
Di sebuah kota kecil yang tenang di Jepang, hidup seorang anak
laki-laki bernama Haruki Nakamura. Haruki lahir dalam keluarga yang sederhana.
Ayahnya bekerja sebagai seorang guru di sekolah dasar setempat, sementara
ibunya adalah seorang perawat di rumah sakit kota. Mereka adalah orang tua yang
penyayang dan selalu mendukung Haruki dalam segala hal.
Sejak usia dini, Haruki sudah menunjukkan ketertarikannya pada dunia buku dan pengetahuan.
Ayahnya sering membacakan cerita sebelum tidur, yang membuat Haruki jatuh cinta
pada cerita-cerita fantastis. Ketika Haruki mulai bisa membaca sendiri, ia
sering menghabiskan waktu di perpustakaan kota, menyerap pengetahuan dari
buku-buku yang ia temui.
Namun, selain cinta pada buku, Haruki juga memiliki kecenderungan yang kuat untuk
menjelajahi alam. Bersama teman-temannya, ia sering menghabiskan akhir pekan
menjelajahi hutan dan sungai di sekitar kota. Mereka mempelajari tentang alam,
tumbuhan, dan binatang, dan Haruki selalu menjadi yang paling antusias dalam
mengeksplorasi keajaiban alam.
Kecintaannya pada alam semesta juga mendorongnya untuk memulai hobi baru: astronomi. Ayahnya
memberinya teleskop kecil sebagai hadiah ulang tahun, dan malam-malam Haruki
dihabiskan untuk mengamati bintang-bintang dan planet-planet di langit yang
gelap. Ia menjadi terpesona oleh kebesaran alam semesta dan berangan-angan
menjadi seorang astronaut suatu hari nanti.
Selama masa kecilnya, Haruki tumbuh menjadi anak yang cerdas dan penasaran. Ia selalu
bertanya banyak pertanyaan, dan orang tuanya dengan sabar menjawab setiap
pertanyaannya. Mereka mendukung mimpi-mimpi Haruki dan selalu mendorongnya
untuk mengejar apa pun yang membuatnya bahagia.
Seiring berjalannya waktu, Haruki mulai menciptakan kisah-kisah sendiri. Ia menulis
cerita pendek dan puisi yang menggambarkan petualangan di dunia yang hanya ada
dalam imajinasinya. Bakat menulisnya tumbuh, dan ia menjadi siswa yang
berprestasi di sekolahnya.
Namun, masa kecilnya tidak selalu berjalan mulus. Ada saat-saat ketika ia merasa
kesepian karena ia adalah anak tunggal. Namun, ia menemukan teman sejati dalam
buku-buku yang ia baca. Melalui cerita-cerita tersebut, ia menjalani
petualangan yang tak terhitung jumlahnya, bertemu dengan karakter-karakter yang
menginspirasi, dan menemukan kekuatan dalam kata-kata.
Masa kecil adalah fondasi yang membentuk Haruki menjadi individu yang ia kenal saat ini.
Semua pengalaman, cinta keluarga, dan hasratnya pada pengetahuan dan
petualangan telah membawanya ke arah yang tak terduga dalam hidupnya. Ia akan
terus tumbuh dan berkembang, menjadi orang yang akan membawa perubahan besar
dalam dunia yang lebih besar yang menantinya.
Akan tetapi, karena lahir dengan warna mata yang merah, membuat
dirinya dijauhi banyak orang, dia juga sering dibully di sekolah. Merasa
dirinya lemah, Haruki memutuskan untuk belajar beladiri.
Ketika Haruki mulai berlatih beladiri untuk melindungi dirinya
sendiri, ia menghadapi tantangan yang besar. Tanpa seorang guru yang
berkualitas untuk mengajari teknik-teknik beladiri yang benar, Haruki terpaksa
harus belajar dari buku-buku dan video pelatihan yang ia temui di perpustakaan
dan internet. Ia merasa frustrasi karena ia hanya bisa memahami teori beladiri,
tetapi tidak bisa menguasai teknik-tekniknya dengan baik.
Selama latihannya, ia sering kali dipukuli lebih dulu oleh lawan-lawannya yang lebih
__ADS_1
kuat dan berpengalaman. Kelemahan Haruki adalah ia masih terlalu banyak
berpikir saat berkelahi, yang membuatnya lambat dalam merespons serangan. Ia
merasa marah dengan dirinya sendiri karena ketidakmampuannya untuk melindungi
diri sendiri dengan baik.
Meskipun seringkali dipukuli dan merasa frustasi, Haruki tidak pernah menyerah. Ia terus
melatih dirinya sendiri setiap hari, mencoba untuk meningkatkan
keterampilannya. Ia juga mempelajari strategi dan taktik pertarungan dari
berbagai sumber, mencoba untuk mengkombinasikan pengetahuan teoritisnya dengan
latihan fisik.
Waktu pun berlalu, dan Haruki mulai membaik dalam beladiri. Ia menjadi lebih cepat dalam
merespons serangan dan lebih cerdik dalam memanfaatkan kelemahan lawannya.
Meskipun demikian, pengalamannya dalam berkelahi membuatnya menyadari bahwa
kekuatan fisik bukanlah segalanya. Ia juga memahami bahwa pertarungan hanya
akan menghasilkan lebih banyak kekerasan dan ketidaksetujuan.
Hal itu berlangsung selama masa SD hingga SMP, meskipun sering kalah ia akhirnya bisa
mengalahkan orang orang yang membullynya, dan tidak ada yang berani membully
dia lagi.
