
[Peringatan, Peringatan ,terjadi kesalahan.] tiba-tiba saja penglihatan Sakaru menjadi gelap.
[Memulai ulang seluruh server game.]
"Apa yang terjadi? Mengapa tiba-tiba saja aku berada di kota Saint Haven?. System, System." ucap Sakaru panik dan mencoba untuk menghubungi Developer.
"Dani, apa kamu ada disana?" tanya Sakaru panik.
"Iya aku disini." ucap Dani Kepada Sakaru.
" Apa yang sedang terjadi disana? dan kenapa saat aku mencoba memanggil System dia tidak merespon?" tanya Sakaru kepada Dani.
" Sepertinya System dan seluruh Data yang berada di dalam game diretas oleh seseorang." ucap Dani kepada Sakaru.
"Apa? Lalu bagaimana dengan keadaan Server saat ini?" tanya Sakaru kepada Dani.
" Sepertinya seseorang mencoba untuk memasukan sebuah data baru ke dalam semua Server yang ada di game ini." ucap Dani kepada Sakaru.
" Apa yang terjadi, Tuan dan mengapa kita berada di kota Saint Haven?" tanya Sifa kepada Sakaru.
"Sepertinya ada seseorang yang mencoba meretas System secara paksa dan mencoba untuk menanamkan Data dan System baru pada game ini." ucap Sakaru kepada Sifa.
"Meretas? Data ? Apa sebenarnya maksud dari kata-kata itu?" tanya Sifa kepada Sakaru.
"Bagaimana ya menjelaskannya, itu bagaikan kekuatan yang dapat mengalahkan Developer dan bahkan melebihi dari kuasa Developer." ucap Sakaru kepada Sifa.
"Lalu, apa yang akan terjadi dengan kita?" tanya Sifa kepada Sakaru.
" Aku belum tahu apa yang sebenarnya terjadi, tetapi yang pasti dunia ini dalam bahaya dan kemungkinan terburuk nya dunia ini akan menghilang ." ucap Sakaru kepada Sifa.
" Lalu bagaimana caranya agar bisa menyelamatkan dunia ini?" tanya Sifa kepada Sakaru.
" Tidak ada yang bisa kita lakukan disini, kita hanya bisa berharap pada Developer agar segera membereskan masalah itu." ucap Sakaru kepada Sifa.
"Ini gawat Sakaru, System berhasil di retas oleh para pere- ...." tiba-tiba System Down dan yang tersisa hanyalah Sakaru dan Sifa.
"Apa kamu ada di sana , Sifa?" tanya Sakaru yang tidak bisa melihat apa-apa.
"Ya, aku ada disini ,Tuan." ucap Sifa kepada Sakaru.
" Tetap pegang tanganku dan jangan sampai terlepas." ucap Sakaru kepada Sifa.
...
Tiba-tiba muncul sebuah cahaya yang sangat menyilaukan. Mereka pun berpindah ke sebuah Dunia yang bisa disebut dengan, Dunia Nyata...
"Dimana ini, ini tidak terlihat seperti dunia game yang biasanya." ucap Sakaru kebingungan.
"Tuan, aku sekarang merasa menjadi orang yang berbeda." ucap Sifa kepada Sakaru.
__ADS_1
"Benar juga, ini tidak terlihat seperti dunia game, dan layar yang biasa kulihat di dalam penglihatanku juga menghilang." ucap Sakaru di dalam hati.
"System, System." ucap Sakaru .
[Ya Tuan]
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Sakaru kepada System.
[Sepertinya Dunia game yang sebelumnya anda tinggali sudah lenyap tanpa sisa.]
"Wah, aku kembali ke dalam tubuhku." ucap Sakaru.
"Lalu bagaimana kamu bisa tetap ada setelah System diretas?" tanya Sakaru.
[Aku tidak ikut menghilang karena aku adalah sebuah program yang di buat khusus yang sudah terikat dengan jiwa Tuan dan memiliki kesadaran sendiri.]
"Bagaimana dengan Sifa? Mengapa dia tidak menghilang dan malah ikut bersamaku ke dunia nyata?" tanya Sakaru kepada System.
[Sepertinya Sifa juga memiliki ikatan yang sangat kuat dengan jiwa Tuan sehingga dia ikut bersama Tuan.]
"Benar juga ya, selama ini dia selalu bersamaku." ucap Sakaru di dalam hati.
"Dimana lokasi kita saat ini, System?" tanya Sakaru kepada System.
[Tidak tahu.]
"Bagaimana dengan barang-barang yang berada di inventory?" tanya Sakaru kepada System.
" Apa sekarang ada yang bisa kamu lakukan?" tanya Sakaru.
[Tidak Ada ,Tuan.]
" Sepertinya System menjadi tidak berguna bila berada di Dunia Nyata." ucap Sakaru di dalam hati.
[...]
