
Setelah Sanku kembali ke dalam kamarnya dan tertidur pulas. Tiba-tiba artefak yang di bawa sanku berubah menjadi gadis yang sangat cantik. Keesokan harinya...
" Apa ini , lembut sekali." ucap Sanku yang masih setengah tertidur.
" Tidak, jangan lakukan itu Tuan,kumohon." ucap Artefak Cahaya kepada Sanku.
" Ehh siapa kamu, bagaimana kamu bisa berada di atas kasur ku? Terlebih lagi mengapa kamu tidak menggenakan apa-apa." ucap Sanku terkejut.
" Apakah Tuan lupa? Kemarin tuan yang membawaku ke sini ." ucap Artefak Cahaya kepada Sanku.
" Sudahlah , lupakan itu. Ini kenakan dulu baju yang ku punya." ucap Sanku sambil mengambil baju yang ada di lemari.
" Baik tuan." ucap Artefak Cahaya kepada Sanku.
Setelah Artefak Cahaya itu menggenakan pakaian...
" Sebenarnya kamu itu siapa? Perasaan aku tidak membawa seorang gadis masuk kedalam kamarku." tanya Sanku kepada Artefak Cahaya.
" Aku adalah Artefak yang tuan bawa kemarin." ucap Artefak Cahaya kepada Sanku.
" Kalau begitu berarti sekarang kamu adalah anak buah ku." ucap Sanku kepada Artefak Cahaya.
" Sekarang aku adalah milik tuan." ucap Artefak Cahaya.
" Ngomong-ngomong , siapa namamu?" tanya Sanku kepada Artefak Cahaya.
" Aku tidak memiliki nama, tuanku." ucap Artefak Cahaya kepada Sanku.
" Kalau begitu bagaimana kalau aku memberikan nama untukmu." ucap Sanku kepada Artefak Cahaya.
" Itu terserah pada mu tuanku." ucap Artefak Cahaya kepada Sanku.
" Kalau begitu, bagaimana kalau namamu Sifa." ucap Sanku.
" Nama yang indah, mulai sekarang namaku adalah Sifa." ucap Sifa kepada Sanku.
" Baiklah , sekarang ayo kita sarapan terlebih dahulu." ucap Sanku kepada Sifa.
Sanku pun segera merapikan tempat tidurnya dan segera pergi ke ruang makan bersama sifa...
" Pangeran siapakah dia?" tanya Yuna kepada Sanku sambil menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
" Dia adalah Sifa. Mulai sekarang dia akan tinggal di dalam kamarku. Apakah kamu bisa menyiapkan kasur dan pakaian untuk Sifa?" tanya Sanku kepada Yuna.
" Akan segera saya siapkan, Pangeran." ucap Yuna sambil menyiapkan beberapa keperluan untuk Sifa.
" Kalau begitu , aku ingin nanti sepulang akademi semuanya sudah ada di kamar ku ya." ucap Sanku kepada Yuna.
" Baik, Pangeran." ucap Yuna kepada Sanku.
" Kalau begitu , kami akan berangkat ke akademi." ucap Sanku kepada Yuna .
" Baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan." ucap Yuna kepada Sanku.
__ADS_1
Mereka berdua pun segera berangkat menuju ke akademi. Diperjalanan ...
" Sanku, ayo kita berangkat bersama-sama." ucap Rena kepada Sanku.
" Baiklah, ayo." ucap Sanku kepada Rena.
" Ngomong-ngomong siapa dia?" tanya Rena kepada Sanku.
" Oh, dia itu Artefak yang kemarin loh." ucap Sanku kepada Rena.
" Apa , dia adalah Artefak yang kemarin." ucap Rena terkejut mendengarnya.
" Halo, aku adalah Sifa. Sekarang aku adalah milik tuan." ucap Sifa kepada Rena.
" Oh, halo." ucap Rena kepada Sifa.
" Kalau begitu ayok kita segera berangkat." ucap Sanku.
Mereka bertiga pun segera pergi ke akademi...
" Hey Sanku, bukankah itu Artefak Cahaya yang kita temukan kemarin." ucap Sita kepada Sanku.
" Bagaimana kamu bisa tau ,Sita?" tanya Sanku penasaran.
" Dia memiliki Aura yang sama seperti Artefak di kuburan kemarin." ucap Sita kepada Sanku.
" Bagaimana kamu bisa mengetahui itu, Sita?" tanya Sanku kepada Sita.
" Oh begitu ya." ucap Sanku.
Bel pun berbunyi dan kelas pun akan segera dimulai...
" Selamat pagi murid-murid." ucap pak Rudi.
"Pagi pak." ucap murid-murid.
" Bapak memiliki pengumuman untuk besok. Besok kita akan mengadakan latih tanding dengan kelas lain. Sekarang kalian boleh melakukan apa saja untuk memperkuat diri." ucap pak Rudi kepada murid-murid.
