
"Lihatlah dirimu, ternyata terdapat sesuatu yang bisa merusak dunia ini dalam dirimu," ucap suara dalam
pikiran Haruki.
Haruki membuka matanya karena suara itu dan segera menyadari bahwa dia mengambang di tempat yang penuh
bintang.
"Siapa kamu, dan kenapa kau membawaku ke sini?" ucap Haruki dengan nada tegas. Dia mencoba
menggunakan kekuatannya, tetapi tubuhnya sepertinya tidak merespons. Haruki
juga mencoba menggerakkan tubuhnya, tetapi tubuhnya tetap tidak bisa bergerak.
"Usaha yang sia-sia," sesosok gadis muncul tidak jauh dari hadapan Haruki.
"Aku adalah Dewi dunia ini," ucap gadis itu dengan rasa bangga, mengaku sebagai Dewi yang
kini berhadapan dengan Haruki.
Dewi itu tersenyum ke arah Haruki. “Kau tidak perlu khawatir, tidak ada yang akan terjadi padamu. Aku
hanya ingin berbicara dan memberikanmu sebuah tawaran.” Haruki tetap berada
dalam posisi mengambang, memperhatikan dengan waspada.
“Tawaran apa?” tanya Haruki dengan curiga.
Dewi itu melangkah mendekati Haruki. “Kau dan teman-temanmu berada di dunia ini karena suatu
kekuatan misterius. Kekuatan ini telah mengganggu keseimbangan dunia dan
menciptakan dungeon ini. Tapi, aku punya rencana untuk mengembalikan semua ke
dunianya masing-masing.”
Haruki tetap skeptis. “Mengembalikan kami ke dunia asal? Bagaimana aku tahu bahwa aku bisa percaya
padamu?”
Dewi itu tertawa. “Kau selalu pandai dalam mempertanyakan segala hal, Haruki. Tapi, percayalah, duniamu
sedang dalam bahaya. Aku bisa memberimu kekuatan yang luar biasa, kekuatan
untuk mengalahkan Dungeon Master dan mengembalikan kehidupanmu yang sebenarnya.
Sebagai gantinya, aku hanya ingin satu hal darimu.”
Haruki masih berpikir keras. "Satu hal apa?"
Dewi itu mendekatkan wajahnya ke wajah Haruki. "Aku inginmu menghentikan Aiko dan
teman-temannya. Mereka mengganggu rencana besar kami dan berusaha untuk
menghancurkan dungeon ini."
Haruki semakin bingung. "Mengapa mereka begitu penting?"
Dewi itu tersenyum tipis. "Apa yang mereka lakukan adalah untuk menyelamatkan duniamu. Tapi,
itu juga akan mengancam eksistensi dungeon ini. Aku ingin kau memilih sisi mana
yang akan kau bantu."
"Kenapa aku harus percaya dengan perkataanmu?" ucap Haruki dengan nada skeptis. Dia tidak
mudah percaya, terlebih lagi karena Dewi tersebut mengklaim bahwa Aiko
terlibat. Haruki yakin bahwa Aiko tidak mungkin melakukan hal buruk seperti
itu.
"Mungkin kau bisa melihat ini," sang Dewi menunjukkan sebuah bola kristal. Di dalamnya,
__ADS_1
Haruki melihat Aiko dan rekan-rekannya sedang melakukan hal yang buruk. Melihat
gambaran itu membuat Haruki merasa terguncang.
"Ini bohong, bukan?" ucap Haruki, masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Sang Dewi menggeleng. "Kau harus tahu kebenarannya, meski terasa sakit."
"Mustahil," Haruki menundukan wajahnya, masih menolak menerima kenyataan yang dihadapinya.
Sang Dewi memegang dagu Haruki dan mengangkatnya, mendekatkan wajahnya. "Tolong, percayalah
dan bantu kami. Kami tidak ingin dunia kami hancur oleh mereka," ucapnya
dengan nada sedih, mencoba meyakinkan Haruki untuk berpihak pada mereka.
Haruki merenung, saat ini dia merasa bingung dengan tujuannya. Ia telah terjebak di dunia yang tak
dikenal dengan konflik yang tidak dimengerti, dan sekarang ada tawaran dari
sosok yang mengaku sebagai Dewi dunia ini. Tapi, di sisi lain, ada Aiko dan
rekan-rekannya yang tampaknya terlibat dalam konspirasi jahat.
Sang Dewi menunggu dengan penuh harap an, berharap
bahwa Haruki akan memilih untuk membantunya.
Setelah beberapa saat merenung, Haruki akhirnya mengangkat kepalanya. "Baiklah, aku akan
membantu. Tapi hanya jika kau bisa membuktikan bahwa Aiko dan yang lainnya
benar-benar terlibat dalam tindakan jahat. Aku harus tahu kebenaran."
Sang Dewi tersenyum dengan lega. "Terima kasih, Haruki. Aku akan memberikan bukti yang kau
butuhkan."
