
" Pangeran, bangun . Bukankah kamu mau pergi berlatih di atas bukit?" tanya Yuna.
" Jangan ganggu aku, aku masih mengantuk ." ucap Sanku sambil menguap.
" Jangan begitu Pangeran, kamu itu harus bangun pagi agar tidak keterusan bangun siang." ucap Yuna.
" Ba-baiklah aku akan bangun." ucap Sanku yang masih setengah tertidur.
" Baiklah kalau begitu, saya akan menyiapkan sarapan." ucap Yuna.
Setelah bangun Sanku pun merapikan tempat tidur dan segera pergi sarapan...
" Enak sekali, sebenarnya sup apa ini Yuna?" tanya Sanku.
" Itu adalah soto ayam yang dibuat dari bahan pilihan ,pangeran." ucap Yuna.
" Wah , pantas saja ini enak sekali." ucap Sanku.
" Saya senang jika Pangeran menikmatinya." ucap Yuna.
" Terimakasih atas makanannya , sekarang aku akan bersiap-siap untuk berangkat ke bukit untuk berlatih." ucap Sanku.
Setelah sarapan , Sanku akhirnya berangkat menuju bukit. Diperjalanan ....
" Rena, selamat pagi." ucap Sanku.
" Selamat pagi." ucap Rena.
" Apakah kamu mau ikut denganku untuk berlatih di atas bukit?" ucap Sanku.
" Baiklah, lagipula hari ini aku tidak ada kegiatan." ucap Rena.
Mereka pun segera berangkat menuju ke atas bukit dan mereka pun berlatih.
" Sanku, apakah sekarang kamu sudah mencoba untuk menaikkan Level mu?" ucap Rena.
" Sepertinya aku akan mencoba menaikkan Levelku sekarang. Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya agar menaikkan Level." ucap Sanku.
" Sebenarnya di bawah bukit ini ada sebuah Dungeon yang sudah lama tidak dijelajahi. Bagaimana kalau kamu mencoba untuk menaikkan Level di sana?" tanya Rena.
" Sepertinya bukan ide buruk, baiklah ayo kita segera ke sana." ucap Sanku.
Sesampainya di dungeon...
" Wah , pintunya besar sekali." ucap Sanku.
" Di dungeon ini ada beberapa tingkat dan sekarang kita berada di tingkat pertama dungeon. Monster di dungeon pertama juga masih lemah, seperti slime,dan juga kelinci." ucap Rena.
" Kalau begitu ayok kita langsung saja berburu." ucap Sanku.
" Ayo." ucap Rena.
Mereka pun berburu di dungeon itu dan mereka mulai menjelajahi dungeon itu...
" Apa itu?" tanya Sanku.
" Sepertinya itu spesies goblin." ucap Rena.
" Apakah dengan memburu goblin bisa mempercepat menaiknya Level?" tanya Sanku.
"Sepertinya begitu." ucap Rena.
Setelah beberapa lama mereka di dalam dungeon...
" Sekarang aku sudah mencapai Level 10. Bagaimana denganmu Rena?" tanya Sanku.
" Level ku sekarang sudah 12 . Sepertinya aku akan mempelajari beberapa Skill . Skill Point ku juga sekarang bertambah menjadi 11. Bagaimana denganmu Sanku?" tanya Rena.
__ADS_1
" Skill Point ku sekarang ada 10. Aku masih bingung akan kugunakan untuk apa Skill Point ku. Oh iya juga tadi aku mendapatkan sebuah batu bersinar , sebenarnya untuk apa batu ini?" tanya Sanku.
" Sepertinya batu itu adalah drop dari goblin yang kita buru tadi, tapi aku tidak tau kegunaan batu itu." ucap Rena.
" Baiklah , aku akan menggunakan Skill Point ku untuk mempelajari Skill Penilaian. Hmm, sepertinya aku membutuhkan 10 Skill Point untuk mempelajari Skill Penilaian. Baiklah akan ku pelajari." ucap Sanku.
" Jadi, apa kegunaan batu itu Sanku?" tanya Rena penasaran.
" Sebentar, kegunaannya adalah 'Dapat digunakan untuk mengenchant equiptment dan juga menambahkan atribut attack sebesar 1." ucap Sanku.
" Apakah hanya itu?" tanya Rena .
" Sepertinya begitu, dan juga aku mendapatkan julukan : Pemburu handal yang menambah atribut attack sebesar 10. Lumayan juga , bagaimana denganmu Rena?" tanya Sanku.
" Aku mendapatkan julukan : membantu sesama yang menambah atribut pertahanan sebesar 5 ,dan sekutu juga mendapat atribut itu." ucap Rena.
" Karena sekarang sudah hampir sore bagaimana kalau kita kembali? tanya Sanku.
" Baiklah , sebenarnya aku juga sudah lelah. Bagaimana kalau besok kita mengajak teman-teman yang berada di akademi juga? " tanya Rena.
" Sepertinya ini akan menjadi menarik, baiklah besok aku akan mengajak mereka. Sekarang kita akan pulang karena hari sudah mulai gelap." ucap Sanku.
" Kalau begitu ayok kita kembali." ucap Rena
Mereka pun kembali dan beristirahat ,keesokan harinya di akademi sihir...
" Teman-teman, bagaimana kalau kita menaikkan Level bersama di Dungeon bawah bukit?" ucap Sanku.
"Boleh juga, apakah kita akan latihan di sana?" tanya Dono.
