
Kira terus berjuang
melawan monster semut raksasa tersebut sendirian, sementara Haruki hanya
memperhatikan dari kejauhan. Kira berusaha menggunakan skill bayangannya, yang
merupakan andalannya, namun serangan yang dia luncurkan tampaknya hanya mampu
menggores sedikit kulit monster itu.
"Apa?! Seranganku
hanya bisa menggores tubuhnya sedikit!" Kira terkejut dengan
ketidakmampuannya mengatasi monster tersebut. Ia memandang Haruki dengan
permohonan bantuan, tetapi Haruki hanya terus memperhatikan pergerakan boss
monster tersebut.
Haruki mulai berpikir,
"Pergerakan monster ini sedikit berbeda dengan dalam game. Mungkin karena
dunia ini lebih nyata?" Dia lalu membuka menu shop dan membeli beberapa
skill. Pertarungan melawan monster tersebut membawa Haruki naik level cukup
banyak dan memberikannya banyak skill point.
[SHOP]
Truth Eyes: 40 SP
Teleportation: 100 SP
Regeneration(skill pasif | progresif) : 80 PS
Tanpa banyak berpikir, Haruki membeli semua skill yang tersedia. Setelah pembelian, ia memeriksa
status karakternya.
[Status]
Level: 50
Skill Points: 15
Kira, yang sedang berjuang dengan susah payah, akhirnya memohon bantuan Haruki, "Ayo,
Haruki, bisa bantu aku."
Haruki berpaling dari menu skillnya dan melihat pergerakan monster yang semakin agresif, serta Kira
yang mendekatinya dengan cepat. "Terima kasih sudah mengulur waktu,"
ucap Haruki sambil berjalan santai ke arah monster yang mendekat.
Dia segera menggunakan skill Teleportation. Dalam sekejap, ia berada di atas monster itu. Dia
segera menyiapkan skill Ice Lance, mengeluarkan tombak es dari
tangannya, dan melemparkannya menuju kepala monster tersebut. Sayangnya, tombak
es itu hanya berhasil membekukan area sekitar kepala monster dan memperlambat
pergerakannya karena pandangannya tertutup es.
Haruki menggunakan skill baru yang dia beli, Truth Eyes, untuk memeriksa status monster itu, yang
terlihat sebagai berikut:
[Colossal Ant]
[HP: 810.760/1.320.000]
"Ternyata hanya berkurang sedikit, mungkin aku harus meningkatkan kekuatanku," gumam
Haruki. Dia lalu melihat Kira yang hanya menonton dari jauh sambil menggunakan
__ADS_1
skill stealth.
"Bagaimana dia bisa sebahagia itu," pikir Haruki sambil melihat Kira yang terlihat sangat
senang. Monster itu berhasil memecahkan es yang menutup penglihatannya dan
bergerak mendekati Haruki.
Haruki bersiap dengan serangkaian skill, termasuk Increse Power, Increse Attack, dan
beberapa skill buff lainnya. Ia menggunakan skill Swift dan bergerak
dengan cepat menuju bagian bawah monster. Tangannya diselimuti oleh api hitam
yang sangat panas, dan dia melancarkan skill Fire Punch, yang menghantam
monster tersebut ke atas dan menghancurkan lapisan kulit tebalnya. Monster itu
terbakar, meskipun api tidak bertahan lama.
Haruki kembali menggunakan skill untuk melihat status monster tersebut:
[Colossal Ant]
[HP: 410.132/1.320.00]
"Monster ini masih lemah seperti dalam game," gumam Haruki. Dia membuat tombak api dan
melemparkannya tepat ke area kulit yang sudah dihancurkan tadi. Tombak api itu
berhasil menembus tubuh monster dan membunuhnya seketika.
Kira, yang selama pertempuran tetap diam dan memperhatikan dari jauh, menghampiri Haruki.
"Terima kasih, Haruki, kamu sudah bekerja dengan baik." kata Kira dengan senyum yang kini terlihat
lebih bahagia.
Haruki menoleh ke arah Kira yang bersyukur. Kemudian, dia melihat area yang terbuka pada tubuh boss
monster itu dan mengambil barang-barang yang jatuh dari monster tersebut.
berubah secara mendadak, dinding-dinding dungeon bergeser.
"Aku menemukanmu," suara seseorang ke dalam pikiran Haruki. Haruki
menoleh sejenak sebelum tubuhnya tiba-tiba bersinar dan menghilang. Namun,
sebelum benar-benar menghilang,
Haruki menyadari situasi dan segera melempar return stone yang diperolehnya ke arah Kira.
