
Sebuah monster muncul dari danau, menghancurkan es yang berada di permukaan danau. Monster ini adalah Leviathan, makhluk legendaris yang dikenal sebagai penjaga danau. Leviathan memiliki tubuh raksasa yang dilapisi dengan sisik biru mengkilap, mencerminkan kekuatannya yang luar biasa. Matanya yang besar berkilau dengan intensitas, mengisyaratkan kemarahan yang tak terbendung.
"Haru! Artefak itu menancap di kepalanya," ucap Yuki dengan nada terkejut, menunjuk pada artefak yang menancap di kepalanya.
Haruki, yang melihat artefak itu bergerak cepat mendekati tubuh Leviathan yang sangat besar, memiliki rencana untuk mengambilnya.
Dalam sekejap, dia mengeluarkan kekuatan es yang ada dalam dirinya. "Ice Lance!" serunya. Ratusan tombak es tiba-tiba muncul di udara dan segera menghujani tubuh Leviathan.
Leviathan, yang terkejut dan terluka oleh serangan tersebut, menjadi marah. Dalam kemarahannya, ia menyerang Haruki dengan gerakan yang sangat cepat.
Dengan refleks yang tajam, Haruki melompat menjauh dari serangan Leviathan. Sementara tubuh Leviathan menghantam tanah dengan keras, menghasilkan getaran hebat yang merambat ke seluruh permukaan danau.
Haruki kembali berdiri, siap untuk melanjutkan perjuangannya dan mengambil artefak yang mereka cari selama ini. Yuki menatap dengan penuh kebanggaan, menyadari bahwa Haruki adalah sosok yang sangat menawan dan hebat.
Tapi wajah kebanggaan itu tidak berlangsung lama. Teriakan keras Kira memecah keheningan saat dia, Lily, Sera, dan Aiko tiba di tempat peristiwa.
"Hei!" teriak Kira dari tak jauh belakang Yuki. Yuki menoleh ke belakang, dan melihat keempat orang itu berdiri dengan persenjataan lengkap, siap menyerang.
Yuki tersenyum licik. "Wah, ternyata kalian masih hidup ya~" ucapnya dengan nada yang meremehkan, meskipun di dalam hatinya ia merasa terganggu oleh kehadiran mereka.
"Lebih baik kalian tidak mengganggu rencana kami~" ucap Yuki dengan nada tegas, mencoba untuk menjaga dominasinya meskipun kehadiran keempat orang itu cukup mengganggu.
Saat Lily melihat Haruki sedang bertarung dengan Leviathan, matanya tajam dan dia melihat sesuatu yang mengkilap di kepala Leviathan tersebut. "Bukankah itu artefak yang kamu cari, Sera?" tanya Lily pada Sera, yang kemudian melihat ke arah yang ditunjuk Lily.
Sera mengangguk dengan antusias. "Benar, itu adalah artefaknya!"
Kira berpikir sejenak. "Haruskah kita merebutnya?" Dia ingin memastikan bahwa mereka mengambil kesempatan ini.
"Sebaiknya kalian tidak melakukan hal bodoh!" ucap Yuki dengan nada tegas. Namun, nampaknya percakapan tidak dapat menghindari pertarungan, dan kini pertarungan pun tak terelakkan.
__ADS_1
Pertempuran pun dimulai, dengan Yuki yang berusaha untuk mempertahankan Leviathan dan artefak yang ada padanya, sedangkan Lily, Sera, Kira, dan Aiko bertekad untuk merebut artefak tersebut.
Sementara pertarungan berlangsung, Haruki tetap fokus pada misinya untuk mengambil artefak yang tertanam di kepala Leviathan. Dengan menggunakan kemampuannya, ia segera menggunakan "Blink" untuk muncul di dekat kepala Leviathan dan mencoba meraih artefak tersebut.
Namun, Leviathan, makhluk yang kuat dan cerdas, menyadari upaya Haruki. Tanpa ragu, Leviathan langsung menyelam kembali ke dalam danau dengan cepat, memaksa Haruki untuk berjuang melawan kehilangan nafasnya dalam upaya untuk mempertahankan posisi di bawah air yang dalam.
Teriakan memanggil namanya sempat terdengar di telinganya saat Leviathan membawanya lebih dalam ke dalam air. Haruki bertahan dengan keras, tangan yang memegang erat artefak yang sangat dia butuhkan.
