Petualangan Pangeran Abadi

Petualangan Pangeran Abadi
Flashback Kehidupan Sebenarnya.


__ADS_3

" Sakaru hey Sakaru ,jangan tertidur di kelas." ucap Pak guru.


" Hoam ,maaf pak kemarin aku lelah sekali." ucap Sakaru.


" Sekarang kamu pergi cuci muka sana." ucap Pak guru.


Sakaru pun pergi ke toilet untuk mencuci mukanya...


" Mengapa aku mengantuk sekali hari ini." ucap Sakaru.


Sakaru pun kembali menuju kelasnya. Bel istirahat pun berbunyi...


" Hoy Sakaru, belakangan ini mengapa kamu terlihat sangat lesu" ucap Dani.


"Iya nih , belakangan ini aku banyak sekali pekerjaan yang harus ku selesaikan." ucap Sakaru.


" Btw ,Sakaru pernah main game ini ga?" tanya Dani.


" Oh , Dirslam Saga . Bukankah game itu sangat langka ya?" tanya Sakaru.


" Iya nih, katanya game itu sangat langka. Tapi game itu bisa di dapat dengan mengikuti event acara nya loh." ucap Dani.


" Oh begitukah, tapi aku tidak tertarik dengan game itu." ucap Sakaru.


Bel pun berbunyi dan istirahat pun berakhir...


Bruukkk... suara keras terdengar seperti ada benda terjatuh dari atas.


" Suara apa tuh, keras banget." ucap Sakaru spontan.


" Aaaaa ."


" Ada murid terjatuh dari lantai 5 ,panggil kan ambulance." ucap seorang murid yang terlihat panik.


" Ada murid terjatuh? perasaanku ga enak." ucap Sakaru di dalam hati.


Sakarupun bergegas melihat apa yang sebenarnya terjadi, dan ternyata....


" Dani, tidak mungkin." ucap Sakaru sambil tersungkur lemas.


" Padahal dia adalah satu-satunya sahabatku, tapi kenapa hal ini harus terjadi padaku."


Sakaru pun menjadi penyendiri semenjak peristiwa itu terjadi...


3 tahun kemudian....


Kling kling, ada suara mail yang masuk ke dalam handphone Sakaru.


" Hmm, siapa ini? padahal aku sama sekali tidak pernah meng-share nomor pribadiku ini." ucap Sakaru berbicara sendiri.


" Dani!!?, siapa ini? Dirslam saga sepertinya tidak asing." ucap Sakaru sedikit terkejut.


Sakaru pun mencoba meng-klik tulisan Dirslam saga...


" Aaaaa, apa yang terjadi? Ternyata hanya mimpi, tapi mengapa mimpi itu terasa sangat nyata?" ucap Sanku sedikit bingung.


" Pangeran , apakah pangeran baik-baik saja?" tanya Yuna sedikit bingung.

__ADS_1


" Oh ,aku baik-baik saja, hanya melihat mimpi yang sedikit aneh." ucap Sanku sambil menghela nafas.


" Kalau begitu saya akan menyiapkan sarapan." ucap Yuna kepada Sanku.


" Baiklah, aku akan segera bangun dan bersiap-siap." ucap Sanku.


Setelah bangun dan bersiap-siap. Sanku pun pergi berangkat ke akademi untuk berlatih menggunakan sihir...


" Sanku, apakah kamu baik-baik saja setelah kejadian kemarin?" tanya Luri.


" Aku baik-baik saja kok. Lihat saja aku dapat bergerak bebas kan." ucap Sanku .


" Syukurlah kalau begitu." ucap Luri.


"Aku sungguh terkejut saat kejadian di dungeon kemarin. Syukurlah kalau kamu tidak apa-apa." ucap Rena.


" Ngomong-ngomong, dimana Dono? sepertinya dia tidak ada di kelas." ucap Sanku sedikit bingung.


" Sebenarnya aku mendapatkan kabar bahwa Dono terjatuh dari tempat tidurnya dan lengannya patah, jadi dia tidak datang untuk berlatih hari ini." ucap Rena kepada Sanku.


" Oh begitu ya." ucap Sanku.


" Terjatuh?? Apakah itu ada hubungannya dengan mimpiku semalam ya?" ucap Sanku di dalam hati.


" Bagaimana kalau sepulang akademi nanti kita menjenguk Dono?" tanya Sanku.


" Baiklah, aku akan pulang kerumah terlebih dahulu. Bagaimana denganmu Luri? tanya Rena kepada Luri.


" Sepertinya hari ini aku tidak bisa, maaf ya sepulang akademi nanti aku ada urusan." ucap Luri kepada Rena.


