PGK (PAK GURU KESAYANGAN)

PGK (PAK GURU KESAYANGAN)
CHAPTER 4


__ADS_3

...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...S...


...E...


...M...


...U...


...A...


🥀.



Pergi kekantin.



...*...


...*...


...*...


menit ke menit telah berlalu, saat ini mereka berdua sudah sampai dirumah. terlihat wajah datar Doni yang begitu kesal dengan ucapan Daddynya saat itu.


dia terus menghela nafas hingga akhirnya kedua orang tuanya datang dan langsung memeluk tubuh besar Doni.


"Doni....kamu apa kabar disana?."


"ahhhh... lepaskan, aku bukan anak kecil lagi."


diapun dengan segera melepaskan pelukan dari kedua orangtuanya. dia merasa sedikit risih karna sebelumnya dia sangat jarang diperhatikan begitu.

__ADS_1


selama ini dia selalu di Australia tanpa ada kunjungan orang-orang didekatnya. dia terlalu penyendiri dan jarang berbicara.


"kamu ini sudah besar tapi sifatnya masih sama juga. btw gimana kabar kamu selama disana?." tanya Daddynya yang lalu menepuk pelan bahu Doni.


Doni yang ditepukpun malah risih dan menjauh dari Daddynya.


"baik-baik saja, aku naik dulu keatas mau bersih-bersih."


diapun dengan segera berjalan masuk kedalam rumah tanpa memperhatikan gerakan kedua orang tuanya.


mamahnya yang melihat itu malah sedih, sekian lama akhirnya bisa melihat anaknya.


namun dengan sifat yang semakin dingin.....


"anak itu semakin dewasa, semakin dingin kepada siapapun. btw adik-adiknya tau nggak tentang kakaknya pulang?." tanya wanita itu yang langsung menghadap kepria yang sudah berumur itu.


"tenang saja, Alisya sama Andrea tau kok. lagipun sebelumnya aku sudah bilang kemereka. kamu ini jangan terus-terusan khawatir seperti itu.


nggak baik sama tubuh kamu nantinya, daripada kamu khawatir terus, gimana kalo kita masak bareng. aku kangen pengen masak bareng istri." ujar pria itu sambil memeluk wanita disampingnya.


ya mereka berdua adalah kedua orang tuanya Doni, namanya Sintia Alexsan dan Maxime Alexsan.


sebenarnya nama mamah Doni bukanlah Sintia Alexsan, Sintia adalah nama aslinya sejak lahir, sedangkan Alexsan karna dia sudah menjadi istri sah dari pria bernama Maxime Alexsan yang merupakan ayah Doni.


setelah itu mereka pergi berjalan kedapur dan meninggalkan Ryan sendiri disana. Ryan yang merasa terbuang hanya bisa menatap tajam kearah mereka semua.


"satu keluarga tidak ada yang memahami orang sepertiku." ujar Ryan yang pergi begitu saja.


disisi lain lagi, Angela yang masih belajar kini malah terganggu setelah mendengar bunyi bel istirahat.


namun bel itu adalah hal yang paling ditunggu-tunggu oleh para murid semuanya, namun tak semua, ada beberapa diantaranya merasa kurang senang dengan adanya bel.


Angela yang masih menulis kini bersiap-siap membersihkan meja dan segera keluar dari kelas.


"saatnya makan, emmmm...menu disini apa saja ya???.."


saat dia sedang berjalan, tiba-tiba datanglah Kelly dengan raut wajah ragu-ragu.


"kamu mau kemana?."


"mau kekantin, kamu mau ikut?." tanya Angela yang memiringkan kepalanya.


"boleh, sekalian ada yang pengen aku tanyakan."


"tanya aja sekarang ngapain sambil jalan, bukannya susah nanti!."


"nggak juga kok, lagipun sambil jalan dan berbicara bisa mempercepat langkah."


mendengar perkataan itu Angela seketika terkekeh kecil.


"ada-ada saja kamu Kell."


mereka berdua dengan segera berjalan perlahan dan segera menuju kantin. namun dipertengahan jalan, tiba-tiba Angela tak tertabrak dengan seorang pria.


pria itu adalah pria yang pertama kali bertemu dengan Angela dipagi hari tadi.


