Petualangan Pangeran Abadi

Petualangan Pangeran Abadi
Tunangan Sanku.


__ADS_3

" Pangeran bangun." ucap Yuna kepada Sanku.


" Oh Yuna , selamat pagi. " ucap Sanku sambil melirik ke arah jam.


" Pangeran kamu di panggil oleh Ratu untuk segera pergi ke ruangan Ratu. " ucap Yuna kepada Sanku.


" Memangnya ada apa ?" tanya Sanku kepada Yuna.


" Ada deh." ucap Yuna sambil tersenyum.


Sanku pun bersiap-siap dan pergi menuju ke ruangan Ratu.


" Ibu , apakah ibu memanggilku? tanya Sanku.


" Siapa dia, cantik sekali ." ucap Sanku di dalam hati.


" Oh , Sanku perkenalkan dia adalah Putri dari kerajaan Vinslan. Sekarang dia adalah Tunanganmu." ucap Ratu kepada Sanku.


" Salam kenal Pangeran Sanku , namaku adalah Sita. Aku adalah Putri ke 2 dari kerajaan Vinslan." ucap Sita kepada Sanku.


" Oh halo, namaku Sanku." ucap Sanku.


"Sebentar , apa maksud ibu tadi?" tanya Sanku sambil terkejut.


" Sudah ibu bilang dia itu adalah Tunanganmu." ucap Ratu Kepada Sanku.


Sanku pun hanya bisa terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun, dan berangkat menuju ke akademi.


" Oh itu Sanku. Tumben kamu datang terlambat." ucap Rena kepada Sanku.


"Iya tadi ada sedikit urusan makanya aku terlambat datang ke akademi." ucap Sanku.


" Oh begitu ya." ucap Rena kepada Sanku.


Bel pun berbunyi, kelas pun dimulai....


" Perhatian murid-murid kita memiliki teman baru." ucap pak Rudi kepada murid-murid.


" Wah siapa itu?" ucap murid-murid penasaran.


" Bukan kah itu tunangan ku." ucap Sanku di dalam hati.


" Perkenalkan , dia adalah putri dari kerajaan Vinslan. Silahkan memperkenalkan diri." ucap pak Rudi kepada Sita.


" Perkenalkan, namaku adalah Sita. Aku adalah putri dari kerajaan Vinslan. Mohon kerjasamanya ya." ucap Sita kepada murid-murid.


" Sekarang silahkan kamu bergabung ke dalam kelompok Sanku." ucap Rudi kepada Sita.


" Baik pak." ucap Sita .


" Bagaimana kamu bisa berada di akademi ini?" tanya Sanku terkejut.


" Sanku, kamu mengenalnya?" tanya Rena sedikit penasaran.


" Salam kenal, sebenarnya aku adalah tunangannya Sanku." ucap Sita kepada Rena.


" Apa, kamu tunangannya Sanku." ucap Rena sambil terkejut.


" Baru saja tadi pagi aku bertunangan dengan Sita." ucap Sanku kepada Rena.


" Begitu yah. Pantas saja tadi pagi kamu terlambat datang ke akademi." ucap Rena kepada Sanku.


Bel pun berbunyi dan pelajaran pun di mulai. Sementara itu terjadi sesuatu di dalam istana kerajaan...


" Lapor ,Baginda Raja. Saya membawa surat dari kerajaan Vinslan dan mendapatkan laporan bahwa sekelompok monster sedang menuju ke arah sini." ucap sang pengawal sambil memberikan surat kepada Raja.


Sang Raja pun membaca isi dari surat tersebut. Setelah beberapa saat...

__ADS_1


" Sekelompok Goblin yang di pimpin oleh Minotaur ya. Pengawal segera kirim beberapa pasukan untuk menghabisi sekelompok Goblin itu." ucap Raja kepada Pengawal.


" Baik." ucap Pengawal sambil meninggalkan ruang tahta.


