Petualangan Di Dunia Lain Eclipteria

Petualangan Di Dunia Lain Eclipteria
Chapter 6 : Perjalanan Menuju The Abyssal Spire (1)


__ADS_3

Pagi itu, matahari


mulai terbit di langit Eclipteria saat Haruki dan Lily sibuk mengangkat


barang-barang mereka ke dalam sebuah kereta kuda yang sudah disiapkan sejak


pagi. Lily, yang memiliki pengalaman dalam mengendalikan kereta kuda, mengambil


alih kendali sementara Haruki duduk dengan tenang di bangku belakang.


Haruki memutuskan


untuk memanfaatkan waktu perjalanan ini untuk berlatih lebih dalam. Dengan mata


terpejam, dia memasuki alam bawah sadarnya. Di dalam alam ini, waktu terasa


berjalan berbeda, dan setiap detik terasa seperti berjam-jam, memungkinkan


Haruki untuk benar-benar merasakan dan merenungkan berbagai hal.


Di dunia alam bawah sadarnya terlihat seperti tempat yang sangat luas dengan lantai seperti awan,


membuat Haruki merasa dirinya berada di atas awan.


[Ilustrasi alam bawah sadar Haruki]



Haruki berlatih dengan


membayangkan sesuatu seperti petir, tanah, air, cahaya, dan kegelapan. Dia


membayangkan hal itu berdasarkan pemahaman akan unsur-unsur partikel seperti


H2O dan lain sebagainya, lalu digabungkan dengan pengalaman saat bermain game


VR lain.


Tiba-tiba, notifikasi muncul di benaknya:


[Kekuatan Anda meningkat]


[Pemahaman Anda tentang sihir meningkat, meningkatkan mana Anda]


[Anda mendapat skill baru, “Elemental Mastery”]


[Karena mendapat skill dari usaha sendiri, Anda menerima 20 Skill Point]


“Tidak sia-sia juga ternyata,” ucap Haruki senang dengan hasil yang diperoleh.


Pemahaman Haruki


tentang sihir sudah sangat tinggi, kini dia bisa mengendalikan semua elemen


seperti api, air, tanah, angin, es, petir, cahaya, dan kegelapan.


Haruki merasa senang


karena merasakan peningkatan dalam kekuatannya. Dia terus berlatih, menguasai


skill-skillnya dengan lebih baik dan mendalam. Setiap gerakan yang dia lakukan


di dalam alam bawah sadarnya tampak sangat nyata, dan dia bisa merasakan kekuatannya


bertambah dengan cepat.


Di sisi lain,


Lily terus memacu


kereta kudanya, melintasi hutan yang gelap dan berbahaya. Hutan ini, yang oleh


warga setempat disebut "Hutan Angin Serigala," terkenal sebagai


tempat yang penuh dengan monster berbahaya. Namun, Lily telah memutuskan untuk


melewati hutan ini karena dapat memangkas waktu perjalanan mereka.


Saat matahari sudah


berada di puncak langit dan siang hari berganti sore, kereta kuda mereka masih


terus berjalan di dalam hutan yang lebat. Lily mendengar suara-suara yang


mencurigakan di sekitar mereka. Suara-suara itu semakin mendekat, dan Lily tahu


bahwa ada monster yang mendekati mereka.


"Haruki, kita mungkin punya masalah. Aku mendengar suara-suara aneh di sekitar kita,"


ucap Lily khawatir.

__ADS_1


Haruki masih dengan mata terpejam tidak memberikan respon.


Saat matahari semakin merendah, keheningan terjadi. Haruki masih dalam alam bawah sadarnya, masih


tidak bereaksi.


"Haruki, mereka


ada di dekat kita! Aku tak tahu berapa banyak, tapi mereka datang!" ucap


Lily khawatir.


Monster-monster itu


muncul dari semak-semak, menyergap kereta kuda mereka. Goblin-goblin itu


tampaknya lebih agresif, mungkin karena goncangan dari dungeon besar membuat


perubahan pada monster-monster. Lily melihat Haruki masih dalam mata terpejam


dan tidak memberikan tanda-tanda akan bangun. Lily akhirnya memutuskan untuk


bertarung sendirian.


Lily turun dari kereta


kuda dan bergerak dengan cepat menuju salah satu goblin yang berada di


dekatnya.


“Slash.”


Lily berhasil menebas


goblin itu, tetapi tebasannya kurang dalam sehingga goblin tersebut menjadi


marah dan menyerang Lily. Lily berhasil menghalau serangan, tetapi goblin lain


mulai mengeroyok Lily. Lily terus memberikan serangan dan menahan serangan


goblin.


