Petualangan Pangeran Abadi

Petualangan Pangeran Abadi
Danau Suci dan Dungeon Sakaru.


__ADS_3

"A-aduh apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Sakaru kebingungan.


" Tuan baik-baik saja, syukurlah." ucap Sifa kepada Sakaru.


"Lalu, apa yang terjadi dengan balapan nya?" tanya Sakaru kepada Sifa.


"Tuan memenangkannya dan Riski bersedia untuk mengantarkan kita menuju ke dasar Lembah Kematian." ucap Sifa kepada Sakaru.


" Ma-maafkan aku karena telah menabrak mu, apakah kamu tidak apa-apa?" tanya Riski kepada Sakaru.


" Aku tidak apa-apa, lagian aku ini Abadi." ucap Sakaru kepada Riski.


" Abadi? Apakah kamu Dewa?" tanya Riski sedikit terkejut.


"Dewa, bukan-bukan aku bukanlah Dewa atau semacamnya. Aku hanyalah petualang biasa yang sedang menuju ke Hutan Para Peri." ucap Sakaru kepada Riski.


" Oh begitu ya, kalau begitu aku akan mengantarkan kalian menuju dasar Lembah Kematian." ucap Riski .


Merekapun segera pergi menuju ke dasar Lembah Kematian.


"Kalau begitu sampai disini saja aku mengantar kalian, Aku tidak bisa meninggalkan gua ini karena sejak lahir aku sudah berada di dalam gua ini." ucap Riski kepada Sakaru.


" Baiklah kalau begitu ,kami pergi dulu." ucap Sakaru kepada Riski.


Sakaru dan Sifa pun segera melanjutkan perjalanan mereka untuk menuju ke Hutan Para Peri.


[Peringatan, Peringatan, terdekteksi sihir yang sangat besar sedang menuju kemari dengan kecepatan penuh.]


"Apa, siapa yang datang kemari?" tanya Sakaru kepada System.


Gedebuk , terdengar suara yang sangat keras.


" Aku adalah Sang Dewa Kegelapan. Kalian berani-beraninya menginjakan kaki di wilayahku ini." ucap Ekki.


"Apa , kamu adalah Sang Dewa Kegelapan Ekki." ucap Sakaru bersiap-siap menyerang.


"Terima ini ,Skill Serangan Cahaya Tingkat Dewa." ucap Sakaru kepada Ekki.


"Apa-apaan serangan lemah itu , apanya yang tingkat Dewa." ucap Ekki kepada Sakaru.


"Inilah yang di sebut dengan serangan." ucap Ekki kepada Sakaru.


Duar, terdengar suara ledakan yang sangat keras di seluruh Lembah Kematian. Serangan dari Ekki Sang Dewa Kegelapan pun mengenai Sakaru dan Sifa, mereka berdua pun terpental sejauh 100 km dan mendarat di Danau Suci.


Beberapa hari kemudian...


"Apa yang terjadi, dimana aku?" tanya Sakaru kebingungan.


Sakaru pun melihat Sifa yang terbaring di sampingnya.


" Adu-duh sakit sekali. Apa yang sebenarnya terjadi?." ucap Sakaru.


Terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah Sakaru dan berkata...


"Kamu sebaiknya tidak bergerak terlebih dahulu, luka-luka mu itu cukup fatal." ucap Sang Dewi Air.

__ADS_1


" Wah cantik sekali,siapa dia sebenarnya?" ucap Sakaru di dalam hati.


" Perkenalkan, aku adalah Kagome. Aku adalah Dewi Air yang melindungi Danau Suci ini." ucap Kagome kepada Sakaru.


" Apa yang sebenarnya terjadi, apakah kamu menyelamatkan kami?" ucap Sakaru kepada Kagome.


"Sebenarnya aku melihat kalian berdua tenggelam ke dalam Danau Suci ini. Sebenarnya apa yang terjadi,bisakah kamu menceritakannya padaku?" ucap Kagome kepada Sakaru.


"Oh maaf sebelumnya, namaku adalah Sakaru dan dia adalah Sifa. Sebenarnya kami diserang oleh Ekki Sang Dewa Kegelapan." ucap Sakaru kepada Kagome.


"Ternyata dia sudah mulai bergerak." ucap Kagome di dalam hati.


"Oh begitu ya, sungguh keajaiban kalau kalian berdua bisa bertahan hidup setelah menerima serangan dari Ekki Sang Dewa Kegelapan." ucap Kagome kepada Sakaru.


" Sebenarnya aku itu Abadi, sedangkan Sifa tidak, aku juga terkejut jika dia bisa bertahan dari serangan Ekki Sang Dewa kegelapan." ucap Sakaru kepada Kagome.


"Sepertinya Sifa dan Dirimu itu terhubung?" ucap Kagome kepada Sakaru.


" Hah, apa maksudmu?" tanya Sakaru penasaran.


" Maksudku itu adalah, status milikmu itu menjadi miliknya, dan status miliknya akan menjadi menjadi milikmu juga. Intinya kalian berdua adalah 1." ucap Kagome kepada Sakaru.