Sakaru pun mencoba berkeliling dan menemukan sebuah desa kecil yang terletak di bawah bukit. Sakaru pun mencoba bertanya kepada penduduk yang berada di desa tersebut...
"Permisi pak, apakah saya boleh bertanya sebenarnya apa nama desa ini?" tanya Sakaru kepada penduduk desa.
"Oh, apakah kamu seorang pertapa?" tanya penduduk desa kepada Sakaru.
" Tidak, saya bukan lah pertapa, saya hanyalah orang biasa." ucap Sakaru.
"Oh begitu ya, dan juga nama desa ini adalah desa Ranku." ucap penduduk desa kepada Sakaru.
"Ranku, sepertinya itu adalah desa yang sering aku lihat di dalam buku sejarah." ucap Sakaru di dalam hati.
"Permisi pak , apa aku boleh bertanya lagi. Sekarang ini tahun berapa?" tanya Sakaru kepada penduduk desa.
__ADS_1
" Sekarang tahun 600 Masehi. Mengapa kamu bertanya tentang hal itu, sudah kuduga kamu adalah seorang pertapa yang baru kembali dari bukit setelah melakukan meditasi selama bertahun-tahun." ucap penduduk desa kepada Sakaru.
"Tahun 600 Masehi? Jika itu benar berarti aku berada di era para pertapa yang memiliki kekuatan spiritual. Kalau begitu aku bilang saja kepada penduduk desa bahwa aku ini adalah pertapa." ucap Sakaru di dalam hati.
"Iya, sebenarnya aku adalah pertapa yang baru saja kembali dari bukit." ucap Sakaru berbohong kepada penduduk desa.
"Sudah kuduga kamu adalah pertapa, kalau begitu mampirlah ke rumahku pasti kalian sangat lapar kan setelah bermeditasi selama bertahun-tahun." ucap penduduk desa kepada Sakaru.
"Kalau begitu baiklah." ucap Sakaru kepada penduduk desa.
Sakaru dan Sifa pun pergi ke rumah penduduk desa, disana mereka disambut baik oleh para penduduk desa.
"Jika kalian tidak memiliki tempat untuk berteduh, kalian bisa menggunakan ruangan ini untuk sementara." ucap penduduk desa kepada Sakaru.
"Mengapa kalian sangat baik kepada kami padahal kami adalah orang asing." ucap Sakaru kepada penduduk desa.
"Sebenarnya , 3 tahun yang lalu saat desa ini diserang oleh aliran pengguna sihir hitam, ada seorang pertapa muda yang menyelamatkan desa kami dari serangan aliran pengguna sihir hitam dan setelah itu pertapa muda itu menyampaikan kepada kami bahwa jika ada pertapa yang membutuhkan bantuan, kami harus membantunya sebisa mungkin." ucap penduduk kepada Sakaru.
"Oh, pertapa muda itu pasti adalah Ranku, makanya desa ini diberi nama desa Ranku oleh penduduk setempat, untung saja saat bersekolah dulu aku sempat membacanya di dalam buku sejarah." ucap Sakaru di dalam hati.
"Kalau begitu, terimakasih telah memberikan kami makanan dan tempat untuk berteduh." ucap Sakaru kepada penduduk.
Sakaru pun memulai mencari tahu tentang pertapa dan setelah mencari tahu ternyata ada 9 tingkatan didalam pertapa.
Tingkat awal yaitu Pertapa pemula.
Tingkat kedua yaitu Pertapa senior.
Tingkat ketiga yaitu Pertapa puncak.
Tingkat keempat yaitu Pertapa lanjutan 1.
Tingkat kelima yaitu Pertapa lanjutan 2.
Tingkat keenam yaitu Pertapa lanjutan 3.
Tingkat ketujuh yaitu Pertapa Bumi.
Tingkat kedelapan yaitu Pertapa langit.
Tingkat kesembilan yaitu Pertapa Dewa.
"Baiklah, mulai sekarang aku akan menjadi pertapa. Akan ku mulai dari Tingkat awal yaitu Pertapa pemula. Tapi bagaimana caranya agar aku bisa menjadi Pertapa tingkat awal ya?" ucap Sakaru .
[Sebenarnya saat ini Tuan dan Sifa sudah mencapai Tingkat kesembilan karena sudah memiliki Keabadian. Tetapi karena Tuan tidak bisa menggunakan Energi Spiritual Chi, bisa dibilang bahwa Tuan adalah pertapa tingkat awal.]
"Wah, bagaimana kamu bisa mengetahui semua itu, System?" tanya Sakaru kepada System.
[Sebenarnya aku melakukan pendataan ulang terhadap dunia dan telah mendapatkan beberapa informasi mengenai pertapa.]
__ADS_1
"Oh begitu ya, kalau begitu aku akan segera tidur karena hari sudah mulai gelap." ucap Sakaru.
Sakaru dan Sifa pun segera tidur dan keesokan harinya...