Petualangan Pangeran Abadi

Petualangan Pangeran Abadi
Sakaru di Selamatkan.


__ADS_3

Sakaru terbangun di pagi hari dengan sedikit bersemangat. Lalu Sifa membuka jendela dan cahaya matahari langsung menusuk kedua mata Sakaru.


"Silau..." ucap Sakaru spontan langsung menutupi kedua matanya. Lalu Laura pun yang sedang merapikan tempat tidur berkata...


"Selamat pagi Master." suara lembut terdengar di telinga Sakaru dan membuat Sakaru bangun dari tidurnya.


"Wah , ternyata hanya mimpi." ucap Sakaru terkejut.


"Tuan, selamat pagi." ucap Sifa tersenyum kepada Sakaru.


"Oh Sifa, selamat pagi." ucap Sakaru yang masih mengantuk dan berusaha untuk bangun.


"Laura ada dimana?" tanya Sakaru kepada Sifa.


"Dia membantu ibu memasak di dapur." ucap Sifa kepada Sakaru.


"Oh begitu ya. Kalau begitu ayo kita segera bersiap-siap dan segera pergi untuk sarapan." ucap Sakaru kepada Sifa.


Sakaru dan Sifa pun pergi ke dapur untuk sarapan .


"Ibu, hari ini kita akan sarapan apa?" tanya Sifa sambil melihat-lihat apa yang sedang Kagome dan Laura masak.


"Hari ini ibu sedang memasak sup untuk sarapan nanti, Sifa apakah kamu bisa membantu ibu mengupas kentang?" tanya Kagome kepada Sifa sambil menyiapkan pisau untuk di pakai Sifa.


"Baik ibu, aku akan membantu ibu mengupas kentang." ucap Sifa mengambil pisau yang disiapkan ibu untuk mengupas kentang.


"Ngomong-ngomong ibu, dimana Ekki dan Mikazu? Apakah mereka masih berada di kamar mereka?" tanya Sakaru sambil melihat ke sekitar dapur.


"Iya juga, Sakaru apakah kamu bisa membangunkan Ekki ,Mikazu, dan Riski. Mungkin mereka masih tertidur di kamarnya." ucap Kagome meminta tolong kepada Sakaru.


"Kalau begitu, aku akan segera membangunkan mereka." ucap Sakaru sambil meninggalkan dapur.


Sakaru pun pergi ke kamar Mikazu untuk membangunkan Ekki dan Mikazu. Tetapi saat Sakaru mencoba membuka pintu....


"Straight Flush, haha kalian tidak bisa mengalahkan ku dalam permainan ini." ucap Riski sambil menepuk pundak Ekki.


"Ahh, trik apa yang kamu gunakan untuk mengelabui kami." ucap Ekki kesal sambil melempar kartu yang berada di tangan Ekki.


"Sudah sudah, lagian ini hanya permainan." ucap Mikazu menenangkan Ekki.


"Ternyata kalian malah bermain kartu disini. Aku juga ikutan dong." ucap Sakaru duduk di sebelah Riski.


"Baiklah, ayo kita mainkan 1 pertandingan lagi." ucap Ekki sambil merapikan kartu yang berserakan.


Mereka pun bermain kartu...


"Haha, aku mendapatkan Royal Flush." ucap Riski sambil melempar kan kartu ke hadapan mereka bertiga.


"Sial, aku kalah lagi. Ini sudah keempat kalinya aku kalah dari Riski." ucap Ekki kesal dan tidak ingin bermain kartu lagi.


"Haha, biar ku beritahu bagaimana caranya aku bisa terus menang. Sebenarnya aku bisa terus menang karena aku memiliki keberuntungan yang lebih besar dari kalian bertiga." ucap Riski sedikit menyombongkan diri.


Sakaru pun teringat alasan mengapa dia pergi ke kamar mikazu.


"Oh iya juga, kalian ayo segera sarapan terlebih dahulu." ucap Sakaru kepada mereka bertiga.


Mereka berempat pun segera pergi ke dapur untuk sarapan.


"Wah, wangi apa ini." ucap Riski yang perutnya sudah keroncongan.


"Kalian sudah bangun ya. Tunggu sebentar lagi, sup nya sebentar lagi matang." ucap Kagome sambil menunggu sup matang.


"Wah , aku sudah sangat tidak sabar ingin mencoba sup itu." ucap Sakaru sambil menatap sup yang di buat Kagome.


Setelah menunggu beberapa lama akhirnya sup pun telah siap...


"Ini sup untuk mu master." ucap Laura sambil memberikan sup yang sudah dibuat Kagome.


