Petualangan Di Dunia Lain Eclipteria

Petualangan Di Dunia Lain Eclipteria
Chapter 11 : Haruki Nakamura


__ADS_3

Di sebuah kota kecil yang tenang di Jepang, hidup seorang anak


laki-laki bernama Haruki Nakamura. Haruki lahir dalam keluarga yang sederhana.


Ayahnya bekerja sebagai seorang guru di sekolah dasar setempat, sementara


ibunya adalah seorang perawat di rumah sakit kota. Mereka adalah orang tua yang


penyayang dan selalu mendukung Haruki dalam segala hal.


Sejak usia dini, Haruki sudah menunjukkan ketertarikannya pada dunia buku dan pengetahuan.


Ayahnya sering membacakan cerita sebelum tidur, yang membuat Haruki jatuh cinta


pada cerita-cerita fantastis. Ketika Haruki mulai bisa membaca sendiri, ia


sering menghabiskan waktu di perpustakaan kota, menyerap pengetahuan dari


buku-buku yang ia temui.


Namun, selain cinta pada buku, Haruki juga memiliki kecenderungan yang kuat untuk


menjelajahi alam. Bersama teman-temannya, ia sering menghabiskan akhir pekan


menjelajahi hutan dan sungai di sekitar kota. Mereka mempelajari tentang alam,


tumbuhan, dan binatang, dan Haruki selalu menjadi yang paling antusias dalam


mengeksplorasi keajaiban alam.


Kecintaannya pada alam semesta juga mendorongnya untuk memulai hobi baru: astronomi. Ayahnya


memberinya teleskop kecil sebagai hadiah ulang tahun, dan malam-malam Haruki


dihabiskan untuk mengamati bintang-bintang dan planet-planet di langit yang


gelap. Ia menjadi terpesona oleh kebesaran alam semesta dan berangan-angan


menjadi seorang astronaut suatu hari nanti.


Selama masa kecilnya, Haruki tumbuh menjadi anak yang cerdas dan penasaran. Ia selalu


bertanya banyak pertanyaan, dan orang tuanya dengan sabar menjawab setiap


pertanyaannya. Mereka mendukung mimpi-mimpi Haruki dan selalu mendorongnya


untuk mengejar apa pun yang membuatnya bahagia.


Seiring berjalannya waktu, Haruki mulai menciptakan kisah-kisah sendiri. Ia menulis


cerita pendek dan puisi yang menggambarkan petualangan di dunia yang hanya ada


dalam imajinasinya. Bakat menulisnya tumbuh, dan ia menjadi siswa yang


berprestasi di sekolahnya.


Namun, masa kecilnya tidak selalu berjalan mulus. Ada saat-saat ketika ia merasa


kesepian karena ia adalah anak tunggal. Namun, ia menemukan teman sejati dalam


buku-buku yang ia baca. Melalui cerita-cerita tersebut, ia menjalani


petualangan yang tak terhitung jumlahnya, bertemu dengan karakter-karakter yang


menginspirasi, dan menemukan kekuatan dalam kata-kata.


Masa kecil adalah fondasi yang membentuk Haruki menjadi individu yang ia kenal saat ini.


Semua pengalaman, cinta keluarga, dan hasratnya pada pengetahuan dan


petualangan telah membawanya ke arah yang tak terduga dalam hidupnya. Ia akan


terus tumbuh dan berkembang, menjadi orang yang akan membawa perubahan besar


dalam dunia yang lebih besar yang menantinya.


Akan tetapi, karena lahir dengan warna mata yang merah, membuat


dirinya dijauhi banyak orang, dia juga sering dibully di sekolah. Merasa


dirinya lemah, Haruki memutuskan untuk belajar beladiri.


Ketika Haruki mulai berlatih beladiri untuk melindungi dirinya


sendiri, ia menghadapi tantangan yang besar. Tanpa seorang guru yang


berkualitas untuk mengajari teknik-teknik beladiri yang benar, Haruki terpaksa


harus belajar dari buku-buku dan video pelatihan yang ia temui di perpustakaan


dan internet. Ia merasa frustrasi karena ia hanya bisa memahami teori beladiri,


tetapi tidak bisa menguasai teknik-tekniknya dengan baik.


Selama latihannya, ia sering kali dipukuli lebih dulu oleh lawan-lawannya yang lebih

__ADS_1


kuat dan berpengalaman. Kelemahan Haruki adalah ia masih terlalu banyak


berpikir saat berkelahi, yang membuatnya lambat dalam merespons serangan. Ia


merasa marah dengan dirinya sendiri karena ketidakmampuannya untuk melindungi


diri sendiri dengan baik.


Meskipun seringkali dipukuli dan merasa frustasi, Haruki tidak pernah menyerah. Ia terus


melatih dirinya sendiri setiap hari, mencoba untuk meningkatkan


keterampilannya. Ia juga mempelajari strategi dan taktik pertarungan dari


berbagai sumber, mencoba untuk mengkombinasikan pengetahuan teoritisnya dengan


latihan fisik.


Waktu pun berlalu, dan Haruki mulai membaik dalam beladiri. Ia menjadi lebih cepat dalam


merespons serangan dan lebih cerdik dalam memanfaatkan kelemahan lawannya.


Meskipun demikian, pengalamannya dalam berkelahi membuatnya menyadari bahwa


kekuatan fisik bukanlah segalanya. Ia juga memahami bahwa pertarungan hanya


akan menghasilkan lebih banyak kekerasan dan ketidaksetujuan.


