terlihat bahwa tempat jantung Ao ling belum tertembus oleh apapun.
"Aku penasaran dengan kemampuan mu, seharusnya kau akan mendapatkan luka yang parah pada saat bertarung dengan banteng gila itu, dan datang ke lantai ini lebih lama jika kau menyembuhkan dirimu terlebih dahulu" ucap Bu wen kepada Ao ling.
"Memang benar aku akan terluka jika melawan banteng itu, tetapi aku beruntung karena banteng itu tiba tiba sakit perut." balas Ao ling.
__ADS_1
"Memalukan sekali." Bu wen bukan menghina Ao ling tetapi menghina Min tuo, tentu saja Ao ling tahu bahwa Bu wen tidak menghina nya.
Kemudian karena Ao ling di serang menggunakan serangan ilusi yang menyerang jiwa nya.
Ao ling menggunakan sebuah array pelindung untuk melindungi nya dari serangan ilusi Bu wen.
Yah dan serangan ilusi Bu wen berhasil di tangkis oleh array Ao ling, tidak membuang kesempatan Ao ling dengan teliti mencari titik kelemahan ilusi.
Agar dapat melihat Bu wen yang asli, tetapi Ao ling tidak sadar bahwa seluruh tempat yang dia tempati adalah ilusi.
tiba tiba saja rantai muncul dari dalam tanah dan dalam array Ao ling yang langsung mengikat Ao ling.
Dan juga terlihat dari depan bahwa pedang Bu wen menembus array Ao ling hingga mengenai leher Ao ling, tapi seperti sebelumnya leher Ao ling kembali semula.
"Pedang ilusi bulan gerakan pertama : roda pengikis jiwa!"
Bu wen menggunakan teknik nya, dan seketika muncul sebuah roda yang berputar melesat ke arah Ao ling.
Roda itu memotong motong tubuh Ao ling hingga menjadi serpihan daging, kemudian roda tersebut menghilang dan tubuh Ao ling kembali utuh.
Ao ling juga merasakan bahwa jiwanya terkikis saat terkena teknik milik Bu wen.
"Mata celestial!"
Ao ling menggunakan teknik matanya untuk mencari titik lemah dunia ilusi ini, yah Ao ling sudah tahu bahwa sebenarnya dia terjebak dalam dunia ilusi.
Hingga beberapa saat kemudian Ao ling masih belum menemukan titik tersebut.
Dan serangan Bu wen ke dirinya makin ganas dari waktu ke waktu.
"Pedang ilusi bulan gerakan kedua : tebasan bayangan bulan sabit!"
Bu wen menebaskan pedang nya ke arah Ao ling yang membentuk bulan sabit, dan kemudian mengenai tepat di dada Ao ling.
Setelah itu muncul bulan sabit dari sekeliling Ao ling yang kemudian langsung menyerang nya.
"Arrgh!"
Ao ling mengeluarkan suara kesakitan nya karena serangan ini langsung menyerang jiwanya.
Sementara itu Bu wen tidak berhenti disitu saja, Bu wen mengeluarkan teknik selanjutnya.
"Pedang ilusi bulan gerakan ketiga : seratus tebasan ilusi bulan!"
Dengan cepat Bu wen melesat yang kemudian muncul di belakang Ao ling, sementara itu tiba tiba saja tubuh Ao ling terkena tebasan terus menerus dan terpotong potong.
Tentu saja tubuh Ao ling kembali seperti semula, dan rantai yang mengikat nya sudah terlepas.
__ADS_1
"Ini sangat gawat." batin Ao ling merasakan jiwanya mulai rusak.
Di kehidupan sebelumnya Ao ling sangat jarang melawan pengguna ilusi, yang membuatnya sangat kesulitan ketika berhadapan dengan kultivator ilusi.
Ao ling bangkit berdiri dan ingin melawan meskipun dirinya juga tidak yakin.
"Pedang bencana gerakan keempat bagian pertama : bumi runtuh!"
Ao ling mengangkat pedang nya ke atas, kemudian segera menancapkan nya di tanah.
Dan seketika tanah di hamparan rumput tersebut bergetar kemudian retak dan jatuh ke bawah, hingga kemudian sebuah gelombang keluar retakan tersebut.
Duar!!
Gelombang tersebut meledakkan apapun yang dilalui nya kecuali Ao ling.
Kemudian tanah di bawah Ao ling kembali seperti semula, tetapi sebuah tinju melesat dari dalam tanah dan mengenai dagu Ao ling yang membuat Ao ling terpental.
Ao ling kemudian menyeimbangkan tubuh nya, dan tidak sengaja melihat sebuah keanehan pada bulan di atas nya.
Setelah itu dia langsung mengerti bahwa itu adalah titik kelemahan dunia ilusi.
Kemudian Ao ling mengeluarkan teknik nya untuk menyerang Bu wen di depannya, setelah Ao ling menginjak tanah.
"Pedang bencana gerakan ketiga : pedang pembantaian Ashura!"
Sosok Ashura dengan pedang nya menebas ke arah Bu wen, tetapi sebelum mengenai Bu wen, Ao ling mengarahkan tangan nya ke atas.
Yang kemudian pedang tersebut berbalik arah ke atas dan mengenai titik ilusi tersebut di bulan.
Sementara itu Bu wen tidak menyangka hal tersebut akan terjadi.
Dunia tersebut retak dan hancur berubah menjadi dunia yang sama seperti dunia ilusi, yang berbeda adalah Ao ling tahu ini bukanlah sebuah ilusi.
Sementara itu depan Ao ling terdapat Bu wen yang sedang mengeluarkan darah karena ilusinya di hancurkan.
"Tidak kusangka kau berhasil menghancurkan domain ilusi ku." ucap Bu wen.
Ao ling tidak membalas dan langsung berjalan ke arahnya kemudian memberi tanda jiwa, serta langsung memasukkan nya ke dalam dunia jiwa.
Setelah itu hamparan rumput hitam menjadi hijau dengan suasana malam, dan bulan putih yang bersinar di gelapnya langit.
[Ding~ lubang kekaisaran kelam lantai 9 padang rembulan, berhasil diselesaikan.]
Kemudian sebuah lubang terbentuk di depan Ao ling, dan Ao ling langsung memasuki lubang tersebut, tentu saja setelah menyembuhkan luka jiwanya terlebih dahulu.
***Bersambung***
__ADS_1