Kira dan Haruki sekarang berpisah.
"Apa yang terjadi?!" Kira terdengar panik karena Haruki tiba-tiba menghilang.
Sementara itu, sudut pandang Lily dan Sera
Setelah merasakan goncangan, mereka berdua bertanya pada orang-orang yang berada di lantai bawah
penginapan.
"Goncangan apa ini?" Sera bertanya pada pemilik penginapan.
"Percayalah, ini bukan sesuatu yang biasa. Sudah lama sekali sejak terakhir kali ada yang mampu
mengalahkan boss lantai," jawab pemilik penginapan.
"Apa maksudnya?" kali ini Lily yang bertanya.
"Itu berarti seseorang berhasil mengalahkan boss lantai 38 yang sudah lama tidak bisa
dikalahkan, dan sekarang lantai 39 sudah terbuka," kata ketua party
petualang, Aiko.
Sera dan Lily melihat beberapa orang yang tiba-tiba saja duduk di sebelah mereka, diikuti oleh
anggota kelompok lainnya.
__ADS_1
"Boleh kami tahu siapa kalian? Karena sepertinya aku sangat asing dengan wajah kalian,"
tanya Sera.
Pria itu tersenyum. "Kami hanyalah petualang biasa," ujarnya dengan rendah hati.
"Kami sedang mencari petunjuk mengenai bagaimana mengalahkan boss lantai
38, tetapi sudah ada yang mengalahkannya duluan. Jadi, kami ingin melawan boss
lantai 39 yang baru terbuka. Tampaknya kalian juga terkejut oleh perubahan
tadi."
Sera dan Lily berpandang-pandangan sebelum akhirnya memberikan senyuman ramah. "Kami
juga terkejut, tapi sepertinya kami memiliki beberapa pertanyaan yang perlu
dijawab. Seperti apa boss lantai 39 itu? Dan mengapa kalian begitu tertarik
untuk mengalahkannya?"
Pria itu mengangguk. "Coba aku ingat, Boss lantai 39 adalah makhluk yang sangat kuat, disebut
'Doombringer.' Dia memiliki kemampuan yang mengerikan, dan lantai ini adalah
tantangan besar bagi semua petualang, terutama untuk orang-orang dunia
ini."
"Kami tertarik untuk mengalahkannya karena kami ingin membebaskan semua yang terperangkap di dalam
dunia ini."
"Apa itu artinya?" tanya Lily, penasaran dengan perkataannya.
Pria itu menjelaskan, "Kami percaya bahwa jika kami berhasil menaklukan dungeon ini, maka
mungkin saja kami bisa menemukan cara untuk keluar dari dunia ini. Dan setiap
orang yang terperangkap di sini juga akan mendapatkan kesempatan untuk pulang
ke dunia nyata."
Sera dan Lily memahami pentingnya tujuan mereka. "Apa kami bisa membantu?" tawar Sera.
Pria itu tersenyum lebih lebar lagi. "Tentu saja, setiap bantuan akan sangat berarti. Kami perlu
petualang seperti kalian yang kuat dan berani. Mari kita bekerja sama untuk
menghadapi Doombringer."
Namun, ada yang menyela mereka. Seorang gadis, yang tampaknya akrab dengan pria di sebelahnya, memukul
kepalanya dengan lembut. "Hey, jangan melibatkan warga dunia ini demi
tujuan kita."
"Aiko, itu sangat menyakitkan," keluh pria tersebut sambil memegang kepalanya.
"Maafkan dia, jangan terlalu serius. Dia suka mempermainkan orang," kata Aiko dengan nada
bercanda, sambil melempar senyum kepada pria yang baru saja dia pukul.
Pria itu mencoba untuk tetap tenang.
"Tapi-"Ucapan Lily terpotong ketika seseorang tiba-tiba muncul.
"Lily, Sera, Haruki menghilang!" ucap Kira dengan nada khawatir, terlihat kelelahan.
"Apa? Bagaimana dia bisa menghilang, dan bagaimana kamu tahu ini? Dan siapa kamu?" tanya Lily
dengan wajah khawatir dan curiga, merasa heran bagaimana seseorang yang baru
saja tiba bisa memiliki informasi tentang Haruki.
‘H-Haruki? Apakah dia juga di sini?’ Aiko menyebut nama itu dengan pelan, terlihat ada kebahagiaan di
matanya. Namun, dia juga penasaran dengan cara Haruki bisa menghilang.
__ADS_1
Aiko lalu bertanya kepada Kira, "Bisakah kamu ceritakan kepada kami apa yang terjadi?"