Petualangan Di Dunia Lain Eclipteria

Petualangan Di Dunia Lain Eclipteria
Chapter 18 : Melawan Yuki


__ADS_3

Haruki terus berusaha mengalahkan Stone Wyrm dengan penuh tekad, memastikan untuk tidak merusak inti monster itu. Namun, tiba-tiba, Yuki mengambil inisiatif.


"Haruki, aku akan mengurus monster-monster di luar sebentar. Dan pastikan inti monster ini tidak hancur ya~" Ucap Yuki dengan senyum indahnya sambil pamit pada Haruki.


Haruki melirik sebentar, memberikan izin dengan mengangguk, dan kembali fokus pada pertarungannya melawan Stone Wyrm. Haruki tahu bahwa Yuki adalah gadis yang kuat dan mampu mengatasi berbagai situasi dengan baik.


Yuki dengan anggun bergerak menuju ke luar pertempuran, di mana Lily dan anggota yang lain berada. Gumamnya pelan, "Saatnya mengurus tamu-tamu kecil."


"Hai~" sapanya dengan nada manis, sambil mengeluarkan pesona yang tak bisa diabaikan. Munculnya Yuki tiba- tiba membuat mereka semua terkejut.


"Siapa kamu, dan apa hubunganmu dengan Haru!" bentak Lily dengan nada tegas, tangan siap memegang pedangnya. Dia menyadari bahwa orang yang berdiri di depan mereka bukanlah seseorang yang bisa diabaikan.


Yuki tersenyum penuh kebahagiaan, melihat reaksi dari Lily dan yang lainnya. Ia juga melihat bahwa mereka telah menyiapkan senjata mereka. "Namaku adalah Yuki, dan Haru adalah milikku~" Ucap Yuki dengan senyum jahat, seolah-olah dia merasa senang bisa membuat mereka terkejut.


Kira dengan tegas menyatakan pendiriannya, "Hei, Haru bukanlah milik rubah licik sepertimu!"


Yuki menaikkan alisnya sedikit, tampaknya tidak terlalu terpengaruh oleh kata-kata Kira. "Benarkah begitu?" ucapnya dengan nada meremehkan.


Lily ikut angkat bicara dengan nada tegas, "Benar, kami adalah temannya, dan kami akan membawa dia kembali kepada kami!"


Namun, Yuki tetap tenang, seperti bermain-main dalam situasi ini. Dia tersenyum sambil mengingat kenangan indah yang pernah dia alami bersama Haruki. "Tapi, kami juga telah melakukan banyak hal bersama selama ini. Haru dan aku memiliki sejarah yang panjang bersama."


Perasaan ketegangan terus memenuhi udara. Kira, Lily, Sera, Aiko, dan anggota kelompok lainnya siap menghadapi Yuki, meskipun mereka tahu bahwa Yuki adalah gadis yang sangat kuat. Yang mereka inginkan adalah membawa teman mereka, Haruki, kembali bersama mereka. Tidak ada yang akan menghentikan mereka dalam usaha mereka untuk melakukannya.


Stone Wyrm merintih dalam penderitaan dan tampak sangat tak berdaya. Saat Yuki melihatnya, dia menyadari bahwa waktu mereka sangat terbatas. Tanpa banyak basa-basi, Yuki bersiap-siap untuk bertindak.


Dengan perubahan yang tiba-tiba, Yuki memunculkan kekuatan rubahnya. Dia mengeluarkan serangan mematikan dengan sihirnya, menghadirkan elemen api dengan gaya yang memukau. Jurusnya dikenal dengan nama 'Kitsunebi,' sebuah teknik yang memanifestasikan kekuatan rubah dalam bentuk api mematikan.

__ADS_1


Api membara berkumpul di tangan Yuki seolah-olah menjadi bola api biru yang intens. Dengan gerakan yang halus, dia melemparkan bola api ini menuju Lily, Kira, Sera, Aiko, dan anggota kelompok lainnya dengan cepat dan presisi.


Yuki tersenyum licik, mengetahui bahwa pesonanya telah berhasil memanipulasi anggota kelompok petualang tersebut. Keempat anggota kelompok itu menahan tubuh, Lily, Kira, Sera, dan Aiko, membuat mereka tidak bisa bergerak.


“Hey apa yang kalian lakukan,” Bentak Kira pada anggota kelompok yang memegang erat tubuh mereka. Serangan Yuki melesat menuju arah mereka membuat ledakan dan membuat mereka pingsan.


“Sepertinya masih kurang cukup ya.” Ucap Yuki dengan wajah kesal. Dengan kejam, Yuki mengarahkan serangannya menggunakan kekuatan rubahnya yang mematikan, 'Kitsunebi.' Namun, sebelum dia bisa menghabisi mereka,telinga rubahnya bergerak dia mendengar bahwa pertarungan Haruki telah berakhir.


