
" Wah , ternyata sudah pagi." ucap Sanku sambil membuka jendela.
" Oh tuan, apakah aku membangunkan mu?" tanya Sifa kepada Sanku.
" Tidak, tidak sama sekali. Aku terkejut ternyata kamu bangun lebih awal." ucap Sanku sedikit terkejut.
" Aku sebenarnya sedang mempelajari Skill Ledakan Cahaya . Makanya aku bangun lebih awal sebelum pergi ke akademi." ucap Sifa kepada Sanku.
" Oh begitu ya, kalau begitu ayo kita segera sarapan dan bersiap-siap sebelum akademi dimulai." ucap Sanku.
" Baik tuan." ucap Sifa kepada Sanku.
" Dan juga, panggil saja aku dengan namaku. Kata tuan terdengar aneh untukku." ucap Sanku kepada Sifa.
" Kalau begitu, baiklah Pangeran Sanku ." ucap Sifa.
" Sanku saja." ucap Sanku kepada Sifa.
" Baiklah." ucap Sifa kepada Sanku.
Mereka pun segera bersiap-siap dan pergi ke ruang makan untuk sarapan...
" Wah apa ini, daging apa sebenarnya ini?" tanya Sanku kepada Yuna.
" Itu adalah Daging Steak , Pangeran." ucap Yuna kepada Sanku.
" Wah ,ini juga sangat enak. Minuman apa ini?" tanya Sanku kepada Yuna.
" Itu adalah anggur merah ,Pangeran." ucap Yuna kepada Sanku.
" Oh begitu ya." ucap Sanku.
Mereka pun segera menghabiskan sarapannya dan segera pergi ke akademi. Sesampainya di sana bel pun berbunyi ...
" Murid-murid ,kita akan melakukan latih tanding langsung dengan semua kelompok kelas lain, dan kelas kita akan langsung menghadapi 5 kelas lainnya. Apakah ada yang bersedia menjadi pemimpin untuk memimpin kelas ini?" ucap pak Rudi kepada murid-murid.
" Aku bersedia untuk menjadi pemimpin ,pak." ucap Sanku dengan penuh percaya diri.
" Apakah ada yang lain?" ucap pak Rudi.
" Tidak pak." ucap murid-murid.
" Baiklah, berarti kita sepakat kalau Sanku yang akan menjadi pemimpinnya." ucap pak Rudi kepada murid-murid.
" Silahkan nak Sanku untuk berdiskusi dengan murid-murid lainnya." ucap pak Rudi .
" Dan juga bapak ada sedikit bocoran tentang tempat melakukan latih tandingnya. Kalian akan melakukannya di atas bukit. Kalian juga harus bisa melindungi patung sihir yang akan dibagikan kepada masing-masing kelas nanti. Jika kalian bisa menghancurkan patung sihir milik kelas lainnya, kalian akan mendapatkan 1 point, dan jika kalian berhasil bertahan menjadi yang terakhir, maka kalian akan mendapatkan 3 point. Ada pertanyaan?" tanya pak Rudi kepada murid-murid.
" Apa ada hadiah jika kita mendapatkan point terbanyak pak?" tanya salah satu murid.
" Kalian akan mendapatkan akses ke kelas VIP." ucap pak Rudi kepada murid-murid .
" Wah kalau begitu kita harus bisa mendapatkan banyak point, bagaimana menurutmu Sanku?" tanya Rena kepada Sanku.
" Sepertinya menarik, baiklah aku akan membuat strategi agar bisa mendapatkan point terbanyak." ucap Sanku.
" Baiklah teman-teman, berkumpul. Aku akan mengatakan strategi yang harus kalian lakukan." ucap Sanku kepada murid lainnya.
Murid-murid kelas E pun berkumpul dan mendengarkan penjelasan yang Sanku jelaskan...
" Baiklah, Kelompok 2 kalian bisa menggunakan Skill apa saja?" tanya Sanku kepada kelompok 2.