Sementara itu ...


" Hey Sanku, sepulang akademi ayo kita berlatih sihir ." ucap Rena kepada Sanku.


" Boleh juga. Ngomong-ngomong Skill apa yang kamu miliki ,Sita?" tanya Sanku kepada Sita.


" Aku memiliki Skill Pengendali Bayangan." ucap Sita kepada Sanku.


" Kegunaan Skill itu memangnya apa?"tanya Sanku kepada Sita.


" Skill ku ini sedikit unik. Aku bisa mengendalikan orang sesuka hatiku, tapi kelemahan Skill ku ini tidak akan mempan terhadap pengguna Skill Cahaya." ucap Sita.


" Oh begitu ya." ucap Sanku sambil tersenyum .


" Apakah kamu akan ikut berlatih ,Sita?" tanya Sanku kepada Sita.


" Ooh bolehkah,kalau begitu aku akan ikut berlatih setelah akademi usai." ucap Sita kepada Sanku.


" Bagaimana dengan kalian, Dono,Luri?" tanya Sanku kepada mereka.


" Aku sih tidak ada kegiatan sepulang dari akademi." ucap Dono kepada Sanku.


" Aku sebenarnya harus menjaga adikku, maaf aku tidak bisa ikut." ucap Luri.


" Oh baiklah." ucap Sanku kepada Luri.


Setelah akademi selesai, mereka berempat pun pergi berlatih sihir di Dungeon bawah bukit. Merekapun terkejut karena ada bekas pertempuran...


" Apa yang terjadi di sini, apakah ada pertempuran yang terjadi di sini?" ucap Sanku kebingungan.


" Bukankah itu Minotaur yang menyerang kita di Dungeon kemarin? Bagaimana dia bisa naik ke atas sini?" tanya Rena sambil melihat keadaan sekitar.


Setelah Sita menggunakan Skill Bayangan miliknya, bayangan minotaur itu pun mulai berbicara...


" Kurang ajar para manusia itu." ucap Bayangan Minotaur.


" Sepertinya terjadi pertempuran antara pengawal kerajaan dengan Minotaur itu." ucap Sita .


" Kalau begitu bagaimana kalau kita menelusuri Dungeon ke tingkat yang lebih dalam. Siapa tau ada sebuah harta di sana." ucap Sanku.


" Baiklah ." ucap Rena.


" Tunggu sebentar. Sebenarnya dari tadi aku penasaran sebenarnya cahaya apa itu?" tanya Dono sambil menghampiri asal dari cahaya tersebut.


" ... " cahaya itu sepertinya mencoba untuk mengatakan sesuatu.


" Aku akan mencoba menggunakan Skill Penilaian." ucap Sanku spontan.


" Ternyata dia adalah Roh Cahaya. Sepertinya dia ingin kita mengikutinya." ucap Sanku.


" Kalau begitu ,bagaimana kalau kita mengikutinya." ucap Dono.


Merekapun mencoba untuk mengikuti Roh Cahaya tersebut dan mereka memasuki sebuah kuburan.


" Tempat apa ini, ini terlihat seperti kuburan." ucap Sanku.


" Teman-teman lihat itu, sepertinya Roh itu menghilang di sekitar sini." ucap Dono sambil melihat sekitar.


" Tulisan apa ini?" tanya Sanku kebingungan.


" Itu adalah tulisan Kuno yang kita pelajari di akademi Sanku. Masa kamu tidak ingat." ucap Rena kepada Sanku.


" Kan kamu tau sendiri aku itu tidak menyukai pelajaran ." ucap Sanku sedikit kesal.

__ADS_1


" Baiklah, aku akan mencoba menerjemahkannya. Tulisan Kuno ini mengatakan:'Saat ke 7 batu terkumpul pada bulan purnama, maka pintu rahasia akan terbuka'." ucap Rena.


" Bukahkah bulan purnama terjadi malam ini." ucap Sanku spontan.


