
...H...
...A...
...P...
...... P......
...Y...
...R...
...E...
...A...
...D...
...I...
...N...
...G...
...S...
...E...
...M...
...U...
...A...
🥀.
Angela Dikasih Cincin.
setelahnya mereka semua berbicara dengan penuh candaan, sedangkan Doni dia terlihat berada dikamar sedang mengecek jawaban muridnya.
saat ia melihat, rata-rata jawaban mereka semua benar, Doni sedikit salut melihat anak-anak ini begitu pintar dan berbakat.
"mereka semua benar-benar bisa diandalkan nantinya, dengan bakat mereka yang luar biasa, aku yakin mereka pasti sukses.
masing-masing dari mereka mempunyai kelebihan lain selain pintar, salah satunya olahraga." ujar Doni.
didalam kelas itu salah satunya adalah kapten team basket disekolah, selain menjadi kapten dia juga cukup pintar dalam pelajaran.
selama bertahun-tahun dia bermain basket, tapi ketika mendengar pelajaran dia dengan segera pergi kekelas dan melatih otaknya.
"anak ini luar biasa, siapa namanya mungkin nanti dia bisa menjadi panutan terbaik untuk anak baru nantinya."
__ADS_1
saat ia membaca nama itu, dengan segera ia mengerti.... "owh nama dia Leon Dirga Wijaya, ternyata dari keluarga Wijaya pantesan aja pintar.
salut sih gua sama keluarga mereka, udah pada pintar punya bakat tersendiri lagi." ujar Doni lagi yang masih membaca informasi dan juga melihat jawaban lainnya.
disaat ia selesai mengerjakan segalanya, dia seketika istirahat, dia lupa ada Angela diluar sana.
namun beberapa menit kemudian, tiba-tiba Sintia dan juga Angela berjalan masuk kekamar Doni dan melihat apa yang ia lakukan.
untungnya Doni sudah selesai mengerjakan jadi dengan cepat ia membereskan kembali barang-barangnya dan barulah ia tidur.
saat mereka berdua masuk, dengan segera Sintia sebagai mamah Doni seketika kaget melihat kamar Doni yang begitu berantakan.
ditambah lagi dengan Doni yang terlihat malas membersihkan, dengan segera ia melemparkan sesuatu kewajah anaknya itu agar bangun.
saat Doni membuka mata, dengan segera ia sadar dan bekata.... "ada apa mah?, ganggu orang tidur aja."
diapun masih terlihat mengantuk, namun dengan segera mamahnya membangunkan dia.
"cepat bangun!!!!, ada Angela kamu malah malas-malasan dirumah."
"aku capek mah, mamah aja ya yang beresnya. Doni mau tidur dulu, Doni butuh istirahat lebih."
baru saja ia menutup mata dengan segera tangan seseorang melaju dan menampar pipi Doni.
dengan segera ia kebangun karna merasa sakit.... "mah...." teriak Doni yang merasa kesal.
namun dengan segera ia berdiri dan berjalan keluar kamar dan mengambil sapu.
Angela yang melihat itu hanya terdiam, dia masih tak menyangka bahwa Doni masih punya sifat seperti itu.
"Bi, Doni terkadang kayak anak kecilkah?."
mendengar itu dengan segera Angela terdiam karna dia sudah tau pasti jawabannya itu apa dan juga alasan dia begitu mungkin sudah ia sadari.
"Doni emang agak Laen dari saat pertama kali aku ketemu." bathin Angela yang tersenyum ramah.
menit ke menit telah berlalu, Angela dan juga mamah Doni kini hanya terdiam disofa dan melihat Doni yang mondar mandir tak jelas.
Doni yang selalu membawa barang-barang random untuk membersihkan kamarnya dan juga hobi dia adalah bermain.
kemungkinan besar kamarnya sudah menjadi tempat untuk dia bermain nantinya.
dalam hati Sintia sudah terdapat gambaran tentang kamar Doni nantinya, dia juga penasaran apakah selama diluar negeri dia masih tetap begitu.
dan hasilnya adalah iya, saat Doni diluar negeri, dia bermain-main diapartemen dengan senangnya, ketika orang lain bersenang-senang dengan permainan diponsel....
maka berbeda dengan Doni, dia malah bersenang-senang dengan alat seadanya untuk menyenangkan hati dan juga pikirannya.
