PGK (PAK GURU KESAYANGAN)

PGK (PAK GURU KESAYANGAN)
CHAPTER 14


__ADS_3

...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...S...


...E...


...M...


...U...


...A...


🥀.



Pulang Sekolah.



...*...


...*...


...*...


jam demi jam telah berlalu, kini hari menunjukkan pukul setengah tiga. sudah waktunya bel berbunyi, ditambah lagi Angela sudah tak sabar ingin kesana.


lebih tepatnya ingin menganggu Doni pastinya, apalagi pastinya dia lebih sibuk mengoreksi beberapa soal.


"Doni, lu kali ini nggak bakalan bisa tenang."


Doni yang mengerti lirikan itu seketika terkekeh kecil. dia mungkin paham maksud dari tatapan Angela kepadanya.


"pasti kutebak, Angela punya rencana lain untuk menggangguku. tidak akan aku biarkan segalanya terjadi, kali ini aku pasti butuh bantuan Ryan."


menit ke menit telah berlalu, tiba-tiba terdengar suara bel pulang. semua orang seketika senang mendengarnya, bagaimana tidak....


setelah berjam-jam mereka belajar, kini mereka bisa bermain dan bersenang-senang bersama.


eitss...tapi perlu diingatkan, walau mereka hobi bermain, tapi tetap saja terkadang mereka dilarang untuk pergi ketempat yang sangat dilarang.


contoh seperti bar, tempat yang penuh dengan orang yang bersenang ria sambil minum-minum.

__ADS_1


para murid selalu dilarang kesana, jika ketahuan mungkin akan dihukum.


sebenarnya sudah ada dua kali kejadian itu, tapi karna merasa anak-anak ini nakal jadi terpaksa mereka harus menghukum.


"silahkan pulang, buat yang belum selesai mengerjakan bisa kerjakan dirumah. mungkin ini akan menjadi PR kalian, owh iya sisa yang sudah selesai saya akan koreksi dirumah."


"pak, rumah bapak dimana?, mungkin aja kami mau kesana."


"rumah bapak jauh dari sini, nanti bapak akan kasih tau pada waktunya."


setelah mendengar itu dengan segera mereka bergegas pergi secara beraturan. dikelas hanya menyisakan 4 orang itu.


ya orang-orang itu adalah kedua adiknya beserta Angela yang masih menunggunya.


karna merasa sudah siap, akhirnya Doni berjalan pelan menghampiri kedua adiknya.


"kalian berdua ikut kakak ya, owh iya lupa, tapi kalian tunggu kakak sebentar, kakak harus ganti baju pagi tadi."


"buat apa kak?, kan gaya gini lebih bagus."


"mau ketahuan?."


"owh iya." jawab mereka dengan serentak.


setelah itu merekapun pergi dan hampir meninggalkan Angela sendirian dikelas, dengan segera pula Angela berdehem agar ia ditanya..


"uhuk....ehemmm...uhhkkkk."


mendengar hal itu, dengan segera perhatian mereka mengarah keangela, Doni yang paham maksud kode itu dengan segera berjalan masuk.


"mau ikut juga?, owh iya kan elu sendiri mau kerumah guakan. yaudah sekalian anggap aja gua lagi baik."


"oke, untung supir pribadi gua, gua suruh pulang dan nunggu gua pulang kerumah."


Angela yang dicubit seketika kesal dan lalu melepaskan cubitan itu.


"sakit tau?."


"gitu aja sakit, gimana kalo nanti elu dipukul orang, mungkin sakit ini tak seberapa lagipun aku nggak kuat kali kalo nyubit."


"bodoh amat, pokoknya ini tuh sakit."


setelahnya ia ngambek menghadap kearah lain, Doni yang merasa kesal seketika pergi dan berkata sebentar.


"kalian berdua jaga Angela, kakak pergi ketoilet bentar buat ganti baju."


diapun lalu pergi setelahnya dan meninggalkan mereka bertiga dikelas. namun siapa sangka, kelas sebelah sama sekali belum pulang.


Angela yang sadar hanya menghela nafas...


"Kelly masih belum pulang, btw kalian kenal nggak sama Kelly?."


