
...H...
...A...
...P...
...P...
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...S...
...E...
...M...
...U...
...A...
🥀.
Pulang Bersama.
setelahnya Angelapun mengirim pesan kepada kak Andra agar tidak menjemputnya pulang. disitu ia menulis beberapa kata....
^^^"kak ****Andra****, nanti pas aku dah pulang nggak usah dijemput, soalnya aku bakal pulang bareng Doni."^^^
pesannya yang lalu dikirimkan, setelah beberapa saat kemudian centang itu sudah berubah menjadi biru yang artinya sudah dibaca oleh Andra sendiri.
iapun lalu mengetik sambil membathin agar tidak salah..."baik nona, saya akan bilang kepada tuan agar dia nggak khawatir."
beberapa detik setelah mengirim jawaban dipesan, tiba-tiba ponsel Angela berbunyi dan langsung melihat kembali jawabannya.
iapun hanya membalas dengan emot senyum dan berlalu pergi kekelas. disitu Doni yang sedang berada diruang guru tiba-tiba mendapat pesan baru.
disitu Ryan mengirimi pesan bahwa sesuatu telah terjadi. disitu Doni yang penasaran langsung saja menelpon hingga akhirnya tersambung.
__ADS_1
"woy napa?." tanya Doni yang malah dibalas oleh ayahnya dengan nada yang sedikit kasar..."halo guru Doni, sedang apa anda?."
mendengar suara itu Doni seketika gugup dan malah terdiam tak bertanya apapun. ia bingung harus berkata jujur atau tidak untuk hal ini.
"Ryan, jangan bilang ini semua salah lu ya, kenapa...." ujarnya yang malah terpotong karna suara ayahnya lebih dulu menyambut.
"Doni, menjadi guru diam-diam tanpa pemberitahuan Daddy, kamu sungguh bersalah. tapi walau begitu bagus, akhirnya kau mengakui hubungan kalian.
Daddy baru tau dari ayahnya Angela, dia bilang bahwa terjadi sesuatu keributan antara anaknya dengan seorang guru baru.
lalu setelahnya dia check semua informasi hingga ketemu nama kamu." jelas Daddynya yang malah membuat Doni terdiam tak berkutik.
"Daddy seneng, tapi aku sama Angela nggak dad, karna apa diantara kami berdua nggak ada cinta yang ada hanya permusuhan."
"itukan baru awal, coba kalo lama kelamaan, pasti suka satu sama lain. kamu jangan terlalu naif, pasti diantara kalian diam-diam sudah ada yang memendam."
mendengar perkataan Daddynya yang memang sedikit benar, dia hanya terdiam dan kembali berkata..."aku tutup dulu, ada kelas hari ini."
setelah ia menutup telpon, ia langsung mengambil tas dan pergi kekelas. selama perjalanan menuju kelas, ia terus melamun memikirkan perkataan Daddynya.
bagaimanapun perkataan itu hampir mirip dengan kata adik-adiknya, apalagi ia selalu saja berdebat namun lama kelamaan hal itu malah semakin ingin dilakukan.
bahkan saat tak berdebat sekalipun rasanya memang sedikit aneh, ia terus memikirkan itu hingga akhirnya sampai dikelasnya dengan ekspresi bingung.
para murid yang melihat guru mereka begitu kini tersenyum dan malah sengaja berteriak..."selamat siang pak..." teriak murid-murid.
membuat Doni sadar dan langsung terkejut, iapun langsung berjalan cepat menuju tempat guru dan kembali menghela nafas panjang.
iapun kembali mengajar dan menyuruh mereka untuk kepelajaran kemarin. jam demi jam telah berlalu, hari sudah semakin sore hingga akhirnya bel pulang berbunyi.
disitu Doni, Angela, dan juga adik-adiknya langsung pulang bersama. disitu awalnya Doni ingin mengantar duluan adiknya, tapi adiknya menolak dan memilih jalan sendiri.
iapun bergegas pergi menaiki bus dan berkata..."kak antar aja Angela pulang, kami berdua bisa jaga diri disini, hati-hati ya kak."
setelahnya Doni hanya merespon anggukan dan melihat bus yang dinaiki oleh adiknya. disitu bukan hanya adiknya, tetapi murid lain juga ada.
setelah beberapa saat kemudian akhirnya mereka masuk kedalam mobil dan berlalu pergi. disitu Doni yang menyetir terus melirik kearah Angela.
ia bingung harus mengatakan yang sebenarnya atau tidak, namun saat ia ingin mengucapkan tiba-tiba Angela langsung berkata saja...
