Petualangan Pangeran Abadi

Petualangan Pangeran Abadi
Ayah Sakaru yang Lama Hilang.


__ADS_3

"Ayah, jangan tinggalkan aku." ucap Sakaru kepada Ayahnya.


Sakaru pun terbangun dari tidur nya karena mimpi yang dialaminya.


"Ternyata hanya mimpi. iya juga ya, aku tidak pernah bertemu dengan ayahku semenjak 5 tahun yang lalu. Apakah ayahku baik-baik saja ya." ucap Sakaru di dalam hati.


"Ngomong-ngomong,kemana Sifa dan Laura ya tumben mereka bangun pagi-pagi sekali." ucap Sakaru .


Sakaru pun pergi keluar kamar.


"Gelap sekali,apa yang terjadi sebenarnya." ucap Sakaru berbicara sendiri.


Sakaru pun mengecek ke dalam kamar Mikazu dan Ekki tidur.


"Disini juga tidak ada siapa-siapa. Kemana semua orang pergi sebenarnya." ucap Sakaru.


"Duh,aku harus mencari mereka dimana lagi?" ucap Sakaru sedikit kesal.


Sakaru pun mulai mencari ke luar mansion tetapi tetap tidak ada.


"Kemana sebenarnya orang-orang? Apa aku mungkin telah berbuat suatu kesalahan sampai mereka semua meninggalkanku?" ucap Sakaru sedikit galau.


Sakaru pun pergi ke dalam kota untuk mencari petunjuk mengenai menghilang nya semua orang yang di dalam mansion.


"System, apa kamu mengetahui sesuatu tentang menghilangnya orang-orang yang berada di dalam mansion?" tanya Sakaru kepada System.


[Tidak tahu.]


"Apakah kamu bisa melacak keberadaan mereka." ucap Sakaru.


[Tidak bisa.]


"Sepertinya aku akan berkeliling kota untuk mencari sesuatu yang mungkin akan menjadi petunjuk." ucap Sakaru.


Sakaru pun pergi mengelilingi kota.


"Pak, saya beli nasi padang nya satu bungkus,dimakan di tempat saja." ucap Sakaru kepada penjual .


"Baik, silahkan menunggu sebentar." ucap penjual kepada Sakaru.


Setelah Sakaru menunggu beberapa lama, akhirnya nasi padang yang Sakaru pesan telah jadi.


" Ini nasi padang nya." ucap penjual kepada Sakaru.


"Kalau begitu ,aku akan memakannya karena dari tadi perutku sudah keroncongan." ucap Sakaru.


Sakaru pun menghabiskan nasi padang tanpa adanya sisa.


"Berapa harga nasi padang yang aku makan tadi?" tanya Sakaru kepada penjual.


"Harganya hanya 20 ribu rupiah saja." ucap penjual kepada Sakaru.

__ADS_1


" Kalah begitu, ini uangnya." ucap Sakaru sambil memberikan uang kepada penjual.


" Hari ini aku akan pergi kemana ya? Bagaimana kalau aku pergi berlatih untuk meningkatkan Chi. System apakah ada tempat yang cocok untuk berlatih?" tanya Sakaru.


[Chi Tuan sudah meningkat sejak hari pertama Tuan menggunakan artefak berbentuk cawan, semenjak saat itu Chi Tuan terus meningkat dalam waktu yang singkat, jadi saya tidak merekomendasikan Tuan untuk berlatih karena itu dapat mengacaukan aliran Chi dalam tubuh Tuan.]


"Oh begitu ya, kalau begitu aku pergi saja kepasar, siapa tau aku mendapatkan beberapa barang yang berguna." ucap Sakaru di dalam hari.


Sakaru pun pergi ke pasar untuk melihat-lihat .


"Wah apa itu ya,sepertinya harganya mahal sekali." ucap Sakaru di dalam hati.


" Permisi pak, sebenarnya apa batu merah ini?" tanya Sakaru kepada penjual.


" Oh, batu merah itu dapat meningkatkan beberapa atribut seperti attack, pertahanan dan keringanan, biasanya batu itu digunakan untuk mengupgrade sebuah senjata atau baju pertahanan." ucap penjual kepada Sakaru.


"Kalau begitu, berapa harganya?" tanya Sakaru.


" Harganya murah kok, hanya 2 juta rupiah." ucap penjual kepada Sakaru.


"Buset, mahal sekali." ucap Sakaru spontan.


"Kalau begitu saya permisi dulu." ucap Sakaru meninggalkan penjual .


"Fiuh , aku lelah sekali. Sebaiknya aku kembali ke mansion, siapa tau mereka sudah kembali." ucap Sakaru di dalam hati.


Sakaru pun kembali ke mansion dan pergi menuju ke kamarnya, tiba-tiba...


Sakaru pun terkejut karena dari pagi tidak ada siapa-siapa dan tiba-tiba semua orang ada di dalam kamar Sakaru.


"Bagaimana kalian bisa tahu kalau hari ini adalah hari ulang tahun ku?" tanya Sakaru .


