
"Wah, ternyata sudah pagi." ucap Sakaru.
"Tuan,selamat pagi." ucap Sifa kepada Sakaru.
"Oh Sifa,selamat pagi." ucap Sakaru kepada Sifa.
"Master,hari ini aku akan pergi ke kota bersama dengan Sifa. Kami akan membeli beberapa persediaan bahan makanan." ucap Laura kepada Sakaru.
"Kalau begitu, ini uangnya." ucap Sakaru sambil memberikan uang.
"Kalau begitu kami berangkat." ucap Laura.
"Aku berangkat,Tuan." ucap Sifa.
"Hati-hati di jalan." ucap Sakaru.
Sifa dan Laura pun pergi ke kota untuk membeli persediaan bahan makanan.
"Sekarang apa yang akan ku lakukan ya?" ucap Sakaru di dalam hati.
Sakaru pun pergi keluar kamar dan saat dia membuka pintu nya.
"Oh Sakaru, maukah kamu ikut pergi dengan ayah untuk menjemput Riski?" tanya Remy kepada Sakaru.
"Riski? Bukankah dia itu tidak pernah keluar dari goa itu ya." ucap Sakaru.
" Sebenarnya, ayah menyuruhnya untuk menjaga goa itu sehingga dia selalu diam di dalam goa itu." ucap Sakaru.
"Apakah yang membuat goa itu adalah ayah?" tanya Sakaru kepada Remy.
"Iya, goa itu adalah salah satu Skill yang ayah miliki, dan goa itu sudah terhubung dengan Riski dari dulu." ucap Remy kepada Sakaru.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita mengajak Mikazu dan Ekki juga." ucap Sakaru.
Sakaru pun datang ke kamar Mikazu dan Ekki. Setelah Sakaru membuka pintu...
"Ekki, apakah kekuatanmu sudah kembali menjadi seperti semula? kamu terlihat berbeda dari kemarin." tanya Sakaru kepada Ekki.
"Iya ,kekuatanku sudah kembali 80%. Karena waktu itu kamu telah menyelamatkan kakakku Mikazu. Mulai saat ini aku akan membalas budi kepadamu dengan menebus semua dosa yang pernah ku perbuat." ucap Ekki kepada Sakaru.
"Kalau begitu apakah kalian akan ikut bersama kami menjemput Riski?" tanya Sakaru.
"Riski, kalau tidak salah dia adalah manusia goa yang pernah kuserang waktu itu." ucap Ekki di dalam hati.
"Karena kami memiliki banyak waktu luang, kami akan ikut." ucap Mikazu.
"Kalau begitu, ayo kita berangkat." ucap Remy.
Remy pun menggunakan Skill nya yaitu Teleportasi Massal dan mereka pun sampai di depan goa. Sementara itu yang terjadi di dalam goa.
"Aura apa ini, jangan-jangan ini adalah Aura Sang Dewa Kegelapan Ekki, dan Aura ini semakin mendekat. Sebaiknya aku bersiap-siap melancarkan serangan." ucap Riski.
[Tuan, terdekteksi sihir yang semakin membesar dari dalam goa. Sebaiknya Tuan berhati-hati.]
"Oh begitu ya, baiklah aku akan berhati-hati." ucap Sakaru di dalam hati.
"Baiklah, kalau begitu ayo kita segera masuk untuk menjemput Riski." ucap Ekki.
__ADS_1
Ekki dan yang lainnya pun segera masuk ke dalam goa, dan seketika itu juga, Riski menyerang Ekki dengan kekuatan penuh.
"Rasakan ini, Ekki Sang Dewa Kegelapan." ucap Riski .
Ekki yang terkejut pun segera melahap sihir yang mendekat ke arahnya menggunakan Skill miliknya.
" 'Skill Pelahap Semesta' , Apa itu tadi?" tanya Ekki sedikit terkejut.
Serangan yang Riski buat pun dengan mudahnya diserap oleh Ekki Sang Dewa Kegelapan.
"Riski,hentikan itu, dia itu sekarang adalah teman kita." ucap Remy kepada Riski.
"Master, kemana saja anda selama ini pergi? Aku selama ini selalu menunggu anda dengan setia." ucap Riski kepada Remy.
"Bagus,pertahankan itu. Terlebih lagi ayo sekarang kita segera tinggalkan goa ini." ucap Remy kepada Riski.
"Kita akan kemana, Master?" tanya Riski kepada Remy.
"Kita akan pindah ke dalam mansion yang mewah." ucap Remy kepada Riski.
"Kalau begitu, tunggu sebentar. Aku akan membawa barang-barang milikku dulu." ucap Riski sambil bersiap-siap pindah.