Pandangan Haruki mulai memudar karena pergerakan cepat Leviathan di dalam air yang semakin dalam. Dia berjuang dengan keras untuk mempertahankan kesadarannya dan memastikan dia tidak kehilangan cengkeraman pada artefak tersebut.
Haruki merasa seolah-olah sedang digiring ke dasar danau oleh tekanan air yang begitu kuat. Tubuhnya terasa lemas, dan akhirnya, ia kehilangan cengkeraman pada artefak yang sangat dia butuhkan. Kesadarannya memudar saat dia terus tenggelam lebih dalam ke dalam air yang gelap.
Namun, di tengah keadaannya yang semakin suram, ia mendengar suara yang begitu akrab. Suara itu mirip dengan suaranya sendiri, tetapi tampaknya berasal dari dalam pikirannya. Ini adalah suara entitas yang telah lama berada di dalam dirinya, entitas yang selama ini hanya terjaga dalam keheningan.
"Saatnya aku menunjukkan diriku," ucap suara itu dalam pikiran Haruki. Meskipun Haruki semakin mendekati kehilangan kesadarannya, ia bisa merasakan adanya entitas ini yang siap untuk muncul.
Kira, dengan cepat mengambil peluang yang muncul ketika Yuki terlalu fokus pada keadaan Haruki. Dengan keahliannya dalam sihir bayangan, ia melemparkan "Shadow Jail," mengunci tubuh Yuki dalam jeratan bayangan, membuatnya tidak bisa bergerak. Yuki berjuang untuk membebaskan diri, tetapi dia sudah terlalu terikat.
Yuki menjerit kesakitan ketika serangan-serangan Lily dan Aiko mengenai tubuhnya. Luka-luka tebasan terbuka di kulitnya, dan dia merasa sangat kesakitan. Jeratan bayangan tetap mengikatnya, sehingga dia tidak bisa bergerak dengan bebas untuk membela diri.
"Sial!" teriak Yuki dengan nada kesal. Dia merasa terjebak dalam situasi yang sulit, serangan mereka yang telah berhasil melukainya membuat dirinya semakin kehilangan kesadaran karena kehilangan banyak darah. Meskipun begitu, dia tidak berniat menyerah begitu saja. Dengan upaya terakhirnya, dia mencoba menggunakan sihirnya untuk mencari jalan keluar dari bayangan yang menjebaknya.
Haruki, yang perlahan tenggelam ke dalam danau, mulai berubah. Aura gelap yang kuat menyelimuti dirinya, mengubah penampilan dan suaranya. Kini Haruki berubah menjadi sosok yang jauh lebih serius dan berat.
"Saatnya bermain~" ucap Haruki dengan suara yang mendalam dan berbeda dari sebelumnya. Ekspresinya pun berubah, menunjukkan bahwa ini bukanlah sosok yang sama dengan Haruki yang mereka kenal. Sesuatu yang kuat dan misterius telah bangkit dalam dirinya.
Haruki bergerak dengan lincah dan kejam, mengejar Leviathan yang mencoba melarikan diri ke dasar danau. Leviathan tidak bisa kabur begitu saja.
"Kau tidak boleh kabur," ucap Haruki dengan tegas. Dengan pergerakan yang sangat cepat, dia mengeluarkan rantai hitam besar dan kuat dari tangannya. Rantai itu dengan cepat melingkari tubuh Leviathan, menjerat makhluk raksasa itu dalam genggamannya.
__ADS_1
Leviathan merintih dalam penderitaan, berusaha melepaskan diri dari cengkraman Haruki, tetapi rantai itu terlalu kuat. Haruki telah memastikan bahwa Leviathan tidak akan pergi kemanapun.
Lily, dengan mata berkilat marah, berteriak pada Yuki sambil melesat menuju ke arahnya, menghunuskan pedangnya langsung menuju jantung Yuki. Dia bertekad untuk membalas semua perbuatan licik Yuki sebelumnya.
Namun, sebelum pedang Lily bisa mengenai sasaran, permukaan danau mendadak bergetar dengan hebat. Semuanya terasa gemetar saat Leviathan meluncur dari dalam danau, dilempar ke langit oleh Haruki. Serangan keras Leviathan menyebabkan Kira dan yang lainnya kehilangan keseimbangan.
