Petualangan Pangeran Abadi

Petualangan Pangeran Abadi
Dewa Bersekolah? Yang Benar Saja.


__ADS_3

" Wah, ternyata hal yang kemarin bukan mimpi." ucap Sakaru berbicara sendiri.


"Anak-anak, kalian segeralah bangun, kalian semua sudah ku daftar kan ke dalam sekolah yang ada di sekitar sini." ucap Remy.


"Sekolah? Apa itu sepertinya menyenangkan." ucap Laura kepada Remy.


"Tuan, sekolah itu apa?" tanya Sifa kepada Sakaru.


"Sekolah adalah tempat kita menimba ilmu agar di masa depan nanti kita tidak jadi pengangguran." ucap Sakaru kepada Sifa.


"Ngomong-ngomong, apakah ayah sudah menyiapkan seluruh perlengkapan untuk bersekolah?" tanya Sakaru kepada Remy.


"Sudah dong, ayah juga sudah menyiapkan semua perlengkapan yang diperlukan untuk bersekolah, ayah juga sempat membeli sebuah mobil untuk pergi ke sekolah." ucap Remy kepada Sakaru.


"Kalau begitu, kalian segera bersiap-siaplah dan sarapan terlebih dahulu." ucap Remy.


Sakaru,Sifa, dan Laura pun segera bersiap-siap dan pergi ke ruang makan untuk sarapan.


"Ternyata kalian sudah ada di sini." ucap Sakaru kepada Ekki dan Mikazu.


"Iya dong, aku sangat bersemangat untuk pergi ke sekolah." ucap Ekki kepada Sakaru.


"Kalau begitu, ayo kita sarapan setelah itu kita berangkat ke sekolah." ucap Sakaru.


"Ngomong-ngomong, Riski kemana?" tanya Mikazu.


"Sepertinya dia masih bersiap-siap." ucap Sakaru.


Riski pun datang...


"Maaf, aku terlambat. Tadi aku sedang merapihkan tempat tidurku jadi aku sedikit terlambat." ucap Riski meminta maaf.


"Kalau begitu, ini cepat habiskan makananmu. Sebelum kita berangkat." ucap Ekki kepada Riski.


"Baiklah, kakak." ucap Riski kepada Ekki.


Setelah mereka menghabiskan sarapannya...


"Ini anak-anak, bekal kalian jangan sampai tertinggal." ucap Kagome.


Merekapun segera berangkat menggunakan mobil yang baru dibeli Remy.


"Apa ayah bisa mengendarai mobil ini? Seingatku dulu ayah itu tidak pernah mengendarai mobil sama sekali." ucap Sakaru kepada Remy.


"Tenang saja, dengan adanya System. Tidak ada yang tidak bisa ayah lakukan." ucap Remy kepada Sakaru.


"Kalau begitu , ayok kita segera berangkat." ucap Sakaru.


Mereka pun segera berangkat menuju ke sekolah. Sesampainya di sana...


"Murid-murid, hari ini kita kedatangan 6 murid baru. Kalian silahkan masuk." ucap pak guru kepada murid-murid.


Mereka berenam pun masuk ke dalam kelas.


"Nah silahkan kalian memperkenalkan diri." ucap pak guru.


"Halo, namaku Sakaru. Salam kenal ya." ucap Sakaru kepada murid-murid.


"Halo, namaku Mikazu, senang bertemu dengan kalian." ucap Mikazu kepada murid-murid.


"Perkenalkan nama saya Sifa, salam kenal ya." ucap Sifa kepada murid-murid.

__ADS_1


"Halo namaku adalah Ekki sang de- , maksudku Ekki, salam kenal ya." ucap Ekki kepada murid-murid.


"Halo, namaku Laura. Semoga kita bisa berteman akrab ya." ucap Laura kepada murid-murid.


"Ha-Halo, namaku riski, halo." ucap Riski kepada murid-murid.


"Kalau begitu, silahkan kalian duduk di kursi yang kosong." ucap pak guru.


Mereka pun segera duduk di kursi yang kosong. Bel istirahat pun berbunyi dan saatnya makan siang.


"Sakaru, namaku arif. Ayo kita makan siang bersama-sama." ucap Arif kepada Sakaru.


"Oh baiklah." ucap Sakaru kepada Arif.


Sementara itu....


"Halo, namaku adalah Aprilia, apakah aku boleh makan siang bersamamu?" tanya Aprilia kepada Sifa.


" Oh boleh tentu saja." ucap Sifa kepada Aprilia.


"Sifa, aku lupa membawa bekal makan siang ku. Bagaimana ini? " tanya Laura kepada Sifa.


" Kalau begitu, makanlah sebagian sari milikku ini." ucap Sifa kepada Laura.


"Wah terimakasih." ucap Laura kepada Sifa.


" Apakah aku boleh bertanya?" tanya Aprilia kepada Sifa.


"Boleh apa itu?" tanya Sifa kepada Aprilia.