Setelah Riski membawa barang-barangnya, Remy pun menggunakan Teleportasi Massal untuk kembali ke dalam Mansion. Sesampainya di mansion...
"Wah aku sangat mengantuk, aku akan tidur terlebih dahulu." ucap Ekki.
"Aku lapar sekali, apakah mereka berdua sudah kembali ya?" ucap Sakaru di dalam hati.
Sakaru pun pergi ke dapur dan mencium aroma yang sangat harum.
"Kalian sedang memasak apa? " tanya Sakaru kepada Sifa dan Laura.
"Apakah sebentar lagi siap?" tanya Sakaru yang sudah kelaparan.
"Sebentar lagi,Tuan." ucap Sifa.
Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya soto ayam kesukaan Sakaru pun sudah siap.
"Wah, kalau begitu aku makan ya." ucap Sakaru.
Ketika Sakaru sedang makan, tiba-tiba system dunia mulai berubah...
[Memperbaharui System dunia, hitung mundur, 10 , 9 , 8 , 7 , 6 , 5 , 4 , 3 , 2 , 1 . System berhasil diperbaharui. Versi 14.3]
"Apa itu tadi?" tanya Sakaru kepada System.
[Sepertinya System dunia sudah mengalami peningkatan. Sepertinya ini disebabkan oleh para peretas yang disebut Fake Smile.]
"Jadi, apa ya terjadi dengan dunia ini? tanya Sakaru kepada System sambil menghabis kan sotonya.
[Ini bisa disebut dengan kembali ke tahun 2020.]
"Apa?" Sakaru pun terkejut mendengar pernyataan System.
Sakaru pun bergegas keluar dan dia sangat terkejut mengetahui mansion yang dia tinggali berada di tengah-tengah kota bandung.
"Tuan , apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Sifa kepada Sakaru.
__ADS_1
"Ini adalah kota dimana aku berasal, yaitu kota bandung." ucap Sakaru kepada Sifa.
"Watafak apa yang terjadi sebenarnya." ucap Remy yang baru saja selesai makan.
"Ini adalah dunia dimana aku berasal." ucap Kagome.
"Apa itu Master? mengapa ada banyak sekali batu yang menjulang ke atas?" tanya Riski si manusia goa kepada Remy.
"Wah, Indah sekali. Batu-batu itu tersusun dengan sangat rapih." ucap Laura.
"Itu bukan batu Laura, itu adalah bangunan-bangunan yang berdiri kokoh." ucap Sakaru.
"Oh begitu ya, master." ucap Laura kepada Sakaru.
Ekki yang baru saja terbangun dari tidurnya sangat terkejut karena dia bisa kembali ke dunia asalnya.
"Apa ini, apakah aku sedang bermimpi?" tanya Ekki kepada Mikazu.
"Tidak adikku, kita benar-benar kembali ke tempat dimana seharusnya kita berada." ucap Mikazu kepada Ekki.
"Sekarang, apa yang akan kita lakukan ayah?" tanya Sakaru kepada Remy.
"Yah, sepertinya kita akan menjalani kehidupan seperti yang seharusnya." ucap Remy kepada Sakaru.
"Bagaimana dengan keuangan kita?" tanya Sakaru kepada Remy.
"Kalau tentang keuangan tenang saja, ayah bisa menggandakan uang dengan System yang ayah miliki." ucap Remy kepada Sakaru.
"Oh,begitu ya." ucap Sakaru kepada Remy.
"Buset , praktis sekali system yang dimiliki ayahku." ucap Sakaru di dalam hati.
" Kalau begitu sebaik kita segera tidur, agar besok kita bisa menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan kita saat ini." ucap Remy kepada semuanya.
"Kalau begitu aku dan kakakku akan segera tidur karena hari sudah gelap." ucap Ekki sambil pergi ke kamar.
"Kalau begitu, master ayok kita juga segera tertidur agar kita bisa mengisi energi kita untuk besok." ucap Laura .
"Kalau begitu, baiklah." ucap Sakaru.
Sakaru,Sifa,dan Laura pun pergi kedalam kamarnya dan segera tidur. Mereka pun menjadi sebuah keluarga yang terdiri dari :
Kagome: berperan sebagai ibu.
Remy :berperan sebagai ayah.
Sakaru 16 tahun :berperan sebagai anak pertama.
Mikazu 15 tahun:berperan sebagai anak kedua.
Sifa 15 tahun: berperan sebagai anak ketiga .
Laura 14 tahun:berperan sebagai anak ke empat.
Ekki 14 tahun: berperan sebagai anak ke lima.
Riski 13 tahun:berperan sebagai anak ke enam.
__ADS_1
dan mereka pun menjalani kehidupan seperti anak pada umumnya.