" Maksudnya jika aku memiliki kekuatan Abadi, maka dia juga memiliki kekuatan Abadi?" tanya Sakaru kepada Kagome.


"Yah,bisa dibilang seperti itu." ucap Kagome kepada Sakaru.


" Sebaiknya kalian sarapan terlebih dahulu, karena kalian tidak sadarkan diri lebih dari 3 hari." ucap Kagome .


"Selama itukah kami tidak sadarkan diri. Wah mengerikan juga serangan dari Ekki Sang Dewa Kegelapan." ucap Sakaru.


" Oh iya juga, dimana kami sebenarnya, Kagome?" tanya Sakaru kepada Kagome.


"Kalian berada di dalam rumahku, lebih tepatnya berada di dalam Danau Suci." ucap Kagome kepada Sakaru.


"Apakah kami berada di dalam air, kalau benar begitu.Bagaimana kami bisa bernafas di dalam air?" tanya Sakaru kepada Kagome.


"Tenang saja, aku sudah membagikan berkah ku kepada kalian berdua. Berkah ku itu membuat kalian berdua bisa bernafas di dalam air." ucap Kagome kepada Sakaru.


" Oh begitu ya. Terimakasih karena kamu sudah membantu kami." ucap Sakaru berterimakasih.


"Oh bukan apa-apa, lagipula itu sudah menjadi kewajibanku sebagai Dewi untuk membantu makhluk yang sedang kesusahan. Kalau begitu, kalian sarapan lah terlebih dahulu." ucap Kagome kepada Sakaru.


"Kalau begitu, kami akan menghabiskan makanannya." ucap Sakaru.


Mereka pun segera memakan sarapan nya dan setelah itu mereka pun langsung melanjutkan perjalanan mereka.


" Kalau begitu, terimakasih telah merawat kami." ucap Sakaru .


" Aku memiliki sebuah kalung sihir, ini untukmu sebagai rasa terimakasih kami." ucap Sifa.


" Oh kalau begitu, aku terima." ucap Kagome.


"Kalau begitu kami akan pergi menuju ke Hutan Para Peri." ucap Sakaru.


"Hati-hati di jalan." ucap Kagome.

__ADS_1


Sakaru dan Sifa pun segera melanjutkan perjalanan mereka untuk pergi ke dalam Hutan Para Peri. Sesampainya mereka di sana...


" Oh ,ternyata Dungeon yang pernah ku buat dulu masih ada hingga sekarang." ucap Sakaru .


Mereka berdua pun segera memasuki dungeon dan setelah mereka masuk ke dalam...


"Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan di sini." ucap Golem sambil menyerang Sakaru.


"Duh, kalian para batu mengapa berisik sekali?" ucap Laura.


" Laura, apakah itu kamu?" tanya Sakaru kepada Laura.


"Siapa kamu, mengapa kamu mengetahui namaku?" tanya Laura sedikit terkejut.


"Ini aku, Sakaru. Mungkin kamu mengenalku dengan nama @Sakaru662." ucap Sakaru.


" Master, apakah itu benar dirimu?" tanya Laura.


" Iya, ini aku. Aku kembali." ucap Sakaru kepada Laura.


"Master selama ini kamu pergi kemana saja?" tanya Laura sambil menangis memeluk Sakaru.


"Ehh, sudah lah berhenti menangis." ucap Sakaru kepada Laura.


" Selama ini aku selalu menunggu master di depan pintu dungeon dan akhirnya master kembali." ucap Laura kepada Sakaru.


" Siapa kamu, apa hubunganmu dengan masterku." ucap Laura kepada Sifa.


"Aku adalah milik Tuan." ucap Sifa kepada Laura.


"Aku juga milik master." ucap Laura kepada Sifa.


"Sudahlah, terlebih lagi kita harus memikirkan cara agar bisa mengalahkan Ekki Sang Dewa Kegelapan." ucap Sakaru.


" Baik, master." ucap Laura kepada Sakaru.


Mereka bertiga pun memulai menyiapkan cara untuk mengalahkan Ekki Sang Dewa Kegelapan.


"Master, apakah aku perlu membuat banyak sekali golem?" ucap Laura kepada Sakaru.


" Tidak perlu membuat banyak golem, itu hanya akan membuang-buang sihir dan waktu yang kamu miliki." ucap Sakaru.


" Lalu bagaimana caranya agar kita bisa mengalahkan Ekki Sang Dewa Kegelapan." ucap Laura kepada Sakaru.


" Sepertinya tidak ada cara lain, benar kata Dani. Aku harus menggabungkan kekuatan Dewa-Dewi lainnya untuk mengalahkan Ekki Sang Dewa Kegelapan." ucap Sakaru .


"Laura, segera hubungi Dewa Kebijaksanaan Hilmawan dan mintalah saran darinya." ucap Sakaru kepada Laura.


"Baik, akan segera ku lakukan." ucap Laura kepada Sakaru.


" Sepertinya aku harus meminta bantuan dari Dewa Permainan Remy." ucap Sakaru di dalam hati.


"Sebaiknya aku harus segera tidur untuk mengisi energi ku." ucap Sakaru.


Sakaru dan Sifa pun segera tidur untuk mengisi energi.

__ADS_1


__ADS_2