
" Belakangan ini sering terjadi peristiwa yang aneh, fiuh." ucap Sanku sambil menghela nafas.
" Pangeran , ayo bangun. Hari ini saya memasak sup spesial kesukaanmu loh." ucap Yuna sambil tersenyum hangat.
" Wah, benarkah itu?" ucap Sanku sambil merapikan tempat tidur.
Sanku pun segera merapikan tempat tidur dan segera pergi ke ruang makan.
" Wah ,ini benar-benar enak seperti biasanya." ucap Sanku sambil menghabiskan semangkuk penuh sup.
Setelah itu Sanku pun bersiap-siap dan bergegas pergi ke akademi. Sesampainya di akademi...
" Selamat pagi semua." ucap Sanku.
" Selamat pagi , Sanku." ucap Rena,Luri,dan Dono.
" Dono, apakah tanganmu sudah sembuh?" tanya Sanku kepada Dono.
" Seperti yang kamu lihat, tanganku sudah sembuh total, dan juga terimakasih ya telah mengkhawatirkan ku." ucap Dono kepada Sanku.
"Ya, ngomong-ngomong apakah kalian sepulang dari akademi ada waktu? Kalau ada, bagaimana kalau kita pergi menjelajahi Dungeon ?" tanya Sanku.
"Kalau aku sih bisa,karena sepulang sekolah aku ada kegiatan. Bagaimana denganmu Dono,Luri?" tanya Rena .
" Aku ada waktu,bagaimana denganmu Luri?" tanya Dono kepada Luri.
" Aku tidak ada kegiatan kok setelah akademi." ucap Luri .
" Baiklah, berarti kita sepakat setelah pulang dari akademi kita akan menjelajahi dungeon." ucap Sanku .
Bel pun berbunyi dan kelas sebentar lagi akan dimulai...
" Murid-murid, sekarang kita akan menguji kemampuan bertarung kalian, silahkan kalian berkumpul dengan kelompok yang sebelumnya sudah kalian buat." ucap Rudi kepada seluruh murid.
Para murid pun segera berkumpul dengan kelompoknya ...
" Kelompok Sanku melawan kelompok 2. Silahkan kalian ke lapangan untuk menguji kemampuan bertarung kalian." ucap pak Rudi.
" Baiklah, teman-teman kita akan melakukan seperti formasi yang biasa ya." ucap Sanku .
" Dono jaga barisan depan , Rena jaga sebelah kiri dan Luri jaga sebelah kanan." ucap Sanku kepada kelompoknya.
"Bagaimana denganmu, Sanku?"tanya Rena kepada Sanku.
"Aku akan menyerang dari belakang lawan." ucap Sanku kepada Rena.
" Skill Menghilang, Skill Bola Api Level 1." ucap Sanku di dalam hati.
Secara seketika Sanku pun menghabisi kelompok lain dengan sekali serang.
" Baiklah , sudah cukup untuk kelompok Sanku dan kelompok 2. Selanjutnya kelompok 3 dan 4 segera menuju lapangan."ucap pak Rudi.
" Melelahkan sekali menggunakan 2 Skill sekaligus." ucap Sanku sambil meminum air.
__ADS_1
" Kamu si, menyerang langsung dari belakang lawan sedangkan kami malah di suruh untuk bertahan." ucap Rena sedikit kesal.
" Sudahlah, lagian ini itu cuma latihan." ucap Dono .
" Ya maaf, aku terbawa suasana tadi." ucap Sanku sambil merasa bersalah.
" Yasudah deh." ucap Rena kepada Sanku.
Bel pun berbunyi dan akademi pun selesai.
" Sanku, kita langsung saja menuju ke Dungeon nya." ucap Rena kepada Sanku.
" Baiklah." ucap Sanku .
Mereka berempat pun segera berangkat menuju ke Dungeon untuk mencari harta.
" Bukankah ini kotak yang ditinggalkan penjaga waktu itu ya?" ucap Dono sambil membuka isi kotak tersebut.
" Wah ,ternyata isinya ada 4 buah cincin" ucap Rena .
" Aku akan menggunakan Skill Penilaian. Wah , cincin ini bagus juga. Menambah atribut pertahanan sebesar 20 dan attack sebesar 5." ucap Sanku kegirangan.
" Kalau begitu ,bagaimana kalau kita menaikkan Level di tingkat selanjutnya." ucap Luri .
