
Di Abyssal Spire Ketika Haruki, Lily, dan Sera tiba di lantai
10 dan memasuki area peristirahatan, mereka merasa lega dapat melepaskan lelah
setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan. Ruangan ini dipenuhi dengan
pengunjung lain yang juga sedang beristirahat, menjual barang jarahan, atau merencanakan
petualangan berikutnya.
Sebagai langkah pertama, mereka memesan kamar
untuk beristirahat sejenak. Meskipun suasana di luar terasa aman, tetap
bijaksana untuk beristirahat di dalam kamar yang aman.
Setelah mengatur kamar mereka, Haruki, Lily,
dan Sera berkumpul di tempat makan yang tersedia di lantai bawah penginapan.
Mereka duduk di salah satu meja dan mulai merencanakan apa yang akan mereka
lakukan selanjutnya.
“Haru, apa yang akan kita lakukan dulu di
sini?” Tanya Lily akan rencana mereka di sini.
“Untuk sementara, kalian pulihkan dulu stamina
kalian. Setelah itu~” Ucap Haruki.
Brak… Terdengar suara kegaduhan dari seberang
mereka.
“Hei, apa yang kalian lakukan di sini, huh?!”
Ucap seorang laki-laki dengan tubuh besar.
“Apa kalian tidak tahu bahwa ini adalah tempat
kami?!” Lanjut teman laki-laki bertubuh besar.
Haruki melirik mereka dengan wajah kesal
karena merasa terganggu. "Apa yang terjadi di sana?"
Lily mengangkat bahunya. "Entahlah,
mungkin perbedaan pendapat. Tapi itu bukan urusan kita."
Karena geram dengan orang itu, Haruki berdiri
dari meja mereka dan mendekati kedua kelompok itu. "Hei, kenapa kalian
harus merusuhkan suasana di sini?"
Para petualang yang berseteru menghentikan
perdebatan mereka dan menoleh pada Haruki. Salah satu dari mereka, pria yang
tampak lebih tua, berkata dengan nada bermusuhan, "Ini bukan urusanmu,
jadi pergilah!"
Haruki tetap tenang. "Aku tahu ini bukan
urusanku, tapi ini adalah tempat orang-orang menikmati makanannya. Apakah
kalian tidak melihat mereka merasa tidak nyaman?" Haruki menunjuk
pengunjung yang sedang duduk, memandang mereka dengan ketakutan yang jelas
tergambar di wajah mereka.
Sebelum Haruki bisa merespons lebih lanjut,
pria itu dengan cepat melangkah maju dan melayangkan pukulan yang kuat ke arah
Haruki.
Dengan mudah, Haruki berhasil menghindari
serangan yang sangat lambat dalam pandangannya. Pukulan pria berbadan besar itu
menghantam dan merusak meja.
“Jadi kau ingin membuat ini menjadi kekerasan
ya?” ucap Haruki dingin.
Pria berbadan besar itu hanya mengejek.
"Jangan menghindar, dasar bocah."
Pria itu kembali memberikan serangan-serangan
membabi buta, tetapi Haruki dengan cekatan menghindari semua serangan tersebut,
seolah-olah ia bisa membaca gerakan pria tersebut dengan mudah.
Dengan gerakan yang cepat, Haruki memberikan
pukulan yang sangat keras tepat ke perut pria itu, membuatnya tumbang seketika,
menghentikan serangan-serangannya.
__ADS_1
“Lemah,” ucap Haruki dengan nada dingin dan
tatapan merendahkan, sebelum melirik anggota kelompok pria itu yang lain.
“La-lari!!!” Teriak para petualang yang
sombong itu dengan ekspresi ketakutan.
Para pembuat onar itu melarikan diri dari
penginapan, meninggalkan para pengunjung yang sebelumnya menatap mereka dengan
takjub. Ruangan itu kembali hening, meskipun sekarang ada meja yang rusak.
Haruki kembali duduk di kursinya. “Merepotkan
sekali, jadi mari lanjutkan pembicaraan kita.”
Tidak lama kemudian, keadaan area makan
menjadi normal kembali. Pegawai penginapan juga membersihkan kekacauan. Lalu,
seorang pelayan datang.
“Mohon maaf, tuan, atas ketidaknyamanannya,
dan terima kasih karena telah mengusir mereka. Sebagai balasannya, Anda tidak
perlu membayar makanan untuk hari ini,” kata pelayan dengan nada ramah.
“Tidak masalah,” kata Haruki sambil menerima
permintaan maaf itu.
Tapi yang tak mereka sadari, di sudut ruangan,
terlihat sosok berjubah hitam yang terus mengawasi mereka.
“Menarik sekali, dia sangatlah kuat,” ucap
sosok itu dengan tersenyum licik.
Disisi lain...
Para petualang pembuat onar itu berlari menuju
sebuah bangunan yang terletak di dalam gang sempit, membuat tempat itu terlihat
lebih tersembunyi.
"Boss!!!" ucap salah satu pembuat
onar sambil bernapas terengah-engah.
Terlihat dua orang sedang berbicara di dalam
tampak berpengalaman dan berwibawa, seakan menjadi pemimpin kelompok ini.
