
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...S...
...E...
...M...
...U...
...A...
🥀.
Perdebatan Antara Mereka.
...*...
...*...
...*...
setelah saat memberi pertanyaan lain, tiba-tiba bel istirahat sudah berbunyi. kini dengan segera Doni langsung membereskan barang-barangnya.
"istirahatlah kalian." titah Doni yang masih membereskan buku.
setelahnya para murid seketika keluar langsung tanpa membereskan apapun, berbeda pula dengan Angela, dia malah terdiam dikelas menatapi Doni.
Doni yang ditatap begitu hanya terkekeh kecil.... "anak kecil, kenapa wajahmu begitu?." tanya Doni yang lalu pergi.
namun dengan segera Angela mencegatnya, dengan pandangan tajam satu sama lain....
"awas lu bongkar segalanya, berani bongkar maka elu yang bakal gua bongkar habis-habisan."
"elu mau bongkar apa?, mau bongkar tulang gua emang bisa?."
"ya bisalah, lu pikir gua Angela yang cantik dan pintar ini akan bodoh gitu?."
"lebih baik pikirkan lagi omongan lu, lepasin tangan gua sekarang, yang ada bukan gua yang bongkar tapi elu!!!."
"kok gua?."
"ya karena elu banyak b...a...c...o...t."
"s*alan elu Doni, siap-siap aja gua bakal ngasih tau keorang tua elu."
mendengar itu dengan segera ia berjalan pelan dan langsung berhadapan dengan Angela...
__ADS_1
"lu pikir lu siapa hah?, baru jadi tunangan gua aja belagu, ingat ya berani elu bilang sesuatu kemereka, abis elu disekolah ini."
"elu mau ngapain gua?."
"mau gua jatuhin elu dari ni sekolah."
setelahnya ia pergi meninggalkan Angela dengan wajah kesal, Kelly yang masih berjalan pelan didekat kelas mereka kini merasa khawatir dengan Angela.
"Angela!!!."
mendengar ada yang memanggilnya, dengan segera ia menoleh kearah asal suara. terlihat jelas ada Kelly disana...
"Kelly, elu dah keluar dari kelas?."
"sudah, bukan....tadi itu guru barukan?, kenapa kalian berdua terlihat agak kenal ya?."
seketika Angela terdiam, namun dengan pandangan Angela, Kelly lalu sadar akan apa yang terjadi.
"Angela lebih baik kita kekantin saja bagaimana?."
"eummm...aku sudah lapar daritadi."
"yaudah let's go."
mereka berdua dengan cepat berjalan keluar dari kelas dan menuju kantin. disisi lain lagi, Doni yang masih duduk diruang kantor sambil belajar.
dia masih melihat daftar murid sekaligus peringkat mereka masing-masing...
"ternyata semuanya seimbang, adikku juga setara dengan mereka semua. kini akhirnya mendapatkan kelas yang bisa diajar dengan benar."
menit ke menit telah berlalu, kini perut Doni sudah berbunyi. saat itu juga ia pergi kekantin membeli makanan sebentar.
"pergi kantin dulu gak sih?."
diapun pergi dari kantor dan berjalan kesana, selama diperjalanan dia hanya terdiam, walau banyak murid-murid memandangi dirinya, tapi itu tidak mengganggunya.
setelahnya, diapun sampai disana, disisi lain lagi, Kelly dan Angela juga baru saja mengantri disana. tiba-tiba dari belakang sudah muncul Doni.
Angela yang sadar bahwa Doni ada dibelakangnya, kini hanya menoleh sedikit agar tidak ketahuan.
berbeda pula dengan Doni, dia hanya terdiam dan mengintip jamnya....
"terlalu lama!!."
menit ke menit telah berlalu, kini Angela dan Kelly berada dibarisan depan. mereka berdua dengan segera memesan makanan.
"buk, kami mau nasi, ayam, sama sayurnya ya buk."
"ini nak, makan yang banyak."
"pastinya buk."
setelah selesai mengambil makanan, dia dengan segera pergi mencari tempat duduk disana. Doni yang sekarang berada dibaris depan seketika memesan.
