PETUALANGAN DEWA BENCANA

PETUALANGAN DEWA BENCANA
Permainan pertama 7 lapis perang (2)


__ADS_3

"Ugh, apakah sudah tiga hari aku pingsan?"gumam Ao ling.


Ao ling kemudian bangun, dan melihat bahwa energi kehidupan nya telah pulih, dan belum terserap keluar maka permainan belum mulai.


Dan menoleh ke arah samping, Ao ling melihat pedang pemusnah telah hancur berkeping keping.


tetapi Ao ling tidak terlalu peduli karena bisa membeli senjata yang lain, ataupun mendapatkan yang lain.


Kemudian Ao ling segera membeli pil untuk mempercepat kesembuhan nya, setelah itu Ao ling bersilah untuk memulihkan dirinya.


Enam jam Ao ling akhirnya selesai menyembuh kan dirinya meski tidak sepenuhnya.


Ao ling berdiri ingin segera menuju lapisan berikut nya selagi masih waktu istirahat.


[Tuan kenapa tidak memakai pemahaman Dao kehidupan Tuan agar lebih cepat sembuh dan mengisi energi kehidupan yang keluar dari tubuh?]


Ao yang sedang ingin melanjutkan langkah nya, dan mendengar suara sistem membuat dirinya teringat tentang Dao yang dia kuasai.


Ao ling juga kesal karena dia selalu lupa akan sesuatu yang terkadang penting.


"Sial aku lupa? mungkin terlalu banyak pemahaman di otakku yang membuat ku lupa." gumam Ao ling.


Kemudian Ao ling ingin mencoba merobek ruang, yang ternyata berhasil, dan Ao ling mengatur koordinat nya untuk keluar dari dunia ini.


Dan Ao ling pun masuk, tetapi beberapa saat kemudian sebuah robekan ruang muncul di langit dunia yang tidak diketahui namanya.


Ao ling keluar dari celah tersebut dan terjatuh, sebelum terjatuh Ao ling membuat celah ruang lagi dan kemudian mendarat di pasir.


"Tekanan gravitasi saat jatuh benar benar mengerikan." ucap Ao ling mengusap dahi nya.


Akhirnya Ao ling menggunakan kekuatan ruang nya agar lebih cepat sampai ke lapisan berikut nya.


Saat Ao ling masuk dan keluar lagi, Ao ling dapat merasakan bahwa energi kehidupan nya mulai tersedot keluar dan mulai muncul para pasukan.


Ao ling mengira bahwa waktu istirahat nya telah habis.


Kekuatan para pasukan sama seperti sebelumnya, yang berbeda adalah jumlah yang keluar lebih banyak serta jarak antara lapisan semakin jauh.


tetapi sekarang Ao ling menemukan cara lebih gampang yaitu menggunakan kekuatan ruang.


Ao ling menggunakan kekuatan ruang nya terus menerus hingga sampai ke lapisan ketiga, di lapisan ketiga Ao ling memulihkan Qi nya dan kemudian melanjutkan ke lapisan berikutnya.

__ADS_1


Saat masuk kedalam celah ruang dan keluar lagi, Ao ling melihat bahwa energi kehidupan nya tersedot keluar.


Ao ling menyadari bahwa ada area tertentu untuk istirahat, dan setelah keluar dari area itu maka permainan akan dimulai.


Tentu saja Ao ling sedikit kesal karena Ru je memberi penjelasan yang kurang lengkap.


"Apakah dia lupa? bagaimana bisa dia melupakan hal seperti ini." gerutu Ao ling.


Mengabaikan hal tadi, Ao ling melanjutkan langkah nya, hingga akhirnya sampai di lapisan 7 atau lapisan terakhir.


Di lapisan ini Ao ling tidak ada tempat istirahat dan merasakan, bahwa energi kehidupan nya tersedot keluar lebih banyak.


Ao ling menggunakan pemahaman Dao kehidupan milik nya agar energi kehidupan nya berhenti keluar dan mengisi kembali.


Kemudian Ao ling memasuki istana tersebut, didalam istana Ao ling melihat lorong besar dan panjang.


