
11 hari telah berlalu, saat Sakaru tersadar, dia berada di dalam kamarnya.
"Berapa lama aku pingsan?" tanya Sakaru yang baru saja terbangun dari tidurnya bertanya kepada Sifa.
"Akhirnya Tuan terbangun juga,Tuan tidak sadarkan diri lebih dari 11 hari. Kukira Tuan tidak akan bangun lagi." ucap Sifa sambil menangis.
"11 hari ya, itu lumayan lama. Mana mungkin aku tidak bangun, kan aku itu abadi." ucap Sakaru kepada Sifa.
"Kalau begitu Tuan pasti saat ini sangat lapar. Aku sudah menyiapkan sarapan untuk Tuan." ucap Sifa sambil membawakan semangkuk bubur hangat.
"Wah, kalau begitu selamat makan." ucap Sakaru sambil melahap bubur yang dibawa Sifa.
"Iya juga ya, pada akhirnya gadis itu pergi sebelum aku mengetahui namanya." ucap Sakaru di dalam hati.
"Kalau begini, apa artinya dia menolak ku ya?" ucap Sakaru di dalam hati.
Setelah Sakaru terbangun dari tidurnya. Hari-hari Sakaru dipenuhi dengan belajar ,dan karena Sakaru tidak ingin merepotkan ayahnya. Sakaru mencoba bekerja dengan harapan bisa bertemu dengan gadis itu lagi.
1 tahun pun berlalu, Sakaru yang tidak ingin merepotkan orang tua nya memutuskan untuk mengontrak .
"Ayah,mulai hari ini aku akan pindah mencari kontrak kan agar aku bisa hidup mandiri." ucap Sakaru kepada Remy.
"Apakah Tuan benar-benar akan pergi dari mansion ini?" tanya Sifa sedikit sedih.
"Tenang saja, aku tidak akan pergi jauh-jauh. Jadi kalian masih bisa berkunjung ke kontrakan ku nanti." ucap Sakaru sambil mengusap kepala Sifa.
"Apakah kamu memiliki uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harimu?" tanya Remy kepada Sakaru.
"Tenang saja Ayah, aku memiliki sedikit uang dari hasil bekerja ku selama ini." ucap Sakaru kepada Remy.
"Kalau begitu, aku pergi." ucap Sakaru.
Sakaru pun memulai kehidupan barunya.
"Kalau begitu, dimana aku bisa menemukan kontrakan ya?" ucap Sakaru di dalam hatinya.
"System, carikan aku kontrakan yang paling dekat dari sekitar sini." ucap Sakaru kepada System.
[Ada lebih dari 20 kontrakan tersedia di sekitar sini.]
"Kalau begitu, yang paling dekat dengan mansion." ucap Sakaru kepada System.
[Kontrakan yang paling dekat dengan mansion berjarak 1 KM dari mansion.]
"Baiklah, sekarang aku akan kesana." ucap Sakaru kepada System.
Sakaru pun sampai ke kontrakan, dan Sakaru pun mulai mengontrak di sana.
"Kapan aku bisa bertemu dengan gadis itu lagi ya?" ucap Sakaru sambil melamun.
Terdengar suara langkah kaki di luar kontrakan sakaru.
__ADS_1
"Tok tok tok."
Terdengar suara ketukan pintu yang terdengar.
"Sebentar." ucap Sakaru sambil membuka pintu.
Sakaru terkejut saat membuka pintu ,ternyata gadis yang menolongnya saat terjadi kecelakaan ada di depannya.
"Maafkan aku sebelumnya, namaku adalah Atika. Bolehkah aku masuk Su-a-mi-ku. Ada hal penting yang ingin ku bicarakan." ucap Atika kepada Sakaru.
"Ba-baik, silahkan masuk." ucap Sakaru gugup.
Atika pun masuk ke dalam ruangan.
"Wah, rapih sekali tempat tinggal ku yang baru." ucap Atika sambil melihat-lihat ke sekitar.
"Kalau begitu, aku akan menyiapkan sesuatu. Aku hanya punya kopi,tidak apa apakah?" tanya Sakaru kepada Atika.
"Boleh saja." ucap Atika kepada Sakaru.
Sakaru pun membuat kopi dan menyiapkan beberapa makanan.
"Jadi, urusan apa yang kamu bilang penting tadi?" tanya Sakaru kepada Atika.
"Aku sudah membawa surat-surat penting untuk kita menikah nanti, kamu tinggal menandatangani di sebelah sini dan sini." ucap Atika sambil menunjukan bagian mana yang harus ditandatangani.