" Tunggu sebentar, kita mendapatkan Skill Point sebesar 20 karena kemarin kita mengalahkan sang Penjaga . Bukankah lebih bagus untuk mempelajari Skill yang belum kita kuasai?" ucap Dono .
" Ide yang bagus." ucap Sanku.
merekapun mulai mengupgrade dan mempelajari Skill yang belum mereka pelajari sebelumnya.
"Aku menaikkan Skill Bola Air ku menjadi Level 3." ucap Rena.
" Aku menaikkan Skill Penyembuh ke Level 2." ucap Luri.
" Karena aku tidak bisa menggunakan sihir, jadi aku mempelajari 'Pertahanan Fisik Level 1' ." ucap Dono.
" Kalau begitu , ayok kita menuju ke tingkat selanjutnya" ucap Sanku dengan penuh percaya diri.
" Ayo." ucap Rena.
" Baiklah." ucap Dono.
" Baik." ucap Luri.
Mereka pun membantai seluruh goblin di area itu dan tiba-tiba...
" Berani sekali kalian menyerang anak buah ku." ucap Raja Goblin.
" Bagaimana ini, ayo kita lari saja." ucap Luri sambil gemetaran.
" Mundurlah teman-teman , aku akan menghadang nya dari barisan depan." ucap Dono dengan penuh percaya diri.
" Baiklah , ayo kita serang Raja Goblin ini bersama-sama." ucap Sanku dengan percaya diri.
__ADS_1
Merekapun menyerang Raja Goblin itu tanpa ampun dan terjadilah gempa ...
" Apa yang sebenarnya terjadi." ucap Sanku spontan.
" Beraninya kalian para manusia menyerang temanku." ucap minotaur.
Minotaur pun menyerang tetapi serangannya di hadang oleh Dono.
"Sanku, segeralah serang dia, aku tidak bisa menahan lebih lama lagi." ucap Dono sambil menahan serangan minotaur itu.
"Baiklah, tahan sebentar, Skill 'Serangan Cahaya Level 1'." ucap Sanku.
" Aku akan membantu juga." ucap Rena sambil menyerang minotaur itu.
" Kurang ajar,berani nya kalian menyerang diriku ini, akan ku balas perbuatan kalian nanti." ucap minotaur sambil melarikan diri.
" Sepertinya kita berhasil menang." ucap Luri.
" Jangan lengah, bisa saja itu adalah jebakannya agar kita lengah." ucap Sanku.
" Sebaiknya kita kembali, karena kita sudah terlalu lama di sini." ucap Dono.
" Baiklah, ayo kita segera kembali." ucap Sanku.
Mereka berempat pun kembali , dan mereka tidak lupa juga untuk mengambil hasil jarahan yang di dapat dari dalam Dungeon.
" Ini untuk kalian." ucap Sanku sambil membagikan hasil dari Dungeon.
" Apakah kamu yakin memberikan ku ini?" ucap Dono terkejut.
" Iya, karena kamulah yang paling berjasa tadi." ucap Sanku kepada Dono.
" Kalian pun setuju kan ?" tanya Sanku .
" Iya, karena yang paling berjasa adalah Dono, jadi kita harus membagi dengan adil hasil dari jarahan tadi." ucap Rena.
" Sekarang ,kita harus pulang karena hari sudah mulai gelap." ucap Sanku .
Sanku pun kembali ke istana dan sesampainya di istana...
" Sanku, sudah malam begini dari mana sana kamu!" ucap Ratu sedikit marah.
" Aku habis berlatih di dalam Dungeon bu." ucap Sanku dengan santai nya.
" Kalau berlatih kamu juga harus ingat waktu, kalau sudah sore kamu seharusnya segera pulang ke rumah. Sekarang segera tidur." ucap Ratu kepada Sanku.
"Baiklah bu, aku akan segera tidur. Aku akan menyimpan dulu barang yang sudah aku dapatkan dalam dungeon ." ucap Sanku kepada Ratu.
"Setelah itu segera tidur ya." ucap Ratu kepada Sanku.
" Baik bu ,aku akan segera pergi kekamar . " ucap Sanku kepada Ratu.
Sanku pun tiba di kamarnya dan Sanku pun teringat tentang nama gadis yang telah mendorong Doni ...
__ADS_1
" Oh iya juga ya, orang yang mendorong Doni adalah Luna. Aku sebaiknya segera tidur agar aku bisa bangun di pagi hari." ucap sanku di dalam hati.
Hari ini Sanku tertidur sangat lelap. Keesokan harinya.....