"lu lagi..." teriak pria itu yang mengejutkan Angela dan juga Kelly.

__ADS_1


Angela yang sekilas melihat wajahnya lalu pergi sambil memegang tangan Kelly. dia tak ingin memperpanjang masalah hanya karna hal itu.


ini hari pertama jadi harus bisa disiplin dan ramah kepada siapapun. namun berbeda dengan Kelly, dia malah kebingungan melihat Angela yang malah membawa ia berjalan jauh dari pria itu.


"kamu kenal pria itu?." tanya Kelly yang membuat Angela berhenti berjalan.


"tidak, tapi saat pagi aku tidak sengaja tertabrak dengannya. btw kamu tau dia siapa?."


"tau banget, pria yang lumayan populer juga dikalangan murid-murid. selain dia tampan, dia memiliki kemampuan otak yang begitu bagus. dia juga seorang OSIS disini, namun dia tipe orang yang dingin dan jarang berbicara.


dia jarang berhubungan dengan orang-orang disini, bahkan ada yang menyebut dia dengan panggilan pria kaku." jelas Kelly yang lalu membuat Angela terkekeh.


"ternyata sebelah dua belas sama kakak."


"kakak kamu siapa?, bagaimana bisa disamakan, selain itu kalo nggak salah nama dia Ryo Alexander, dia dari keluarga yang lumayan kayak."


"kakak aku dia ahhhh sudahlah lupakan, btw orang tadi itu dari keluarga Alexander?, pantesan aja sombong. satu keluarga emang gitu sifatnya."


"sttt.....kamu nggak boleh ngomongin orang kayak gitu." ujar Kelly yang membungkam mulut Angela.


Angela yang dibungkam malah kebingungan, dia penasaran apakah Kelly tidak tau siapa dirinya?, atau dia benar-benar tidak paham maksud dari perkataan semua orang.


seketika Angela melepaskan bungkaman itu dengan wajah cemberut, namun tak berselang lama kemudian, tiba-tiba datang seorang pria berlari kearah mereka.


dia nampak terus melambaikan tangan kearah mereka, Kelly yang melihat pria itu seketika matanya membulat sempurna, dia tak percaya pria paling populer disekolah ini malah berlari kearah mereka.


namun dengan cepat Kelly sadar, dia tau pasti tujuannya bukan kedia melainkan seseorang. namun dia tak berpikir bahwa orang yang ingin dia tuju adalah Angela.


namun saat pria itu mendekat dengan mereka, dengan segera dia memanggil.


"Angela...lu mau kemana, gua ikut dong!!."


seketika Angela sadar dan langsung menjawab perkataan pria itu.


"lu emangnya nggak punya temen sampe mau ikut gua?."


"ye ngegas terus kalo sama gua, btw lu temenan sama Kelly?."


"iyalah, dia teman baru gua, lagian lu ngapain disini?."


"mau jemput lu, gua mau ngajak lu kekantin."


"dah diajak sama Kelly, gua mau pergi sekarang dan ingat jangan ngikutin gua melulu."


"ayolah ajakin gua sekalian, kalo lu nggak mau maka gua minta izin sama Kelly. Kell, lu ngizininkan gua ikut sama lu?, kalo lu nggak mau gua sedih banget nih!!."


"diam lu kodok jangan ngerayu temen gua lu!!."


"gua nggak ngomong sama lu ya berudu, lu diam aja, bullshit!!!."


"wah...nyari gara-gara lu sama gua. lu mau gua h*jar ya!!!." ujar Angela yang siap-siap menggempalkan tanganya.


Kelly yang melihat ucapan mereka seketika penasaran....


"kalian kenal lama ya?." tanya Kelly yang polos.


"bukan hanya kenal lama, dia adalah sepupu gua." ujar Bryan yang lalu ditempeleng oleh Angela.

__ADS_1


"banyak omong kosong lu, yok Kell kita pergi kekantin. daripada ngeladenin dia yang ada kita kelaparan disini." ujar Angela yang lalu membawa pergi Kelly.


__ADS_2