Petualangan Pangeran Abadi

Petualangan Pangeran Abadi
Tamat, males lanjutin yang ini. Lanjut ke Sakaru Dan System Di Dunia Sihir.


__ADS_3

"Suamiku, bangunlah sekarang sudah pagi loh." ucap Atika membangunkan Sakaru.


Saat Sakaru membuka matanya dia sangat terkejut mengetahui Atika berada di dalam kamarnya.


"Ba-bagaimana kamu bisa ada di sini?" tanya Sakaru sedikit panik.


"Tadi malam aku kembali dari hotel mengambil barang-barang milikku dan saat aku kembali ke sini, pintunya tidak dikunci jadi aku masuk deh hehe. Suamiku memang hebat bisa menyiapkan tempat tidur untukku,padahal hanya ku tinggal sebentar." ucap Atika kepada Sakaru.


"Sebenarnya, semua ini karena System." ucap Sakaru di dalam hati.


"Eee kalau begitu, aku akan menyiapkan sarapan." ucap Sakaru kepada Atika.


Sakaru pun menyiapkan sarapan...


"Aku sebenarnya penasaran dari kemarin, mengapa kamu mau menikahiku pada hal kita baru saja bertemu?" tanya Sakaru kepada Atika.


"Kalau begitu, mengapa kamu mau menikahiku?" tanya Atika berbalik bertanya kepada Sakaru.


"Kalau itu, karena a-aku me-mencintaimu. Kalau menurutmu, apa yang kamu suka dariku?" ucap Sakaru kepada Atika.


"Kamu terlalu mirip bahkan sangat mirip dengan seseorang yang pernah menolong temanku dulu." ucap Atika kepada Sakaru.


"Apakah hanya karena itu?" tanya Sakaru kepada Atika.


"Sebentar, apakah aku pernah menolong seseorang? Aku tidak dapat mengingatnya." ucap Sakaru di dalam hati.


"Apa menurutmu aku mau menikahi orang yang tidak kucintai, ternyata suamiku sedikit bodoh ya." ucap Atika sedikit bercanda.


"Bo-bodoh, itu sedikit kasar." ucap Sakaru kepada Atika sambil mengerutkan alisnya.


"Bercanda. Oh iya juga, apakah di sini ada kamar mandi?" tanya Atika kepada Sakaru sambil melihat ke sekitar.

__ADS_1


"Sebenarnya di kamar ini tidak ada kamar mandi." ucap Sakaru sambil mengalihkan pandangan.


"Jadi, dimana kamu menggunakan kamar mandi." ucap Atika mengerungkan kening.


"Bagaimana aku menjelaskannya ya, biasanya sih aku menggunakan teleportasi untuk pergi ke mansion." ucap Sakaru di dalam hati sambil menggaruk kepala.


"Eeee kalau itu sih biasanya aku menggunakan kamar mandi yang berada di tempat lain." ucap Sakaru kepada Atika.


"Oh begitu ya." ucap Atika sambil memalingkan wajah.


"Oh iya juga, bagaimana kalau hari ini kita pergi ke pemandian?" tanya Sakaru kepada Atika.


"Baiklah." ucap Atika kepada Sakaru.


Sakaru dan Sifa pun berangkat menuju ke pemandian umum.


"Sepertinya pemandian umum hari ini sedang tutup." ucap Sakaru sambil menunjuk ke arah pemandian umum.


"Apakah kamu mau pergi ke mansion? Kita sudah dekat dengan mansion." ucap Sakaru kepada Atika.


"Sepertinya itu ide bagus, ngomong-ngomong mansion milik siapa yang kamu sebutkan tadi?" tanya Atika kepada Sakaru.


"Eee itu mansion milik keluargaku." ucap Sakaru kepada Atika.


"Kalau begitu ayo kita segera kesana, suamiku." ucap Atika bersemangat.


Sakaru dan Atika pun pergi ke mansion. Sesampainya di sana...


"Tuan, selamat datang." ucap Sifa yang sedang menyiram tanaman.


"Oh Sifa, kemana yang lainnya pergi?" tanya Sakaru kepada Sifa karena tempat mansion yang dikunjungi Sakaru sangat sunyi.

__ADS_1


"Yang lain sepertinya masih tertidur." ucap Sifa kepada Sakaru.


"Kalau begitu, kami masuk ke dalam." ucap Sakaru sambil memegang tangan Atika dan masuk ke dalam mansion.


Sesampainya di dalam mansion. Laura yang menyapa Sakaru bertanya...


"Siapa dia master?" tanya Laura sambil menunjuk Atika.


"Oh, dia adalah istriku." ucap Sakaru kepada Laura.


Laura yang terkejut segera memanggil yang lainnya.


"Bukankah itu mikazu dan Ekki?" ucap Atika di dalam hati.


"Atika, bagaimana kamu bisa berada di jaman ini?" tanya Mikazu terkejut melihat Atika.


"Sebenarnya aku itu abadi, jadi aku tidak akan pernah mati. Kalian juga bagaimana bisa ada sampai saat ini?" tanya Atika penasaran kepada Mikazu.


"Semua yang berada di mansion ini sebenarnya adalah Dewa,Dewi, dan anak buah para Dewa." ucap Mikazu dengan sedikit tersenyum.


"Apa kalian yang berada di mansion ini abadi?" tanya Atika penasaran .


"Bisa di bilang iya, bisa dibilang tidak." ucap Mikazu kepada Atika.


"Bagaimana maksudnya?" tanya Atika kepada Mikazu.


"Ya begitulah." ucap Mikazu dengan sedikit tersenyum.


Mereka pun hidup bahagia selamanya di dalam mansion.


Tamat :v

__ADS_1


__ADS_2