"Sebenarnya kemarin malam, setelah master tertidur,Sifa memberitahu ku bahwa besok adalah hari ulang tahun master, jadi kami memutuskan untuk mengejutkanmu." ucap Laura kepada Sakaru.


"Kalau begitu,terimakasih." ucap Sakaru.


"Nah ,kalau begitu,ayok kita mulai pestanya." ucap Ekki dengan penuh semangat.


Mereka pun melakukan pesta untuk merayakan hari ulang tahun Sakaru. Tiba-tiba ...


"Aku kembali." ucap Remy .


"Bagaimana, apakah kamu memiliki informasi mengenai organisasi Fake Smile?" tanya Kagome kepada Remy.


"Aku mendapatkan sedikit informasi tentang organisasi Fake Smile, bahwa orang yang memimpin organisasi Fake Smile adalah Nakki, dia juga dikenal sebagai Dewa Mutlak yang kekuatannya mungkin setara denganku." ucap Remy kepada Kagome.


"Oh kalau begitu beristirahatlah, hari ini juga kita kedatangan teman-teman baru ,dan teman-teman baru kita salah satunya sedang berulang tahun. Kalau tidak salah namanya Sakaru." ucap Kagome kepada Remy.


" Apa Sakaru, kamu tidak salah bilang kan." ucap Remy kepada Kagome.


Remy pun bergegas datang kekamar Sakaru.

__ADS_1


"Sakaru, apakah itu benar dirimu?" tanya Remy kepada Sakaru.


Sakaru pun menoleh kebelakang.


"Ayah, tidak mungkin. Mengapa ayah ada di sini, dan mengapa ayah menghilang semenjak 5 tahun yang lalu." ucap Sakaru menangis dan memeluk Remy.


"Ayah juga terkejut, tidak kusangka kamu akan berada si sini." ucap Remy memeluk anaknya yang sudah lama ia tinggalkan.


"Jadi bagaimana ayah bisa berada di sini?" tanya Sakaru kepada Remy.


"Sebenarnya, 5 tahun yang lalu, ayah mendapatkan sebuah mail dari seseorang yang tidak dikenal, dan saat ayah mengkliknya ayah terseret ke dalam dunia game." ucap Remy kepada Sakaru.


"Kalau begitu, bagaimana ayah bisa menjadi Dewa Permainan?" tanya Sakaru kepada Remy.


" Sebenarnya ayah memiliki System yang terhubung dengan jiwa ayah dan System itulah yang membuatku disebut sebagai Dewa Permainan." ucap Remy kepada Sakaru.


"System? Apakah itu program yang sama seperti yang kumiliki saat ini? Kalau begitu, apakah aku bisa disebut sebagai Dewa permainan juga?" tanya Sakaru kepada Remy.


" Tidak semudah itu Sakaru. Kamu harus meningkatkan kekuatan Chi yang berada di dalam tubuh mu untuk di tukarkan/meningkatkan System yang kamu miliki." ucap Remy kepada Sakaru.


" Kalau begitu, berapa banyak Chi yang harus ku kumpulkan agar dapat meningkatkan System yang ku miliki?" tanya Sakaru kepada Remy.


"Sepertinya butuh sebanyak 1 juta Chi untuk meningkatkan System yang kami miliki." ucap Remy kepada Sakaru.


"Lalu bagaimana caranya untuk mengetahui seberapa besar Chi yang kumiliki?" tanya Sakaru kepada Remy.


" Itu bisa kamu tanyakan kepada System yang kamu miliki." ucap Remy kepada Sakaru.


"System, berapa banyak Chi yang kumiliki saat ini?" tanya Sakaru kepada System.


[Saat ini Chi yang berada di dalam tubuh Tuan adalah 32 Chi.]


"Apa , hanya 32. Apakah ayah yakin aku memerlukan 1 juta Chi agar bisa meningkatkan System?" tanya Sakaru kepada Remy.


"Ya ayah sangat yakin, saat ayah dulu juga ayah mengumpulkan banyak sekali Chi sampai memerlukan waktu bertahun-tahun." ucap Remy kepada Sakaru.


Sakaru pun teringat dengan Riski si manusia goa dan mulai menanyakan kepada ayahnya.


"Apakah ayah mengenal Riski si manusia goa?" tanya Sakaru kepada Remy.


"Oh, dia . Dia adalah anak buah ayah yang dari dulu tidak pernah keluar dari goa. Bahkan saat System dunia di retas oleh Fake Smile, dia tetap berada di dalam goa itu sehingga goa itu pun berpindah ke dunia nyata." ucap Remy kepada Sakaru.


"Oh begitu ya, hoam aku mengantuk sekali, sepertinya aku akan tidur duluan ,dah ayah." ucap Sakaru kepada Remy.


"Kalau begitu selamat malam." ucap Remy kepada Sakaru.


Sakaru pun segera tertidur karena sudah sangat lelah.


"Sepertinya ini adalah hari terbaik yang pernah kualami dalam hidupku." ucap Sakaru di dalam hati.


Sakaru pun tertidur ,dan bermimpi indah.

__ADS_1


__ADS_2