
"Wah ternyata sudah pagi, tidurku nyenyak sekali ." ucap Sanku berbicara sendiri.
"Selamat pagi Pangeran." ucap Yuna kepada
Sanku.
" Oh Yuna, selamat pagi." ucap Sanku kepada Yuna.
" Sebaiknya Pangeran segera bangun dan bersiap-siap untuk segera berangkat ke Akademu sihir." ucap Yuna kepada Sanku.
" Iya juga ya, baiklah aku akan segera bersiap." ucap Sanku kepada Yuna.
Sanku pun segera bangun dan bersiap-siap untuk berangkat ke Akademi, di tengah jalan Sanku pun bertemu dengan Rena.
"Rena , selamat pagi." ucap Sanku menyapa Rena.
" Oh Pangeran, selamat pagi." ucap Rena membalas Sanku.
" Pakaian itu , apakah kamu juga akan pergi ke Akademi sihir? " tanya Sanku kepada Rena.
" Iya, aku akan pergi ke Akademi sihir. Apakah kamu mau berangkat bersama- sama?" ucap Rena kepada Sanku.
" Boleh juga, kalau begitu ayok kita segera berangkat." ucap Sanku kepada Rena.
Sesampainya di Akademi sihir …
" Apa-apaan kamu itu, jangan menghalangi jalanku. Kamu tidak tau siapa aku? Aku adalah Pangeran dari kerajaan Vinslan ." ucap Toru sambil mengancam anak lainnya.
" Ba-baik , maafkan saya." ucap Luri sambil menjauh ketakutan.
" Pangeran , sebaiknya jangan berteman dengan anak itu. Dia selalu saja bersikap kasar kepada anak lainnya karena dia adalah Pangeran dari kerajaan Vinslan." ucap Rena kepada Sanku.
" Oh begitu kah, tapi dari yang kulihat dia itu seperti anak biasa yang selalu muncul dari anime atau manga yang ku baca." ucap Sanku di dalam hati.
" Sanku?" tanya Rena kepada Sanku .
" Oh baiklah." ucap Sanku kepada Rena.
Bel Akademi pun mulai berdering dan anak-anak mulai memasuki kelas. ( kelas di sini tergolong ke dalam beberapa tingkat , mulai dari kelas A tempat para murid jenius berkumpul sampai F tempat murid biasa berkumpul.)
" Sanku ternyata kita berada di kelas yang sama." ucap Rena kepada Sanku.
" Iya , aku juga sedikit terkejut bisa bertemu denganmu di kelas E ini." ucap Sanku kepada Rena.
Wali kelas pun mulai memperkenalkan diri…
" Selamat pagi anak-anak ,perkenalkan nama bapa adalah Rudi. Salam kenal anak-anak." ucap Rudi kepada anak-anak.
" Bukankah itu adalah Paman yang kemarin ya?" ucap Sanku di dalam hati.
" Sekarang , mari kita melakukan tes kapasitas sihir. Silahkan maju bergiliran dari baris paling depan." ucap Rudi kepada anak-anak.
Setelah semua anak-anak maju , akhirnya giliran Sanku maju kedepan.
" Oh ,bukankah kamu adalah anak yang baru kembali dari bukit kemarin?" tanya Rudi kepada Sanku.
" Iya paman, aku juga sedikit terkejut kalau paman adalah wali kelasku." ucap Sanku sedikit terkejut.
" Kalau begitu, mari kita tes seberapa besar kapasitas sihirmu." ucap Rudi kepada Sanku.
…
Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya muncul juga hasilnya.
" Kapasitas sihirmu hanya 100 Sanku." ucap Rudi kepada Sanku .
" Apakah kapasitas sihirku terlalu sedikit?" tanya Sanku kepada Rudi.
__ADS_1
" Tidak juga, karena ada juga anak yang sama sekali tidak memiliki kapasitas sihir." ucap Rudi kepada Sanku.
" Oh begitu ya Paman." ucap Sanku kepada Rudi.
Sanku pun kembali ke tempat duduknya.
" Siapa sebenarnya anak itu. Kapasitas sihirnya memang sedikit ,tetapi anak ini memiliki Skill 'Abadi'. " ucap Rudi didalam hati.
" Baiklah anak-anak, sekarang kita bagi menjadi 4 orang di setiap kelompok untuk melakukan latihan." ucap Rudi kepada anak-anak.
" Baik pak" ucap anak-anak spontan.
" Sanku , ayok kita membuat kelompok untuk latihan." ucap Rena kepada Sanku.
" Baiklah , tapi kita kekurangan 2 orang lagi." ucap Sanku kepada Rena.
" Ha-halo , apakah aku boleh bergabung dengan kelompok mu?" tanya Luri kepada Sanku.
" Hmm, boleh kok. Nama kamu siapa?" ucap Sanku kepada Luri.
" Halo namaku Luri, salam kenal ya." ucap Luri kepada Sanku.
" Salam kenal , namaku Sanku dan dia adalah Rena ." ucap Sanku kepada Luri.
" Halo." ucap Rena kepada Luri.
" Nah ,sekarang kita hanya membutuhkan 1 anggota lagi." ucap Sanku ( Sanku melihat ada seorang anak yang sedang menulis).
" Bagaimana kalau kita mengajak dia ke dalam kelompok kita?" tanya Sanku.
