Petualangan Pangeran Abadi

Petualangan Pangeran Abadi
Aku berada di mana?


__ADS_3

Sakaru adalah seorang maniak game yang selalu menyendiri. Suatu hari dia mendapatkan sebuah mail yang merekomendasikan game bernama "Dirslam Saga" ketika Sakaru mencoba meng-klik tulisan itu, secara tiba tiba dia berada dalam tubuh anak kecil yang ternyata adalah pangeran dari kerajaan Dirslam.


" Adu-duh apa yang terjadi sebenarnya , cahaya apa itu tadi " ucap Sakaru dengan spontan.


Terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah Sakaru dan berkata : " Pangeran sudah bangun, bagaimana keadaanmu apakah masih ada yang sakit?" tanya pelayan kepada Sakaru.


"Kamu siapa?" ucap Sakaru dengan heran.


"Saya adalah pelayan pribadi Pangeran. Nama saya adalah Yuna, apakah masih ada yang sakit" ucap Yuna kepada Sakaru.


Perlahan-lahan ingatan seseorang mengalir kepada Sakaru dan Sakaru pun terlihat kesakitan .


"Pangeran sebaiknya beristirahat lebih lama, karena luka akibat latihan cukup serius " ucap Yuna dengan lemah lembut sambil meninggalkan ruangan.


"Oh iya juga, tadi aku sedang latihan dan malah tersandung oleh batu." ucap Sakaru dalam hati.


"Sebentar … , bukankah aku tadi sedang berada di dalam kamarku, dan juga dimana ini. " ucap Sakaru sedikit panik.


"Dan bagaimana aku bisa tau semua ingatan ini, sepertinya aku masuk ke dalam game Dirslam Saga deh. " ucap Sakaru sedikit bingung.


"Sanku , Sanku . Kenapa anak itu tiap di panggil selalu tidak menjawab! " ucap Ratu dengan sedikit cemas.


Sakaru pun ingat bahwa tubuh seorang anak kecil itu bernama Sanku dan seseorang yang memanggil Sanku adalah ibunya.


"Iya ibu, sebentar aku kesana " ucap Sanku spontan.


"Nak , kamu tidak apa-apa? " ucap Ratu sedikit cemas.


"Iya bu, tadi aku hanya tersandung batu saat latihan menggunakan sihir bu " ucap Sanku.


"Lain kali hati-hati ya nak, jangan membuat ibu cemas " ucap Ratu dengan lega.


"Iya ibu, nanti lagi Sanku akan lebih berhati-hati agar tidak mencemaskan ibu dan ayah" ucap Sanku .


"Permisi Ratu , sebentar lagi rapatnya akan segera di mulai. " ucap pengawal dengan sopan.


"Baiklah saya akan segera kesana. Sekarang kamu sudah boleh istirahat." ucap Ratu kepada pengawal.


"Baik , Saya pamit undur diri, permisi" ucap pengawal sambil meninggalkan ruangan.


"Sebenarnya apa ini , dari tadi aku penasaran tombol apa ini." ucap Sanku dengan heran.


"Apa ini, hmm. (Skill Point 10) Apa maksudnya ini ya. Apakah ini seperti game MMORPG pada umumnya ya, dan juga apa maksudnya tulisan 'Abadi' ini?" ucap Sanku sedikit bingung.


"Yasudahlah , aku akan mencoba berkeliling sambil mencari informasi tentang apa yang sebenarnya terjadi? " ucap Sanku dalam hati.


Sanku pun berkeliling dan bertemu dengan seorang gadis yang sedang menyiram tanaman.


"Permisi, anu bolehkah saya bertanya apakah di penglihatanmu ada sebuah tombol? " tanya Sanku kepada gadis itu.


"Oh, maksudnya 'System Level'. " ucap gadis itu kepada Sanku.

__ADS_1


"Iya, maksudku sebenarnya 'System Level' itu apa?" tanya Sanku kepada gadis itu.


