
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...S...
...E...
...M...
...U...
...A...
🥀.
Hal-Hal Yang Sangat Tidak Nyaman.
...*...
...*...
...*...
setelahnya, para orang tua meminta mereka berdua untuk berbicara berdua agar membuat mereka saling terhubung.
namun siapa yang menduga, ternyata Doni sudah mempersiapkan ini dengan matang.
setelah itu mereka berdua keluar dari rumah dan berada disebuah taman belakang.
"ngapain lu ngajak gua kesini?."
"lu pikir gua mau gitu, kalo bukan paksaan ayah gua, gua mana mau, apalagi sama elu jijik tau."
"dihhh siapa juga yang mau sama elu, cewek kek elu ini banyak gua temuin dinegara lain. tapi maaf aja umur udah beda, selera gua juga bukan elu!!."
"sama juga, jadi selama kita pertunangan awas aja lu bongkar kesiapapun."
"bodoh amat, lagipun soal ini gua juga nggak minta dan nggak pengen sama sekali. btw yang seharusnya jaga omongan itu elu, karna cewek kebanyakan gitu."
"owh lu jadi nyamain gua sama cewek ****** kayak gitu, bodoh amat lu mau ngehina gua atau apa....tapi inget aja gua bakal bales elu entar."
__ADS_1
setelah selesai berdebat angela langsung pergi begitu saja meninggalkan Doni ditaman sendirian.
Doni yang ditinggal begitu malah merasa nyaman, dia merasa serasa dirinya sedang bersenang-senang.
"enak juga malem-malem ditaman tanpa ada yang ganggu."
menit ke menit telah berlalu, kini keluarga Alexsan sudah mau pulang. Doni yang melihat Angela seketika menatap dengan tatapan tajam.
"nyekk..." sahut Angela sambil menjulurkan lidahnya.
Doni yang melihat itu justru terkekeh kecil, dia merasa gadis kecil ini sedikit aneh. tapi siapa sangka nantinya dia juga salah satu muridnya.
"kami pulang dulu ya, bye bye jeng."
"bye bye juga jeng, nanti kapan-kapan kita ngumpul bareng ya."
"iya nanti kami bakalan kesini kok."
"bawa juga Doninya, sekalian ajakin dia jalan-jalan disini, kayaknya dia juga baru lihat pemandangan disini."
"hehehehe iya om, paling besok baru mau nyoba jalan-jalan sambil lihat-lihat pemandangan."
setelahnya merekapun pergi mengendarai mobil, kali ini yang memakainya adalah Doni, sedangkan untuk orang tuanya mereka akan duduk dibangku belakang.
Doni yang melihat kedua orang tuanya yang begitu hanya menghela nafas, dia merasa sedikit risih melihat kemesraan mereka.
"bisakah kalian dirumah saja pegangan tangan seperti itu, aku lagi nyupir ni nggak fokus entar."
"kok bisa, cie...pasti udah kangen kan sama Angela."
"jangan harap!!."
"hustt....kamu boleh bilang gitu, tapi nantinya juga hatimu bakal berkata lain."
Doni tak ingin memberitahu mereka bahwa sebenarnya dia baru saja mendapatkan pekerjaan baru.
dirinya ingin merasa nyaman menjadi guru, apalagi ini adalah pertama kalinya ia bekerja begini.
"kamu belum nyari kerja disini?."
deg....
seketika wajah Doni berubah menjadi dingin dan pucat, dia bingung harus bilang apa saja.
"soal itu bentar aja, lagipun Doni belum nemuin yang cocok."
"gimana kalo kamu kerja ditempat Daddy, Ryan sendiri takutnya susah."
"nggak usah dad, aku bisa nyari kerjaan sendiri. lagipun selama disana aku juga kadang nyari kerjaan sendiri."
"oke kalo itu mau kamu nak, nanti kalo kamu beneran mau kerja dikantor Daddy, Daddy bakalan setuju kok."
