PGK (PAK GURU KESAYANGAN)

PGK (PAK GURU KESAYANGAN)
CHAPTER 7


__ADS_3

...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...S...


...E...


...M...


...U...


...A...


🥀.


7.Lamaran Kerjaan.


...*...


...*...


...*...


disisi lain lagi, terlihat Doni dan juga Ryan sedang berada dikamar dan juga saling berdiskusi.


"woy, menurut lu ni ya, gua beneran cocok jadi guru?."


mendengar pertanyaan itu, dengan segera Ryan mendekat dan terkekeh kecil.


"asli lu beneran mau?, kalo mau yaudah kita lamar dulu aja sebelum nanti ada yang ngambil ya kan?."


"boleh, yaudah bentar gua siapin dokumennya dulu. lu tunggu gua sebentar."


"siap bos!!." ujar Ryan sambil mengangkat tangannya kekepala, seperti sedang memberi hormat.


Doni yang melihat itu hanya terdiam dan terheran melihat kelakuan Ryan begitu.


menit ke menit telah berlalu, semua dokumen yang diperlukan sudah Doni siapkan dengan baik. bahkan sebelum berangkat, dia masih perlu mengecek sesuatu.


"bentar dulu Ryan, gua masih ngecek dokumen takut ada yang salah."


diapun dengan cepat memeriksa dan terlihat semuanya sangat bagus dan rapi.


setelah itu, mereka berdua dengan cepat turun dari tangga dan langsung naik kemobil. namun tiba-tiba dari belakang sudah terdengar suara teriakan.

__ADS_1


ya teriakan itu adalah suara dari kedua adiknya, mereka ikut senang dan juga heran melihat kakaknya yang begitu.


"kakak mau kemana?."


"ada urusan, kalian tunggu aja dirumah. kakak bentar aja kok, yaudah gas cepetan Ryan!!."


merekapun langsung pergi tanpa berkata apalagi, kedua adiknya yang melihat itu hanya terbingung dan menatap tak percaya dengan sifat kakaknya.


"kakak kemana?, tumbenan mau keluar."


"kagak tau, yaudah masuk aja dulu. nanti baru kita bahas lagi kalo dia udah pulang."


"oke."


mereka berdua juga ikut masuk kerumah tanpa ada kata lagi, disisi lain lagi, Ryan dan Doni yang masih dalam perjalanan hanya terdiam tanpa ada kata-kata.


Doni nampak sangat semangat dan juga gugup, karna ini kali pertamanya ia melamar menjadi guru.


sebelum-sebelumnya dia hanya melamar dikantoran, ini adalah momen pertama baginya.


lagipun ditambah dengan kecerdasannya dia pasti bisa mengajar, apalagi selain pintar dia juga cukup tampan.


pastinya murid-murid akan suka hal itu....


"ehh bro, lu dah siapkan?."


"pake banget."


"semangat bro jangan nyerah, bila perlu tunjukkan semua bakat terpendammu."


"alay bad gaya omongan lu."


"dihhh dibilangin malah ngatain, sakit hati gua njir."


"bodoh."


awalnya mereka ingin datang langsung kerumah kepala sekolah, namun Doni memaksa untuk melihat sekolahnya dulu.


setelah itu, mereka turun dari mobil dan berjalan maju kearah gerbang. mereka berdua dengan cepat berjalan masuk kedalam.


namun sebelumnya mereka berdua harus ditanya oleh pak satpam disana.


"kalian siapa ya?."


"owh iya lupa, kenalin pak nama saya Doni dan ini Ryan pak. kami datang kesini buat ngelamar kerjaan pak."


"kerjaan?, owh yaudah bentar saya check dulu pak kepala sekolahnya ada nggak ya."


"iya pak, makasih ya pak."


mereka berdua pun menunggu diluar sambil duduk, namun menit ke menit telah berlalu, kini tibalah pak satpam tersebut.


dia langsung tersenyum dan berkata kepada mereka... "kepala sekolahnya ada, kalian masuk aja." ujar pak satpam yang lalu pergi keposnya.


mendengar hal itu, dengan cepat mereka lari kedalam sambil tersenyum.


"akhirnya dapat pekerjaan."


