Petualangan Pangeran Abadi

Petualangan Pangeran Abadi
Sang Peretas System, Fake Smile.


__ADS_3

"Sakaru, bangun. Ini aku, Dani." ucap Dani kepada Sakaru.


"Dani, apakah itu benar? Bagaimana kamu bisa disini?" tanya Sakaru kepada Dani.


"Kan sudah kubilang sebelumnya, bahwa aku terjebak di dalam System." ucap Dani kepada Sakaru.


"Kalau begitu, kemana saja kamu selama ini?" tanya Sakaru kepada Dani.


"Sebenar nya aku bertemu dengan para peretas, mereka menggunakan nama samaran yaitu Fake Smile. Mereka sebenarnya mengajakku bekerjasama untuk menguasai Dunia, tapi aku menolak dan aku memutuskan jaringan yang tersambung dengannya." ucap Dani kepada Sakaru.


" Lalu, sekarang mengapa aku berada di dunia nyata dan para Dewa yang berasal dari game Eldram Faantasy Online ada di dunia ini juga?" tanya Sakaru kepada Dani.


"Sepertinya para peretas mempunyai teknologi yang mampu menyatukan dunia nyata dan dunia game." ucap Dani kepada Sakaru.


"Dan juga, aku memiliki sebuah informasi tambahan, bahwa para Dewa yang berada di dalam game sebenarnya adalah orang-orang yang berasal dari dunia nyata." ucap Dani kepada Sakaru.


" Jadi, para Dewa yang berada di dunia game sebenarnya berasal dari dunia nyata. Kalau begitu, mengapa saat ini aku berada di tahun 600 masehi?" tanya Sakaru kepada Dani.


" Kalau itu, aku tidak tahu." ucap Dani.


[Anda memiliki 1 mail yang belum terbaca.]


[Mendapatkan 1 pedang Legenda.]


"Sakaru aku telah mengirimkan pedang legenda kepadamu." ucap Dani kepada Sakaru.


"Apakah kamu bisa mengirimkan ku uang?" tanya Sakaru kepada Dani.


"Tidak, aku hanya bisa mengirimkan barang yang ku punya." ucap Dani kepada Sakaru.


"Oh begitu ya. Yasudahlah." ucap Sakaru kepada Dani.


"Wahai kalian makhluk dunia, aku adalah Dewa Mutlak, Fake Smile. Bagi siapapun yang bisa mengalahkan ku, aku akan memberikan keabadian pada yang bisa mengalahkan ku." terdengar suara entah dari mana.


"Suara apa itu? Fake Smile ,bukan kah itu adalah peretas yang Dani bicarakan tadi? ucap Sakaru di dalam hati.


"Seperti nya memang begitu, Tuan." ucap Sifa.


Sakaru yang bangun lebih awal pun segera bersiap-siap untuk mengelilingi kota.


"Kalau begitu,aku akan pergi berkeliling kota. Apakah kamu mau ikut?." tanya Sakaru kepada Sifa.


"Kalau begitu aku ikut." ucap Sifa.


"Kalau begitu, ayok kita berkeliling kota." ucap Sakaru kepada Sifa.


Mereka berdua pun pergi berkeliling kota.


"Ramai sekali ternyata kota ini kalau diperhatikan." ucap Sakaru.


"Benar Tuan,kota ini benar-benar ramai."ucap Sifa kepada Sakaru.


"Kalau begitu, bagaimana kalau kita mencari sesuatu yang mungkin bisa meningkatkan kekuatan Chi." ucap Sakaru.


"Tuan, bukan kah Tuan dan aku itu terhubung? Jika begitu seharusnya Tuan bisa menggunakan Skill yang aku miliki." ucap Sifa kepada Sakaru.

__ADS_1


"Oh iya juga ya, kalau begitu nanti aku akan mencobanya. Sekarang kita hanya perlu mencari tahu apakah di kota ini ada benda yang dapat meningkatkan kekuatan Chi." ucap Sakaru kepada Sifa.


Sakaru dan Sifa pun berkeliling mencari barang yang dapat menambahkan Chi. Tetapi di tengah jalan...


"Bukan kah itu Kagome Sang Dewi Air?" ucap Sakaru di dalam hati.


Sakaru pun menghampiri Kagome.


"Hei, bukankah kamu itu Kagome Sang Dewa Air?" tanya Sakaru.


"Sakaru? ternyata kamu juga ada di dunia ini." ucap Kagome kepada Sakaru.


"Apakah kamu juga terpindah ke dunia ini?" tanya Sakaru kepada Kagome.


"Iya,sebenarnya aku berasal dari dunia ini, tapi dunia ini terasa berbeda dari sebelumnya." ucap Kagome.


"Kalo itu aku tahu penyebabnya, karena sekarang adalah tahun 600 masehi." ucap Sakaru kepada Kagome.


"Jadi begitu, ini adalah dunia tahun 600 masehi ya. Pantas saja, saat aku datang ke dunia ini udaranya masih sangat sejuk." ucap Kagome kepada Sakaru.


"Ngomong-ngomong, sedang apa kamu disini?". tanya Sakaru kepada Kagome.


