Petualangan Di Dunia Lain Eclipteria

Petualangan Di Dunia Lain Eclipteria
Chapter 9 : Assasin


__ADS_3

Di suatu tempat yang sangat jauh...


Lelaki dengan jubah kebangsaannya duduk dengan anggun di singgasananya. Seorang


individu berpakaian hitam, seluruh tubuhnya tertutup oleh jubah gelap,


menyampaikan sebuah surat kepada lelaki itu.


Setelah membaca surat tersebut, wajah lelaki itu terpampang dengan ekspresi kekesalan.


"Jadi dia gagal dibunuh, dan ada orang yang membantunya pula," gerutu


lelaki itu dengan nada gusar. Dia menghela nafas panjang, berusaha meredakan


kemarahannya.


"Telusuri informasi tentang orang ini, dan kita akan menyewa jasa dari anak kecil itu


untuk menyelesaikan tugasnya," perintah lelaki itu kepada individu yang


mengantarkan surat. Dalam sekejap, sang individu menghilang bagai angin.


"Orang ini benar-benar menarik," ujar lelaki itu sambil menggelengkan kepala,


lalu dengan hati-hati, dia membakar surat itu. Surat itu perlahan-lahan menjadi


abu, menggantikan gambar seorang individu dengan rambut putih dan mata merah


yang tertulis di dalamnya.


Di depan pintu masuk Abyssal Spire...


Lily dengan semangat membara berteriak, "Haru, Sera, ayo cepat!" Dia


berlari menuju pintu masuk dungeon dengan wajah yang berseri-seri, penuh


antusiasme seperti matahari pagi yang bersinar terang.


Sera, yang berusaha mengejar Lily, sedikit terengah-engah. "Jangan terburu-buru,


Lily."


Sementara Haruki hanya tersenyum melihat tingkah keduanya. Meski dirinya sangat antusias,


dia tak bisa melupakan pembicaraannya semalam dengan para petualang dan


peneliti. Di dalam dungeon ini, strukturnya bisa berubah sewaktu-waktu, membuat


semua peta menjadi tak berharga.


Saat mereka mendekati pintu dungeon, suara panggilan yang dikenal mereka memecah


hening. "Haruki!" Teriak seorang perempuan dengan rambut coklat


panjang yang diikat ke belakang, mengenakan pakaian coklat resepsionis. Itu


adalah Elina, yang tak lain adalah seorang resepsionis, berlari mendekati


mereka.


"Hai, kalian tiba di sini kapan?" Tanya Elina dengan nada ramah.


"Kami tiba kemarin," jawab Haruki.


"Apa yang membuatmu ada di sini?" Balas Haruki, penasaran.


Elina tersenyum, "Aku ada di sini karena tugasku. Setelah kalian pergi, aku


diperintahkan untuk bertugas di sini."


Haruki tak bisa menahan keheranannya, "Tapi perjalanan dari Kota Astronia ke sini


cukup lama, bukan?"


Elina mengangguk, "Benar, tapi kami memiliki sihir teleportasi. Itu yang


memungkinkan aku tiba lebih awal dari kalian."


Haruki, kini lebih penasaran, merenung. "Menggunakan sihir teleportasi sepertinya


menarik. Apakah aku juga bisa?"

__ADS_1


Haruki memeriksa "Shop" untuk melihat apakah ada skill teleportasi yang


tersedia. Kemampuan teleportasi mungkin mahal, tapi cukup menggoda.


[SHOP]


[Elemental Mastery]


[Weapon Mastery]


Teleportasi: 100 SP


-Tampilkan Lebih Banyak-


'Tampaknya ada, meskipun sedikit mahal.' Haruki menutup panel hologram dan berjalan bersama


Elina menuju pos di dekat pintu masuk.


Di tempat terpencil yang sangat tinggi...


Sosok misterius yang mengenakan jubah hitam menatap dari tempat yang jauh.


"Target terlihat, dan ada seseorang sesuai dengan informasi,"


bisiknya pelan, seolah berbicara pada dirinya sendiri. "Saya siap menerima


perintah kapan saja."


Suara misterius yang datang dari dalam keheningan memberikan perintah tegas,


"Cepatlah menyelesaikan tugasmu."


Tanpa suara apa pun, sosok berjubah hitam itu segera menghilang, tanpa menyisakan


jejak ataupun angin.


Di tempat lain...


Empat dari mereka mendekati sebuah bangunan kecil di dekat pintu masuk dungeon.


"Selamat datang," sambut seorang resepsionis.


ramah.


"Baiklah, ini tiga Return Stone. Totalnya 30.000 koin emas." Elina membayar dan


memberikannya kepada Haruki, Lily, dan Sera.