" Boleh juga , kalau begitu ayok." ucap Rena.
" Halo, perkenalkan nama saya Sanku. Apakah kamu mau bergabung ke dalam kelompok saya?" ucap Sanku kepada anak itu.
" Oh halo, nama saya Dono. Baiklah ,aku akan bergabung ke dalam kelompokmu." ucap Dono kepada Sanku.
"Baik pak." ucap murid-murid.
" Nah ,sekarang kita akan melakukan pelatihan antar kelompok. Kelompok 1 dengan kelompok 2, kelompok 3 dengan kelompok 4, dan kelompok 5 dengan kelompok 6." ucap Rudi kepada murid-murid.
" Sekarang bagaimana kalau kita menentukan siapa ketua kelompoknya?" ucap Sanku .
" kurasa lebih baik kamu saja, Sanku." ucap Rena.
" Iya, lebih baik kamu saja." ucap Luri.
" Aku tidak masalah jika kamu menjadi ketua kelompok ini." ucap Dono.
" Baiklah, sekarang kita sepakat bahwa aku yang menjadi ketua kelompok." ucap Sanku.
Di tempat pelatihan , Sanku dan kelompoknya berlatih menggunakan sihir.
" Rena , sihir apa yang bisa kamu gunakan?" tanya Sanku.
" Aku hanya bisa menggunakan Skill (Bola Air Level 2). " ucap Rena kepada Sanku.
" Sebenarnya aku tidak memiliki kapasitas sihir, jadi aku hanya bisa menggunakan pedang saja." ucap Dono .
"Bagaimana denganmu Luri?" tanya Sanku.
" A-aku hanya bisa menggunakan Skill (Penyembuh Level 1) " ucap Luri.
" Bagaimana denganmu Sanku?" tanya Rena kepada Sanku.
" Oh ,aku hanya bisa menggunakan Skill (Bola Api Level 1). Sebenarnya aku masih memiliki Skill Point 4 yang tersisa. Apakah kalian ada saran untuk ku?" tanya Sanku .
"Sepertinya aku ada saran yang bagus untukmu." ucap Rena kepada Sanku.
__ADS_1
" Wah ,apa itu?" tanya Sanku sedikit penasaran.
" Skill ini menghabiskan semua Skill Point mu. Apakah kamu yakin ?" tanya Rena .
" Ya aku yakin, memangnya Skill apa itu?" tanya Sanku.
" Skill Menghilang , Skill ini sepertinya cocok untukmu." ucap Rena.
" Baiklah , aku akan mempelajari Skill Menghilang." ucap Sanku.
" Wah, Sanku kamu benar-benar menghilang." ucap Luri.
" Iya ,kamu benar-benar menghilang." ucap Dono.
" Wah ,benarkah?" ucap Sanku.
" Iya ,kamu benar- benar hilang deh." ucap Rena.
" Sekarang ayok kita latihan untuk menyerang, Dono di bagian depan ,Aku dan Rena bagian samping, dan Luri di bagian belakang." ucap Sanku.
Mereka pun berlatih sihir dan bel pun berbunyi.
" Saatnya makan siang ." ucap Sanku yang sudah lelah berlatih.
" Baik ,aku akan mengambil kotak makan siangku dulu." ucap Rena .
" Baiklah, aku akan menunggumu, bagaimana dengan kalian, Dono, Luri?" tanya Sanku.
" Aku sebenarnya masih kenyang, bagaimana denganmu Luri?" tanya Dono.
" Aku akan mengambil kotak makanan dulu." ucap Luri.
" Yah ,sebenarnya aku sudah membawa kotak makan siang ku,jadi ya sudah ,aku akan makan duluan ya." ucap Sanku .
Mereka pun makan dan bel istirahat pun berakhir. Pelajaran pun dimulai.
" Yah , sebenarnya aku tidak menyukai pelajaran. Pelajaran itu sangat membosankan." ucap Sanku.
" Kamu harus tetap belajar Sanku." ucap Rena.
" Yah , kalau saja pelajaran tidak membosankan." ucap Sanku.
Pelajaran pun berakhir , bel pulang pun berbunyi...
" Rena, sebenarnya rumahmu itu ada dimana?" tanya Sanku.
" Rumahku itu berada di bawah bukit loh. Apakah kamu mau mampir ke rumahku?" tanya Rena.
" Sekarang sudah sore , aku tidak bisa, maaf ya." ucap Sanku
" Yasudah, aku pulang dulu ya." ucap Sanku.
Sesampainya Sanku di rumah.
"Sanku ,bagaimana akademinya, apakah menyenangkan?" tanya Ratu.
" Menyenangkan kok bu." ucap Sanku.
" Begitu ya , karena besok libur, apakah kamu mau mengunjungi pamanmu?" ucap Ratu.
" Sebenarnya aku ingin berlatih besok di bukit,jadi tidak bisa." ucap Sanku.
" Yasudah , sekarang segeralah tidur agar besok kamu bisa bangun dengan bugar." ucap Sanku.
" Baiklah bu." ucap Sanku sambil menguap.
" Menyenangkan sekali hari ini, aku sampai lupa bahwa ini adalah dunia game." ucap Sanku di dalam hati.
__ADS_1
Sanku pun tidur dengan pulasnya dan keesokan harinya...