
"Wah ternyata sudah pagi, Sifa ayo bangun. Hari ini kita memiliki perjalanan yang sangat panjang." ucap Sakaru sambil membangunkan Sifa.
"Oh Tuan, kita akan pergi kemana pagi-pagi begini?" tanya Sifa yang masih tertidur.
"Kita sekarang akan pergi ke Hutan Para Peri." ucap Sakaru kepada Sifa.
"Kalau begitu baiklah." ucap Sifa.
Merekapun segera bersiap-siap untuk berangkat menuju ke Hutan Para Peri.
"System, gunakan teleportasi untuk pergi ke Hutan Para Peri." ucap Sakaru kepada System.
[Gagal.]
"Apa yang terjadi ,System?" tanya Sakaru kepada System.
[Pelindung sihir di sekitar area Hutan Para Peri terlalu kuat sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan teleportasi.]
"Kalau begitu, apa rute tercepat agar bisa sampai di sana?" tanya Sakaru kepada System.
[Anda bisa mengambil jalan pintas dengan melewati Lembah Kematian dan Danau Suci.]
Sakaru dan Sifa pun segera berangkat menuju ke tempat penjual kereta kuda. Sesampainya di tempat penjual kereta...
"Permisi pak, apakah kereta kuda ini di jual?"tanya Sakaru kepada penjual .
"Oh, apakah Tuan mau membeli kereta kuda ini?" tanya penjual kepada Sakaru.
"Iya, saya ingin membeli salah satu dari kereta kuda ini. Berapa harganya?" tanya Sakaru kepada penjual.
"Oh, kereta kuda ini saya jual seharga 100 koin emas. Apakah Tuan akan membeli kereta kuda ini?" tanya penjual kepada Sakaru.
" Iya, saya akan membeli kereta kuda ini." ucap Sakaru kepada penjual.
"System, keluarkan 100 keping koin emas." ucap Sakaru di dalam hati.
[Sedang diproses. Mohon menunggu sebentar. *** . Berhasil mengambil 100 keping koin emas. Koin emas yang tersisa : 900 .]
" Ini uangnya, kalau begitu saya ambil kereta kudanya." ucap Sakaru kepada penjual.
"Senang berbisnis dengan anda, Tuan." ucap penjual kepada Sakaru.
Sakaru dan Sifa pun segera pergi menuju ke Lembah Kematian. diperjalanan kereta kuda mereka di serang oleh para bandit...
"Serahkan semua uang yang kalian miliki atau kalian akan kami bunuh." ucap bandit kepada Sakaru.
"Kalau kami menolak, apa yang akan terjadi?" tanya Sakaru.
"Kamu akan dibunuh." ucap bandit mengancam.
" Kalau begitu coba saja kalau bisa." ucap Sakaru menantang para bandit.
__ADS_1
"Kalau begitu, teman-teman serang dia." ucap Ketua bandit pada teman-temannya.
Seketika itu juga ratusan bandit muncul untuk menyergap Sakaru dan Sifa. Mereka berdua pun akhirnya terpojok dan lengan Sakaru pun terputus akibat serangan dari para bandit...
"Tuan, apakah aku harus membalas serangan mereka?" tanya Sifa kepada Sakaru.
" Tidak, tidak usah. Nanti juga mereka akan pergi dengan sendirinya." ucap Sakaru kepada Sifa.
"Hoy hoy , cepat saja serahkan semua uang yang kamu miliki dan kamu akan kami biarkan hidup." ucap Ketua bandit kepada Sakaru.
"Hah, apa? apa yang kamu ocehkan dari tadi." ucap Sakaru.
Lengan Sakaru pun kembali tersambung dengan sendirinya dan itu membuat para bandit ketakutan...
"Siapa kamu sebenarnya? Mo-monster teman-teman ayo kita segera pergi dari tempat ini." ucap Ketua bandit itu ketakutan.
Para bandit pun segera lari menjauhi Sakaru dan Sifa.
"Benar-benar lari dengan sendirinya, Makhluk Agung memang hebat." ucap Sifa terkagum.
"Nah, sekarang ayo kita lanjutkan perjalanan kita." ucap Sakaru kepada Sifa.
Mereka pun sampai di Lembah Kematian. Sakaru dan Sifa pun mencari jalan agar bisa turun ke bawah...
"Dalam sekali Lembah Kematian ini." ucap Sifa sedikit terkejut.
" System, selanjutnya kita harus pergi kemana." ucap Sakaru kepada System.