" Kami semua bisa menggunakan Skill tipe Tanah." ucap Ketua kelompok 2 kepada Sanku.
" Oh begitu ya, bagaimana kalau kalian memfokuskan Skill kalian untuk membuat benteng pertahanan." ucap Sanku kepada kelompok 2.
__ADS_1
" Baik." ucap kelompok 2 serentak.
" Kalau kalian kelompok 3,4,5,dan 6 bagaimana?" ucap Sanku kepada mereka.
" Kami bisa menggunakan Skill Perubah Cuaca." ucap kelompok 3.
" Kami bisa menggunakan Skill Ilusi." ucap kelompok 4.
" Kami bisa menggunakan Skill Jebakan." ucap kelompok 5.
" Bagaimana dengan kelompok kalian?" tanya Sanku kepada kelompok 6.
" Kami bisa menggunakan Skill tipe menyerang dan Skill menghilang." ucap kelompok 6.
" Baiklah kalau begitu akan kuberi kalian tugas masing-masing." ucap Sanku kepada murid-murid .
" Kelompok 3 kalian harus mengubah cuaca di sekitar benteng nanti menjadi 'Hujan Badai." ucap Sanku kepada kelompok 3.
" Baik." ucap kelompok 3 serentak.
" Kelompok 4 kalian membuat sebuah ilusi yang sama persis dengan pertahanan yang akan di buat oleh kelompok 2 nanti." ucap Sanku kepada kelompok 4.
" Kelompok 5 kalian membuat jebakan di sekitar benteng yang akan di buat kelompok 2 nanti." ucap Sanku kepada kelompok 5.
" Baik akan kami lakukan sebaik mungkin." ucap kelompok 5.
" Dan kelompok 6 , kalian akan menyerang bersama kelompok ku." ucap Sanku kepada kelompok 6.
" Baik." ucap kelompok 6.
Setelah Sanku membuat strategi untuk mendapatkan point terbanyak, bel pun berbunyi dan pertempuran antar kelompok pun akan segera di mulai...
" Nah, teman-teman. Ayo kita lakukan sesuai dengan yang sudah ku katakan sebelumnya." ucap Sanku kepada murid-murid.
Mereka pun segera membuat benteng untuk melindungi patung sihir yang sudah di berikan kepada masing-masing kelas. Sementara itu keadaan kelas lainnya....
" Haduh, kalian ini bagaimana. Membuat benteng untuk melindungi patung saja tidak becus." ucap Ekki pemimpin dari kelas F.
" Maafkan kami ketua, kami akan segera menyelesaikannya." ucap murid-murid dari kelas F.
" Cepatlah sedikit , sebelum murid dari kelas lain menyerang." ucap Ekki sedikit kesal.
Sementara itu murid-murid dari kelas A mulai menyerang dan berusaha untuk menghancurkan patung milik kelas B. Pertarungan pun menjadi semakin sengit dan terjadilah baku tembak antara kedua kelas. Sementara itu....
" Kelompok 6, kalian mulailah melakukan penyerang, kalian serang lah patung milik kelas B. Jangan sampai kalian tertangkap." ucap Sanku kepada kelompok 6.
" Baik." ucap kelompok 6 sambil meninggalkan benteng.
" Baiklah, apa yang sebaiknya kulakukan." ucap Sanku di dalam hati.
Setelah menunggu beberapa saat, kelompok 6 pun kembali ...
" Pemimpin, kami sudah menghancurkan patung yang dimiliki oleh kelas B." ucap kelompok 6 kepada Sanku.
" Baiklah, kalian sudah boleh beristirahat." ucap Sanku.
" Terima kasih ,pemimpin." ucap kelompok 6 .
Bel pun berbunyi dan babak pertama sudah selesai. Hasil dari pertandingan tadi adalah :
Kelas A : 0 point. (Pemimpin : Laura.)
Kelas B : Gugur. (Pemimpin : Joko.)
Kelas C : Gugur. (Pemimpin : Indra.)
