Petualangan Di Dunia Lain Eclipteria

Petualangan Di Dunia Lain Eclipteria
Chapter 22 : Penghancur Pesta


__ADS_3

Tangan Yuki yang lembut meraih tangan Haruki, menariknya lebih dekat ke tengah kerumunan. Cahaya remang- emang dan musik yang memikat mengisi udara, menciptakan suasana pesta yang memikat. Yuki menari-nari di sekitar Haruki, menampilkan semangat yang menular.


"Haru, lihatlah! Semuanya begitu bersemangat!" seru Yuki, sambil menunjuk kepada para demon yang bergembira. Wajahnya berseri-seri, terpancar kebahagiaan yang sulit untuk diabaikan.


Haruki memandangnya dengan penuh kehangatan. "Ya, mereka benar-benar merayakannya dengan semangat. Baguslah jika kita bisa menikmati perayaan ini sebentar."


Mereka mengikuti arus kerumunan, mencoba mabuk dalam perasaan euforia yang terpancar dari para demon di sekeliling mereka.


Haruki dengan lembut menarik tangan Yuki dan memperlambat langkah mereka. Saat Yuki berhenti mendadak, dia hampir saja kehilangan keseimbangannya, tetapi Haruki dengan cepat menangkapnya, menjaga agar Yuki tidak jatuh.


"Jangan buru-buru, Yuki," ucap Haruki dengan penuh perhatian, sambil mengelus rambut Yuki dengan lembut. "Kau bisa saja menabrak seseorang."


Yuki tersenyum manis dan membenarkan dirinya di dalam pelukan hangat Haruki. "Aku terlalu antusias, ya. Terima kasih, Haru."


"Menurutmu kenapa Belial sangat mengganggu Hana?" tanya Haruki, penasaran.


Yuki merenung sejenak sebelum menjawab, "Umm... Nyonya Hana pernah bilang kalau Belial itu orang yang lebih baik tidak pernah ada dari dulu."


Haruki mendengus pelan. "Begitu saja?"


Yuki mengangguk. "Iya."


"Kapan kau mendengarnya?" tanya Haruki lagi.


"Saat aku pulang dari tugas yang diberikan oleh Nyonya Hana," jelas Yuki.


Haruki terus memandangi keceriaan para iblis yang tengah merayakan perayaan ini. "Tapi bukankah dia bukan  orang yang seburuk itu?"


Yuki mengangguk setuju. "Iya, Nyonya Hana mungkin punya alasan sendiri. Tapi yang jelas, Belial tampak sangat berbeda di sini."


Haruki merasa semakin penasaran tentang alasan di balik perilaku dan reputasi Belial. "Kita harus berhati-hati,  meskipun suasana di sini terlihat cerah."


Yuki dan Haruki bersenang-senang di tengah keramaian perayaan. Mereka mengunjungi berbagai stand makanan,  mencoba berbagai hidangan lezat, dan bahkan berpartisipasi dalam permainan-permainan seru. Mereka berhasil memenangkan beberapa hadiah, termasuk boneka yang sekarang Yuki peluk erat.


“Wah, tadi itu sangat menyenangkan, Haru!” ucap Yuki dengan antusias, bahagia dengan hasil permainan dan hadiahnya.

__ADS_1


Haruki tersenyum dan mengangguk. “Tidak apa-apa, Yuki. Perayaan memang untuk bersenang-senang.”


Namun, Yuki mulai merasa bersalah. “Maafkan aku, Haru, sepertinya aku sedikit berlebihan-”


Namun, sebelum Yuki sempat menyelesaikan permintaan maafnya, dia memperhatikan sesuatu. “Haru, lihat!” Yuki  menunjuk ke arah seorang wanita berambut merah dengan telinga rubah, mereka mengenali wanita itu. “Nyonya  Hana datang ke sini!”


“Kau benar, tapi apa yang membawa dia kesini?” tanya Haruki sambil memperhatikan keberadaan Hana berjalan  menuju kastil.


Yuki mengangguk setuju. “Mungkin lebih baik kita segera menyusulnya.” Tanpa menunggu lebih lama, Yuki melesat  menuju Hana dengan cepat. Haruki mengikutinya dari belakang, berusaha untuk tetap berada di sisinya saat  mereka mendekati Nyonya Hana.


“Nyonya Hana!” seru Yuki dengan senyum cerah.


Hana memutar kepalanya dan tersenyum lembut ketika melihat kedatangan Haruki dan Yuki. “Ara~ apa yang  membuat kalian datang kesini?” Hana melirik Haruki dengan mata yang penuh perhatian. “Sepertinya kamu menjadi lebih kuat dari sebelumnya, Haruki~”


Haruki menjelaskan, "Yuki meminta untuk mengalahkan Belial."


Hana sedikit bingung. "Kenapa begitu?"


Haruki menjawab, "Dia bilang pernah mendengar Anda bahwa lebih baik Belial itu tidak pernah ada dari dulu."


Hana tersenyum lembut. "Ah, itu aku hanya kesal saja dengan apa yang dia lakukan saja, tidak usah dibuat serius. Dan lagi, tidak ada masalah di antara kami."


Hana mengeluarkan sebuah surat undangan. "Ah~ Pemimpin ras dari tower ini memberi undangan. Sepertinya ada sebuah perayaan yang akan diadakan."


Haruki dan Yuki memperhatikan surat undangan itu dengan rasa ingin tahu. "Perayaan apa ini?" tanya Haruki.