"Bukan itu maksudku, bagaimana caranya agar bisa turun." ucap Sakaru.
[Anda bisa turun ke Lembah Kematian dengan cara menerjunkan diri ke bawah.]
"Sepertinya itu bukan ide yang buruk." ucap Sakaru sambil bersiap-siap untuk melompat ke dalam Lembah Kematian.
"Tuan, bagaimana denganku? Aku ini tidak Abadi seperti mu, tuan." ucap Sifa kepada Sakaru.
" Iya juga ya, kalau begitu System carikan jalan lain agar aku dan Sifa bisa turun ke bawah." ucap Sakaru kepada System.
[Kalau begitu, Anda bisa melewati sebuah gua yang berada di ujung Lembah.]
Sakaru dan Sifa pun mulai memasuki gua.
"Gelap sekali di sini, aku tidak bisa melihat apa-apa." ucap Sakaru.
"Sifa, gunakanlah Skill Penerangan untuk menerangi jalan yang akan kita lewati." ucap Sakaru kepada Sifa.
"Baik." ucap Sifa kepada Sakaru.
Mereka pun mulai menelusuri gua.Saat mereka sedang menelusuri gua tiba-tiba...
"Pintu apa ini, besar sekali." ucap Sakaru sambil membuka pintu tersebut.
__ADS_1
Sakaru dan Sifa pun masuk ke dalam pintu tersebut, dan tiba-tiba pintu tersebut menutup kembali dan tidak bisa dibuka. Lalu tiba tiba ada seseorang yang menghampiri Sakaru dan Sifa...
"Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan di tempat suci ini?" tanya Riski sang penjaga gerbang.
" Permisi, maaf sebelumnya, kamu siapa?' tanya Sakaru kebingungan.
"Aku adalah penjaga gerbang suci yang dibuat oleh Dewa Permainan Remy." ucap Riski kepada Sakaru.
"Oh begitu ya, kalau begitu apakah kamu tau jalan untuk menuju ke dasar Lembah Kematian?" tanya Sakaru kepada Riski.
"Aku tahu jalan tercepat menuju ke dasar Lembah Kematian, tapi sebelum itu aku ingin menantang mu dengan memainkan sebuah permainan. Bagaimana?" ucap Riski kepada Sakaru.
"Baiklah aku terima tantanganmu, tapi sebelum itu, kalau aku menang bagaimana, dan kalau aku kalah bagaimana?" ucap Sakaru kepada Riski.
"Kalau kamu menang kalian akan ku antar kan menuju ke dasar Lembah Kematian." ucap Riski kepada Sakaru.
"Dan jika aku kalah?" tanya Sakaru kepada Riski.
"Gadis yang berada di samping mu itu akan menjadi milikku. Bagaimana , apakah kamu setuju." ucap Riski kepada Sakaru.
" Baiklah, kalau begitu kita sepakat." ucap Sakaru kepada Riski.
"Kalian berdua ikutlah denganku." ucap Riski.
Riski pun membawa Sakaru dan Sifa ke dalam sebuah ruangan, lebih tepatnya jalur balapan.
"Apa-apaan tempat ini? Bagaimana di dalam gua bisa ada jalur balapan." ucap Sakaru terkejut.
"Inilah permainan yang aku sebut tadi, permainan ini disebut Balapan sang Dewa Permainan." ucap Riski kepada Sanku.
" Bagaimana dengan peraturannya?" tanya Sakaru kepada Riski.
" Peraturannya mudah kok, lakukan apapun yang kamu bisa agar bisa mencapai finish dan kita akan melakukannya dari sini, dan juga pilihlah mobil yang ada di sini sesukamu." ucap Riski kepada Sakaru.
" Baiklah?" ucap Sakaru kepada Riski.
Mereka pun segera melakukan balapan.
1,2,3 mulai.
Riski pun segera menancap gas dan meninggalkan Sakaru jauh di belakang. Sementara itu ...
"System, gunakan teleportasi untuk membawaku langsung ke garis finish." ucap Sakaru kepada System.
[Melakukan Teleportasi.]
Sakaru pun langsung berada di depan garis finish. Sementara itu...
" Sudah dipastikan aku yang menang, gadis itu akan menjadi milikku ha ha ha ha." ucap Riski.
Riski pun yang hampir di garis finish terkejut dan membuat dia kehilangan keseimbangan, sehingga mobil yang dikendarai Riski menabrak
__ADS_1
Sakaru yang sudah menunggu di garis finish. Akibatnya Sakaru pun terpental jauh ke belakang...