
Setelah mengalahkan Ru je dan memasuki pintu menuju lantai berikutnya, keluar dari pintu.
Ao ling melihat didepan nya terdapat tangga bercahaya yang mengarah ke atas, sementara sekeliling Ao ling sangat gelap.
Menunggu beberapa saat tetapi sesuatu yang diharapkan Ao ling tidak muncul.
"Apakah tidak ada?" gumam Ao ling.
Ao ling bingung karena tidak seperti yang pertama, yaitu terdapat Ru je yang menjelaskan permainan pertama.
Sementara di permainan kedua, hanya ada tangga yang menuju ke atas dan tidak ada yang menjelaskan seperti apa permainan kedua ini.
Menyembuhkan dirinya beberapa saat setelah itu Ao ling mulai berjalan menaiki tangga.
Langkah demi langkah Ao ling menaiki tangga, tetapi tidak terjadi apapun kepada Ao ling
Ao ling tentu saja bingung karena tidak ada apapun, tidak melepaskan kewaspadaan nya Ao ling terus melanjutkan langkah.
20 Menit kemudian Ao ling menaiki tangga hingga menemukan sebuah tempat yang luas, Ao ling terus menaiki tangga hingga sampai di tempat tersebut.
Setelah itu Ao ling langsung duduk di lantai, dan berpikir kenapa tidak ada sesuatu di tempat ini, hanya ada tangga yang biasa saja.
Termenung dalam pikiran nya, tiba tiba saja suara Yan ding terdengar di kepala Ao ling.
"Kurasa ini tempat yang bagus Ling'er." ucap Yan ding dipikiran Ao ling.
Ao ling terkejut mendengar suara Yan ding, dan juga malu. "sejak kapan kita sedekat itu? dan jangan panggil aku seperti itu."
"Tentu saja karena kau murid ku jadi aku harus memanggil mu Ling'er." suara Yan ding terdengar seperti menahan tawanya.
"Bisakah kau berhenti memanggil ku Ling'er." ucap Ao ling yang mulai muncul urat dikepala nya.
"Hahaha, baiklah baiklah aku berhenti, tapi itu salah mu karena nama mu seperti nama perempuan."
"Bagaimana jika ku panggil Ao'er lebih baik bukan?" lanjut Yan ding.
"Mengapa kau salahkan aku? , nama ini bukan dari ku, salahkan saja yang memberi nama ini."
__ADS_1
"Kurasa Ao'er memang lebih baik." lanjut Ao ling
Ao ling sedikit mengobrol santai dengan Yan ding, hingga 10 menit berlalu Ao ling akhirnya sadar.
"Tunggu sejak kapan aku jadi murid mu pak tua, dan apa yang bagus dari tempat ini." ucap Ao ling di pikiran nya.
"Lebih sopan lah pada yang lebih Tua Ling'er, jangan lupa aku yang mengajarkan teknik ku padamu, jadi aku termasuk gurumu." balas Yan ding.
Ao ling kemudian kembali kesal karena sebutan Yan ding kepadanya.
"Lebih baik kau segera membentuk Qi Ashura serta yang lain, akan kukirim ingatan pembentukan nya aku akan tidur sebentar." lanjut Yan ding.
"Hei pak tua apakah kau mencoba kabur?" ucap Ao ling tetapi beberapa saat kemudian, tidak dibalas oleh Yan ding.
Yang membuatnya lebih kesal, dan kemudian sebuah ingatan memasuki kepala nya hingga lima menit berlalu.
Akhirnya Ao ling telah menyerap semua ingatan itu.
Entah kenapa Ao ling merasa aneh karena terdapat cara membentuk pemahaman Dao Ashura.
"Apakah memang ada Dao Ashura?"batin Ao ling, karena tidak pernah tahu tentang ini.
Setelah itu Ao ling mulai bersilah, dalam sekejap seluruh aura pembunuh Ao ling keluar dari tubuhnya.
Sementara itu Ao ling mengikuti cara dari ingatan yang diberi oleh Yan ding, didalam aura pembunuh Ao ling terdapat segumpal unsur pembantaian.
Dan Ao ling segera membuat gumpalan pembantaian itu melahap aura pembunuh nya, hingga seluruh aura pembunuh nya menjadi aura pembantaian.