"Aku disini mencoba untuk menjual kalung sihir yang diberikan Sifa di danau suci waktu itu. Tapi karena mereka yang lewat tidak tahu apa kegunaan kalung ini, jadi tidak ada yang mau membelinya." ucap Kagome kepada Sakaru.


"Ngomong-ngomong, kamu menjual kalung sihir itu dengan harga berapa?" tanya Sakaru kepada Kagome.


" Aku hanya menjual kalung ini dengan harga 100 ribu rupiah, murah bukan. Tapi mereka tetap saja tidak mau membelinya." ucap Kagome kepada Sakaru.


"Kalau begitu, biar aku yang membelinya. Ini uangnya." ucap Sakaru kepada Kagome.


"Kalau begitu, ini kalung nya." ucap Kagome sambil memberikan kalung sihir.


"Aku tinggal di sebuah gubuk dekat danau di sebelah barat kota." ucap Kagome kepada Sakaru.


"Jadi sekarang kamu tinggal di gubuk? Kalau begitu bagaimana kalau aku datang ke rumahmu?" tanya Sakaru kepada Kagome.


"Boleh sih." ucap Kagome.


Sakaru dan Sifa pun mengunjungi tempat tinggal Kagome.


"Buset, mansion mewah begini disebut gubuk olehnya." ucap Sakaru terkejut.


"Kamu tinggal bersama siapa di mansion semewah ini,kagome?" tanya Sakaru kepada Kagome.


"Sebenarnya aku tinggal disini bersama Remy." ucap Kagome kepada Sakaru.


"Remy? Bukankah dia adalah Dewa Permainan yang pernah disebut oleh Riski si manusia goa." ucap Sakaru di dalam hati.


"Kalau begitu, apakah kami boleh pindah ke dalam mansion ini, sebenarnya di dunia ini kami tidak memiliki tempat tinggal." ucap Sakaru kepada Kagome.


"Boleh saja, sebenarnya aku juga sedang mengumpulkan orang-orang yang terpindah dari dunia lain." ucap Kagome kepada Sakaru.


"Kalau begitu, aku akan membawa yang lainnya ke mansion ini." ucap Sakaru.


Sakaru pun kembali ke dalam penginapan. Sesampainya di penginapan...

__ADS_1


"Hei, kembalikan itu punyaku." ucap Laura.


"Siapa cepat dia dapat ,haha." ucap Ekki.


"Hei kalian ,hentikanlah. Kalian membuat tetangga di kamar sebelah terganggu."ucap Mikazu.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Sakaru kepada mereka.


" Oh, master . Kemana saja dari tadi. Disini aku terjebak bersama orang-orang yang menyebalkan." ucap Laura sedikit kesal.


"Sebenarnya aku tadi pergi berkeliling kota bersama Sifa." ucap Sakaru kepada Laura.


"Mengapa master tidak membangunkan ku dan malah mengunciku di dalam bersama dengan orang-orang yang menyebalkan."ucap Laura kesal.


"Oh kalau begitu maafkan aku, kalau begitu ayo kita pergi." ucap Sakaru .


"Memangnya mau pergi kemana sore-sore begini?" tanya Ekki kepada Sakaru.


"Kita akan berkumpul dengan orang-orang yang berasal dari dunia sebelumnya." ucap Sakaru kepada Ekki.


"Kalau begitu, ayok kita pergi." ucap Laura kepada Sakaru.


Mereka pun pergi menuju ke mansion milik Kagome.


"Kagome, aku membawa orang-orang yang kumaksud tadi." ucap Sakaru kepada Kagome.


"Aura itu, apakah anak kecil yang di samping mu adalah Ekki Sang Dewa Kegelapan?" tanya Kagome kepada Sakaru.


"Itu benar aku adalah Dewa Kegelapan." ucap Ekki kepada Kagome.


"Apakah itu tubuhmu yang asli, lucu sekali." ucap Kagome kepada Ekki.


"Hem." ucap Ekki sambil memalingkan wajah.


"Kalau begitu,dimana kamar kami?" tanya Sakaru kepada Kagome.


"Oh,ikutlah denganku." ucap Kagome.


Mereka pun sampai di sebuah kamar.


"Kalian pilihlah, disini ada 4 kamar yang kosong." ucap Kagome.


"Kalau begitu, aku dan adikku akan mengambil yang dekat dengan ruang tengah." ucap Mikazu.


"Aku akan tidur bersama Tuan." ucap Sifa.


"Aku juga akan tidur bersama master." ucap Laura.


"Kalau begitu, aku ambil kamar yang berada di depan kamar mikazu.'' ucap Sakaru.


Sakaru, Sifa, dan Laura pun masuk ke dalam kamar.


"Luas sekali kamar ini." ucap Sakaru di dalam hati.


"Kalau begitu, ayok kita segera tidur." ucap Sakaru.

__ADS_1


"Baik." ucap Sifa dan Laura.


Mereka pun segera tertidur,dan Sakaru pun bermimpi tentang Dewa Permainan, Remy.


__ADS_2