"anak itu emang beda, tapi aku penasaran kamar dia berubah jadi apa sekarang?."
namun sesaat ia memikirkan, dengan segera Doni turun kebawah dan berjalan pelan kearah mereka.
"mah, Doni mau bicara sebentar."
"bicara apa?."
__ADS_1
"aku nemuin ini dibawah lemari, ini adalah peninggalan nenek untukku saat itu. tapi sebenarnya aku bukannya menolak hanya saja aku tidak pintar menjaga barang.
bagaimana jika ini aku berikan kedia, anggap ini adalah hadiahku untuknya, lagipun dia adalah tunanganku." jelas Doni yang disetujui oleh mamahnya.
"berikan saja, mamah setuju seratus persen." setelahnya ia menyambung didalam hati... "dengan begitu mungkin saja ada kesempatan untuk mereka bersama."
dengan segera Doni berjalan pelan menghampiri Angela yang masih duduk manis disofa itu.
"Angela, karna kamu sudah datang kesini plus saat aku sedang membersihkan kamar, aku menemukan cincin berharga ini.
jadi cincin ini aku berikan untukmu agar kita bisa lebih kenal dan lebih bisa berdekatan." ujar Doni dengan raut wajah ragu-ragu.
"terimakasih, pasangkan!!!."
Donipun dengan segera memegang tangan Angela dan memakaikan ia cincin itu....
"wah indah sekali, btw kamu dapat ini darimana?."
"ini adalah peninggalan nenekku yang ia berikan kepadaku saat itu. nenek pernah berkata untuk agar aku menyimpannya dan memberikannya kepada orang yang tepat.
saat ini aku merasa orang itu adalah kamu, jadi aku kasih saja untukmu." ujar Doni yang lalu tersenyum tipis.
begitu pula dengan Angela, dia juga ikut membalas dengan senyuman walau aslinya dia masih merasa canggung dengan hal ini.
namun sesaat kemudian, tiba-tiba ponsel Sintia berdering hingga mengagetkan kedua orang itu.
"kalian mengobrollah, aku angkat telepon dulu ya."
setelahnya ia pergi keluar rumah dan menjawab telepon itu...
sedangkan untuk kedua orang itu, mereka malah saling bertanya satu sama lain.
"sok romantis padahal elu sendiri nggak bisa gitu."
"emangnya gua lagi ngeromantis gitu nggakkan, lagipun apa yang gua katakan itu beneran. nenek gua yang bilang gitu."
"nggak percaya gua."
"serah elu, gua nggak peduli."
"dihh...dasar cowok nggak peka dan juga pemarah."
"yang marah siapa, elu yang sensi daritadi."
setelahnya persen itu mereka berdua saling berhadapan lain. namun 5 menit kemudian Doni langsung berjalan menaiki tangga.
sedangkan Angela yang tau itu hanya diam dan melihat dari kejauhan, dari situ dia mulai merasa aneh...
"ada apa dengan pikiranku, kenapa aku malah merasa sedih saat ia pergi begitu saja. hello Angela, sadar dia itu nggak peka buat apa diharapkan.
masih banyak cowok lain didunia ini, tapi kenapa harus dia yang bareng gua." bathin Angela yang mulai meronta-ronta.
sedangkan Doni, dia masih kesal dengan yang dikatakan Angela....
"apakah aku terlihat terlalu berlebih-lebihan, aku merasa otak dia yang salah.
__ADS_1
tapi benar juga, kenapa pikiran gua waktu itu malah kepengen ngasih kedia. kenapa nggak mamah ataupun adik gua." bathin Doni yang kesal.
mereka berdua terlihat saling menyalahkan satu sama lain....