Bagi Ao ling cara ini sangat unik dan aneh tidak seperti pemilik aura pembantaian di kehidupan sebelumnya.
Tiga hari berlalu Ao ling telah mengubah semua aura pembunuh nya menjadi aura pembantaian, setelah itu Ao ling melanjutkan langkah kedua.
Yaitu menekan aura pembantaian agar kekuatan aura tersebut menebal, semaki tebal maka semakin kuat, tetapi menekan aura hanya bisa dilakukan maksimal 3x seumur hidup, Ao ling segera menekan aura pembantaian nya, hingga dua hari hari berlalu.
Ao ling telah menekan aura pembantaian nya sesuai dari ingatan, tetapi Ao ling belum puas Ao ling terus menekan aura pembantaian itu.
Sementara itu didalam sebuah ruangan yang gelap, tetapi di ruangan tersebut terdapat pria tua berumur 40 tahun menatap ke arah layar didepan nya.
__ADS_1
di layar tersebut terlihat Ao ling yang sedang menekan aura pembantaian nya, dia adalah Yan ding yang saat ini berada di dalam Ao ling.
"Lebih berbakat dari aku yang dulu." ucap Yan ding tetapi tidak dapat didengar oleh Ao ling.
Tiga hari berlalu, sekujur tubuh Ao ling telah di penuhi oleh keringat, karena menekan aura juga membutuhkan usaha yang keras.
Karena sudah tidak kuat akhirnya Ao ling menyelesaikan proses menekan aura nya.
Setelah itu aura pembantaian meletus keluar dari Ao ling, aura merah gelap tetapi lebih gelap dari aura pembantaian.
Kemudian Ao ling beristirahat sebentar, dan kemudian tanpa berlama lama Ao ling melanjutkan langkah ketiga.
Mengubah aura pembantaian menjadi aura Ashura, mengikuti cara dari ingatan yang diberikan, yaitu menggabungkan aura pembantaian, Qi kekacauan, Qi kematian, Qi darah, Qi iblis, Ao ling juga menambahkan Qi naga yang tidak ada dalam ingatan.
Sementara itu Yan ding yang melihat dari dalam terkejut, karena Ao ling menambahkan Qi yang lain, tetapi Yan ding tidak khawatir karena ruangan di permainan kedua.
Tetapi sebelum itu Ao ling harus mempunyai pemahaman Dao pembantaian, kemudian Ao ling segera membeli Dao pembantaian tingkat pertama dari sistem.
Yang kemudian menjadi tingkat Grand Dao 1 karena tubuh khusus keseimbangan Dao, yang sudah menyatu dengan tubuh bencana.
Menyerap ingatan Grand Dao pembantaian, setelah itu Ao ling memulai langkah ketiga nya.
Dengan pemahaman nya terhadap pembantaian, Ao ling mulai menggabungkan semuanya menjadi satu dalam dirinya.
Dalam proses penyatuan terlihat Ao ling sedikit kesulitan untuk menggabungkan semua nya menjadi satu.
Dua minggu kemudian Ao ling masih berusaha menyatukan nya, dengan menyeimbangkan masing masing Qi dan aura pembantaian.
Tiba tiba saja ada sejenis Qi aneh yang memasuki Ao ling, Ao ling yang awalnya panik kemudian kembali tenang karena Qi tersebut, membantu nya menggabungkan semua Qi serta aura pembantaian nya.
Lima jam kemudian akhirnya Ao ling membuka matanya yang terlihat bewarna merah gelap, kemudian kembali semula.
Ao ling juga mengeluarkan aura merah gelap yang sama seperti aura pembantaian, Ao ling juga tidak bisa membedakan aura pembantaian dengan aura Ashura.
Ao ling juga mencari jejak Qi aneh tersebut, tetapi jejak tersebut tidak ditemukan oleh Ao ling.
"Apakah ini yang disebut tempat bagus oleh pria tua itu? memang bagus sih." batin Ao ling.
__ADS_1
Tanpa berlama lama, dan setelah beristirahat sebentar Ao ling segera ingin memulai tahap keempat yaitu membentuk pemahaman Ashura.
***Bersambung***