" Ngomong-ngomong , apakah kalian tahu dimana rumah dono berada?" tanya Sanku.


" Sebaiknya sepulang akademi nanti,kamu mampir dulu kerumahku. Soalnya aku tau dimana rumah Dono berada." ucap Rena kepada Sanku.


Akademi pun berakhir dan Sanku segera pulang ke rumah dan bersiap-siap...


" Sebaiknya aku membawa apa ya untuk oleh-oleh?" ucap Sanku di dalam hati.


" Sepertinya aku akan membawa pedang deh, akan ku temui ayah terlebih dahulu."


Sanku pun pergi ke ruangan Raja ...


"Ayah, apakah ayah memiliki pedang yang tak terpakai, tapi masih bisa digunakan?" tanya Sanku kepada Raja.


" Sebenarnya ada satu di gudang,tapi untuk apa pedang itu ?" tanya Raja kepada Sanku.


"Aku akan menjenguk temanku yang sedang sakit , tapi aku bingung akan membawa apa. Jadi aku putuskan untuk membawa pedang." ucap Sanku.


"Begitu ya, Prajurit ambilkan pedang yang berada di dalam gudang segera." ucap Raja kepada Prajurit.


"Baik,laksanakan." ucap Prajurit kepada Raja.


Setelah Sanku mendapatkan pedang ,Sanku pun bergegas pergi ke rumah Rena. Sesampainya di sana...


" Lama sekali kamu ini , Sanku." ucap Rena sambil kesal.


" Ya maaf, aku juga tadi mengambil pedang di gudang." ucap Sanku sambil mengeluarkan pedang .

__ADS_1


"Hahaha, apa-apaan pedang jadul itu?" ucap Rena sambil tertawa terbahak-bahak.


" Memangnya kamu tau apa tentang pedang." ucap Sanku sedikit kesal.


" Iya deh, kalau begitu ayo kita segera berangkat sebelum sore tiba.


Mereka pun segera berangkat kerumah Dono. Sesampainya di sana...


" Teman-teman,kalian datang menjengukku?" ucap Dono dengan terkejut.


" Dono ,sebenarnya apa yang terjadi ? mengapa tanganmu bisa patah begitu?" tanya Sanku kepada Dono.


" Sebenarnya ,tadi malam aku bermimpi didorong oleh seseorang dan terjatuh dari lantai 5, tapi aku malah terjatuh dari tempat tidur." ucap Dono kepada Sanku.


" Apakah mungkin , tidak tidak itu tidak mungkin." ucap Sanku di dalam hati.


" Apa sekarang kamu sudah baik-baik saja dono?" tanya Rena sedikit penasaran.


" Sekarang aku sudah baik-baik saja kok, besok aku akan kembali ke akademi." ucap Dono .


" Kalau begitu, aku ada sedikit hadiah untukmu,Dono." ucap Sanku kepada Dono.


" Apa itu, lucu sekali bentuknya,seperti pedang kuno saja." ucap Dono sambil tertawa terbahak-bahak.


" Kalau kau tidak mau, aku ambil kembali loh!" ucap Sanku sedikit kesal.


" Bercanda, terimakasih Sanku." ucap Dono kepada Sanku.


" Ini hadiah dariku, buah-buahan dari belakang rumahku." ucap Rena kepada Dono.


"Oh , terimakasih juga Rena. Aku pasti akan menghabiskan nya." ucap Dono kepada Rena.


" Kalau begitu kami pulang dulu ya, karena matahari hampir terbenam." ucap Sanku kepada Dono.


" Kalau begitu, sampai jumpa di kelas." ucap Dono.


Sanku dan Rena pun pulang ke rumah mereka.


" Hari ini melelahkan sekali, aku akan segera tidur." ucap Sanku di dalam hati.


" Balas kan dendam ku Sakaru" suara yang tidak diketahui asalnya.


" Suara apa itu !" Sanku terkejut dan melihat sekitar.


" Bunuh,Bunuh,balas kan dendam ku Sakaru" Suara yang tidak diketahui asalnya.


Sanku pun mulai berkeliling mencari-cari asal dari suara itu tapi tetap tidak tertemu. Sanku pun memberanikan diri untuk tertidur .


" Sebenarnya yang membuat ku terjatuh adalah gadis itu" ucap arwah Doni.


" Apa maksudmu Doni?" ucap Sakaru penasaran.


" Aku terjatuh karena di dorong dari belakang oleh seorang gadis." ucap arwah Doni.


" Seorang gadis???, maksudmu kamu itu dibunuh oleh seseorang?" ucap Sakaru .


" Ya, aku di bunuh oleh ......" ucap arwah Doni.

__ADS_1


__ADS_2