"tumbenan nggak ngomong, apa malu karna nanti takut kalah debat."
"jangan mancing deh lu."
"heleh palingan takut."
"gua nggak pernah takut sama cewek kek lu."
setelahnya Doni hanya diam dan tak melihat kearah Angela. hal itu malah membuat Angela penasaran dan takut jika terjadi sesuatu kepada Doni.
karna rasa khawatirnya itu, akhirnya ia berani bertanya..."ada apa?, lu dapet masalah ya dirumah?, ngapain lu kerumah gua kalo ada masalah?."
"bukan, gua memang ada urusan aja sama paman."
Angela mengerti dan hanya mengangguk saja, ngomong-ngomong tentang paman, sebenarnya Doni memanggil ayah Angela itu dengan sebutan paman.
__ADS_1
"urusan apa sama ayah gua?."
"jangan ikut campur."
setelahnya Doni langsung fokus kejalanan dan terdiam tanpa ada kata-kata lagi. disitu Angela semakin penasaran dengan apa yang terjadi.
namun diam-diam Doni masih terus kepikiran dengan perkataan ayah dan juga adik-adiknya. apakah benar seseorang yang sering berdebat akan mengalami masa jatuh cinta.
setelah setengah jam lebih diperjalanan, akhirnya mereka tiba dirumah Angela dengan selamat dan aman pastinya.
disitu ayah dan juga bunda Angela langsung turun dan melihat anaknya pulang bersama dengan Doni. disitu kedua orang tuanya merasa puas.
"sepertinya mereka berdua sudah mulai dekat." bathin ayahnya yang lalu dibalas oleh bathin bunda Angela dengan nada senang.
"akhirnya anak bunda yang satu ini sudah mulai terlihat lebih dewasa."
melihat wajah orang tuanya begitu ia sudah sadar dan hanya menghela nafas. Doni yang tak mengerti hanya berbisik bertanya...
"ada apa?."
"kau tau lihat kedua orang tuaku."
"ya tentu saja, ada apa memangnya?."
"biasanya kalo mereka diam dan tersenyum sendiri itu tandanya dia sedang menghalu banyak hal aneh."
"benarkah?."
setelahnya Angela hanya mengangguk kepala dan seketika pula ayah Angela sadar dan berkata..."Angela, Doni, ayo masuk kita ngobrol didalam."
"iya yah."
"iya paman."
setelahnya mereka berdua ikut masuk kedalam rumah, disitu Angela langsung naik keatas tangga dan mengganti pakaian.
"Angela, setelah menaruh barang langsung turun kesini."
setelahnya Angela hanya mengangguk malas dan naik keatas. disitu Doni hanya terdiam dan lalu disambut dengan kata baru.
"Doni, kamu menjadi guru disekolah itu?."
"iya paman."
"kenapa nggak bilang, kalo kamu bilang mungkin saya bisa naikin jabatan kamu."
"nggak perlu kok paman, ngajar anak-anak lumayan seru. ditambah semua ini bisa menjadi pengalaman dan pengajaran baru untuk saya."
"kalo begitu yaudah, asal kamu senang maka teruskan saja. ngomong-ngomong masalah tentang rumor itu bagaimana bisa sampai terjadi?."
"aku tidak tau paman, rumor itu juga cepat sekali terdengar."
"sebenarnya Don, rumor itu cukup bagus untuk kalian. dengan begitu akhirnya kalian mempublikasikan hubungan asli kalian.
sebenarnya paman senang kalian bisa mengakuinya." ujar ayah Angela yang malah membuat Doni semakin terdiam dan hanya terngiang perkataan bagus.
__ADS_1