“Aku akan membawamu ke lantai 70, disana akan ada utusanku, dan kamu bisa bersama dengannya. Dan juga,
ini, mohon kerjasamannya.” Sang dewi tersenyum, dan memindahkan Haruki ke
Lantai 70.
Haruki merasa sensasi berputar ketika sang Dewi memindahkannya ke Lantai 70. Ketika ia membuka mata,
pemandangan yang terbentang di depannya benar-benar menakjubkan.
Lantai 70, Pohon-pohon besar dengan dedaunan rimbun tumbuh mengelilingi area tersebut. Kicauan burung
dan bunyi air mengalir menambah nuansa kedamaian. Beberapa bangunan yang megah
berdiri di sekitarnya, dengan atap genteng yang melengkung dan jendela kayu
yang cantik.
Haruki merasakan energi alami yang kuat mengalir di tempat ini, seakan-akan dunia ini hidup dan
bernapas. Bunga sakura mekar di pohon-pohon, dan jalanan batu beralur mengarah
ke arah sebuah kuil megah yang berdiri di kejauhan.
Dalam waktu singkat, Haruki merasa terpesona oleh keindahan dan kedamaian lantai ini. Namun, ada
juga sesuatu yang tampaknya tidak biasa. Di kejauhan, di atas kuil, terlihat
sebuah sinar cahaya aneh yang memancar ke langit. Haruki merasa bahwa ada
sesuatu yang perlu diungkapkan di Lantai 70 ini.
Haruki melangkah perlahan melewati kota yang kosong, menelusuri jalan yang memimpin ke kuil
megah di kejauhan. Kota ini terasa seperti sebuah kota mati, dengan
__ADS_1
bangunan-bangunan yang tampak terawat meskipun tidak ada kehidupan manusia yang
terlihat.
Dedaunan pohon-pohon besar melambai lembut di angin, menciptakan suasana kedamaian yang kontras
dengan kehampaan kota ini. Di atasnya, langit berwarna senja dengan nuansa
merah dan ungu yang memancarkan cahaya lembut.
Haruki merenung saat dia berjalan, bertanya-tanya tentang keadaan dunia ini. Apa yang telah terjadi
di sini? Mengapa kota ini tampak seperti ditinggalkan begitu saja? Semua
pertanyaan ini melayang dalam pikirannya saat dia mendekati kuil yang tampaknya
menjadi pusat perhatian Lantai 70.
Haruki mencoba membuka statusnya, tetapi tidak ada respons. "Mungkin hal seperti status adalah
sesuatu yang sangat merusak di sini," gumamnya. Ia merasa semakin terasing
dalam dunia ini yang misterius.
Saat Haruki terus berjalan menuju kuil, tiba-tiba ia melihat sebuah bayangan yang bergerak dengan cepat.
"Apa itu orang?" batinnya. Tidak ada kehidupan manusia yang terlihat
di kota ini sebelumnya, jadi munculnya seseorang adalah hal yang sangat
mengejutkan.
Haruki memutuskan untuk mengikuti bayangan tersebut dengan cepat, ingin tahu lebih banyak tentang
orang ini dan apa yang sedang terjadi di Lantai 70 ini. Ia melangkah dengan
hati-hati, mengikuti jejak yang cepat dari bayangan tersebut.
Bayangan yang tadinya kabur dan cepat sekarang tampak jelas saat masuk ke dalam kuil. Haruki melihat
bahwa bayangan tersebut adalah seorang gadis dengan telinga hewan dan ekor yang
panjang. Pemandangan ini semakin membingungkan dan menarik perhatian Haruki.
Haruki memutuskan untuk ikut masuk ke dalam kuil dengan hati-hati, menggunakan skill stealth-nya
untuk membuat dirinya tidak terlihat. Ia ingin mendekati gadis misterius ini
tanpa diketahui, mungkin untuk mencari tahu lebih banyak tentang situasi yang sedang
terjadi di lantai 70 ini.
Ketika Haruki memasuki dalam kuil tersebut, dia merasa terpesona oleh keindahan dan ketenangan tempat
ini. Kuil ini memiliki dinding-dinding yang dipenuhi lukisan-lukisan indah,
menggambarkan pemandangan alam, makhluk-makhluk mitos, dan berbagai cerita
sejarah. Di atap kuil, sinar matahari tembus menembus melalui celah-celah yang
memberikan cahaya alami ke dalam ruangan.
Di tengah kuil, ada kolam air jernih yang dikelilingi oleh batu-batu besar dan bunga-bunga yang
indah. Suara gemericik air dan aroma bunga-bunga yang harum memberikan nuansa
ketenangan. Kuil ini seakan menjadi tempat meditasi dan refleksi.
Namun, ketenangan tersebut terputus ketika seseorang muncul tiba-tiba dari samping Haruki. Orang
ini tampak mengejutkan Haruki.
"Apa yang membuatmu kemari, pria kecil?" tanya orang tersebut dengan nada tajam,
__ADS_1
sambil memperhatikan Haruki dengan seksama.