
Tower Abyssal Sphere (Pintu masuk),
“Sial, apa apaan dia itu!” Gerutu carres, tidak percaya dengan kekuatan orang yang baru saja dia lawan.
Elina, yang telah tiba di pintu masuk Tower Abyssal Sphere, melihat kelompok orang yang tampak lelah dan ketakutan. Carres, yang baru saja mengalami pertarungan sengit dengan Haruki, segera menghampirinya dengan ketidakpuasan yang jelas terlihat di wajahnya.
“Hei, dalam informasi yang kau berikan tidak ada monster seperti dia!” Bentak Carres, dia sangat kesal karena di tidak diberitahu akan sosok yang sangat kuat seperti Haruki.
Elina merespons, mencoba menjelaskan, "Maafkan aku, Carres. Aku tidak tahu bahwa dia akan muncul di sana sebagai musuh. Haruki adalah anak manusia yang memiliki kekuatan luar biasa."
Carres sangat marah dan frustasi oleh situasi yang baru saja mereka alami di dalam tower. Dia merasa terhina dan marah terhadap Elina. Dengan nada yang tajam, dia berkata, "Anak manusia? Apa kau waras, dia itu seperti monster! Kita hampir saja terbunuh di dalam sana! Kau harus memberi tahu kami tentang ancaman seperti itu."
Elina mencoba menjelaskan lebih lanjut, "Carres, aku benar-benar tidak tahu apa yang telah terjadi pada Haruki. Ini adalah perkembangan yang tak terduga, dan aku minta maaf jika kami tidak memberi informasi yang cukup."
Namun, Carres tetap keras kepala. "Aku tidak mau tahu lagi! Berikan kompensasi atas kerugian yang kami dapatkan!"
Elina merasa sedih dan terpukul oleh reaksi keras Carres, tetapi dia mengerti bahwa kelompok ini telah mengalami banyak stres dan tekanan. Dia harus mencari cara untuk memperbaiki situasi dan menyelesaikan masalah ini dengan bijak.
Elina merespons dengan kepala tegak, "Baiklah, kami akan segera memberikan kompensasinya." Dia berjanji untuk memberikan kompensasi kepada Carres dan rekan-rekannya sebagai langkah pertama dalam menyelesaikan masalah ini.(Carres tersenyum puas) “Bagus, jika kau paham.” Carres dan rekannya yang lain pergi meninggalkan Elina.
Elina menghampiri Aiko, kira, Lily, dan Sera “Apa kalian tidak apa apa?” Tanya Elina khawatir.
Aiko, Kira, Lily, dan Sera saling pandang sebelum Sera menjawab dengan senyum tipis, "Kami baik-baik saja, Elina. Tapi pertempuran itu benar-benar sulit. Kami tidak pernah menghadapi ancaman sebesar itu sebelumnya."
__ADS_1
Elina mengangguk dan merasa bersyukur bahwa mereka semua selamat. "Aku senang kalian baik-baik saja. Kita harus berhati-hati di dalam tower ini, terutama setelah pertemuan dengan Haruki."
“Boleh ceritakan apa yang terjadi dengan Haruki?” Tanya Elina penasaran akan perubahan Haruki.
“Jadi ini bermula saat, kami berada dilantai 30 untuk mencari artefak yang Sera cari.” Ucap Kira membuka cerita.
Kira memulai ceritanya dengan cermat, menceritakan pengalaman mereka di lantai 30 dan bagaimana Haruki tiba-tiba berubah menjadi musuh yang kuat dan berbahaya. Dia menjelaskan bagaimana Haruki menyerang mereka dengan kekuatan yang tidak bisa dijelaskan dan mereka yang pada akhirnya dibiarkan hidup oleh Haruki.
Elina mendengarkan dengan seksama, ekspresinya campuran antara kebingungan dan keprihatinan. Setelah Kira selesai bercerita, Elina berkata, "Itu sangat mengerikan. Apa pun yang terjadi pada Haruki, sepertinya dia telah kehilangan kendali dan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih kuat daripada sebelumnya. Aku turut sedih dengan kepergian salah satu petualang yang sangat berbakat.“
Dalam keheningan yang mendominasi, kelima gadis itu merenungkan peristiwa yang baru saja mereka alami. Mereka merasa khawatir dan penuh dengan pertanyaan tentang apa yang terjadi pada Haruki, dan juga tentang masa depan pertempuran di Tower Abyssal Sphere.
