
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...S...
...E...
...M...
...U...
...A...
🥀.
6.Pulang Sekolah.
...*...
...*...
...*...
siang demi siang, sore demi sore, kini telah Angela lalui. awan yang tadinya putih, kini berubah menjadi orange. semua orang tau bahwa itu menandakan hari sudah sore....
sebentar lagi kelas akan selesai, dengan segera Angela melihat jam ditangannya. ya jam sudah menunjukkan pukul setengah empat.
"sudah sore, kayaknya aku harus nelpon kak Andra." bathin Angela yang lalu mengambil ponsel dari dalam tasnya.
dia pun dengan segera mencari nomor telepon Andra dan lalu memintanya menjemput dengan segera.
Tut...Tut...Tut...
tak lama kemudian, tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang menjawab telponnya.
"hello nona muda, nona sudah selesai belajar?."
"iya nih kak, jemput aku ya, aku tunggu digerbang."
"jangan digerbang nona muda, mending nona didalam saja, takutnya panas akan menganggu nona."
__ADS_1
"panas?, aku tidak takut, lagipun aku bukan vampir jadi buat apa takut. lebih baik cepatlah jalan, nanti keburu malam."
"baik non, saya matikan dulu ponselnya."
setelah selesai berbicara, Angela yang mendengar suara ponselnya kini hanya menghela nafas. dia masih tak menyangka kak Andra masih sama seperti dulu.
ya walau sekarang dia sudah sedikit mengerti dengan apa yang ia minta...
"kak Andra sungguh tidak seru, aku hanya menunggunya digerbang saja sudah tak boleh."
setelah selesai menggerutu, terlihat seseorang dari belakangnya sedang mengendap-endap.
ya mereka adalah Rina dan para teman-temannya, mereka ingin membalaskan dendam mereka atas apa yang terjadi tadi pagi.
namun belum mereka mengejutkan, Angela yang sudah sadar hanya terkekeh kecil. niatnya adalah mengerjai balik Rina agar ia tidak menggangu lagi.
baru ancang-ancang disaat Rina menunjukkan tangan sambil menghitung waktu...
1...2...3...
baru saja ingin mendorong, dengan segera seseorang dari belakang langsung memegang tangan Rina hingga ketahuan.
Angela yang sadar segera menoleh kebelakang dan terlihat dia terus tipis dengan mata yang sedikit kecil.
"hahaha....kena kalian!!."
"apa...lepasin gua nggak?."
"berani ganggu nona muda berarti sedang berlawanan denganku."
Angela yang melihat itu justru dibuat tersenyum malu, bagaimana tidak, kak Andra satu-satunya orang yang bisa diajak bicara selain Bryan.
"yasudah ayo non."
Andrapun dengan segera melepaskan genggaman itu dan pergi mengiringi perjalanan Angela.
setelahnya, hanya tersisa Rina dan juga teman-temannya, mereka masih terbingung, darimana asalnya orang itu.
padahal didepan sangatlah sepi, namun tanpa mereka sadari, Angela sudah menyiapkan segalanya dengan sangat baik.
"woy, darimana orang tadi berasal hah?."
"nggak tau, tiba-tiba dia udah dibelakang kami aja, dia dengan cepat langsung nangkap tangan lu."
"bodoh, buat apa gua nyuruh lu jaga."
"ya gua tau, tapi dia tiba-tiba datang gitu aja. aku aja nggak begitu sadar ada dia diantara kita."
"sial, kayaknya Angela udah nyiapin jebakan."
disisi lain lagi, Angela yang tadinya puas mengerjai mereka kini terus-menerus terkekeh.
"Kak, kak Andra yang terbaik. makasih ya udah bantuin tadi, tadinya aku pikir aku bisa sendiri namun setelah dipikir-pikir lebih baik aku bawa kakak aja."
"anak bodoh, bisa-bisanya kamu terlibat dengan orang begitu. apakah selama kamu diluar negeri kamu juga sering berhadapan dengan mereka?."