"Anu, bukankah ini terlalu mendadak." ucap Sakaru kepada Atika.
"Apakah kamu tidak mau, kalau begitu aku ambil kembali." ucap Atika sedikit marah sambil memalingkan wajah.
Sakaru pun mengisi semua keperluan untuk menikah.
"Ini, aku sudah mengisinya, selanjutnya bagian mana lagi yang harus ku isi?" tanya Sakaru kepada Atika.
"Sudah,ini saja yang harus kamu isi. Kalau begitu ayo kita segera pergi ke KUA." ucap Atika kepada Sakaru.
"Apakah malam-malam begini kantor KUA masih buka?" tanya Sakaru kepada Atika.
"Suamiku, kantor KUA itu buka 24 jam loh." ucap Atika kepada Sakaru.
"Kalau begitu ayo kita segera berangkat." ucap Sakaru kepada Atika.
Sakaru dan Atika pun segera pergi ke kantor KUA untuk memberikan surat nikah. Sesampainya di sana...
"Permisi pak, kami ingin menyerahkan surat pernikahan kami." ucap Atika sambil memberikan surat-surat yang tadi sudah di isi.
"Surat-surat nya sudah lengkap, tapi apakah sudah ada surat persetujuan dari orang tua kalian?" tanya petugas KUA.
"Aku sudah membawa surat-suratnya." ucap Atika kepada petugas KUA.
"Sini biar ku cek dulu, surat-suratnya semua sudah lengkap kalau begitu sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri. Selamat ya, ini ada sedikit hadiah untuk kalian." ucap petugas KUA sambil memberikan sebuah pot bunga berisikan kaktus.
__ADS_1
"Kalau begitu, suamiku ayo kita segera pulang." ucap Atika kepada Sakaru.
"Oh baiklah." ucap Sakaru kepada Atika.
Sakaru dan Atika pun kembali ke kontrakan.
"Suamiku, apakah di sini ada tempat tidur seperti futon untuk tamu?" tanya Atika kepada Sakaru.
"Sebenarnya, aku tidak memiliki futon untuk tamu, karena jarang sekali ada tamu yang menginap di sini." ucap Sakaru kepada Atika.
"Oh begitu ya, yasudahlah aku juga sudah menyewa hotel di sekitar sini, jadi aku pergi dulu ya." ucap Atika kepada Sakaru.
"Oh kalau begitu baiklah." ucap Sakaru kepada Atika.
Atika pun kembali ke hotel.
"System, berapa chi saat ini yang kumiliki." ucap Sakaru kepada System.
[Jumlah Chi yang Anda miliki sekarang adalah 2.000.000.]
"Apakah aku sudah bisa meningkatkan System?" tanya Sakaru kepada System.
[Anda sudah bisa meningkatkan System menjadi 15.3.]
"Jadi, apa keuntungan meningkatkan System?" tanya Sakaru kepada System.
[Anda akan bisa menggandakan semua benda, memanipulasi waktu, membuat ruang dimensi, teleportasi, dan keuntungan lainnya.]
"Kalau begitu, segera lakukan peningkatan System." ucap Sakaru kepada System.
[Memulai peningkatan, 1% , 3℅ ,6% ,8% ,10% ,13% , 15%, 17%, 19%, 20%, 24%, 27%, 32%, 40%, 47%, 56%, 62%, 70%, 80%, 89%, 95%, 100%, berhasil melakukan peningkatan.]
"Apakah sekarang aku bisa menggandakan benda?" tanya Sakaru kepada System.
[Bisa.]
"Kalau begitu, coba gandakan kasur ini." ucap Sakaru kepada System.
[Melakukan analisa,memulai penduplikatan. Berhasil 1 Kasur diperoleh.]
"Wah, praktis sekali dan juga kasur nya persis sekali seperti yang ku punya." ucap Sakaru.
"System, keluarkan sepotong coklat." ucap Sakaru kepada System.
[Menganalisa, memulai pembuatan coklat. Berhasil 1 batang coklat diperoleh.]
"Wah, benar-benar bisa." ucap Sakaru kepada System.
"Kalau begitu, keluarkan juga kulkas untuk menyimpan coklat ini." ucap Sakaru kepada System.
[Menganalisa, memulai pembuatan kulkas. Berhasil 1 kulkas diperoleh.]
__ADS_1
"Sepertinya ini cukup untuk menaruh beberapa makanan. Hoam, kalau begitu aku akan segera tidur." ucap Sakaru yang sudah mengantuk.
Sakaru pun tertidur dan keesokan harinya...