Dalam kekacauan ini, Jurus yang digunakan oleh Kira juga terlepas, membuat Yuki terbebas dari bayangan yang membatasinya. Yuki dengan cepat memanfaatkan situasi ini dan menjauh, menyadari bahwa dalam kondisinya yang saat ini tidak bugar, dia tidak akan bisa melawan Kira dan teman-temannya.
Leviathan melayang di atas danau, menyebabkan ombak besar dan mengancam. Haruki muncul dari dalam danau, matanya bersinar ganas, dan dia tampak tidak seperti sebelumnya.
Haruki, dengan mata yang tidak lagi seperti dirinya yang sebelumnya, melihat Kira dan yang lainnya sedang memojokkan Yuki. Tanpa ragu, dia menciptakan sebuah bayangan dari dirinya yang segera bergerak cepat ke arah mereka, memberikan bantuan kepada Yuki.
Sementara itu, Haruki sendiri bersiap-siap untuk melancarkan serangan mematikan. Dengan kekuatan magis yang melimpah, dia mengeluarkan serangan dengan nama 'Fire Lance.' Sebuah api hitam berbentuk tombak yang sangat besar muncul, memancarkan panas yang cukup kuat untuk membuat air danau sekitarnya sedikit menguap.
Dengan gerakan kuat, Haruki melemparkan tombak tersebut dengan presisi ke arah Leviathan. Tombak itu menembus tubuh besar Leviathan, menyebabkan monster tersebut terkena serangan api hitam yang mematikan. tubuh Leviathan mulai terbakar dan mengeluarkan suara mendesis yang menyakitkan. Ini adalah serangan yang sangat kuat dan efektif.
Sosok bayangan yang menyerupai Haruki muncul di tengah-tengah pertarungan, dan dengan kekuatannya yang luar biasa, ia melepaskan serangan area yang sangat besar. Gelombang energi itu menghempaskan Kira, Lily, Aiko, dan Sera, membuat mereka terluka dan tersungkur.
Setelah mengamankan Yuki yang terluka, bayangan itu membawa pergi tubuhnya dengan cepat. Perlahan, tubuh Leviathan mulai berubah menjadi abu, menyisakan hanya artefak yang jatuh dan berhasil ditangkap oleh Haruki. Bayangan yang sebelumnya membawa tubuh Yuki berdiri di samping Haruki, menyerahkan tubuh Yuki kepadanya sebelum akhirnya menghilang, kembali menjadi bayangan.
Lily, Kira, Aiko, dan Sera merintih kesakitan akibat serangan bayangan yang misterius tadi. Mereka merasa bingung dan tak terima dengan tindakan Haruki yang sepertinya telah mengkhianati mereka. Lily yang sangat marah teriak pada Haruki.
"Haru! Apa yang kau perbuat!" serunya, mata penuh dengan kemarahan dan kebingungan.
Haruki hanya menatap mereka dengan dingin, warna matanya berubah menjadi merah pekat hampir seperti hitam. Dia tidak lagi terlihat seperti Haruki yang dulu. "Ini bukan urusan kalian. Lebih baik kalian tidak mengganggu kami lagi. Ini adalah kesempatan bagi kalian untuk meneruskan hidup."
Setelah mengucapkan kata-kata itu, Haruki berbalik dengan cepat, masih menggendong tubuh Yuki yang terluka. Sebuah kabut hitam muncul dari tubuh Haruki, menyelimuti mereka berdua, dan dengan tiba-tiba, mereka menghilang, lenyap dalam kabut yang semakin tipis hingga tak terlihat.
Lily berteriak, mencoba menghentikan Haruki dan Yuki yang telah menghilang. Air mata mengalir dari matanya, dan dia merasa begitu sedih dan bingung dengan tindakan Haruki. Kira, yang juga menyaksikan segalanya, merasa hancur. Dia tidak bisa memahami apa yang telah terjadi.
__ADS_1
‘Apa yang membuatmu menjadi seperti itu, Haru,’ batin Kira sebelum dia menekuk lututnya dan membenamkan wajahnya dalam tangannya. Dia juga mulai menangis, merasakan kehilangan teman baiknya yang telah berubah.