Hana menjelaskan, "Ini adalah perayaan tahunan yang diadakan oleh para pemimpin ras di sini. Sebuah acara besar yang mengumpulkan banyak demon dari seluruh lantai. Aku diundang untuk mewakili ras rubah."


Yuki menyentuh dagunya, berpikir. "Jadi, itu sebabnya Nyonya Hana ada di sini. Dan apa yang harus kita lakukan?"


Hana tersenyum. "Aku pikir kalian akan sangat menikmati perayaan ini. Ayo, kita pergi ke lokasi perayaan bersama."


Mereka berdua setuju, dan bersama-sama mereka menuju lokasi perayaan, siap untuk merayakan bersama demon-demon dari berbagai ras yang ada di lantai tersebut.


“Satu hal lagi, kalian kenakan topeng ini.” Hana memberikan kepada Haruki dan Yuki dua topeng yang indah. Topeng-topeng ini memiliki desain yang rumit dan penuh warna, menggambarkan karakteristik ras rubah. Haruki dan Yuki menerima topeng-topeng tersebut dan mengenakannya.

__ADS_1


Mereka memasuki aula perayaan yang begitu besar, terhiasi dengan dekorasi indah, orkestra yang memainkan musik indah, dan para tamu undangan yang mengenakan topeng bermacam-macam. Suasana penuh kegembiraan dan misteri menyelimuti seluruh ruangan.


Hana, Haruki, dan Yuki melangkah dengan hati-hati melalui kerumunan, menjaga topeng mereka dengan cermat untuk menjaga identitas mereka tersembunyi. Mereka merasa seperti sedang memasuki dunia yang benar-benar berbeda, di antara makhluk-makhluk luar biasa yang merayakan perayaan ini.


"Jangan biarkan siapapun mengenali kita," kata Hana dengan suara lembut. "Kita harus mencari tahu apa yang  sedang dipersiapkan Belial di sini."


Mereka melanjutkan untuk menjelajahi perayaan ini, mencari petunjuk atau tanda-tanda tentang rencana jahat Belial. Semua mata tertuju pada acara yang akan datang, dan mereka merasa semakin dekat dengan kebenaran yang misterius ini.


Haruki dan Yuki menikmati hidangan-hidangan yang disajikan dalam perayaan tersebut. Semua hidangan tampaknya cocok dengan selera para iblis yang hadir di perayaan tersebut. Ada berbagai hidangan eksotis yang tidak pernah mereka cicipi sebelumnya.


"Sungguh luar biasa," ucap Haruki sambil menyantap hidangan dengan lahap. "Siapa yang akan menyangka bahwa perayaan iblis bisa seindah ini?" Yuki juga terlihat sangat antusias, mencicipi hidangan-hidangan tersebut.


Dari belakang Haruki, tiba-tiba ada seseorang yang mendekatinya dengan sangat mendalam, hingga bibirnya nyaris menyentuh telinga Haruki. Suara lembut Viametta memecah keheningan mereka, "Hai, kita bertemu lagi~" ucapnya dengan nada menggoda. Namun pertemuan mereka berakhir karena Belial sudah hadir dalam perayaan.


Belial tampil dengan karismatik di tengah pertemuan para pemimpin ras yang hadir. Suaranya bergema di ruangan saat ia berbicara.


"Hadirin para pemimpin ras, kalian tahu bahwa manusia telah berulah di tanah kita. Sebelumnya, aku ingin memberitahu kalian bahwa ancaman kita, sang Wadah Dewi, tidak lagi dilindungi oleh sosok yang mengganggu."


Sebuah gelombang gemuruh dan perhatian segera merambat melintasi para pemimpin yang hadir. Mereka berbicara pelan satu sama lain, mencoba mencerna berita yang disampaikan oleh Belial. Haruki, Yuki, dan Viametta juga tidak ketinggalan dalam pertukaran informasi ini.


"Jadi, mereka tidak lagi dilindungi," gumam Haruki, memahami arti penting dari berita tersebut.


Viametta tersenyum tajam, seolah-olah ini adalah kabar baik bagi rencananya yang tak terungkap. "Sepertinya kita akan menyaksikan perubahan besar dalam waktu dekat."


Sementara para pemimpin ras berkumpul untuk membahas tindakan selanjutnya, Belial mengakhiri pidatonya. "Kita harus bersatu, mengambil alih tanah kita kembali dari manusia, dan membawa zaman kejayaan iblis."


Tiba tiba ada seorang lelaki dengan zirah yang terlihat sangat kuat, menerobos pintu membuat kekacauan.“Huft... Sangat melelahkan....”


Ketibaan pria dengan zirah yang kuat bersama dengan Sera, Aiko, dan sekutu mereka menciptakan kehebohan di tengah pertemuan para pemimpin ras. Mata para pemimpin ras berputar ke arah mereka, dan suasana menjadi tegang.


Belial merasa takjub dan segera mengidentifikasi Sera, musuh bebuyutan yang selalu berhasil mengganggu rencananya.


"Kau!" teriak Belial, wajahnya merah karena kemarahan. "Apa yang kau lakukan di sini, manusia?"


Sera tersenyum dengan percaya diri, "Kami datang untuk mengakhiri rencanamu, iblis. Kekuatanmu tak akan menghentikan kami."

__ADS_1


[Ilustrasi Belial (Human Form)]



__ADS_2