“Haruuu, ayo bangun,” teriak Lily karena dia mulai kelelahan.


Lily tersudutkan, walaupun jumlah goblin yang kini tidak banyak, tetapi stamina Lily tidak akan


bertahan lama. Salah satu goblin yang membawa busur menembakkan anak panah yang


Di sisi lain,


‘Sudah berapa lama aku


di sini ya,’ batin Haruki karena dia merasa sudah terlalu lama dalam alam bawah


sadarnya.


“Haruuu, ayo bangun.”


Haruki mendengar Lily


yang teriak dengan khawatir. Dia membuka mata perlahan.


Di sisi lain,


Anak panah melesat dengan cepat mengarah pada Haruki. Lily yang melihat ini terlambat memberikan


respons karena dirinya yang juga sudah kelelahan menjadi takut bahwa ini adalah


akhir dari mereka berdua.


Haruki, yang tiba-tiba diberikan tantangan menarik seperti ini, dengan refleks supernya langsung menangkap


anak panah yang hampir saja menembus kepalanya.


“Wah, kalian sepertinya sangat bersenang-senang ya,” ucap Haruki seraya mematahkan anak


panah yang baru saja ditangkapnya.


“Haru, kenapa kamu tidur begitu lama?” ucap Lily khawatir, terlihat dia sedikit berkaca-kaca


karena takut bahwa Haruki mengalami sesuatu.


“Tenang saja, Lily, aku ada di sini sekarang. Bukankah kau sudah melakukan hal yang cukup hebat?”


Haruki melihat banyak mayat goblin terkapar karena Lily yang berjuang sendirian.


“Tapi~” ucap Lily


terpotong oleh suara teriakan goblin yang masih ada di sekitar mereka.


Lily mengangguk, dia terlalu lelah untuk berbicara.

__ADS_1


Haruki menangkis serangan goblin menggunakan tangan kosong, dia mencoba untuk bertarung


menggunakan beladiri dan teknik senjata, karena mungkin akan ada saat dia tidak


akan bisa terus mengandalkan kekuatan sihirnya.


Matahari telah sepenuhnya tenggelam, dan pertarungan pun berakhir. Lily mengumpulkan kembali


energinya, lalu membawa mereka berdua menuju tempat yang agak jauh dari


mayat-mayat goblin agar mereka bisa beristirahat.


Haruki melihat panel statusnya, dia telah naik 3 level setelah melawan para goblin.


"Status," pinta Haruki.


[Haruki Nakamura]


Level: 28


Ras: Manusia


Kelas: -


HP: 3.500/3.500


Serangan: 210


Pertahanan: 150


Kecepatan: 170


Intelegens: 100


Mana: 850/850


Skill Point: 35


Gelar: Penakluk Monster dan 5 lainnya


Skill: Blink, Sihir Es, Sihir Angin, dan 9 lainnya


Lily, yang masih dalam


keadaan letih, tersenyum dan berkata, "Haruki, kamu memang luar biasa.


Tapi, aku harap kita tidak akan menghadapi lagi monster sebanyak ini."


Haruki tersenyum, "Kita harus tetap waspada. Perjalanan kita ke The Abyssal Spire belum


berakhir."


Haruki menyalakan api unggun dan membakar beberapa makanan.


“Kamu benar, mungkin akan ada musuh yang lebih berbahaya, yah walau bukan kata ‘mungkin lagi sih’


tapi memang.” Lily mendengus kesal karena merasa dirinya masihlah sangat lemah.


Haruki yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum sembari membalik makanan yang sedang dipanggang.


“Lily, nama hutan ini Hutan Angin Serigala kan? Tapi kenapa belum ada serigala yang muncul?” Tanya


Haruki penasaran karena dia belum mendegar maupun merasakan keberadaan sosok


serigala ini.


“Karena sekarang sudah mau musim dingin, biasanya serigala melakukan migrasi.” Jelas Lily.


Mereka melanjutkan perjalanan setelah makan malam, kini dengan penuh kewaspadaan, menyadari bahwa


petualangan mereka di hutan ini belum berakhir. Tiba-tiba, mereka mendengar


suara minta tolong yang datang dari arah depan.


“Tolong aku!!!” terdengar teriakan seorang perempuan, membuat Haruki dan


Lily menjadi waspada.


\======================================================


[Ilustrasi Aiko Tanaka]



[Elina Suzuki]



\=====================================================


Author: Jangan lupa like dan berkomentar...

__ADS_1


__ADS_2