Sera akhirnya memecah keheningan. "Kita perlu mencari tahu lebih banyak tentang apa yang terjadi pada Haruki dan mengapa dia berubah seperti itu. Kira, apakah kamu bisa merancang rencana untuk mendekati Haruki tanpa mengancamnya, dan mungkin mencoba mengembalikan dia ke keadaan semula?"
“Apa maksudmu Kira? Kau dulu sudah pernah bertemu dengan Haruki?” Tanya Aiko, merasa janggal dengan pernyataan Kira.
Kira sadar dia telah mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya ia katakan pada orang lain. “Maafkan aku, aku hanya salah ingat. Maksudku apakah dulu Haruki adalah orang yang seperti itu.” Ucap Kira meyakinkan bahwa ia memang salah bicara.
Aiko, Kira, dan yang lainnya merenungkan perkataan Kira dengan rasa penasaran yang masih mengganjal. Mereka tahu bahwa Kira menyimpan sesuatu, tetapi mereka tidak ingin memaksanya untuk berbicara jika dia belum siap.
Lily mencoba memecah keheningan, mengalihkan perhatian. "Baiklah, kita harus fokus pada rencana untuk mendekati Haruki. Kita harus mencari tahu apa yang terjadi padanya dan apakah ada cara untuk mengembalikan dia ke keadaan semula."
Mereka semua mengangguk setuju, dan berusaha merencanakan pendekatan mereka ke Haruki.
__ADS_1
Disisi lain,
Belial, terluka dan sendirian, memandang sekitarnya dengan perasaan frustasi dan amarah yang mendalam. Luka-lukanya membangkitkan kenangan akan kata-kata seseorang yang pernah mengingatkannya tentang pentingnya kekuatan dan kemandirian. Meskipun saat ini dia merasa terpukul, dia juga merasa terdorong untuk memperkuat diri sendiri.
Ketika Belial memikirkan situasi saat ini, dia memutuskan bahwa dia harus menjadi lebih kuat dan tidak bergantung pada siapa pun. Dia tahu bahwa ada kekuatan yang lebih besar yang harus dia perjuangkan, dan dia akan melakukan apa pun untuk mencapai tujuannya.
Dengan tekad yang baru, Belial berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan kembali lebih kuat dan siap untuk menghadapi segala ancaman yang akan datang. Dia tahu bahwa perjalanan ini belum berakhir dan bahwa dia akan terus berusaha mencapai tujuannya untuk menguasai Tower Abyssal Sphere.
Belial yang mulai bangkit, mendapati seseorang yang sedang berdiri dihadapannya. “Aurora? Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Belial merasa akan ada hal buruk akan terjadi padanya.
“Belial,” Sapa Aurora dengan senyum yang sangat manis. “Maaf tapi kamu sudah tidak dibutuhkan lagi.”
“A-apa maksud-” Ucapan Belial terpotong karena kini kepalanya sudah terpisah dari lehernya.
Aurora, dengan senyum yang sangat manis, memenggal kepala Belial dengan cepat dan tiba-tiba. Tindakan ini begitu tiba-tiba dan kejam sehingga Belial bahkan tidak memiliki kesempatan untuk memahami apa yang sedang terjadi. Tubuhnya jatuh ke lantai, dan matanya yang masih penuh dengan kebingungan meredup ketika nyawanya memudar.
Aurora, setelah menyelesaikan tugasnya dengan sangat efisien, menghilang dari tempat itu secepat dia muncul, meninggalkan Belial yang terbunuh di lantai Tower Abyssal Sphere.
Aurora, yang telah menyaksikan Haruki dan Yuki dari jauh, tidak bisa menahan senyum ketika melihat mereka berdua bersama. Kecantikan dan perubahan Haruki tampaknya telah memikat hatinya.
"Anda memang benar, Ratu," ucap Aurora, masih tersenyum. "Dia memang sangat cantik."
[Ilustrasi Aurora Celestria]
__ADS_1