
" Wah ternyata sudah pagi." ucap Sakaru .
[Tuan , anda memiliki satu pesan yang belum di baca.]
Sakaru pun mulai meng-klik icon mail.
[ Kepada yang terhormat, Sakaru. Kami memiliki sedikit kesalahan dalam System kami dan kami akan mengambil seluruh uang yang sudah diberikan kepada anda. Dari Developer.]
" Apa maksudnya itu." ucap Sakaru .
[Uang yang anda miliki sekarang adalah 0.]
" Apa." ucap Sakaru terkejut.
Sakaru pun teringat akan sesuatu.
" Tunggu-tunggu sebentar. Apakah Dunia ini sama seperti game yang pernah kumainkan sebelumnya?. ucap Sakaru di dalam hati.
" System, apa nama game ini?" tanya Sakaru.
[Nama game ini adalah Eldram Fantasy Online.]
"Ternyata benar ini adalah game yang pernah kumainkan sebelumnya. Kalau benar ini adalah Eldram Fantasy Online, berarti dungeon yang pernah ku buat dulu seharusnya masih ada. Dimana aku membuat nya ya?" ucap Sakaru sambil berpikir.
" Ada apa tuan?" tanya Sifa kepada Sakaru.
" Tidak, aku hanya mencoba mengingat-ingat lokasi Dungeon yang pernah ku buat dulu." ucap Sakaru kepada Sifa.
Setelah Sakaru berpikir berulang kali akhirnya Sakaru pun mengingat tentang tempat Dungeon yang pernah dia buat...
" Oh aku ingat, System seberapa jauh lokasi kita dengan Hutan Para Peri?" tanya Sakaru kepada System.
[Mencari lokasi ... , ... , ... . Ditemukan. Lokasi Anda saat ini berjarak 300 KM dari Hutan Para Peri.]
" Oh begitu yah, kalau benar ini adalah game Eldram Fantasy Online. Seharusnya di sebelah barat kota Saint Haven ada sebuah guild yang menampung para petualang." ucap Sakaru di dalam hati.
" Sifa, ayo kita pergi ke guild untuk mencari uang." ucap Sakaru kepada Sifa.
"Ehh kenapa? Bukankah kemarin kamu mendapatkan banyak sekali uang dari tuhan?" tanya Sifa kepada Sakaru.
" Sebenarnya , uang yang kemarin diberikan oleh Developer di ambil kembali. Jadi mulai sekarang kita harus mencari uang." ucap Sakaru.
" Oh begitu ya. Baiklah aku akan ikut dengan Tuan pergi ke guild." ucap Sifa kepada Sakaru.
Sakaru dan Sifa pun segera pergi ke sebelah barat kota untuk mencari guild.
" Nah ,ketemu." ucap Sakaru.
" Ramai sekali disini." ucap Sifa Sedikit terkejut.
" Baiklah, ayo kita segera mendaftar ke dalam guild." ucap Sakaru kepada Sifa.
Mereka pun masuk ke dalam guild dan mencoba untuk mendaftar...
" Permisi, apakah kami bisa mendaftar untuk menjadi petualang? tanya Sakaru.
"Apakah kalian memiliki pengalaman tentang pertempuran?" tanya pengurus guild.
" Ya , kami memiliki sedikit pengalaman tentang pertempuran." ucap Sakaru kepada pegawai.
"Kalau begitu, silahkan menyentuh batu sihir ini untuk dilakukan penilaian status." ucap pegawai.
Sakaru dan Sifa pun mencoba untuk menyentuh batu tersebut. Tapi saat Sakaru mencoba untuk menyentuh batu tersebut tiba-tiba...
Duar...
Batu tersebut meledak karena menerima terlalu banyak sihir yang berasal dari tubuh Sakaru.
"Apa yang terjadi?" ucap Sakaru kepada pegawai.
__ADS_1
" Siapa kamu sebenarnya. Sebelumnya belum pernah ada yang orang yang bisa menghancurkan batu sihir penilai ini." ucap pegawai terkejut .
"Aku hanyalah petualang biasa yang lewat ." ucap Sakaru dengan wajah datar.
"Tunggu sebentar disini." ucap pegawai sambil pergi menuju ruang ketua guild.
Pegawai pun menemui ketua guild.
"Apa, ada orang yang berhasil menghancurkan batu sihir penilai?!!" ucap ketua guild terkejut dan menghampiri Sakaru.
" Apakah kamu orang yang telah membuat batu sihir penilai hancur?" tanya ketua guild kepada Sakaru.
"I-itu aku." ucap Sakaru .
"Kalau begitu, ayo ikuti aku." ucap ketua guild kepada Sanku.
Sakaru dan Sifa pun mengikuti ketua guild. Mereka pun sampai di sebuah ruang dan ada cermin di dalam ruangan tersebut...
"Kalian cobalah untuk menyentuh cermin itu." ucap ketua guild kepada Sakaru dan Sifa.
Ketika Sakaru menyentuh cermin, muncul Status milik Sakaru di dalam cermin.
Status: Serangan Sihir Cahaya tingkat Dewa.
Serangan Api tingkat Dewa.
Keabadian.
Kebijaksanaan.
Sang Penuntun (System).
Skill Penilaian.
Skill Menghilang.
Pemburuan Pertama.
Berteman dengan Developer.
Sang Pemimpin.
Sang Abadi.
Makhluk Agung.
Hak Khusus Admin.
" Apa-apaan Status ini? Aku tidak pernah mengetahuinya." ucap Sakaru sedikit terkejut.
" Maafkan kelancangan ku , Makhluk Agung." ucap ketua guild.
" System, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Sakaru kepada System.
[Sepertinya para penduduk di sini percaya bahwa Developer adalah tuhan mereka dan Makhluk Agung adalah utusan nya.]