Sementara seorang lagi, mengenakan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya,
berdiri di sampingnya dengan sikap yang tenang.
"Ada apa?" tanya sang bos dengan
nada tenang.
Salah satu dari pembuat onar tersebut
menggelengkan kepalanya, masih terengah-engah. "Kami... kami diserang di
penginapan oleh seorang pemuda tadi. Dia sangat kuat, Boss."
Bos tersebut tersenyum sinis. "Kalian
tidak bisa menangani seorang pemuda? Apakah kalian benar-benar begitu
lemah?"
Pembuat onar yang lain mencoba memberikan
penjelasan. "Tidak, Boss, dia... dia seperti monster. Kami tidak bisa
mengenainya sama sekali."
Bos itu berpikir sejenak, lalu menatap sosok
berjubah hitam di sisinya. "Bagaimana menurutmu, Lukas?"
Orang berjubah hitam yang dikenal sebagai
Lukas mengangguk. "Dia mungkin memiliki kekuatan yang cukup untuk menjadi
ancaman, Tuan. Saya akan mengurusnya."
Bos itu tersenyum. "Baiklah, berikan dia
pelajaran."
Lukas hanya mengangguk dan segera meninggalkan
ruangan. Dia tahu bahwa tugasnya adalah menghadapi pemuda kuat yang telah
mengalahkan para pembuat onar itu.
Di sudut pandang Haruki, setelah mereka
selesai membuat strategi, Haruki memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri
__ADS_1
sebentar. Ruangan peristirahatan mulai memadati pengunjung, dan Haruki ingin
merasakan atmosfir tempat ini. Melihat Haruki yang berjalan keluar, orang
berjubah hitam itu juga mengikutinya dari belakang.
Namun, ketika Haruki berjalan-jalan, dia
merasa bahwa ada yang mengikuti dirinya. Dia memperhatikan gerakan bayangan
yang bergerak di antara kerumunan pengunjung. Tanpa menunjukkan tanda-tanda
kecurigaan, Haruki berhenti dan berbalik tiba-tiba.
Namun, yang muncul di depannya bukanlah
seseorang yang sebelumnya ada di penginapan, melainkan Lukas, sosok berjubah
hitam yang telah diperintahkan oleh bos pembuat onar untuk memberikan pelajaran
pada Haruki.
Haruki menatap Lukas dengan ekspresi datar, menyadari
bahwa ini adalah pertemuan yang tidak diinginkannya. "Kau adalah orang
yang mengikuti ku, bukan?"
Lukas tetap tenang. "Benar, aku adalah
Lukas. Dan aku telah diberi tugas untuk menghadapimu."
Haruki mengangkat alisnya. "Jadi, mereka
mengirimmu untuk membungkamku?"
Lukas tersenyum tipis. "Tepat sekali.
Tapi jangan salah, aku bukanlah tukang pukul sembarangan. Aku hanya akan
memberikanmu pelajaran agar tidak lagi mencampuri urusan mereka."
Haruki melangkah maju dengan sikap siap
tempur. "Aku tidak suka ketika orang-orang mencoba mengintimidasi yang
lemah."
“Kau sangat menarik,” ucap Lukas.
Pertempuran pun dimulai. Muncul aura kegelapan
yang mengelilingi Lukas saat dia melancarkan serangan pertamanya, melemparkan
pisau hitam dari tangannya dengan cepat menuju Haruki.
Namun, Haruki adalah seorang yang sangat
terlatih dalam pertempuran. Dia dengan mudah menghindari serangan Lukas dan
merespons dengan serangan balik yang cepat. Kedua mereka saling bertukar
serangan dengan kecepatan yang luar biasa.
Pengunjung yang berada di sekitar mereka hanya
merasakan hempasan angin yang tiba-tiba.
“Angin apa ini?” ucap salah satu pengunjung.
Di tengah pertarungan sengit, Haruki mulai
merasakan bahwa Lukas adalah lawan yang tangguh. Kekuatan dan kecepatannya
sebanding dengan dirinya. Tapi Haruki tidak berniat menyerah begitu saja.
Lukas terlihat sudah kelelahan dan terluka
cukup parah. “Se-sepertinya aku akan kalah di sini,” ucap Lukas dengan memegang
perutnya yang tertembus oleh pukulan Haruki.
Haruki mendekatinya perlahan, ingin segera
membunuhnya. Saat Haruki sudah sangat dekat dengannya, Lukas menyeringai licik.
“Dasar bodoh.” Lukas segera mengaktifkan sebuah batu teleportasi, membuat
lingkaran sihir yang akan membuat Haruki berpindah entah kemana.
“Kita akan mati bersama, bocah,” ucap Lukas
licik, dengan memegang erat Haruki, tidak membiarkannya pergi.
“Sial,” kata Haruki. Dia tidak bisa menghindar
karena hal itu terjadi sangat cepat. Bahkan ketika dia mencoba bereaksi, dia
tidak bisa melepaskan diri dari cengkeraman orang yang merepotkan ini.
Dengan hitungan detik,
mereka menghilang. Namun, sebelum benar-benar menghilang, sosok berjubah hitam
yang ada di penginapan melompat masuk ke dalam lingkaran sihir dan ikut
terteleportasi.
__ADS_1