" Sebentar , 7 batu itu maksudnya adalah batu-batu ini?" tanya Dono kebingungan.


" Wah itu terlihat sangat persis seperti lubang-lubang itu." ucap Sanku .


" Sebenarnya tadi aku mendapatkan 5 batu ini di dalam tas yang di bawa minotaur itu." ucap Dono sambil menancapkan batu-batu itu ke dalam lubang.


" Sepertinya aku juga memiliki batu yang cocok dengan lubang ini." ucap Sanku sambil mengeluarkan batu.


" Tinggal tersisa satu lubang bagaimana ini?" tanya Rena .


" Sebentar , sepertinya lubang terakhir itu cocok sekali dengan kalung ini." ucap Sita sambil mengambil batu yang berada di kalung.


" Kalau begitu, ayo segera pasangkan ,Sita." ucap Sanku tidak sabar.


Sita pun segera memasang kan batu itu dan lubang-lubang sudah terisi, bulan purnama pun sedang terjadi. Tiba-tiba pintu rahasia terbuka...


"Kalau begitu ayo kita segera masuk." ucap Sanku tidak sabar.


Mereka pun berkeliling dan mereka menemukan sebuah artefak Kuno ...


" Sepertinya Roh tadi masuk ke dalam benda itu deh." ucap Dono melihat ke arah artefak.


" Ada tulisan kuno ,biar ku terjemahkan: 'Sebuah tongkat yang di gunakan oleh tetua Elf saat berperang melawan para Iblis." ucap Rena .


"Szzzt , aw . Kilatan apa sebenarnya tadi. " ucap Dono kebingungan saat menyentuh artefak.


" Sebentar, biar aku menggunakan Skill Penilaian. Disini tertulis ' Hanya orang yang terpilih yang dapat menggunakan artefak cahaya ' ." ucap Sanku kepada Dono.


" Kalau begitu biar kucoba.... , Aww." ucap Rena terkejut .


" Bagaimana denganku?... Darrr . Apa-apaan ledakan itu." ucap Sita sedikit kesal.


" Sepertinya pengguna Skill Bayangan tidak bisa menggunakan artefak itu. Bagaimana denganku biar ku coba." ucap Sanku percaya diri.


Sanku pun mencoba untuk menyentuh artefak itu dan tidak terjadi apa-apa. Sanku pun mencoba menggunakan artefak di lengannya.


" Wah sepertinya aku berhasil menggunakan artefak ini." ucap Sanku .


" Disini juga aku menemukan sebuah perisai." ucap Dono.


" Wah perisai itu memiliki ketahanan terhadap sihir." ucap Sanku terkejut.


" Teman-teman kemari, lingkaran apa ini?" tanya Rena.


" Sebentar biar ku cek dulu... Lingkaran ini ternyata adalah sihir. Sihir ini bisa membawa kita menuju ke atas . " ucap Sanku.


" Apakah Sihir ini bisa aktif?" ucap Sita.


" Sihir ini bisa aktif jika salah satu dari kita bisa menggunakan Sihir Cahaya. Untungnya aku bisa menggunakan Sihir Cahaya." ucap Sanku.


" Kalau begitu ayo segera kembali sebelum orang tua kita khawatir." ucap Dono yang ingin segera pulang.


Mereka pun segera kembali ke rumah mereka masing-masing. Sementara itu Sanku...


" Duh bagaimana ini. Penjaga nya banyak sekali." ucap Sanku di dalam hati.


" Siapa disana!" ucap penjaga sambil mendekat ke arah Sanku.


" Tidak ada siapa-siapa, mungkin halusinasi ku saja." ucap penjaga berbicara sendiri.


" Fiuh, untung saja aku masih sempat menggunakan Skill Menghilang." ucap Sanku di dalam hati.


Sanku pun segera pergi ke dalam kamarnya dan Sanku pun langsung tertidur pulas.

__ADS_1


__ADS_2