" Kita akan latihan sambil berburu slime dan goblin di sana." ucap Sanku.
" Bagaimana denganku?" ucap Luri.
" Kamu juga harus ikut ,Luri karena kamu mempunyai Skill Penyembuh yang akan sangat membantu bila ada yang terluka." ucap Sanku.
" Baiklah kalau begitu, kapan kita akan berangkat?" tanya Luri.
" Boleh , aku akan pulang ke istana terlebih dahulu." ucap Sanku.
" Baiklah kalau begitu sampai nanti."
Mereka pun berkumpul di rumah Rena sebelum mereka pergi ke dalam dungeon...
" Teman-teman , aku mendapatkan info kalau di dalam dungeon ada sebuah harta yang sangat berharga, bagaimana kalau kita mencarinya?" tanya Sanku.
" Sepertinya akan menarik, bagaimana dengan kalian Dono,Luri? " tanya Rena.
" Aku sih oke ,bagaimana denganmu luri?"tanya Dono.
"Aku ikut saja ,asalkan aku bersama kalian aku akan ikut." ucap Luri.
" Baiklah ayo kita segera berangkat." ucap Sanku dengan penuh semangat.
Mereka pun segera berangkat pergi menuju ke dalam dungeon. Sesampainya di dungeon...
"Wah sepi sekali di sini, padahal kemarin terdapat banyak slime di sini." ucap Sanku.
" Bukankah kamu yang membantai semua slime yang ada di sini Sanku." ucap Rena.
" Benarkah, aku tidak menyadarinya." ucap Sanku.
" Ayo kita ke lantai yang lebih dalam ,teman teman." ucap Rena.
" Ayo."
Sesampainya di dungeon yang lebih dalam ...
__ADS_1
" Apa itu ?" tanya Sanku.
" Sepertinya itu adalah boss di lantai 5 ini." ucap Rena.
" Kalian para manusia tidak berhak mendapatkan harta , kalian akan ku habisi karena telah berani menginjakkan kaki di dalam dungeon ini." ucap sang penjaga harta.
Secara tiba tiba semua jalan keluar dari dungeon itu tertutup dan mereka ber-empat terperangkap di dalam ruangan boss itu...
" Kalian tidak akan bisa lari dari sini, kalian akan ku habisi karena telah menodai dungeon yang dibuat oleh makhluk agung di dunia ini." ucap sang penjaga harta.
" Sanku , bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan?." tanya Rena dengan panik.
" Tenang ,jangan panik. Kita pasti bisa keluar dari dungeon ini." ucap Sanku.
" Apa yang akan kau lakukan Sanku?" tanya Dono dengan bingung.
" Aku akan menyerang sang penjaga dengan Skill Bola Api Level 1 miliku ini." ucap Sanku.
" Bagaimana dengan ku ,Sanku? tanya Luri.
" Kamu bersiap saja menggunakan Skill Penyembuh mu itu jika terjadi sesuatu." ucap Sanku.
" Kalian terlalu banyak bicara , rasakan ini." ucap sang penjaga.
" Arghh." ucap Sanku sambil kesakitan.
" Sa-sanku tanganmu." ucap Rena terkejut dan pingsan.
" Bagaimana ini ,tanganmu sanku." ucap Dono dengan panik.
" Skill penyembuh ku tidak berguna." ucap Luri.
"Tenang saja, tanganku akan tersambung kembali karena aku ini abadi." ucap Sanku.
"Aku harus segera membalas serangan . Aku akan segera menyerang sang penjaga dengan Skill Bola Api Level 1 miliki ini." ucap Sanku dalam hati.
" Apa-apaan Skill Bola Api itu, besar sekali, pa-panas . Tidak hentikan ini Argghhhh." ucap sang penjaga kesakitan dan perlahan menghilang.
" Kalian tidak apa-apa? " ucap Sanku.
" Apa-apaan itu ,bagaimana bisa tanganmu tersambung kembali." ucap Dono sambil terkejut.
" Syukurlah kamu tidak apa-apa, Sanku." ucap Luri sedikit terkejut.
" Sekarang kita harus segera kembali sebelum matahari terbenam." ucap Sanku.
Merekapun kembali menuju ke rumah Rena...
" Apa yang terjadi." ucap Rena setelah sadar.
"Kamu sudah sadar Rena , syukurlah." ucap Sanku lega.
" Tanganmu sudah kembali Sanku, Syukurlah." ucap Rena dengan lega.
" Tanganku baik-baik saja ,dan teman-teman yang lain juga sudah pulang. Aku juga harus segera pulang ,kalau begitu aku pamit dulu ." ucap Sanku.
Sanku pun pulang ke istana dan di istana...
" Sanku ,kemana saja kamu!" ucap Ratu sambil marah.
" Sebenarnya aku habis dari dungeon berlatih sihir." ucap Sanku.
" Syukurlah kamu baik-baik saja Sanku, Ibu khawatir sekali." ucap Ratu dengan lega.
" Iya ibu, sekarang aku juga lelah sekali,aku akan segera tidur." ucap Sanku.
" Kalau begitu ,selamat malam Sanku." ucap Ratu.
__ADS_1
" Menakutkan sekali tadi, kukira tanganku tidak akan kembali seperti semula. Untungnya Skill Abadi ku menyelamatkan ku." ucap Sanku di dalam hati.
Sanku pun terlelap tidur dengan nyenyak dan keesokkan harinya...