Petualangan Di Dunia Lain Eclipteria

Petualangan Di Dunia Lain Eclipteria
Chapter 13 : Perubahan


__ADS_3

Kira terus berjuang


melawan monster semut raksasa tersebut sendirian, sementara Haruki hanya


memperhatikan dari kejauhan. Kira berusaha menggunakan skill bayangannya, yang


merupakan andalannya, namun serangan yang dia luncurkan tampaknya hanya mampu


menggores sedikit kulit monster itu.


"Apa?! Seranganku


hanya bisa menggores tubuhnya sedikit!" Kira terkejut dengan


ketidakmampuannya mengatasi monster tersebut. Ia memandang Haruki dengan


permohonan bantuan, tetapi Haruki hanya terus memperhatikan pergerakan boss


monster tersebut.


Haruki mulai berpikir,


"Pergerakan monster ini sedikit berbeda dengan dalam game. Mungkin karena


dunia ini lebih nyata?" Dia lalu membuka menu shop dan membeli beberapa


skill. Pertarungan melawan monster tersebut membawa Haruki naik level cukup


banyak dan memberikannya banyak skill point.


[SHOP]


Truth Eyes: 40 SP


Teleportation: 100 SP


Regeneration(skill pasif | progresif) : 80 PS


Tanpa banyak berpikir, Haruki membeli semua skill yang tersedia. Setelah pembelian, ia memeriksa


status karakternya.


[Status]


Level: 50


Skill Points: 15


Kira, yang sedang berjuang dengan susah payah, akhirnya memohon bantuan Haruki, "Ayo,


Haruki, bisa bantu aku."


Haruki berpaling dari menu skillnya dan melihat pergerakan monster yang semakin agresif, serta Kira


yang mendekatinya dengan cepat. "Terima kasih sudah mengulur waktu,"


ucap Haruki sambil berjalan santai ke arah monster yang mendekat.


Dia segera menggunakan skill Teleportation. Dalam sekejap, ia berada di atas monster itu. Dia


segera menyiapkan skill Ice Lance, mengeluarkan tombak es dari


tangannya, dan melemparkannya menuju kepala monster tersebut. Sayangnya, tombak


es itu hanya berhasil membekukan area sekitar kepala monster dan memperlambat


pergerakannya karena pandangannya tertutup es.


Haruki menggunakan skill baru yang dia beli, Truth Eyes, untuk memeriksa status monster itu, yang


terlihat sebagai berikut:


[Colossal Ant]


[HP: 810.760/1.320.000]


"Ternyata hanya berkurang sedikit, mungkin aku harus meningkatkan kekuatanku," gumam


Haruki. Dia lalu melihat Kira yang hanya menonton dari jauh sambil menggunakan

__ADS_1


skill stealth.


"Bagaimana dia bisa sebahagia itu," pikir Haruki sambil melihat Kira yang terlihat sangat


senang. Monster itu berhasil memecahkan es yang menutup penglihatannya dan


bergerak mendekati Haruki.


Haruki bersiap dengan serangkaian skill, termasuk Increse Power, Increse Attack, dan


beberapa skill buff lainnya. Ia menggunakan skill Swift dan bergerak


dengan cepat menuju bagian bawah monster. Tangannya diselimuti oleh api hitam


yang sangat panas, dan dia melancarkan skill Fire Punch, yang menghantam


monster tersebut ke atas dan menghancurkan lapisan kulit tebalnya. Monster itu


terbakar, meskipun api tidak bertahan lama.


Haruki kembali menggunakan skill untuk melihat status monster tersebut:


[Colossal Ant]


[HP: 410.132/1.320.00]


"Monster ini masih lemah seperti dalam game," gumam Haruki. Dia membuat tombak api dan


melemparkannya tepat ke area kulit yang sudah dihancurkan tadi. Tombak api itu


berhasil menembus tubuh monster dan membunuhnya seketika.


Kira, yang selama pertempuran tetap diam dan memperhatikan dari jauh, menghampiri Haruki.


"Terima kasih, Haruki, kamu sudah bekerja dengan baik." kata Kira dengan senyum yang kini terlihat


lebih bahagia.


Haruki menoleh ke arah Kira yang bersyukur. Kemudian, dia melihat area yang terbuka pada tubuh boss


monster itu dan mengambil barang-barang yang jatuh dari monster tersebut.


berubah secara mendadak, dinding-dinding dungeon bergeser.


"Aku menemukanmu," suara seseorang ke dalam pikiran Haruki. Haruki


menoleh sejenak sebelum tubuhnya tiba-tiba bersinar dan menghilang. Namun,


sebelum benar-benar menghilang,


Haruki menyadari situasi dan segera melempar return stone yang diperolehnya ke arah Kira.