Yuki merasa kesal bahwa rencananya terganggu, tetapi dia memilih untuk tidak membunuh kelompok petualang tersebut. "Sungguh kalian sangat beruntung," ucap Yuki dengan tatapan sinis, merendahkan mereka.


Dengan bola api masih berkecamuk di tangannya, Yuki menghilangkan api itu dan bergerak dengan cepat, meninggalkan mereka tergeletak. Dia kembali pada Haruki, yang telah menyelesaikan pertarungannya dengan Stone Wyrm.


Tanpa sepengetahuan Yuki, Kira ternyata tidak pingsan, tetapi dia hanya merasa kesakitan karena tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Dengan tekad dan kemauan yang kuat, dia merintih kesal, merasa frustasi karena


keadaannya saat ini.


"Awas kau, rubah brengsek," ucap Kira dengan nada tegas, meskipun tubuhnya terasa seperti terikat. "Aku akan menghentikanmu dan mengembalikan Haru pada kami!"


Yuki mendarat dengan anggun di samping Haruki yang sedang mengambil inti Stone Wyrm. Wajahnya dipenuhi kekhawatiran saat melihat goresan di lengan Haruki.


"Haru, kau sudah selesai?" tanya Yuki dengan nada lembut, tetapi penuh perhatian. Ia segera memeriksa luka di lengan Haruki, cemas melihatnya.


Haruki tersenyum lembut. "Iya, aku baik-baik saja. Ini inti monster yang tadi," ucapnya, sambil menyerahkan inti monster yang baru saja dia kalahkan.


Yuki menerima inti monster tersebut dengan senang hati. "Terima kasih, Haru. Kau selalu begitu berani dan kuat." Ia segera bergerak untuk menyembuhkan luka di lengan Haruki.


Kemudian, Haruki bertanya, "Selanjutnya apa yang harus kita lakukan?"

__ADS_1


Yuki menjelaskan sambil terus menyembuhkan lengan Haruki, "Kita akan memanggil monster yang ada di danau dengan inti monster ini, dan mengambil artefak yang ada di kepalanya."


Haruki mengangguk mengerti. "Baik, mari kita lakukan itu." Dia melihat inti monster yang dipegang Yuki dan bersiap untuk melanjutkan petualangan mereka bersama. "Aku sangat beruntung memilikimu di sini, Yuki."


Yuki tersenyum. "Begitupula dengan diriku, Haru~"


Mereka berdua bergerak dengan cepat menuju danau yang tenang, di mana kabut tipis masih tersisa di sekitarnya. "Kau tunggu di sini," pinta Haruki. Yuki mengangguk dan memberikan inti monster pada Haruki, yang menerimanya dengan hati-hati.


‘Frost Walker’ Haruki berjalan dengan santai dia atas danau yang mana setiap langkahnya pada air membuat air itu membeku.


Yuki melihat dengan kagum saat Haruki berjalan dengan begitu percaya diri di atas permukaan danau yang membeku. "Kau benar-benar luar biasa, Haru," ucapnya dengan senyum.


Haruki tersenyum dan melanjutkan perjalanannya di atas permukaan danau yang membeku. Setiap langkahnya tampak ringan, dan dia bergerak dengan cepat menuju tengah danau.


Sementara itu , Kira akhirnya bisa menggerakan tubuhnya dan bangkit. Dia buru-buru pergi mendekati rekan-rekannya yang masih pingsan dan mencoba membangunkan mereka. "Kalian baik-baik saja?" tanyanya dengan khawatir.


Lily, Sera, dan Aiko akhirnya sadar dan menggeliat. Mereka masih merasa sedikit lemah, tetapi setidaknya mereka sudah sadar. Lily bertanya, "Apa yang terjadi?" melihat 4 anggota yang lain sudah kehilangan nyawa mereka.


Kira menjelaskan singkat tentang kejadian yang terjadi. "Haruki masih di tengah danau bersama Yuki, dan mereka berdua sedang berusaha untuk mendapatkan artefak, aku menggunakan jurusku untuk menguping pembicaraan


mereka."


Mendengar itu, mereka semua bergerak cepat. Mereka tidak akan membiarkan Haruki jatuh ke tangan Yuki. Dengan hati yang penuh tekad, mereka berlari menuju tengah danau untuk bergabung dengan Haruki dan Yuki.


Haruki berdiri di tengah danau, kemudian melempar inti monster ke dalam air. Tak lama kemudian, terdengar gemuruh dari dasar danau. Haruki mundur beberapa langkah, dan ketika gemuruh itu mereda, sebuah monster raksasa muncul dari dalam danau.


"Akhirnya~" ucap Yuki dari tempatnya, melihat Haruki bersiap untuk menghadapi monster raksasa itu dan mengambilkan artefak yang mereka cari. Yuki tersenyum puas, merasa bahwa rencananya berjalan dengan sempurna.

__ADS_1


__ADS_2