
Haruki, menoleh ke arah sumber suara yang tiba-tiba muncul.
Terlihat seorang Miko yang mempesona dengan kimono indah, berdiri di sana
dengan ekspresi tenang. Dia memiliki rambut panjang berwarna pink yang
terjuntai anggun di belakang punggungnya dan matanya memancarkan kecerdasan. Di
belakang sosok itu, terlihat gadis yang telah diikuti oleh Haruki sebelumnya.
Gadis itu tampak bersembunyi dibelakang tubuh gadis itu.
"Apa yang kau butuhkan disini, pria kecil~" ucap Miko, dengan nada yang menggoda, sambil tersenyum dengan ekspresi misterius
yang tidak bisa diabaikan. Suaranya lembut dan merdu, seperti pesona alaminya
yang mengalir begitu saja.
Haruki merasa sedikit terpesona oleh pesona alami sosok sang
Miko, tetapi ia berusaha untuk tetap waspada. Dia tidak bisa mengabaikan fakta
bahwa orang yang berada di hadapannya ini adalah seorang manusia setengah rubah
yang mana Haruki tahu bahwa rubah itu makhluk yang licik dan penuh tipu daya.
Haruki memperhatikan gadis yang berada di belakang manusia
rubah itu, yang tampak cemas dan masih berusaha untuk tetap tersembunyi. Dia
bertanya-tanya apa yang sedang terjadi di lantai 70 ini dan apa hubungan antara
gadis itu dengan Hana.
"Aku dipindahkan oleh seorang dewi kesini, dan dia berkata utusannya ada di lantai ini," jelas Haruki.
Sang Miko bergumam sejenak, tampak merenung, sebelum akhirnya
dia mengingat sesuatu.
"Aku ingat sekarang, aku pernah mendengar sebuah wahyu
dari sang dewi bahwa akan ada seorang pahlawan yang akan menyelamatkan dunia
ini. Jika kau mencari utusan dewi, itu adalah aku," ucap Miko dengan rasa
antusias, menjelaskan sembari berjalan menuruni tangga dan mendekat ke arah
Haruki. Gadis yang berada di belakangnya juga masih menempel padanya. Gadis itu
memiliki rambut panjang yang memutih, dan dia tampak agak malu-malu namun penasaran
dengan Haruki.
Haruki sempat melirik sorot mata gadis yang berada di
belakang Miko, dan saat menyadari bahwa dia sedang dilihat, gadis itu dengan
cepat bersembunyi.
"Dia bilang kau akan memberikan kejelasan tentang kebenaran," ucap Haruki.
"Kau benar, kemarilah akan kuberikan penjelasan,"
ujar Miko dengan nada menggoda masih mengeluarkan pesonanya.
Haruki tanpa sadar menghilangkan kewaspadaannya, dan ia
berjalan mendekat menuju Miko.
Sang Miko dengan lembut menyentuh wajah Haruki.
"Pejamkan matamu," pintanya. Dalam keadaan mata tertutup, Haruki
merasakan sesuatu yang aneh terjadi. Ada perasaan hangat dan tenang yang
merembes ke dalam dirinya ketika sang Miko menyentuhnya. Sensasi itu semakin
dalam ketika Miko mulai berbicara.
"Kau adalah pahlawan yang akan menyelamatkan dunia ini.
__ADS_1
Kekuatan yang ada dalam dirimu sangat besar, tapi juga sangat berbahaya jika
tidak dikuasai dengan baik. Kami, para Miko, memiliki tugas untuk membimbing
dan membantu pahlawan seperti dirimu."
Haruki merasa seakan-akan ada sesuatu yang terhubung antara
dirinya dan Miko ini. Meskipun dia tidak bisa melihat apa yang terjadi,
perasaannya seperti terbuka sepenuhnya, seolah-olah ia tengah berbagi pikiran
dengan sang Miko.
"Kau telah terjebak di dalam dungeon ini, yang
diciptakan oleh Dungeon Master. Kami, para Miko, menjaga keseimbangan dunia
ini, dan kami percaya kau bisa membantu kami mengalahkan Dungeon Master dan
mengembalikan kedamaian ke dunia ini."
Sang Miko terus berbicara, memberikan berbagai penjelasan
dan petunjuk tentang keadaan dunia dan tugas Haruki sebagai pahlawan. Meskipun
mata Haruki tetap tertutup, dia merasa semakin yakin dan memahami lebih banyak
tentang misinya.