"Masing masing dari Kalian hanya bisa memiliki satu, maaf, teman-teman," ucap Elina, terlihat sedih


karena tidak bisa membeli lebih banyak.


Lily khawatir tentang kondisi keuangan Elina. "Apakah kamu yakin tentang ini?


Harganya cukup tinggi."


Elina tersenyum licik. "Tidak apa-apa, aku tahu kalian semua sangat hebat.


Kalian pasti bisa mengembalikan uang itu dalam sekejap."


Haruki tersenyum, merasa tertipu oleh Elina yang kelihatannya baik hati.


Setelah selesai dengan basa-basi dan peringatan akan bahaya di dalam dungeon, Haruki,


Lily, dan Sera memasuki dungeon.


Setelah memasuki dungeon, mereka mendapati diri mereka berada di dalam ruangan yang


cukup besar. Cahaya matahari terbenam memancar melalui celah-celah di dinding


tinggi dan langit-langit yang menjulang. Beberapa pintu masuk lain tersebar di


sekeliling mereka, dan beberapa kelompok petualang dan peneliti terlihat sibuk


bersiap-siap untuk menjelajahi dungeon.


Seraphina melihat satu kelompok petualang yang tampak bingung dengan peta dungeon. Dia


mendekati mereka dan menawarkan bantuan.


"Halo, apakah kalian mengalami kesulitan?" Tanya Sera kepada kelompok petualang

__ADS_1


tersebut.


Pemimpin kelompok adalah seorang pria berperawakan besar dengan perisai besar di punggungnya.


"Ya, kami baru pertama kali masuk ke dungeon ini untuk mencari uang, tapi peta yang


kami miliki dari teman kami yang pernah masuk tampaknya tidak sesuai dengan


kondisi sekarang," jelaskan pemimpin kelompok tersebut.


"Ya, memang begitulah, struktur dungeon ini bisa berubah, dan jenis monster yang


muncul juga berubah dari waktu ke waktu," jelas Sera dengan ramah.


"Paham. Jadi begitu ya. Terima kasih, gadis muda. Jika bukan karena penjelasanmu, kami


mungkin akan tetap mengikuti peta lama ini," kata pemimpin kelompok itu


dengan tulus. Kemudian, mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan lebih


yakin.


Di dalam dungeon ini, suasana ramai dari berbagai kelompok petualang yang berbeda


terasa. Beberapa dari mereka sedang merencanakan strategi, yang lain memeriksa


peralatan mereka, dan beberapa tampaknya sedang dalam perjalanan keluar setelah


menjalani eksplorasi.


"Jadi, apakah kalian sudah siap menuju lantai berikutnya?" Tanya Haruki kepada


rekan-rekannya.


"Siap!" jawab Sera dan Lily dengan semangat.


Mereka bertiga melanjutkan ke lantai atas, tetap dalam keadaan siaga meskipun mereka


masih berada di lantai awal. Di sini, monster-monster masih lemah, bahkan


Haruki belum perlu menggunakan senjatanya. Hanya dengan mengeluarkan sedikit


aura, monster-monster tersebut sudah tumbang karena merasakan tekanan yang


kuat.


Namun, mereka tetap waspada. Di lantai awal pun, masih ada area yang belum mereka


eksplorasi, dan perubahan dalam struktur dungeon bisa menyebabkan jebakan yang


semula rusak menjadi aktif kembali.


Perjalanan mereka cukup lancar, terutama karena aura yang dikeluarkan oleh Haruki.


Beberapa kelompok petualang yang lain juga terlihat sedang bertarung melawan


monster, membuat mereka tidak perlu menghabiskan terlalu banyak energi.


Akhirnya, mereka tiba di lantai 10, sebuah zona aman di mana struktur dungeon tidak akan


berubah, dan beberapa bangunan telah didirikan oleh petualang sebagai tempat


jual beli dan peristirahatan.


Di lantai ini, suasana berbeda dari lantai sebelumnya yang minim pencahayaan. Di langit-langit


lantai 10, terdapat batuan yang dapat memancarkan cahaya, memberikan penerangan


yang cukup terang.


"Yay, akhirnya kita bisa istirahat," kata Lily dengan gembira karena mereka bisa


beristirahat setelah perjalanan yang panjang.


"Iya, setelah perjalanan yang sangat lama," tambah Sera setuju. Mereka bertiga


memutuskan untuk pergi ke area peristirahatan dan memesan sebuah kamar. Tanpa


disadari, sosok berjubah hitam masih mengawasi mereka dari kejauhan, menunggu


kesempatan untuk bertindak.

__ADS_1


__ADS_2