" 'System Level' umumnya hanya akan muncul jika seseorang sudah mencapai umur 13 tahun. 'System Level' juga bisa meningkatkan jumlah sihir yang berada di dalam tubuh manusia. Tergantung level dari seseorang dan juga sekarang aku sudah berada di level 3." ucap gadis itu kepada Sanku.


"Oh begitu ya, kalau 'Skill Point' itu untuk apa? " tanya Sanku kepada gadis itu.


"Oh , 'Skill Point' ya . Kalau tidak salah 'Skill Point' itu untuk meng-upgrade atau mendapatkan Skill yang belum dimiliki. " ucap gadis itu kepada Sanku.


"Oh begitu ya, maaf sebelumnya namamu siapa ya, kalau namaku Sanku, namamu?" tanya Sanku kepada gadis itu.


"Apa , namamu Sanku! Apakah kamu seorang pangeran? maaf sebelumnya namaku Rena." ucap Rena sedikit terkejut.


"Santai saja, aku tidak menakutkan kok. Salam kenal ya." ucap Sanku kepada Rena.


"Oh ,baik! " ucap Rena kepada Sanku .


"Pangeran , Waktunya makan siang ." ucap Yuna kepada Sanku.


"Baik, kalau begitu saya pamit dulu ya." ucap Sanku kepada Rena.


"Kalau begitu saya akan lanjut menyiram kembali tanaman, sampai jumpa Sanku." ucap Rena kepada Sanku.


Sanku pun pergi ke ruang makan untuk makan siang.


"Sanku , sekarang umurmu sudah 13 tahun. Apa kamu sudah menentukan Skill apa yang akan kamu pelajari?" ucap Raja kepada Sanku.


"Oh sebentar ayah, aku akan segera menghabiskan makanannya terlebih dahulu. " ucap Sanku kepada Raja.


"Jangan terburu-buru, santai saja ayah akan menunggu hingga kamu selesai makan. " ucap Raja kepada Sanku .


"Ayah, sepertinya aku belum tahu ingin mempelajari Skill apa. Sebenarnya aku bingung ingin mempelajari Skill apa. Kalau menurut Ayah bagaimana? " tanya Sanku kepada Raja.


"Menurut Ayah ya, hmm . Kalau Sanku nantinya ingin menjadi apa? Kalau Ayah sih mempelajari Skill 'Kebijaksanaan' terlebih dahulu saat Ayah berumur 13 tahun dulu." ucap Raja kepada Sanku.


"Yasudah , Aku juga akan mempelajari Skill'Kebijaksanaan' terlebih dahulu , ... Ayah aku masih memiliki (Skill Point 9) sebaiknya aku mengambil Skill apa lagi Ayah? " tanya Sanku kepada Raja.


"Kalau Ayah sih setelah mengambil Skill 'Kebijaksanaan' Ayah mengambil Skill 'Ketepatan' tapi Skill itu menghabiskan (Skill Point 6) , Ayah merekomendasikan Skill itu." ucap Raja kepada Sanku.


"Oke deh nanti ku pikirkan dulu Skill apa yang akan aku ambil." ucap Sanku kepada Raja .


"Baiklah, Ayah akan melanjutkan kembali pekerjaan Ayah yang belum diselesaikan." ucap Raja kepada Sanku.


"Baiklah Ayah, aku akan pergi berlatih sebentar." ucap Sanku kepada Raja sambil keluar menuju bukit.


Sanku pun tiba di bukit . Sanku pun melihat ke sekitar dan Sanku melihat ada seekor slime yang tampak sangat lemah. Sanku pun mulai berpikir untuk mempelajari Skill untuk menyerang.


"Hmm, ada seekor slime tuh. Aku coba serang ahh, tapi Skill apa ya yang cocok untuk ku pelajari?" ucap Sanku di dalam hati.


"Karena ini adalah dunia fantasi aku coba mempelajari Skill yang paling umum ahh. " ucap Sanku di dalam hati.