"Kalau begitu ,kami permisi dulu." ucap Sakaru sambil meninggalkan guild.
" Hah, Apa-apaan itu tadi. Mengejutkanku saja." ucap Sakaru .
" Aku juga sedikit terkejut bahwa selama ini aku berada di sebelah Makhluk Agung." ucap Sifa .
Merekapun kembali ke dalam penginapan, sesampainya di sana...
"System , sambungkan aku dengan Developer." ucap Sakaru.
[Baiklah mohon tunggu sebentar.]
"Ada apa, apa kau memanggilku?" ucap Developer kepada Sakaru.
__ADS_1
"Ada yang ingin aku tanyakan kepadamu. Siapa sebenarnya dirimu ini? Mengapa di dalam status tadi aku memiliki Julukan: Berteman dengan Developer. Aku mengenalmu saja tidak." ucap Sakaru kepada Developer.
" Sakaru, Sakaru. Masa selama ini kamu tidak sadar. Aku ini Dani loh, Dani." ucap Dani kepada Sakaru.
" Hah, jangan bercanda deh. Dani itu sudah lama meninggal ." ucap Sakaru sedikit terkejut.
"Apakah kamu memiliki bukti bahwa aku sudah meninggal?" tanya Dani kepada Sakaru.
"Hah, bukti? bukankah sudah jelas . Mana ada manusia yang bisa tetap hidup setelah terjatuh dari lantai 5." ucap Sakaru tidak percaya kepada Dani.
"Gunakan sedikit otakmu dong, Sekolah kita saja tidak bertingkat, apalagi sampai 5 tingkat." ucap Dani sedikit kesal.
" Lalu apa kamu bisa menjelaskan tentang teriakan orang-orang?" tanya Sakaru kepada Dani.
" Hadeuh Sakaru, Sakaru. Orang-orang yang berteriak itu adalah temanku yang sedang membaca naskah untuk melakukan pentas seni. Lagian mengapa kamu tiba-tiba saja tidak masuk sekolah apalagi kamu tidak masuk selama 3 tahun lebih. Aku mencoba menelfonmu malah tidak di jawab. " ucap Dani sedikit kesal.
"Kalau begitu, berarti selama ini kamu masih hidup." ucap Sakaru sambil menangis
"Tidak kusangka kamu itu ternyata sangat bodoh, Sakaru." ucap Dani kepada Sakaru.
"Ini semua kan salahmu, mengapa kamu tidak bilang sebelumnya bahwa kamu sedang melakukan latihan untuk pentas seni." ucap Sakaru kepada Dani.
"Malah menyalahkanku, itu kan salah mu tidak bertanya kepadaku." ucap Dani sedikit kesal.
" Kalau begitu, sekarang kamu berada di mana?"tanya Sakaru kepada Dani.
"Hmm aku yah, aku sekarang terjebak di dalam System." ucap Dani kepada Sakaru.
"Hah , bagaimana kamu bisa terjebak di dalam System?" tanya Sakaru kepada Dani.
"Sebenarnya , ada seseorang yang mengirimkan sebuah mail kepadaku dan tiba-tiba saja aku terjebak di dalam System dari game ini." ucap Dani kepada Sakaru.
"Lalu mengapa kamu mengirimkan sebuah mail juga kepadaku?" tanya Sakaru sedikit kesal.
"Hehe iya juga ya,kenapa ya hmm. Aku lupa alasannya hehe." ucap Dani kepada Sakaru.
"Sudahlah,kalau begitu bagaimana caranya agar bisa keluar dari game ini?" tanya Sakaru kepada Dani.
" Cara untuk keluar dari game ini, ya kamu harus bisa menamatkan game nya, itu hal yang mudah bukan untuk seorang maniak game sepertimu." ucap Dani kepada Sakaru.
"Lalu bagaimana cara untuk menamatkan game ini?" tanya Sakaru kepada Dani.
"Hmm apa ya, tunggu sebentar.... , oh iya juga kamu harus bisa mengalahkan Ekki Sang Dewa Kegelapan. Karena kamu memiliki sihir tipe cahaya, kamu seharusnya bisa mengalahkannya." ucap Dani kepada Sakaru.
"Tapi sepertinya kamu harus bekerja sama dengan Dewa-Dewi Lainnya deh." ucap Dani kepada Sakaru.
"Baiklah tapi sebelum itu, kembalikan dulu uang yang sudah kamu ambil dariku." ucap Sakaru sedikit kesal.
"Baiklah-baiklah aku akan segera mengirimkannya." ucap Dani kepada Sakaru.
[Anda memiliki 1 mail yang belum dibaca.]
[Iya nih uangnya di balikin, rese amat sih lu. Mendapatkan 1000 Koin Emas, 100 Koin Perak, dan 100 Koin Perunggu. Dari Developer.]
"Untunglah di kembalikan, walau tidak semua." ucap Sakaru kepada Dani.
"Nah sudah ya, tidak ada keluhan pokoknya kamu harus bisa menamatkan game ini." ucap Dani kepada Sakaru.
"Iya-iya, sudah dulu ya aku sudah sangat mengantuk." ucap Sakaru kepada Dani.
"Enak ya,kamu itu masih bisa tidur. Sedangkan aku malah terjebak di dalam System." ucap Dani kepada Sakaru.
" Itu salahmu sendiri karena membawa-bawa diriku ke dalam game ini." ucap Sakaru kepada Dani.
"Iya deh iya, ini semua salahku." ucap Dani kepada Sakaru dengan nada kesal.
" Yasudah, aku akan tidur karena sudah sangat mengantuk." ucap Sakaru kepada Dani.
Sakaru dan Sifa pun segera tertidur. Keesokan harinya...
__ADS_1