"Oh, terimakasih Laura." ucap Sakaru yang sudah tidak sabar ingin segera memakan sup itu.


Sakaru pun segera menghabiskan sup yang sudah diberikan oleh Laura.


"Wah enak sekali sup ini." ucap Sakaru sambil memegang perutnya yang sudah kekenyangan.


"Sekarang, apa yang akan ku lakukan ya?" ucap Sakaru di dalam hati.

__ADS_1


"Oh iya juga ya. Ibu, ayah ada dimana dari tadi aku tidak melihatnya?" tanya Sakaru kepada Kagome yang sedang makan.


"Sepertinya ayahmu tadi pergi ke luar." ucap Kagome yang mulutnya penuh dengan makanan.


"Kalau begitu,aku juga akan pergi keluar." ucap Sakaru pergi meninggalkan meja makan menuju ke luar mansion.


"Kalau begitu, berhati-hatilah." ucap Kagome kepada Sakaru.


Sakaru pun berjalan-jalan mengelilingi kota.


"System, berapa Chi yang ku punya saat ini?" tanya Sakaru kepada System di dalam hati.


...[Chi yang Tuan miliki sekarang adalah 560.]...


"Begitu ya." ucap Sakaru menghela nafas.


"Lama sekali, kira-kira butuh berapa tahun agar Chi ku menjadi 1 juta." ucap Sakaru sedikit kesal.


"Yasudahlah, karena hari ini sekolah libur, aku akan pergi ke taman bermain." ucap Sakaru sedikit bosan.


Sakaru pun pergi bermain di taman bermain. Sesampainya di sana...


"Buuk"


Ada bola yang mengarah ke kepala Sakaru.


"A-aduh, apa itu." ucap Sakaru sambil mengusap kepalanya sendiri.


Sekelompok anak yang sedang bermain di taman itu pun menghampiri Sakaru.


"Ma-maafkan kami,kakak." ucap salah satu anak yang sedang bermain di taman sambil ketakutan.


"Oh, tidak apa. Ini bolamu." ucap Sakaru tersenyum kepada anak itu.


"Terimakasih, kakak." ucap anak itu berterimakasih dan kembali menuju teman-temannya.


" Kalau begitu, apa yang akan ku lakukan sekarang ya?" ucap Sakaru di dalam hati.


Sakaru pun bermain ayunan yang berada di taman hingga matahari pun tenggelam.


"Oh, tidak kusangka sekarang sudah gelap. Kalau begitu, aku akan segera pulang ke rumah." ucap Sakaru terkejut saat mengetahui kalau hari sudah gelap karena saat Sakaru berada di ayunan itu siang hari.


"Cantik sekali dia." ucap Sakaru spontan menatap gadis itu.


Mata Sakaru yang hanya terfokus kepada gadis itu membuat kepala Sakaru kosong dan hanya memikirkan gadis itu. Sakaru pun mencoba untuk mendekati dan menanyakan nama dari gadis itu...


"Anu, siapa namamu." ucap Sakaru dari kejauhan dan mulai mendekati ke arah gadis itu.


"Tet tet teeet."


Tanpa Sakaru sadari dia sudah berada di tengah jalan, mobil truk pun yang sudah hampir dekat pun mendadak mengerem.


Gadis itu pun spontan melompat ke arah Sakaru dan mendorong Sakaru. Tetapi itu sudah terlambat, Sakaru dan gadis itu pun tertabrak Sakaru pun mendapat luka yang sangat parah.


"Apa ini, darah?" ucap Sakaru mengangkat tangannya dan tersungkur lemas di tanah.


"Apakah aku akan mati." ucap Sakaru berbicara sendiri.


"Sakit sekali rasanya." ucap Sakaru berbicara sendiri.


"Aku itu abadi , tapi aku masih bisa merasakan sakit." ucap Sakaru di dalam hati.


Tiba-tiba suara yang sangat lembut terdengar dari kedua telinga Sakaru dan berkata.


"Kamu tidak akan mati semudah itu." ucap gadis itu kepada Sakaru.


Sakaru pun berusaha untuk melihat ke arah gadis itu.


"Kepalamu berdarah." ucap Sakaru kepada Gadis itu.


"Kamu itu perhatikanlah dirimu sendiri, seluruh tubuhmu berlumuran darah." ucap gadis itu kepada Sakaru.


"Bertahanlah aku akan memanggil ambulan." ucap supir truk panik.


"Aku tidak usah, panggilkan saja ambulan untuk dia." ucap gadis itu kepada supir truk.