… Skill Bola Api Level 1 telah didapatkan …

__ADS_1


Skill Point yang tersisa 4


"Baiklah akan ku coba, (Bola Api Level 1) " ucap Sanku di dalam hati.


Slime itu pun langsung lenyap terbakar oleh Api Sanku.


Mendapatkan Julukan : Perburuan Pertama.


"Wah apa ini, Julukan (Perburuan Pertama) menambah 1 Attack , kecil sekali kukira aku akan mendapatkan sesuatu yang lebih besar." ucap Sanku sedikit kesal.


"Duh aku lelah sekali, padahal hanya menggunakan Skill ( Bola Api Level 1). Aku pulang saja dan tidur." ucap Sanku dalam hati.


Sanku pun bergegas pulang ke istana dan selagi di perjalanan tiba tiba…


"Hey anak muda, apakah tadi kamu baru saja dari bukit?" tanya seseorang kepada Sanku.


"Paman siapa, benar kalau saya baru saja dari bukit, memangnya kenapa?" ucap Sanku kepada Paman itu.


"Perkenalkan nama Paman adalah Rudi. Apakah kamu baik-baik saja selama berada di bukit itu? Rumor mengatakan ada sebuah ras slime yang diam di bukit itu. Slime itu sudah menyerang orang-orang yang pergi ke bukit itu dan dikabarkan orang yang pergi ke bukit itu menghilang bahkan sampai saat ini." ucap Rudi kepada Sanku.


"Ahh yang benar Paman? Apakah yang Paman maksud Slime lemah yang ku bakar tadi dengan Skill (Bola Api Level 1) dan langsung lenyap." ucap Sanku kepada Rudi.


"Jangan bercanda Anak muda, Slime itu adalah ras Iblis yang sangat kuat. Mana mungkin bisa kalah dengan Skill (Bola Api Level 1) dan langsung lenyap. " ucap Rudi kepada Sanku dengan heran.


"Aku tidak berbohong kok. Aku menggunakan Skill ( Bola Api Level 1). " ucap Sanku kepada Rudi.


"Coba perlihatkan Skill (Bola Api Level 1) mu itu." ucap Rudi kepada Sanku.


"Baiklah Paman perhatikan baik-baik , (Bola Api Level 1) ." ucap Sanku kepada Rudi.


"Apa-Apaan Api itu? Apakah benar itu Skill (Bola Api Level 1). Jangan- jangan kamu itu keluarga kerajaan ya?" ucap Rudi kepada Sanku.


"Kok Paman tau kalau aku keluarga kerajaan?" tanya Sanku keheranan.


"Keluarga kerajaan memiliki kapasitas sihir lebih besar dari manusia biasa" ucap Rudi kepada Sanku.


"Oh begitu ya, hoaam aku lelah sekali aku pulang dulu ya paman" ucap Sanku sambil menguap.


"Oh baiklah, aku juga akan melanjutkan pekerjaan ku ,hati-hati di jalan ya." ucap Rudi kepada Sanku.


"Baiklah paman, dah." Sanku pun kembali ke istana .


Sesampainya di istana …


"Sanku kamu kemana saja sudah sore begini ,apakah kamu baik-baik saja?" ucap Ratu kepada Sanku.


"Aku baik-baik saja bu, sudah ya bu aku sangat lelah ,dah." ucap Sanku sambil pergi ke kamar .


"Yasudah, ibu juga akan tidur. Karena kamu sekarang sudah berumur 13 tahun, ibu sudah mendaftarkan kamu ke Akademi sihir . Besok pagi kamu harus pergi ke Akademi sihir untuk melatih sihir yang kamu punya." ucap Ratu kepada Sanku.


"Baiklah bu." ucap sanku kepada Ratu.

__ADS_1


"Hari yang melelahkan." ucap Sanku dalam hati.


Sanku pun tidur dan keesokan harinya…


__ADS_2