"Apakah kalian berenam itu bersaudara?" tanya Aprilia.


" Bisa di bilang seperti itu mungkin."ucap Sifa kepada Aprilia.


" Lupakan saja ,kami berenam itu bersaudara." ucap Sifa kepada Aprilia.


"Oh begitu ya, pantas saja tadi pagi aku melihat kamu dan saudaramu itu turun dari mobil yang sama." ucap Aprilia kepada Sifa.


Dan di tempat sakaru...


"Hei sakaru, sebenarnya kamu berasal dari sekolah mana?" tanya Arif kepada Sakaru.


" Sebenarnya dulu aku sempat bersekolah, tapi karena terjadi sesuatu, aku sempat berhenti bersekolah dan sekarang aku melanjutkan sekolah." ucap Sakaru kepada Arif.


"Oh begitu ya, Ngomong-ngomong apa hobi mu?" tanya Arif kepada Sakaru.


" Hobi ku adalah bermain game,kalau kamu?" tanya Sakaru kepada Arif.


"Oh begitu ya, kalau aku sih membaca buku komik." ucap Arif kepada Sakaru.


"Begitu ya." ucap Sakaru.


Bel pun berbunyi dan istirahat pun selesai.


" Hari ini pelajaran matematika, aku sangat membencinya." ucap Arif berbisik-bisik.


"Murid-murid , apakah kalian bisa menjawab soal ini?" tanya pak guru.


Sakaru pun mengangkat tangannya.


"Jawabannya 2Y pak." ucap Sakaru.

__ADS_1


" Wah kamu benar." ucap pak guru.


"Tidak kusangka bahwa sakaru pintar dalam pelajaran matematika." ucap Sakaru di dalam hati.


"Untung saja aku memiliki System yang dapat menjawab soal apapun di dunia ini, ha ha ha ha." ucap Sakaru di dalam hati.


[Itu curang, Tuan.]


"Tidak apa-apa, lagipula itu memang fungsimu sebagai System untuk membantuku bukan." ucap Sakaru di dalam hati.


[...]


Bel pulang pun berbunyi dan sekolah pun selesai.


"Hei Sakaru, ngomong-ngomong kamu tinggal dimana?" tanya Arif kepada Sakaru.


"Aku tinggal di mansion yang berada di tengah kota." ucap Sakaru kepada Arif.


"Wah, enak ya. Apakah aku boleh berkunjung ke rumahmu?" tanya Arif kepada Sakaru.


" Boleh saja. Apakah kamu mau pergi kerumah ku sekarang?" tanya Sakaru kepada Arif.


"Tidak, tidak . Hari ini aku banyak urusan, kalau begitu aku duluan ya." ucap Arif kepada Sakaru.


"Kalau begitu hati-hati di jalan." ucap Sakaru kepada Arif.


Sakaru pun segera bergegas menuju ke mobil.


"Lama sekali, kamu dari mana saja?" tanya Ekki kepada Sakaru.


"Maaf, tadi aku mengobrol sebentar dengan temanku.


"Kalau begitu, ayah ayo kita pulang." ucap Sakaru kepada Remy.


"Oke, ayah akan menancap gas, jadi pasang sabuk pengaman kalian dengan baik." ucap Remy .


Remy pun mengebut dan akhirnya sampai di dalam mansion.


"Ibu, aku pulang." ucap Sifa kepada Kagome.


"Oh kalian sudah pulang. Bagaimana apakah sekolah menyenangkan?" tanya Kagome.


"Menyenangkan kok bu." ucap Laura kepada Kagome.


"Iya juga bu, tadi aku lupa membawa bekal makan siang." ucap Laura kepada Kagome.


"Ara ara , sepertinya kalian semua sudah sangat lapar. Ibu sudah menyiapkan makannan di dapur, bagaimana kalau kalian makan terlebih dahulu setelah itu ganti baju." ucap Kagome .


"Wah, kebetulan sekali aku sudah sangat lapar." ucap Ekki yang sama sekali tidak makan dan malah tertidur di kelas saat istirahat berlangsung.


"Kalau begitu, kalian segera pergi ke dapur, ibu akan menyiapkan makanan untuk kalian." ucap Kagome.


Mereka pun segera pergi ke dapur untuk makan.


"Bagaimana Sifa, apakah sekolah itu menyenangkan?" tanya Sakaru kepada Sifa.


"Sekolah itu sangat menyenangkan, aku juga mendapatkan teman baru." ucap Sifa kepada Sakaru.


"Oh begitu ya, bagus kalau begitu." ucap Sakaru .


Karena hari sudah hampir gelap, merekapun segera menghabiskan makanan mereka dan mereka segera pergi ke kamar untuk tertidur.

__ADS_1


"Tidak kusangka aku dapat pergi bersekolah lagi." ucap Sakaru di dalam hati.


Sakaru pun tertidur lelap.


__ADS_2