__ADS_1


"Tapi, anda juga terluka." ucap supir truk kepada gadis itu.


"Tidak apa-apa, lukaku ini tidak parah." ucap gadis itu kepada supir truk.


"Kamu harus lebih menyayangi nyawamu itu karena kamu hanya memiliki 1 nyawa." ucap gadis itu kepada Sakaru.


Gadis itu pun pergi meninggalkan Sakaru. Sakaru yang tersungkur lemas pun mencoba untuk menghentikan gadis itu tetapi tidak bisa. Setelah gadis itu sudah cukup jauh ...


"System, buat aku bisa berjalan." ucap Sakaru kepada System.


[Anda hanya akan bisa bertahan selama 3 menit.]


"Baiklah." ucap Sakaru kepada System.


Sakaru pun mulai bangun dan mencoba untuk mengejar gadis itu, tetapi karena gadis itu sudah terlalu jauh sakaru pun bertanya kepada supir truk kemana arah perginya gadis itu.


"Pak, kemana gadis yang menolongku tadi pergi." ucap Sakaru dengan tubuhnya yang berlumuran darah.


"Tapi, kamu harus menunggu ambulan." ucap supir truk terkejut melihat Sakaru yang bisa berdiri setelah tertabrak truk.


"Itu tidak penting, sekarang yang lebih penting, kemana gadis itu pergi." tanya Sakaru kepada supir truk.


"Baiklah, gadis tadi pergi ke arah sana." ucap supir truk kepada Sakaru.


"Kalau begitu, terimakasih." ucap Sakaru sambil berlari mengejar gadis itu.


"Tunggu." ucap pak supir kepada Sakaru.


Sakaru pun menghiraukan perkataan supir itu dan bergegas untuk menyusul gadis itu.


"Itu dia." ucap Sakaru kegirangan.


Gadis yang tadi menolong Sakaru sedang duduk menunggu taxi, dia pun terkejut melihat Sakaru yang mengejarnya.


"Anu, terimakasih karena sebelumnya sudah menyelamatkan ku. Namaku adalah Sakaru." ucap Sakaru dengan napas yang terengah-engah.


"Wah kamu hebat sekali masih bisa berjalan dengan luka seperti itu. Sudah kubilang kamu itu terluka cukup parah loh." ucap gadis itu kepada Sakaru.


"Aku cuma ingin berterimakasih padamu." ucap Sakaru dengan napas terengah-engah.


"Baiklah kalau begitu, duduklah di sini." ucap gadis itu kepada Sakaru.


"Baiklah."


Sakaru pun duduk di sebelah gadis itu...


"Wah wangi sekali, apakah ini karena sampo yang dia gunakan. Aku baru tahu kalau gadis bisa menjadi se harum ini. Tubuhnya juga sangat bagus." ucap Sakaru di dalam hati.


"Kamu itu seharusnya lebih menyayangi nyawamu loh, bukankah sudah ku bilang kamu itu hanya memiliki 1 nyawa." ucap gadis itu sambil membersihkan luka yang berada di wajah Sakaru.


"Sepertinya aku harus segera meminta bantuan kalau tidak kamu bisa-bisa saja mati loh." ucap gadis itu meninggalkan Sakaru untuk meminta bantuan.


"Tunggu."


Sakaru mencoba untuk menhentikan gadis itu...


[Durasi memperkuat tubuh sudah habis.]


"Jika kamu sayang nyawamu sebaiknya kamu menunggu di sini, aku akan segera memanggil ambulan. Kalau begitu, selamat tinggal." ucap gadis itu kepada Sakaru.


"Seluruh tubuhku serasa terbakar, kesadaranku perlahan lahan menghilang, tapi..." ucap Sakaru di dalam hati.


"System, buat aku bisa bergerak." ucap Sakaru kepada System.


[Anda hanya akan bisa bertahan selama 1 menit sebelum kesadaran Tuan menghilang sepenuhnya.]


"Tunggu." ucap Sakaru memaksakan diri untuk berdiri.


"Ka-kau sudah gila ya?!!, kamu benar-benar akan mati loh." ucap gadis itu terkejut.


"Aku .... mencintaimu. Maukah kamu berpacaran denganku." ucap Sakaru kepada gadis itu.


"Baiklah, kita bisa terus bersama jika kamu menikahiku." ucap gadis itu tersipu malu.


"Baiklah, aku akan menikahi mu." ucap Sakaru spontan.

__ADS_1


[Durasi memperkuat tubuh tingkat akhir sudah habis.]


Setelah berkata seperti itu, Sakarupun terjatuh pingsan...


__ADS_2