"Kelly kelas sebelah?."


"iya, aku ngerasa kasihan banget sama dia. padahal dia itu pinter, tapi dia selalu dibully oleh orang."


"sudah wajar, sekolah yang terkenal penuh dengan anak-anak kaya, tiba-tiba datang beberapa orang yang kurang mampu disekolah ini.


semua orang pasti menganggap mereka semua sampah, itu adalah peraturan dari dulu yang aku tau." jelas Andrea yang membuat Angela kesal.


"peraturan macam apa?, ayahku sebagai pemilik sekolah ini tidak pernah melarang siapapun untuk kesekolah.


apalagi jika niatnya ingin belajar hingga menjadi sukses, orang-orang seperti itu harus diberi pelajaran. jika tidak murid yang seperti itu akan merasa tertekan.


aku harus mencoba memikirkan cara agar semuanya tetap aman dan damai. bila perlu tidak ada kata bermusuhan." ujar Angela yang tersenyum tipis.

__ADS_1


disisi lain lagi, Doni yang sudah selesai berganti pakaian kini berada didekat pintu mendengarkan segala perkataan mereka semua.


Doni yang melihat Angela begitu seketika tersenyum tipis, dia merasa Angela benar-benar berbeda.


namun sesaat dia memikirkan Angela, dengan segera ia sadar dan memukul dirinya sendiri dengan kuat.


pukulan kuatnya itu yang membuat ketiga orang itu kaget dan langsung menoleh kearahnya.


"sejak kapan kakak disitu?."


"belum sangat lama."


melihat wajah Doni, dengan segera Angela menoleh kearah lain dengan wajah cemberut.


Doni yang merasa akan sulit jika membawanya, dengan segera menggendong tubuh Angela.


"mau apa elu?."


"jika ingin cepat maka kau perlu berjalan. tapi jika lu kagak mau, maka gua yang harus lakuin."


"lepasin gua nggak?, nanti ketahuan sama murid-murid lain."


"bodoh amat."


mendengar itu dengan segera ia menatap kesal dan menyembunyikan wajahnya agar tidak ketahuan.


ntah hari ini hari ters**l buat Angela atau bagaimana, tapi saat ia berjalan didekat pintu, tiba-tiba kelas sebelah sudah berjalan keluar.


dengan segera Angela panik dan terus menerus menutup wajahnya agar tidak kelihatan. jika wajahnya terlihat, mungkin segalanya akan menyebar.


"ehhh elu sengajakan mau buat gua malu!!!.".


Doni yang mendengar itu hanya menghela nafas, dia terus berjalan sambil menggendong Angela.


namun sesaat mereka berjalan, tiba-tiba Kelly datang, dia tau sudah menduga ada yang aneh dengan mereka.


namun karna merasa takut jika langsung berkata, jadi dia hanya berbasa-basi sebentar.


"pak, Angela sudah pulang?."


"sudah daritadi."


"lalu yang bapak gendong ini siapa?."


"owh ini murid kelas saya kok, dia tadi jatuh dan kakinya terluka. jadinya dia tidak bisa jalan, karna saya baik hati jadinya saya yang gendong dia."


"wah bapak, udah keren, berani, dan baik hati lagi. owh iya Angela kapan pulangnya?, kalo masih ada disekitar sini saya mau bicara sebentar dengannya."


"bicara apa?."


"ada saja pak, tapi kalo sudah tidak ada yaudah, besok aja aku bicaranya."


setelahnya Kelly pergi meninggalkan mereka semua. Angela yang tau seketika mengintip dan menatap semua orang.


disaat semua orang tidak ada, dengan segera ia merasa lega dan lalu membuka tangannya.


"elu ya, ada masalah apa sih sama gua?, lu dah bikin gua hampir malu tingkat tinggi tau."


"banyak, masalah elu sama gua itu nggak terhitung. ya bisa dibilang begitu, btw lu nanti gua turun digerbang."


"kenapa digerbang?."


"nanti elu tau sendiri."


merekapun berjalan dengan cepat, agar sampai digerbang.

__ADS_1


__ADS_2