Saat memasuki SMK, Haruki mencari sebuah tempat untuk sendiri,
lagi lagi karena warna matanya, tidak ada satupun orang yang mau berteman
dengannya. Haruki berjalan menuju atap sekolah, tempat dimana ia akan bisa
melihat pemandangan seluruh kota.
Setibanya disana, terdengar suara seorang perempuan sedang
merintih kesakitan. Haruki membuka pintu atap, dan melihat apa yang terjadi.
Seorang gadis dengan rambut panjang berwarna pirang tengah
dirundung oleh beberapa orang, 3 orang pria dan 2 perempuan sedang mengguyur
tubuh gadis berambut pirang dengan air yang terlihat kotor, salah satu dari
Haruki, yang telah terbiasa dengan
pengalaman bullying, merasa melihat dirinya yang dulu dan tidak bisa tinggal
diam saat ia melihat situasi yang tidak adil ini. Ia tahu betapa menyakitkannya
menjadi sasaran intimidasi, dan ia tidak ingin orang lain menderita hal yang
sama.
Tanpa ragu, Haruki berjalan mendekati para
penindas dan gadis berambut pirang yang sedang menderita. Ia dengan tegas
berkata, "Cukup sudah! Apa yang kalian pikirkan sedang kalian
lakukan?"
Para penindas terkejut melihat seorang
pemuda yang sepertinya tidak mereka kenal menghampiri mereka. Salah satu dari
mereka, seorang pria yang tampaknya menjadi otak di balik intimidasi ini,
menatap Haruki dengan pandangan meremehkan. "Siapa kau? Ini bukan
urusanmu, jadi pergilah."
Haruki tidak terpengaruh oleh ancaman mereka.
"Ini adalah urusanku ketika seseorang disakiti secara tidak adil. Apa yang
telah dilakukan gadis ini sampai kalian memperlakukannya seperti ini?"
Gadis berambut pirang, yang ternyata
adalah Aiko, terlihat sangat terkejut melihat Haruki. Mereka tidak pernah
berbicara satu sama lain sejak masa SD, dan Aiko tidak pernah menduga bahwa
Haruki akan datang untuk menyelamatkannya.
Salah satu dari penindas itu tersenyum
__ADS_1
dengan sombong. "Kau ingin tahu? Ini adalah hukuman untuk gadis nakal ini.
Dia telah membuat masalah untuk salah satu teman kita, jadi kami memberinya
pelajaran."
Haruki tetap tenang. "Mungkin dia
melakukan kesalahan, tapi tidak ada alasan untuk menyiksa orang dengan cara
ini. Lebih baik kalian hentikan sekarang juga."
Tiba-tiba, salah satu perempuan di antara
para penindas itu menyadari identitas Haruki. "Hey, ini bukan bocah mata
merah dari SD kita dulu?"
Para penindas lainnya juga mulai
mengingatinya, dan beberapa di antara mereka menjadi khawatir. Mereka tahu
bahwa Haruki adalah seorang yang sangat kuat, bahkan saat masih di SD.
Namun, otak di balik intimidasi itu, yang
tidak mengenal Haruki, tetap keras kepala. "Apa itu masalahnya? Kami bisa
mengurusnya sendiri."
Haruki, yang sekarang telah kehilangan
kesabaran, mengambil tindakan. Dalam sekejap, ia berhasil menyingkirkan para
penindas tersebut dan menjauhkan Aiko dari bahaya. Para penindas itu terkejut
oleh kecepatan dan kekuatan Haruki, dan mereka memutuskan untuk melarikan diri.
Aiko, yang masih terguncang oleh kejadian
ini, menatap Haruki dengan mata terbuka lebar. "Haruki... itu kamu?"
Haruki mengangguk dengan lembut. "Ya,
Aiko, aku. Sudah lama tidak bertemu, ya?"
Tanpa disadari Aiko diam diam merasakan ada
sesuatu yang tumbuh dalam hatinya, karena kini Haruki menjadi lebih kuat dan
tampan. Aiko menundukan wajahnya tersipu.
Mereka berdua duduk di atap sekolah, dan
Aiko menceritakan apa yang telah terjadi dalam hidupnya sejak masa SD. Haruki
mendengarkan dengan penuh perhatian, dan semakin ia mendengar, semakin ia
merasa bahwa ia harus melindungi Aiko.
Dalam pertemuan mereka yang tak terduga
ini, sebuah persahabatan baru mulai tumbuh, dan Haruki berjanji pada dirinya
sendiri bahwa ia akan selalu berada di samping Aiko untuk melindunginya. Tapi
Haruki tidak menyadari bahwa Aiko memiliki suatu perasaan yang berbeda.
Di suatu tempatyang gelap…
“ugh.. ” Rintih Haruki
yang merasa kepalanya terbentur sesuatu, Haruki merasakan sesuatu yang berat
berada di atas dadanya. Saat melihat apa yang menindihi dirinya, ia sedikit
terkejut karena seorang gadis dengan rambut putih mengenakan jubah hitam
memejamkan matanya.
‘apakah dia tidur atau pingsan?’Gumam Haruki
dalam hati.
“Uhmm.” Gadis itu
memeluk tubuh Haruki dengan erat.
‘sepertinya dia gadis yang akan merepotkan.’Batin Haruki
dengan wajah masam.
[Ilustrasi Haruki saat kecil]
__ADS_1
[Aiko Tanaka (formal)]