Serta di ujung lorong tersebur terdapat seseorang yang sedang duduk di atas tahta, itu adalah Ru je.


"Selamat kau telah berhasil sampai disini meskipun dengan cara curang." ucap Ru je.


"Aku adalah musuh terakhir mu disini, jika kau berhasil mengalahkan ku maka kau akan menuju permainan ke dua dari tiga permainan." lanjutnya.


Ao ling yang baru saja masuk, terhempas keluar dan pintu istana hancur karena tubuh Ao ling.


"Uhuk, Uhuk."


Ao ling berdiri sambil memegangi perutnya, dan mengusap darah di sudut bibir nya.


"Mata celestial!"


"Armor Dewa Ashura."


Ao ling kemudian mengaktifkan teknik nya, tetapi tiba tiba saja punggung Ao ling ditendang oleh Ru je, dan Ao ling terhempas masuk kedalam lagi.


Kembali berdiri, Ao ling menatap ke arah Ru je yang berada di luar. "Terlalu cepat hingga aku tidak dapat melihat nya." batin Ao ling.


Sekali lagi Ao ling menggunakan seluruh yang dia miliki, tetapi kali ini Ao ling membuat dua pedang yang terbuat dari semua jenis Qi, serta seluruh element dan element khusus.


Dan Ao ling juga tidak akan lupa untuk menggunakan kekuatan pemahaman nya.


Sekarang Ao ling dapat melihat pergerakan Ru je meskipun Ru je masih cepat, Ao ling melihat Ru je mengeluarkan sebuah pedang dari cincin penyimpanan nya, kemudian menebas Ao ling.

__ADS_1


Tentu saja Ao ling menahan pedang Ru je dengan pedang nya, kemudian menghempaskan Ru je.


Saat Ru je terhempas, Ao ling segera melesat ke arah Ru je, menciptakan ribuan bola energi Yang dan Ying.


"Pedang Ashura gerakan keempat : empat tebasan pengakiran!"


Seketika Ao ling mengeluarkan teknik nya, ribuan menyerbu ke arah Ru je, Ao ling juga menggunakan Dao waktu agar serangan nya lebih cepat.


Serta membuat Ru je lebih lambat, Hingga serangan Ao ling mengenai Ru je.


Duar!!


Shing!! Shing!! Shing!! Shing!!


Suara ledakan dan suara empat tebasan bergema di dalam istana dan bagian dalam istana telah hancur dan runtuh, serta Ao ling sekarang telah mundur menghindari runtuh nya istana Ru.


Ao ling berpikir Ru je mati karena menggunakan Dao kehidupan, Ao ling tidak menemukan satu kehidupan apapun.


Tetapi setelah asap menghilang Ao ling dapat melihat Ru je, yang telah kehilangan tangan kirinya


serta luka yang lumayan parah.


"Mengesankan, tetapi harusnya pengalaman bertarung mu lebih tinggi dari ini, karena aku melihat kamu sebelum bereinkarnasi adalah seseorang yang dijuluki Dewa." tanya Ru je.


"Aku juga tidak tahu?" balas Ao ling.


"Yah mungkin itu karena di kehidupan mu sebelum nya kau mendapatkan jiwa petarung, dan setelah bereinkarnasi jiwa petarung mu hilang beserta sebagian pengalaman mu, yang ada didalam jiwa petarung. " ucap Ru je panjang lebar.


"Mungkin kau benar."


Ao ling sama sekali tidak bertanya bagaiman Ru je mengetahui nya, karena saat ini Ao ling ingin menuntaskan pertarungan ini.


Kemudian Ao ling kembali melesat hingga didepan Ru je kemudian menebas secara horizontal.


"Pedang bencana gerakan keempat : langit dan bumi runtuh!"


Setelah itu seluruh tubuh Ru je telah menghilang, dan kemudian muncul sebuah pintu didepan Ao ling.


Tanpa berlama lama Ao ling segera memasuki nya, dan pintu tersebur tertutup serta menghilang.


***Bersambung***

__ADS_1


__ADS_2