PGK (PAK GURU KESAYANGAN)

PGK (PAK GURU KESAYANGAN)
CHAPTER 2


__ADS_3

...H...


...A...


...P...


...P...


...Y...


...R...


...E...


...A...


...D...


...I...


...N...


...G...


...S...


...E...


...M...


...U...


...A...


🥀.



Pertemuan pertama disekolah.



...*...


...*...


...*...


Angelapun segera pergi meninggalkan Kelly begitu saja. Kelly yang melihat itu seketika terdiam dan terus memperhatikan gerakan Angela.


"gadis itu sangat arrogant." bathin Kelly yang lalu berjalan pelan.


disisi lain lagi, Angela yang tadinya masih berjalan santai, kini dikejutkan dengan kumpulan para gadis-gadis yang berlarian kearahnya.


awalnya Angela mengira bahwa rombongan itu khusus untuk menyambutnya, namun siapa sangka ternyata yang mereka sambut adalah seorang murid pria yang terpopuler.


saking populernya, dia selalu menjadi bahan rebutan murid-murid disana. Angela yang merasa diberi harapan palsu kini malah kesal dan akhirnya mengikuti langkah para murid lain.


dia penasaran disekolah ini memangnya ada yang sepopuler dirinya.....


sesaat setelah sampai digerbang, dirinya dikejutkan dengan 4 mobil berwarna hitam. ya itu adalah rombongan murid pria paling populer disekolah ini.


"mana murid sok keren itu?." tanya Angela yang membuat para gadis kesal.

__ADS_1


"ehhh lu Jan nyari gara-gara disini ya?."


"emangnya kenapa?."


"lu....lu nggak tau dia siapa?."


"OMG!!!!! keknya gua nggak tau, tapi bohong."


"lu ya...makin nyari emosi aja."


"terserah gua dong!!!."


perkataan Angela itu membuat para murid disana bertambah kesal dan semakin marah melihat wajah Angela. namun berbeda dengan Angela, dia malah tersenyum tipis melihat wajah murid-murid begitu.


"sungguh bagus dijadikan aib."


setelah beberapa saat keributan itu, tibalah seorang pria yang keluar dari mobil itu. ya dia adalah sepupu Angela sendiri, setelah melihat wajah orang itu seketika muka Angela seperti tak berekspresi.


"Angela...." teriak pria itu yang lalu berlari kearah Angela.


mendengar teriakan itu, seketika mengundang perhatian kearah Angela sendiri. Angela yang diperhatikan hanya terdiam...


pria itupun langsung menghampirinya dan tersenyum ramah seperti sudah mengenalnya.


"apa kabar Angela?."


"ya seperti yang lu lihat sendiri, gua baik-baik saja."


"lu nggak pernah berubah, udah lama nggak ketemu mending ngobrol bareng." ujar pria itu sambil merangkul bahu Angela.


Angela yang dirangkul seketika mendorong tangan pria itu dan menjauhi dirinya.


"jaga sikapmu, ini sekolah bukan tempat bermain."


pria itupun seketika terdiam dan merubah ekspresinya menjadi sedikit sedih.


namun setelah bertahun-tahun lamanya, kini mereka bertemu lagi. pertemuan pertama disekolah ini membuat hati Bryan sedikit senang.


sudah lama dia tidak mendapatkan kabar dari Angela, kini akhirnya Angela kembali.


"owh iya gua hampir lupa, btw kakak gua kemana ya?."


"kalo nggak salah denger dia di Amerika sekarang."


"maksud ucapan lu dia jadi ikut pertukaran murid disekolah sana?."


"iya Angela, emangnya kenapa kangen ma kakak lu ya?."


"kagak, hanya saja kurang pas gitu kalo nggak lengkap."


seketika Bryan mengiyakan jawaban Angela itu tanpa ada perkataan lagi. setelah sesaat obrolan itu, para murid yang melihat itu seketika terdiam.


mereka tak percaya dengan apa yang mereka lihat itu, orang yang tadinya berdebat dengan mereka adalah orang terdekatnya.