"owh iya buk, saya mau nasi sama sayur ini ya buk."
"banyak atau nggak?."
"nggak terlalu banyak buk, saya lagi mengurangi jumlah porsi saya buk."
"yasudah ini makanannya, mau bayar pake apa?."
"uang tunai nggak apa-apakan?."
ibu yang menjaga Kantin seketika mengangguk pelan, dengan segera Doni tersenyum dan lalu memberi uangnya.
diapun lalu mencari kursi sekaligus meja disana, namun saat mencarinya, dia melihat Angela disana. seketika dia berjalan kesana sambil tersenyum tipis.
"bisakah bapak menumpang disini?."
Angela yang kaget seketika menoleh dan melihat wajah Doni...
"bapak lagi makan ya, yaudah duduk aja pak, soalnya disini hanya kami berdua kok."
__ADS_1
"terima kasih, kalian adalah murid baik."
didalam hati Doni, kini dia merasa senang setelah mengganggunya. berbeda pula dengan pendapat yang lain, dia melihat wajah kesal Angela.
sekaligus wajah senang dari Doni, terlihat seperti mereka sudah saling mengenal.
"bapak yang mengajar dikelas mereka ya?."
"iya benar sekali, jika diingat-ingat kamu bukannya pernah ya melihat saya dikelas tadi."
"iya pak, saya tadi itu nggak sengaja aja ngeliat bapak."
"tidak masalah, owh iya kamu berada dikelas mana ya?."
baru saja Kelly ingin menjawab, tiba-tiba sudah terpotong oleh Angela...
"yang sebelah kelas kita itu pak."
"owh yang itu, tapi kenapa kamu yang jawab?."
"setiap orang punya hak juga untuk menjawab sesuatu."
"begitu ya?."
beberapa menit kemudian, datang sepupu Angela dengan wajah senang.
"Angela, elu mau tau nggak betapa senangnya gua?."
"terus apa mau elu Bryan?."
"boleh ikut makan bareng?."
Doni yang melihat itu seketika sedikit kesal, dia datang disaat yang tidak tepat.
"tidak bisakah kau melihat ada orang disini?."
"siapa elu njir?, Angela kenapa elu kasih sih dia duduk disini?."
"dia guru kami."
mendengar itu seketika dia terkejut, dia lalu menatap wajah Doni. Doni yang ditatap begitu hanya tersenyum ramah seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
"hebat guru gini aja baru kami kasih makan bareng, lalu aku sebagai sepupumu bagaimana?."
"ada banyak tempat duduk disini, pasti ada yang lebih cocok untuk anda."
mendengar itu seketika dia pergi tanpa kata-kata lagi, Doni yang melihat itu merasa puas.
"akhirnya tidak ada yang menganggu lagi."
merekapun makan dengan tenang hingga akhirnya mereka selesai. tak membutuhkan banyak waktu, mereka sudah selesai begitu cepat.
saat ingin memberikan nampan, dengan segera Kelly langsung mengambil nampan kedua orang itu.
"biar aku aja, aku soalnya mau membeli sesuatu disana."
Kellypun pergi meninggalkan keduanya, terlihat jelas wajah keduanya.
"anjir lu, ngapain elu datang kesini hah?."
"nggak lihat gua mau makan?."
"banyak b*cot elu, bilang aja modus pen makan bareng gua ya kan?."
"buat apa modus kalo gua bisa aja ngelakuin itu. lagipun nggak butuh modal gitu, secara sekarang kita sudah terikat satu hubungan.
itu sudah cukup untuk aku beralasan makan bersamamu. ingat satu hal, jika bukan karna aku punya kesepakatan dengan Daddyku, aku sudah pasti menolaknya.
apalagi saat melihat dirimu, heh...teras sekali sakit hatiku karna merasa tertipu oleh barang palsu." ujar Doni yang membuat Angela kesal.
"berani ya lo ngomong gitu?." ujar Angela yang lalu menepuk meja.
semua orang kaget dan langsung menoleh kearah mereka....
__ADS_1
"jangan terbawa emosi, semakin emosi maka akan ketahuan!!."