"Bukalah matamu, Haruki," pinta Miko setelah
selesai memberikan penjelasan. Haruki membuka mata perlahan dan segera melihat
Miko dengan kimono yang mempesona, serta gadis berambut putih yang ada di
belakangnya. Wajah Miko penuh dengan senyum yang menggoda, sementara gadis di
belakangnya tetap merasa canggung dan berusaha untuk tidak menarik perhatian.
Haruki menyadari bahwa dia telah memasuki fase baru dalam
petualangannya. Dia menatap sang Miko dan gadis di belakangnya dengan tekad dan
"Saya akan melakukannya. Saya akan membantu Anda
mengalahkan Dungeon Master dan mengembalikan keseimbangan dunia ini," ucap
Haruki dengan keyakinan.
Disisi lain
"Lily, Sera, Haruki menghilang!" ucap Kira dengan
nada khawatir, terlihat kelelahan.
"Apa? Bagaimana dia bisa menghilang, dan bagaimana kamu
tahu ini? Dan siapa kamu?" tanya Lily dengan wajah khawatir dan curiga,
merasa heran bagaimana seseorang yang baru saja tiba bisa memiliki informasi
tentang Haruki.
‘H-Haruki? Apakah dia juga di sini?’ Aiko menyebut nama itu
dengan pelan, terlihat ada kebahagiaan di matanya. Namun, dia juga penasaran
dengan cara Haruki bisa menghilang.
Kira merasa perlu untuk menjelaskan situasinya dengan
jantung yang berdebar. Rasa bersalah karena niatnya yang awalnya gelap, dia
ingin membuka kartu di meja.
"Sebelumnya aku mau minta maaf," Kira mulai dengan
hati-hati, "aku adalah Kira, seorang pembunuh bayaran yang ditugaskan
untuk membunuh kalian. Tapi aku berubah pikiran dan memutuskan untuk membantu
__ADS_1
kalian."
Lily, Sera, dan Aiko merasa terkejut oleh pengakuan
tiba-tiba Kira. Mereka merasa waspada, tetapi juga ingin mendengar alasan di
balik perubahan drastis ini.
Sera mengepalkan tangannya, tetapi matanya penuh dengan
keraguan. "Kenapa kita harus percaya padamu sekarang? Apa yang membuatmu
berubah pikiran?"
Aiko, di sisi lain, memberikan pandangan yang lebih baik.
"Kita semua perlu sekutu di sini, dan kita tahu sekarang bahwa musuh kita
mungkin jauh lebih kuat daripada yang kita kira. Tapi, kita masih butuh alasan yang
baik untuk mempercayaimu."
Kira melihat mereka dengan ekspresi tulus. "Kalian
mungkin tidak akan percaya hanya dengan kata-kataku. Tapi, aku telah melihat
sesuatu pada kalian yang mengubah pandangan hidupku. Aku tidak ingin lagi
menjadi alat kehancuran. Aku ingin memperbaiki kesalahan yang pernah aku
lakukan. Aku berada di sini untuk membantu, dan aku akan membuktikan niat
baikku."
Lily mulai mempertimbangkan kata-kata Kira. Meskipun mereka
pernah menjadi target pembunuhan, dia merasa ada sesuatu yang berbeda pada gadis
ini sekarang. Kira tampak jujur, dan mungkin dia benar-benar ingin memperbaiki
kesalahannya.
"Jadi, apa yang ingin kamu lakukan sekarang?"
tanya Sera dengan nada yang lebih lunak. Dia tidak akan begitu saja percaya
sepenuhnya, tetapi dia juga melihat potensi dalam situasi ini.
Kira menjawab dengan tulus, "Aku ingin membantu kalian
menemukan Haruki. Aku tidak tahu di mana dia berada sekarang, tetapi aku
memiliki kontak dengan orang-orang di luar dungeon ini yang mungkin punya
informasi."
Aiko menambahkan, "Kira juga memiliki keterampilan dan
pengetahuan yang bisa berguna dalam petualangan kita. Dan sekarang, tampaknya
kita benar-benar membutuhkan semua bantuan yang bisa kita dapatkan."
Lily, Sera, dan Aiko saling berpandangan, dan mereka
akhirnya setuju untuk memberikan Kira kesempatan. Mereka mengerti bahwa dalam
dunia ini yang penuh dengan bahaya, bersekutu mungkin adalah pilihan terbaik.
"Tapi ingat, Kira," tegas Lily, "jika kita
menemukan bahwa niatmu berubah, kita tidak akan ragu untuk menghadapimu."
Kira mengangguk dengan penuh pengertian. "Aku berjanji
tidak akan mengecewakan kepercayaan kalian. Ayo kita temukan Haruki."
[Ilustrasi Dewi]
[Ilustrasi Hana Kitsunemori]
__ADS_1