"so...sorry ya Angela tadi kami berkata kasar dikit."


"sorry?."


mendengar perkataan itu semua murid malah merasa bersalah dan terdiam. Angela yang melihat itu hanya menghela nafas dan menggeleng kepala.


"lain kali jangan bersikap begitu, malu tau."


"iya maaf." jawab serentak pada murid.

__ADS_1


setelah itu para murid kembali bubar dan tersisa mereka berdua. terlihat orang yang dimobil lain masih belum ada yang keluar.


Angela yang memperhatikan itu malah merasa aneh dengan tingkah mereka.


"temen-temen lu orang aneh semua ya?."


"ehhh...jangan omongan, mereka nggak keluar gara-gara lu tadi."


"lah kok jadi gua." ujar Angela dengan mata yang membulat sempurna... "wah nggak beres lu pada." sahut Angela yang kembali menghina.


"stttt....."


"apaan lu, dah lah mending gua lihat-lihat sekolah daripada lihat muka lu pada."


Angelapun bergegas pergi meninggalkan Bryan begitu saja, Bryan yang melihat itu tak menyangka sifat lama Angela masih sama seperti dulu.


masih arrogant dan selalu menutupi perkataannya dengan kata yang kasar. walau begitu, sebenarnya hati Angela sangatlah lembut, dibandingkan perkataannya dia jauh lebih mementingkan tindakan.


karna terkadang semua perkataannya sangat menyakitkan hati namun pada nyatanya itu akan membuat mereka senang.


Bryan masih saja tersenyum dan melamun didekat gerbang. dia terus menatap kearah Angela dengan tatapan kagum.


teman-temannya yang melihat tingkah laku Bryan seketika turun dari mobil dan segera mengagetkan Bryan...


dorrrr!!!!....


namun sayangnya Bryan bukan tipe orang yang mudah terkejut jadi saat seperti itu dia malah biasa saja dan hanya menatap tajam kearah orang itu.


"berisik lu pada."


"ye kamikan cuman pengen canda ma elu, btw dia siapa sih?."


"dia....dia itu...kepo bad lu pada."


"ye ditanyain yang baik-baik malah jawab gitu."


setelah mendengar perkataan teman-temannya tanpa rasa bersalah dia malah pergi dengan tatapan tajam.


disisi lain lagi, Angela yang tadinya berjalan kini berhenti karna harus berlawanan dengan Rina sipembully paling ditakuti disekolah ini.


"lu lagi...lu lagi...bosan gua lihat muka ngeselin lu itu."


"banyak b*cot lu anj***."


saat Rina ingin menampar pipi Angela, dengan cepat seseorang memegang tangannya hingga membuat Rina kesakitan.


"lepasin gua kagak???."


"lu mau kena masalah?, lu tau siapa dia?."


"bodoh amat, palingan anak misqueen yang dapat beasiswa dan hanya pura-pura kaya dihadapan orang lain."


Angela yang mendengar itu malah terkekeh kecil dan terus menggeleng kepala...


"anak siapa lu?, aduh nggak semua orang bisa dapet beasiswa disekolah ini, lagian lu emangnya tau wajah anak pemilik sekolah ini?."


seketika Rina terdiam, orang yang menolong Angela yang malah menjawab pertanyaan Angela.


"lu kan orang itu, lu Angela Aksa Andarakan?."


"wah ternyata ada yang tau tentang gua, tau darimana lu?."


"kakak lu sekolah disini dan gua adalah teman dekatnya. gua pernah lihat lu berdua VC waktu itu. jadi secara tidak langsung gua udah tau wajah lu."

__ADS_1


"pintar bad lu, beda sama orang sok-sokan kayak gini, malah mau nyari gara-gara sama orangnya langsung. gua tanpa disuruh bisa aja nyabut jabatan lu sekaligus ngeluarin lu.


bahkan gua bisa, bikin gua sendiri jadi ketos disini. yang paling gua sukai apa gua bisa aja ngebully lu sepuas hati gua. namun sayang gua bukan tipe orang gitu." ujar Angela yang lalu pergi setelah berbicara begitu.


__ADS_2