"yes akhirnya gua berguna juga dihadapan dia."


begitulah kira-kira bathin mereka masing-masing. setelah sampai diruangannya, Doni langsung masuk meninggalkan Ryan diluar.


itu memang keinginan Ryan, dia hanya menunggu diluar, takutnya nanti dia menjadi pengganggu disana.


setelah sampai didalam, Doni hanya terdiam dan tak bergerak. namun tiba-tiba muncullah seorang pria tua yang langsung menghampiri dirinya.

__ADS_1


"kamu orang yang pengen ngelamar ya?."


"iya pak, saya ingin sekali menjadi guru disini."


"oke, kalo boleh tau siapa yang memberitahu kamu?."


"salah satu keluarga saya yang memberitahu pak, saya datang kemari karna ingin bekerja."


"hahh....kamu tuh masih muda, kenapa malah milih jadi guru?, masih banyak pekerjaan lain seperti kantor dan sebagainya kenapa kamu nggak mau?."


"karna ini adalah tekad saya sendiri pak, saya memang pengen jadi guru pak."


jawaban Doni itu malah mengundang tawa Ryan, dia baru sadar betapa hebatnya kebohongan dia.


padahal dia rela menjadi guru hanya karna kerjaan lamanya malah ditinggal begitu saja.


"boongnya nggak ketulungan ya."


berbeda pula dengan Doni, dia malah terlihat fokus dan gugup. namun pak kepala sekolah yang sadar kalo Doni gugup dengan segera menepuk pundak Doni.


"kamu bisa aja kerja disini, tapi sebelumnya berapa umurmu?."


"umur saya 26 tahun pak, ini adalah dokumen yang sudah disiapkan. jika ada yang kurang tanyakan saja nanti saya siapkan balik."


mendengar jawaban itu, pak kepala sekolah hanya menggeleng kepala dan terkekeh kecil, dia tak menyangka masih ada anak muda yang seperti ini.


"baiklah, kamu diterima kerja disini, selamat ya!!!." ujar pak kepala sekolah yang lalu menjulur tangannya untuk bersalaman.


melihat hal itu tentu saja dengan senang hati Doni langsung membalasnya. tanpa ragu-ragu rasa dihatinya kini sangatlah bahagia.


dengan mudahnya ia mendapatkan pekerjaan ini....


"sungguh aku merasa lega karna dapat pekerjaan."


dia lalu menghela nafas sambil tersenyum, setelah selesai berbicara, diapun dengan segera pamit pergi dan langsung berjalan kearah Ryan.


sesampainya digerbang, dia langsung senang dan bersemangat. dia yang tadinya masih dingin dan gugup, kini berubah menjadi periang.


"sungguh dengan begitu cepatnya aku mendapatkan pekerjaan ini."


"baguslah itu, jadi kamu nggak perlu gelisah lagi kayak gitu. btw malam ini gua nginep ya dirumah lu, males kalo dirumah sendirian doang."


"ehhh lu mau tidur dimana, emangnya rumah lu kenapa kok sepi?."


"lu nggak tau, kalo dirumah gua itu sepi banget. untuk soal tidur, gua bisa aja tidur sama lu." ujar Ryan yang tersenyum puas...


Doni yang mendengar itu justru jijik dan malah menjauhi Ryan, Ryan yang tau itu seketika mendekat dan malah semakin dekat dengan Doni.


namun setelahnya, mereka langsung berhenti bercanda dan seketika wajah Doni langsung serius.


"Ayo pulang!!!."


mendengar hal itu Ryan hanya menurut dan langsung berjalan menuju mobil.


menit ke menit telah berlalu, selama diperjalanan Doni hanya menghela nafas terus.


"ehhh Ryan, jangan pernah kasih tau dulu kalo gua kerja jadi guru."


"why?, bukannya Daddy lu senang ya?."


"bodoh amat, gua nggak peduli, gua pengen yang ini jadi kerjaan rahasia gua."


"iya iya...gua tutup mulut soal ini. lagipun ini rekomen dari gua pastinya gua ikut bantu."


"oke, tapi awas aja mulut lu ember, sampe ketahuan, lu bakal babak belur nanti."

__ADS_1


"iya iya gua pastinya jaga mulut..."


__ADS_2