Hal itu berlangsung selama masa SD hingga SMP, meskipun sering kalah ia akhirnya bisa


mengalahkan orang orang yang membullynya, dan tidak ada yang berani membully


dia lagi.


Saat memasuki SMK, Haruki mencari sebuah tempat untuk sendiri,


lagi lagi karena warna matanya, tidak ada satupun orang yang mau berteman


dengannya. Haruki berjalan menuju atap sekolah, tempat dimana ia akan bisa


melihat pemandangan seluruh kota.


Setibanya disana, terdengar suara seorang perempuan sedang


merintih kesakitan. Haruki membuka pintu atap, dan melihat apa yang terjadi.


Seorang gadis dengan rambut panjang berwarna pirang tengah


dirundung oleh beberapa orang, 3 orang pria dan 2 perempuan sedang mengguyur


tubuh gadis berambut pirang dengan air yang terlihat kotor, salah satu dari


Haruki, yang telah terbiasa dengan


pengalaman bullying, merasa melihat dirinya yang dulu dan tidak bisa tinggal


diam saat ia melihat situasi yang tidak adil ini. Ia tahu betapa menyakitkannya


menjadi sasaran intimidasi, dan ia tidak ingin orang lain menderita hal yang


sama.


Tanpa ragu, Haruki berjalan mendekati para


penindas dan gadis berambut pirang yang sedang menderita. Ia dengan tegas


berkata, "Cukup sudah! Apa yang kalian pikirkan sedang kalian


lakukan?"


Para penindas terkejut melihat seorang


pemuda yang sepertinya tidak mereka kenal menghampiri mereka. Salah satu dari


mereka, seorang pria yang tampaknya menjadi otak di balik intimidasi ini,


menatap Haruki dengan pandangan meremehkan. "Siapa kau? Ini bukan


urusanmu, jadi pergilah."


Haruki tidak terpengaruh oleh ancaman mereka.


"Ini adalah urusanku ketika seseorang disakiti secara tidak adil. Apa yang


telah dilakukan gadis ini sampai kalian memperlakukannya seperti ini?"


Gadis berambut pirang, yang ternyata


adalah Aiko, terlihat sangat terkejut melihat Haruki. Mereka tidak pernah


berbicara satu sama lain sejak masa SD, dan Aiko tidak pernah menduga bahwa


Haruki akan datang untuk menyelamatkannya.


Salah satu dari penindas itu tersenyum

__ADS_1


dengan sombong. "Kau ingin tahu? Ini adalah hukuman untuk gadis nakal ini.


Dia telah membuat masalah untuk salah satu teman kita, jadi kami memberinya


pelajaran."


Haruki tetap tenang. "Mungkin dia


melakukan kesalahan, tapi tidak ada alasan untuk menyiksa orang dengan cara


ini. Lebih baik kalian hentikan sekarang juga."


Tiba-tiba, salah satu perempuan di antara


para penindas itu menyadari identitas Haruki. "Hey, ini bukan bocah mata


merah dari SD kita dulu?"


Para penindas lainnya juga mulai


mengingatinya, dan beberapa di antara mereka menjadi khawatir. Mereka tahu


bahwa Haruki adalah seorang yang sangat kuat, bahkan saat masih di SD.


Namun, otak di balik intimidasi itu, yang


tidak mengenal Haruki, tetap keras kepala. "Apa itu masalahnya? Kami bisa


mengurusnya sendiri."


Haruki, yang sekarang telah kehilangan


kesabaran, mengambil tindakan. Dalam sekejap, ia berhasil menyingkirkan para


penindas tersebut dan menjauhkan Aiko dari bahaya. Para penindas itu terkejut


oleh kecepatan dan kekuatan Haruki, dan mereka memutuskan untuk melarikan diri.


Aiko, yang masih terguncang oleh kejadian


ini, menatap Haruki dengan mata terbuka lebar. "Haruki... itu kamu?"


Haruki mengangguk dengan lembut. "Ya,


Aiko, aku. Sudah lama tidak bertemu, ya?"


Tanpa disadari Aiko diam diam merasakan ada


sesuatu yang tumbuh dalam hatinya, karena kini Haruki menjadi lebih kuat dan


tampan. Aiko menundukan wajahnya tersipu.


Mereka berdua duduk di atap sekolah, dan


Aiko menceritakan apa yang telah terjadi dalam hidupnya sejak masa SD. Haruki


mendengarkan dengan penuh perhatian, dan semakin ia mendengar, semakin ia


merasa bahwa ia harus melindungi Aiko.


Dalam pertemuan mereka yang tak terduga


ini, sebuah persahabatan baru mulai tumbuh, dan Haruki berjanji pada dirinya


sendiri bahwa ia akan selalu berada di samping Aiko untuk melindunginya. Tapi


Haruki tidak menyadari bahwa Aiko memiliki suatu perasaan yang berbeda.


Di suatu tempatyang gelap…


“ugh.. ” Rintih Haruki


yang merasa kepalanya terbentur sesuatu, Haruki merasakan sesuatu yang berat


berada di atas dadanya. Saat melihat apa yang menindihi dirinya, ia sedikit


terkejut karena seorang gadis dengan rambut putih mengenakan jubah hitam


memejamkan matanya.


‘apakah dia tidur atau pingsan?’Gumam Haruki


dalam hati.


“Uhmm.” Gadis itu


memeluk tubuh Haruki dengan erat.


‘sepertinya dia gadis yang akan merepotkan.’Batin Haruki


dengan wajah masam.


[Ilustrasi Haruki saat kecil]


__ADS_1


[Aiko Tanaka (formal)]



__ADS_2