"makasih dad."
merekapun terus berbicara hingga tanpa sadar mereka sudah sampai saja dirumah. Doni yang sudah tau mereka sampai dengan segera turun dari mobil dan langsung masuk begitu saja.
para maid yang melihat wajah Doni begitu datar hanya bisa terdiam dan tak berani melihat matanya.
namun sebelum dia naik ketangga, Ryan sudah duluan memanggilnya dan bertanya sedikit tentang apa yang terjadi tadi.
"Doni.."
mendengar asal suara itu, dengan segera Doni menoleh kebelakang sambil menatap tajam kearah Ryan.
"apaan?."
__ADS_1
"lu kenapa?."
"nggak lihat gua lagi kesel gini, dah ah gua nggak mood ngomong. besok gua mau jalan-jalan."
"jalan-jalan?, bukannya elu ker..." jawab Ryan yang lalu dibungkam oleh Doni.
"bacot lu." ujar Doni yang membuka bungkaman mulut Ryan...."jangan ngomong gitu, kayaknya Daddy gua curiga sesuatu."
"curiga apa?."
"pas tadi aku nyupir mobil, dia kayak lagi ngeintrogasi gua."
"yaudah cerita didalam aja, gua penasaran wajah ceweknya gimana?."
"soal cewek aja elu juaranya nanya, sekali gua yang kena masalah elu diem aja."
"ye jangan marah dong, ayo... ayo."
Ryanpun terus mendorongnya naik ketangga dan menuju kamar.
disisi lain lagi, Daddy dan mamah Doni masih dalam keadaan terbingung.
"apa yang anak-anak itu bicarakan?."
"anak-anak?, tumben manggil Ryan anak juga sekarang?."
"ya kan dia seumuran dengan Doni, jadi termasuk anak-anak juga itu."
"iya dah istri aku emang benar." ujar Daddy Doni sambil memeluk istrinya.
para maid yang masih bekerja kini melihat majikannya bermesraan diruang tamu, dengan segera mereka sadar dan pergi ketempat lain.
daripada mengganggu lebih baik mereka pergi. mamah Doni yang sadar bahwa masih ada maid disini dengan segera melepaskan pelukan itu dan beralasan sedikit.
"ehmmm...kalian semua boleh tidur sekarang, pergilah kekamar kalian masing-masing."
setelah mendengar titah dari mamah Doni, dengan segera mereka pergi secara perlahan dan tetap teratur.
melihat para maid sudah tak ada, mereka dengan segera naik keatas sambil tersenyum-senyum.
disisi lain lagi, Angela yang berada dikamar kini hanya terdiam dan merasa heran.
"kenapa dia biasa aja lihat sifat gua begitu, malahan gua ngerasa dia sama kayak gua."
Angela malah merasa tak nyaman dengan hal itu, dirinya merasa Doni akan sulit dikalahkan.
"jika begini terus mungkin saja dia yang akan menang. aku nggak boleh nyerah, aku akan nyari tau apa yang dia suka.
sebelumnya aku berpura-pura saja pergi kerumahnya lalu mencari tau apa saja yang ia sukai, dan lalu aku ingin lihat siapa yang berhasil menaklukkan hatinya." ujar Angela dengan ide.
setelah itu diapun keluar dari kamar dan pergi keruang kerja ayahnya, karna dia tau pasti jam seperti ini ayahnya masih bekerja.
sesampainya diruang itu, Angela langsung tersenyum tipis dan berlari kearah ayahnya.
"ayah, aku boleh minta tolong nggak?."
"tolong apa Angela?."
"aku ingin tau rumah Doni ayah, sepertinya Doni benar-benar bisa memikat hati aku."
"benarkah, seriusan kamu ngomong gini, orang kayak kamu mudah jatuh cinta nggak mungkin sih?."
"ihhh ayah sekali aku bilang gitu nggak mungkin, tapi pas aku nolak ayah marah gimana sih ayah?." ujar Angela yang langsung ngambek begitu saja.
ayahnya yang melihat itu justru merasa tak nyaman, ini kali pertamanya lagi dia melihat wajah kesal Angela.
__ADS_1