Kira dan Haruki sekarang berpisah.


"Apa yang terjadi?!" Kira terdengar panik karena Haruki tiba-tiba menghilang.


Sementara itu, sudut pandang Lily dan Sera


Setelah merasakan goncangan, mereka berdua bertanya pada orang-orang yang berada di lantai bawah


penginapan.


"Goncangan apa ini?" Sera bertanya pada pemilik penginapan.


"Percayalah, ini bukan sesuatu yang biasa. Sudah lama sekali sejak terakhir kali ada yang mampu


mengalahkan boss lantai," jawab pemilik penginapan.


"Apa maksudnya?" kali ini Lily yang bertanya.


"Itu berarti seseorang berhasil mengalahkan boss lantai 38 yang sudah lama tidak bisa


dikalahkan, dan sekarang lantai 39 sudah terbuka," kata ketua party


petualang, Aiko.


Sera dan Lily melihat beberapa orang yang tiba-tiba saja duduk di sebelah mereka, diikuti oleh


anggota kelompok lainnya.

__ADS_1


"Boleh kami tahu siapa kalian? Karena sepertinya aku sangat asing dengan wajah kalian,"


tanya Sera.


Pria itu tersenyum. "Kami hanyalah petualang biasa," ujarnya dengan rendah hati.


"Kami sedang mencari petunjuk mengenai bagaimana mengalahkan boss lantai


38, tetapi sudah ada yang mengalahkannya duluan. Jadi, kami ingin melawan boss


lantai 39 yang baru terbuka. Tampaknya kalian juga terkejut oleh perubahan


tadi."


Sera dan Lily berpandang-pandangan sebelum akhirnya memberikan senyuman ramah. "Kami


juga terkejut, tapi sepertinya kami memiliki beberapa pertanyaan yang perlu


dijawab. Seperti apa boss lantai 39 itu? Dan mengapa kalian begitu tertarik


untuk mengalahkannya?"


Pria itu mengangguk. "Coba aku ingat, Boss lantai 39 adalah makhluk yang sangat kuat, disebut


'Doombringer.' Dia memiliki kemampuan yang mengerikan, dan lantai ini adalah


tantangan besar bagi semua petualang, terutama untuk orang-orang dunia


ini."


"Kami tertarik untuk mengalahkannya karena kami ingin membebaskan semua yang terperangkap di dalam


dunia ini."


"Apa itu artinya?" tanya Lily, penasaran dengan perkataannya.


Pria itu menjelaskan, "Kami percaya bahwa jika kami berhasil menaklukan dungeon ini, maka


mungkin saja kami bisa menemukan cara untuk keluar dari dunia ini. Dan setiap


orang yang terperangkap di sini juga akan mendapatkan kesempatan untuk pulang


ke dunia nyata."


Sera dan Lily memahami pentingnya tujuan mereka. "Apa kami bisa membantu?" tawar Sera.


Pria itu tersenyum lebih lebar lagi. "Tentu saja, setiap bantuan akan sangat berarti. Kami perlu


petualang seperti kalian yang kuat dan berani. Mari kita bekerja sama untuk


menghadapi Doombringer."


Namun, ada yang menyela mereka. Seorang gadis, yang tampaknya akrab dengan pria di sebelahnya, memukul


kepalanya dengan lembut. "Hey, jangan melibatkan warga dunia ini demi


tujuan kita."


"Aiko, itu sangat menyakitkan," keluh pria tersebut sambil memegang kepalanya.


"Maafkan dia, jangan terlalu serius. Dia suka mempermainkan orang," kata Aiko dengan nada


bercanda, sambil melempar senyum kepada pria yang baru saja dia pukul.


Pria itu mencoba untuk tetap tenang.


"Tapi-"Ucapan Lily terpotong ketika seseorang tiba-tiba muncul.


"Lily, Sera, Haruki menghilang!" ucap Kira dengan nada khawatir, terlihat kelelahan.


"Apa? Bagaimana dia bisa menghilang, dan bagaimana kamu tahu ini? Dan siapa kamu?" tanya Lily


dengan wajah khawatir dan curiga, merasa heran bagaimana seseorang yang baru


saja tiba bisa memiliki informasi tentang Haruki.


‘H-Haruki? Apakah dia juga di sini?’ Aiko menyebut nama itu dengan pelan, terlihat ada kebahagiaan di


matanya. Namun, dia juga penasaran dengan cara Haruki bisa menghilang.

__ADS_1


Aiko lalu bertanya kepada Kira, "Bisakah kamu ceritakan kepada kami apa yang terjadi?"


__ADS_2