__ADS_1
Kelas D : 1 point.(Pemimpin : Remy.)
Kelas E : 1 point.(Pemimpin : Sanku.)
Kelas F : 0 point.(Pemimpin : Ekki.)
"Babak ke 2 akan segera dimulai. Kalian segera bersiap-siaplah." ucap pak Rudi kepada murid-murid.
Sanku dan teman-teman nya pun segera bersiap-siap untuk melanjutkan pertarungan .
" Teman-teman ayo semangat , dan jangan lupa untuk bersiaga." ucap Sanku kepada murid-murid.
" Baik." ucap murid-murid kelas E.
Sementara itu...
" Duh, bagaimana ini? kelasku tertinggal 1 point dibanding kelas lainnya. Pokoknya aku harus mendapatkan point." ucap Ekki di dalam hati.
" Semua pasukan, kita serang kelas A dengan kekuatan penuh." ucap Ekki dengan lantang.
Kelas F pun melakukan serangan penuh sehingga kelas A pun tidak bisa bertahan dan akhirnya patung kelas A pun hancur. Sementara itu kelas E yang di pimpin Sanku pun berhasil menghancurkan patung kelas D. Pertarungan pun menjadi semakin sengit...
" Apa-apaan benteng yang di buat oleh kelas E , mengerikan sekali. Sepertinya kami harus melakukan serangan penuh sekali lagi." ucap Ekki .
" Teman- teman, kita perkuat pertahanan kita terlebih dahulu, sepertinya kelas F akan melakukan serangan besar-besaran." ucap Sanku kepada murid-murid.
" Kalau begini , aku akan menggunakan Skill Dinding Air untuk melapisi benteng yang telah di buat oleh kelompok 2." ucap Rena.
Kelas F pun mulai melakukan serangan besar-besaran . Sementara itu....
" Sifa, apa kamu sudah siap untuk melakukan serangan itu?" tanya Sanku kepada Sifa.
" Aku sudah siap melakukan serangan dengan Skill Cahaya Level 5 milikku ini." ucap Sifa kepada Sanku.
" Baiklah, tunggu aba-abaku ." ucap Sanku.
"1,2,3 serang." ucap Kedua pemimpin dari kelas E dan kelas F.
Sihir merekapun saling bertabrakan dan membuat kedua patung mereka hancur bersamaan , dan dikarenakan Kelas E memiliki point lebih banyak dari pada Kelas F, Kelas E pun dinyatakan sebagai pemenangnya.
" Hore , akhirnya kita berhasil memenangkan pertarungan ini." ucap murid-murid dari kelas E.
" Sebenarnya kelas VIP yang kalian akan dapatkan itu hancur karena terkena ledakan dari sihir yang kalian gunakan tadi." ucap pak Rudi kepada murid-murid .
"Apa!" ucap murid-murid terkejut.
Mereka pun kembali ke kelas dan bel pulang pun berbunyi . Karena hari sudah sore Sanku dan Sifa pun kembali ke istana.
" Duh aku lapar sekali, Yuna buat kan sesuatu dong." ucap Sanku yang sudah kelaparan.
" Baik pangeran." ucap Yuna kepada Sanku.
" Kalau begitu aku duluan masuk ke kamar ya. Aku sudah sangat lelah karena sudah lama aku tidak menggunakan sihir sebesar itu." ucap Sifa kepada Sanku.
" Baiklah, apa kau tidak makan dulu?" ucap Sanku.
" Aku sudah makan kok." ucap Sifa kepada Sanku.
"Silahkan Pangeran, saya membuatkan nasi goreng special." ucap Yuna.
Sanku pun segera menghabiskan makan dan segera pergi untuk tidur.
" Wah, melelahkan sekali hari ini. Skill Kebijaksanaan benar-benar menguras tenagaku." ucap Sanku di dalam hati.
" Selamat malam ." ucap Sanku kepada Sifa yang sudah tertidur dari tadi.
__ADS_1