" Baik pak." ucap murid-murid serentak.
Para murid pun segera pergi meninggalkan kelas untuk berlatih. Sementara dengan kelompok Sanku...
" Hey Sanku, apa kita juga akan berlatih?" tanya Rena kepada Sanku.
" Tidak, kita tidak akan berlatih. Tapi kita akan mempelajari Skill dan strategi yang baru. " ucap Sanku .
" Bagaimana caranya kita mempelajari Skill baru, dan juga aku hanya bisa menggunakan Skill Bayangan." ucap Sita kepada Sanku.
" Hmm, bagaimana kalau kamu mempelajari Skill Kabut Hitam. Bukankah kamu bisa mempelajarinya." ucap Sanku kepada Sita.
" Benar juga ya, baiklah aku akan mempelajari Skill Kabut Hitam." ucap Sita kepada Sanku.
" Bagaimana denganku Sanku?" tanya Dono kepada Sanku.
__ADS_1
" Bukankah kamu memiliki perisai yang dapat menahan serangan sihir. Bagaimana kalau kamu berlatih menggunakan perisai mu untuk bertahan dan menyerang." ucap Sanku kepada Dono.
" Wah boleh juga tuh." ucap Dono sambil pergi berlatih ke dalam hutan di atas bukit.
" Hei Sanku. Bagaimana denganku?" tanya Rena kepada Sanku.
" Hmm sepertinya kamu akan sangat cocok jika bekerjasama dengan Luri." ucap Sanku.
" Apakah ada Skill yang bisa ku pelajari?" tanya Rena kepada Sanku.
" Sepertinya ada, bagaimana kalau kamu mempelajari Skill Dinding Air , dan Luri memperkuat Skill Penyembuh." ucap Sanku.
" Baiklah ." ucap Rena dan Luri.
" Tuan , apakah ada yang bisa saya lakukan?" tanya Sifa.
" Hmm, kalau begitu apa kamu bisa menceritakan tentang masa lalumu?" tanya Sanku kepada Sifa.
"Baiklah. Cerita ini sebenarnya sudah terjadi bertahun-tahun yang lalu ketika aku dan teman-teman ku sedang bermain di atas bukit, tiba-tiba para iblis menyerang. Aku pun terkena serangan dari iblis itu, dan teman-temanku semuanya di bawa oleh iblis itu, akan tetapi aku diselamatkan oleh Elf dan di bawa menuju desa para Elf. Setelah itu para iblis ternyata sudah menyusup ke dalam desa para Elf berada. Ketika desa sudah hancur akibat serangan dari para iblis, tetua Elf pun menyegelku menggunakan sihir kuno, dan sejak saat itu aku hanya menunggu ada seseorang menyelamatkan ku, dan tuan pun datang membawaku ." ucap Sifa kepada Sanku.
" Oh begitu ya. Apakah kamu tau apa yang di incar oleh iblis-iblis itu? " tanya Sanku.
" Seperti nya aku tahu ,bahwa mereka sedang mencari tumbal untuk membangkitkan sang Raja iblis . Karena aku dan teman-temanku memiliki kapasitas sihir yang cukup besar, sepertinya para iblis itu mengincarku dan teman-temanku. ucap Sifa kepada Sanku.
" Ngomong-ngomong , berapa sebenarnya kapasitas sihir yang kamu miliki?" tanya Sanku kepada Sifa.
" Aku memiliki kapasitas sihir 10.000." ucap Sifa kepada Sanku.
" Besar sekali, apakah kamu bisa menggunakan Skill Cahaya?" tanya Sanku .
" Aku bisa menggunakan Skill Cahaya Level 5 ." ucap Sifa.
" Lantas kenapa kamu tidak menyerang para iblis itu dengan Skill Cahaya milikmu itu?" tanya Sanku heran.
" Sebenarnya pada saat itu para iblis menggunakan Skill Pemurni Sihir." ucap Sifa kepada Sanku.
" Apakah kamu bisa menggunakan Skill itu?" tanya Sanku penasaran.
" Skill itu hanya bisa di gunakan oleh Ras iblis dan aku tidak bisa menggunakan Skill itu." ucap Sifa .
" Oh begitu ya. Karena sekarang sudah hampir sore bagaimana kalau kita kembali ke istana." ucap Sanku.
" Baik tuan." ucap Sifa kepada Sanku.
Merekapun kembali ke istana ...
" Yuna, aku lapar. " ucap Sanku kepada Yuna .
" Baiklah pangeran, aku akan segera menyiapkannya." ucap Yuna kepada Sanku.
Merekapun makan dan setelah itu mereka langsung tertidur di kamar...
Keesokan harinya...
__ADS_1