"tidak...tidak...hanya saja mereka cukup keterlaluan. ini hari pertama aku sekolah, tapi pemandu yang aku lihat sangatlah sampah.
mereka semua lebih dari sampah, hanya menjadi beban saja. kenapa harus ada orang seperti itu sih disekolah ini, daripada sibuk-sibuk mending gua keluarin aja dia."
"ehhh...walau ayahmu adalah pemilik sekolah tersebut, tapi bukan berarti kamu berhak ikut campur lebih dalam."
__ADS_1
"iya...iya...kalo nanti aku jadi kepala sekolah, aku akan memilih murid yang polos saja."
"terserah kamu aja."
setelah mendengar itu, Angela dengan segera memainkan mulutnya seperti sedang mengejek.
orang yang tadi ikut membantu Angela adalah supir pribadi Angela. sebenarnya belum sangat lama ia menjadi supir pribadi disana.
hanya saja karna keluarga mereka sudah dari dulu bekerja disana jadi wajar jika ayah Angela memberi ia pekerjaan ini.
ditambah lagi dengan kedekatan Angela dengannya sudah baik, jadi lebih bagus jika Andra yang menjadi supir pribadi Angela.
dengan begitu mereka berdua bisa lebih akrab lagi dan bisa bermain bersama seperti dulu.
lagipun Andra sudah menganggap Angela seperti adik kandungnya sendiri, begitu pula sebaliknya Angela juga menganggap Andra seperti kakaknya.
walau ia punya kakak kandung, tapi tetap saja baginya Andra juga begitu. jadi wajar saja jika ia memanggil Andra dengan sebutan kak....
"ehhh kak, kak Andra tau nggak berapa lama kakak pulang kerumah?."
"aduh non, aku nggak tau soal itu."
"non lagi, ingat jika kita berdua itu panggil aja nama. boleh manggil nona muda asal ditempat ramai."
"ya gimana lagi, tuan bilang aku harus manggil kamu nona."
"itu kalo dihadapannya, lagipun kita sekarang berdua. jadi kak Andra nggak tau nih?."
"iya nggak tau, tapi tenang aja tuan muda masih pulangnya cepet kok. Angela jangan khawatir sekarang ada kakak, jadi kakak bisa jaga kamu terus."
"heheh...kak Andra emang paling the best deh kalo soal beginian."
"udah ahh jangan muji terus, owh iya nanti kalo sampai rumah jangan lupa untuk menjelaskan semua hal disekolah."
"termasuk tentang cewek sialan tadi itu ya, bagus dong kalo diceritain, bisa-bisa dia mungkin dikeluarin?."
"ehhh...udah dibilangin yang ada kamu malah kena marah."
"bodoh amat, lagipun ngapain punya murid sok gitu."
"sebenci apa sih kamu sama dia, kok daritadi emosi terus."
"dia tadi ngatain kamu kak, sebenarnya ini bukan yang pertama kalinya dia mau ngerjain aku. untung aja setiap dia ingin ngerjain aku pasti ada orang lain yang membantu."
"itu namanya kamu beruntung Angela, bukannya bagus kalo ada yang bantu."
"iya bagus, tapi tetap aja rasanya aneh."
"udahlah jangan dibahas mending kita pulang aja dulu baru nanti kita ngobrol kalo ada waktu."
"ye pasti banyak waktu, lagipun kakak sekarang supir pribadi aku nih, jadi ada kesempatan buat jalan-jalan sini situ."
"emang dibolehin?."
"pastinya, masa aku udah disini dianya masih mau ngurung aku. yakali gila kali tu orang mau nyiksa anaknya sendiri."
"sabar jangan ngomong gitu, itu tetap orang tua kamu."
Angelapun hanya menghela nafas, dia masih tak menyangka jika itu benar-benar terjadi. masa selama dia diluar negeri dia juga begitu, sekarang dia sudah balik kesini juga diperlukan yang sama.
sungguh dia merasa tak adil dengan semua ini.....
__ADS_1